Aku Bukan Pelayanmu

Aku Bukan Pelayanmu
Mencoba Berdamai


__ADS_3

Kini, Windia telah duduk di bangku sebelah ranjang milik Denis. wanita itu, tampak duduk termenung di samping laki-laki yang masih berstatus suaminya itu.


Entah mengapa, Windia merasa kasihan dan juga benci dalam satu waktu. padahal, Windia sekuat tenaga ingin menghindari laki-laki yang telah berbaring ini.


Namun, takdir sepertinya takdir. tidak mengizinkannya dengan bertemu kembali Windia dan juga Denis.


tak lama berselang, sebuah tangan menepuk pundak Windia dengan lembut. Hal itu membuat Windia seketika menoleh ke sumber suara.


" kamu sebaiknya makan dulu, ini Mami bawakan makanan bagi ibu menyusui dan juga pompa asi. Siapa tahu kamu mau memompanya untuk persediaan ASI anak kamu." ucap Vega Seraya memberikan makanan dan juga alat pompa asi itu pada Windia.


Dengan segera, Windia menerimanya dan langsung memakannya. Vega menatap menantunya itu dengan tatapan bahagia.


Sementara itu Windia manalahap semua makanan itu dengan sangat lahap. Bahkan, dalam waktu 15 menit itu, Windia sudah menghabiskan makanan dan juga minuman itu.


Setelah menyelesaikan makanannya Windia segera menghampiri mertuanya itu.." Windia pulang dulu ya, takut kalau baby Naomi nangis nanti." ucap Widia Soraya menatap ke arah Ibu mertuanya itu.


" sayang, Apa kamu tidak ingin menunggu Denis sadar?" tanya Vega dengan mengelus kepala menantunya itu.


Windia yang mendengarnya, seketika terdiam. dan setelah itu, Windia menggelengkan kepala." maaf Mom, tapi Windia tidak bisa melakukan hal itu. hati Windia masih terasa sakit." ucapnya dengan nada Lirih.


Setelahnya, berjalan menghampiri brandkar di mana Denis Tengah berbaring di sana." Saya pulang dulu ya tuan," ucapnya Seraya tersenyum simpul.


Hal itu tentu saja membuat Vega yang mendengarnya, seketika terperangah. dirinya merasa begitu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh menantunya itu.


Mengapa Windia berkata seolah-olah dirinya adalah seorang pelayan, padahal dirinya adalah istri sah dari Denis Ricardo." sayang, Kenapa mau bilang Denis dengan sebutan tuan,?" tanya Vega saat Windia telah berada di sampingnya.


sontak saja hal itu membuat Windia seketika menoleh ke arah sang mertua. dan kemudian tersenyum tipis." karena memang, aku lebih pantas menjadi pelayannya." ucap Windia Soraya tersenyum tipis.

__ADS_1


sontak saja hal itu membuat Vega yang mendengarnya, seketika menggelengkan kepala." tidak sayang, kau ini bicara apa?" tanya Vega sedikit meninggikan suaranya.


Hal itu tentu saja membuat Windia yang mendengarnya, seketika tertunduk ketakutan." Maaf mah, aku memang tidak pernah menganggap diriku sebagai istri Denis." ucapnya dengan tersenyum manis.


Seketika itu pula, Vega dengan segera memeluk tubuh menantunya itu." Mommy mohon, Jangan pernah tinggalkan Denis." ucapnya Seraya sedikit terisak.


Windia yang mendengarnya, tetap bergeming di tempatnya. tak menjawab apapun pertanyaan dan ucapan yang dilontarkan oleh mertuanya itu. Entah mengapa, hatinya terasa lelah dengan persoalan dalam hidupnya.


"maaf Mah, aku nggak bisa, lagi pula, Denis masih mempunyai istri yang satu lagi kan, istri yang selalu di bangga-banggakan olehnya." ucap Windia dengan nada lirih.


Setelah mengatakan hal itu, Windia segera pergi dari sana. tak memperdulikan teriakan yang dilontarkan oleh mertuanya itu.


