
Enam bulan sudah pernikahan Denis dan juga Windia berjalan. dan selama itu pula, Denis tak pernah memperlakukan India sebagaimana mestinya. Laki-laki itu, sungguh hanya menganggap Windia sebagai pelayannya saja. tak pernah ada perlakuan manis terhadap wanita itu.
Windia menerimanya dengan begitu sabar. Karena kondisi ayahnya yang semakin hari semakin membaik. Hal itulah yang membuat Windia akan terus berjuang.
Hingga nanti Edward dinyatakan sembuh, barulah wanita itu akan mengajukan gugatan Pada laki-laki yang menjadi suaminya itu. toh selama ini Denis tidak pernah memperlakukannya dengan baik dan akan selalu mengancam Windia jika berani membocorkan semuanya maka laki-laki itu akan langsung mencabut biaya pengobatan ayah dari wanita yang status istrinya itu.
Entah apa yang merasuki laki-laki itu, hingga di usia pernikahannya yang menginjak 6 bulan ini, Denis tak menunjukkan ada tanda-tanda suka akan wanita itu.
Untuk itulah hari ini Windia dan Denis akan mendatangi rumah orang tua Denis. untuk membicarakan misi selanjutnya. karena memang, Denis sudah merasa begitu lelah untuk menjalani pernikahan yang tidak ia inginkan ini.
Bahkan di dalam perjalanan pun, baik Windia maupun Denis tak pernah bertegur sapa sedikitpun walaupun mereka duduk bersebelahan. Hal itu membuat sopir pribadi Denis merasa heran.
Namun begitu, sang sopir tidak berani dan tidak ingin ikut campur urusan majikannya. Bisa- bisa dirinya dipecat karena dirasa telah lancang dengan mencampuri urusan orang lain.
tak berselang lama, kini mobil yang ditumpangi oleh Dennis dan juga Windia telah sampai di depan gerbang sebuah rumah mewah dan megah. dengan segera, mereka turun dari mobil Dan telah disambut oleh Vega yang telah berdiri di ambang pintu utama.
" bagaimana keadaanmu sayang, Apa kau sudah ada tanda-tanda hamil?" tanya Vega Seraya memeluk tubuh Windia. Hal itu membuat Dennis seketika menatap sinis ke arah Windia.
" ingat mah yang namanya Anak itu tidak ada bekasnya," cibir Denis Seraya masuk ke dalam ruang keluarga.
Mendengar hal itu, Vega mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan tingkah anak semata wayangnya itu. Kemudian dirinya menatap ke arah Windia. seakan meminta penjelasan.
Sementara yang dimintai penjelasan, hanya tersenyum tipis. Kemudian menggandeng wanita paruh baya itu untuk masuk ke dalam rumah.
" Apa maksud kamu Denis, Siapa yang melupakan kamu sebagai anak?" tanya Vega to the point Seraya duduk di sebelah ruang suami.
__ADS_1
Denis yang mendengarnya, seketika menatap sinis ke arah Windia." Mommy nggak nyadar ya, dari tadi yang dirangkul dimanja Hanya wanita itu." ucap Denis dengan nada kesal Seraya menunjuk ke arah Windia.
Sontak saja, Hal itu membuat Vega seketika menatap tajam ke arah Denis." Hei jaga bicaramu! dia itu istrimu Denis!" sentak Vega dengan wajah merah padamnya.
biasanya Vega jika sudah membentuk seperti ini akan membuat Denis merasa ketakutan. kemudian akan meminta maaf pada Sang mommy. Namun, sepertinya perkiraan wanita paruh baya ini sedikit meleset. Karena, kenyataannya laki-laki itu tak merasa takut sedikitpun.
" Denis apa yang sebenarnya terjadi?" tanya sang Daddy dengan nada tenang namun juga tegas. Hal itu membuat Denis seketika menoleh ke arah sang Papi.
" pap, aku sudah merasa muak dengan pernikahan ini. aku hanya ingin pernikahan ini segera dibatalkan." ucapnya tanpa dosa.
hal itu tentu saja membuat kedua orang tua Denis seketika membulatkan matanya karena merasa terkejut dengan apa yang dikatakan oleh laki-laki muda itu.