Entahlah, saat ini pun, perasaan Windia Tak Bisa dijelaskan. ada rasa sedih, marah, dan juga kecewa dalam waktu bersamaan.


wanita itu tetap saja melangkahkan kakinya untuk meninggalkan area rumah sakit ini. Kebetulan, setelah dirinya keluar dari bangunan rumah sakit itu, ada sebuah taksi yang berhenti di hadapannya. dan dengan segera, Windia menaiki taksi itu. Windia mencoba untuk berdamai dengan kenyataan yang ada di dalam hidupnya itu.


Apalagi pengobatan ayahnya itu tergantung kebaikan hati Denis. dan sampai saat ini pun, India masih belum bisa untuk mencari dana sendiri untuk pengobatan sang ayah.


****


Sementara itu di dalam rumah sakit, tampak Vega terduduk dengan wajah lesu dan juga tubuh yang tak bergairah. karena saat ini, dirinya mengalami cobaan yang betul-betubi.


di saat putranya Tengah terbaring lemah karena sebuah kecelakaan, di sisi lain menantu kesayangannya pun memilih untuk menyerah. hal itu tentu saja membuat Vega yang mendapati itu, seperti tak kuat menahan beban hidupnya.


" Mom, jangan melamun," tiba tiba saja, sang suami mengagetkannya dengan menepuk pundak. hal itu tentu saja membuat Vega, seketika tercingkat kaget.


" Astaga Deddy ngagetin aja sih," kerutunya Seraya mengelus dadanya yang terasa berdenyut karena terkejut.

__ADS_1


Robert yang mendengarnya, hanya tersenyum kecil. kemudian ikut Duduk di sebelah sang istri." tidak usah khawatir, Dedi yakin, anak kita pasti akan baik-baik saja." ucap Robert Seraya menggenggam tangan sang istri.


" lagi pula, istri yang dibangga-banggakan oleh Denis itu ke mana sekarang, jangan bilang, wanita itu kabur dengan laki-laki lain?" tanya Vega Seraya menatap tajam ke arah sang suami.


Walaupun, tatapan itu bukan ditujukan oleh Vega kepada sang suami. tak lama berselang, terdengar, leguhan yang berasal dari arah brankar.


hal itu tentu saja membuat Robert dan juga Vega yang melihatnya, seketika bernafas dengan lega. karena ternyata, Sang putra berhasil melewati masa kritisnya.


" syukurlah kau sudah sadar nak." ucap Vega tersenyum tipis. seketika itu pula, Denis mencoba untuk segera mantap bangkit dari berbaringnya.


Dengan segera, Vega mencoba untuk membantu putranya untuk berduduk di sandaran brankar. Terlihat, mata Denis menatap ke sekeliling seperti orang yang tengah mencari sesuatu.


" kau mencari apa?" tanya Vega Seraya menatap lekat ke arah Sang putra. namun, Denis tak langsung menjawab, laki-laki itu malah menyentuh kepalanya sendiri seakan tengah mengingatkan sesuatu.


" istri aku mana Mom,?" tanya Denis Seraya menatap kedua orang tuanya secara bergantian.


" Windia Baru saja datang kemari. tapi sekarang, dia sudah pulang karena anak kamu sepertinya lapar." ucap Robert Seraya tersenyum tipis.


hal itu tentu saja membuat Denis yang mendengarnya, seketika membuang pandangannya ke arah lain.


Sebenarnya, Vega dan juga Robert tahu siapa yang dimaksud istri oleh Denis. Namun, mereka berdua memutuskan untuk sengaja menebak Windia. karena memang, wanita itu juga istri Denis.


" kalau kamu bertanya tentang istri kamu yang lain, momy tidak tahu." ucap Vega Seraya menatap lekat ke arah Mata Sang putra.


" coba kamu ingat-ingat dulu, Kenapa kamu bisa kecelakaan seperti ini?" tanya Robert yang merasa penasaran.


Dengan seketika Denis memegangi kepalanya dengan sangat erat sebelum ingatan saat kecwlakaan, muncul.

__ADS_1


"waktu itu, aku sama Latika, baru saja pulang dari rumah Windia untuk menjenguk anak aku. Terus,.." Denis dengan segera menceritakan semuanya.


Dari awal mereka berdebat karena Latika merasa jika Denos mulai ada rasa dengan istri Yang Tidak Dianggap itu. Indah perdebatan kecil itu Berujung dengan Denis yang tidak sengaja menghindari seekor kucing yang ingin menyebrang. hingga akhirnya terjadilah kecelakaan itu.


__ADS_2