" Apa yang kamu lakukan Denis,?" tanya Vega dengan ekspresi wajah merah padam karena menahan amarah. sementara Robert Ricardo hanya terdiam saja mendengar ucapan dari Putra tunggalnya itu.
" aku lakukan Sudah jelas, aku tidak mencintai dia." ucap Denis dengan nada datar. kemudian menunjuk ke arah Windia.
seketika itu pula, wajah lagu India menjadi merah padam karena amarahnya yang ada di dalam hati. tangannya mencengkeram erat baju bawahannya.
hatinya terasa sangat sakit mendengarkan hal itu. ya Windia sudah mulai mencurahkan semua hatinya pada sang suami. dirinya sudah mulai tenggelam dalam lautan perasaan yang dulu pernah ia tolak.
Windia mengangkat wajahnya menatap Denis dengan Tatapan yang sulit diartikan." Apa benar yang kamu katakan itu,?" tanya Windia dengan ekspresi wajah kecewanya.
Karena dirinya sudah mulai terbiasa mendapat perlakuan buruk dari Denis. dan entah mengapa, dari perlakuan buruk tersebut membuat Windia malah jatuh cinta pada laki-laki yang sedikit psikopat itu.
Entahlah Windia juga tidak mengerti apa yang ia rasakan. sehingga bisa merasa jatuh cinta dan nyaman pada laki-laki yang jelas-jelas menyakitinya itu.
__ADS_1
" Tentu saja itu benar, karena aku memang tidak pernah ada rasa padamu." ucap Denis tanpa memperdulikan perasaan Windia.
Seketika itu pula, Windia menangis sejadi jadinya. Hal itu membuat Vega dan juga Robert seketika terlonjak kaget.
Sementara Denis, laki-laki itu merasa tak peduli dengan apa yang baru saja ia berbuat. dirinya melangkah menjauh dari sana.
" aku tunggu surat itu ada di mejaku nanti." ucapnya Seraya menghentikan langkah sebentar. kemudian bergegas melanjutkan langkahnya menuju mobil.
Sementara Vega dan Robert, yang mengetahui hal itu mencoba untuk mengejar Denis. namun sayangnya laki-laki muda itu sudah berhasil melarikan diri.
" coba Papa blokir semua kartu yang Denis punya," ucap Vega dengan mata merah menahan tangis.
Robert yang mendengarnya, menghembuskan nafasnya kasar." mah apa Mamah lupa, Denis itu sudah mempunyai perusahaannya sendiri mah. Papa sudah tidak tahu keuangan dia lagi." ucap Robert mencoba mengingatkan sang istri.
Sontak saja hal itu membuat Vega seketika memeluk menantunya itu dengan erat."maaf, maafkan Mommy sayang, kamu begini gara gara Mommy, " ucap Vega ikut menangis pilu.
Windia beberapa kali memukul-mukul dadanya agar mengurangi rasa sakit yang menyeruak di dalam sana. Entahlah, Mengapa sekarang dirinya menjadi selamah ini.
bisa bisanya, dia menangis pada laki-laki yang tidak pernah mengharapkan dirinya." Ayolah Win, kamu enggak boleh nangis," ucapnya mencoba Tegar.
Entahlah akhir-akhir ini dirinya menjadi begitu lemah dan juga cengeng. Hal itu membuat Windia Malah semakin merasa heran dengan apa yang ia alami ini. tiba-tiba saja,..
Brug
Windia jatuh pingsan dan terkapar di lantai. hal itu sontak saja membuat Vega dan Robert yang melihatnya, seketika panik bukan kepalang.
__ADS_1
" astaga Windia kamu kenapa?!" teriak Vega Seraya menghampiri wanita yang telah tergeletak itu. Kemudian tanpa basa-basi, segera membawa ke rumah sakit terdekat.
Sementara Robert mencoba menghubungi Denis. Namun, panggilannya tak pernah dijawab. bahkan, saat ini ponselnya tidak aktif. Denis benar-benar merasa tak peduli dengan Windia.