Aku Bukan Pelayanmu

Aku Bukan Pelayanmu
Pasrah


__ADS_3

Vega segera memeluk tubuh Windia yang bergetar hebat karena menahan tangis." Sabar ya Sayang, Mama harap kau bisa sabar dengan semua cobaan ini." ucap Vega Seraya memeluk tubuh menantunya itu.


tak pernah dirinya duga jika akan mendapatkan kabar Baik secepat ini." apa Aku Sanggup menjalani ini semua sendiri mom,?" tanya Windia dengan berlinang air mata.


" Tenanglah kau akan merasa aman berada di samping kami. walaupun nantinya, Denis tak mau bertanggung jawab, maka kita yang akan bertanggung jawab nantinya." ucap Robert dengan sungguh-sungguh.


Hal itu membuat Windia seketika tersenyum tipis. dirinya berjanji akan kuat demi kedua orang yang ada di hadapannya ini.


****


Sementara itu di luar sana, tempatnya di sebuah klub malam, seorang laki-laki Tengah melakukan rutinitasnya yaitu meminum minuman beralkohol. siapa lagi jika bukan Denis Ricardo.


" Hai Denis Ngapain lu di sini?" tanya seorang wanita cantik dengan pakaian terbukanya. Hal itu membuat Denis seketika menoleh ke arah sumber suara.


di sana, sudah ada Latika Bella yang tengah berdiri Anggun dan memukau. dengan segera merangkul wanita itu kemudian membawanya ke tempat duduk semula.


" gimana kalau kita nikah, Bukannya kamu masih sayang kan sama aku?" tanya Denis secara tiba-tiba. sontak saja hal itu membuat Latika merasa sangat terkejut.


" Maksudnya gimana beb, kita menikah secara diam-diam gitu?" tanya Latika untuk memperjelas ucapan Denis.


hal itu dijawab anggukan oleh Denis." Iya beb lagi pula aku kan sama dia udah hampir pisah" ucapnya tersenyum tipis.


tak lama berselang, ponselnya kembali berdering. Hal itu membuat Denis seketika menetap ke arah layar ponselnya.


" siapa Beb,?" tanya Latika Seraya menyindirkan kepalanya di dada bidang milik Dennis.


Mendengar hal itu, Denis tak menjawab pertanyaan dari sang kekasih. tangganya dengan lincah langsung mematikan ponsel itu dan memasukkannya ke dalam saku celana.


" biasa dari mommy dan Papi. pasti mau marah-marah karena aku ninggalin wanita kampung itu." ucapnya Seraya kembali merangkul kekasih hatinya itu.

__ADS_1


Mereka berdua kembali memadu kasih di tempat begitu indah itu. tanpa memperdulikan ada hati yang tersakiti


Sore harinya,..


Denis baru saja pulang dari acara dugemnya bersama Latika. dirinya merasa aneh karena melihat ada beberapa suster yang berada di ruang tamu rumahnya.


" Ada apa ini kenapa rumah gue banyak susternya kayak gini?" tanya Denis Seraya menatap setidaknya lima perawat yang ada di rumah mereka.


" mam ini ada apa? Kenapa di rumah Denis ada banyak perawat seperti ini? Siapa yang sakit?" pertanyaan itu meluncur dan keluar dari mulut Denis.


" jelas mami kasih perawat banyak untuk istri kamu. karena Windia kini sedang hamil muda. jadi dia tidak boleh terlalu banyak aktivitas. baik aktivitas fisik maupun aktivitas psikis." ucap Vega Seraya kembali memotong kuku tangannya.


Mendengar hal itu, Denis seketika merasa tercengang dengan apa yang ia dengar itu." apa dia hamil?" tanya Denis. Setelahnya laki-laki itu menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.


" kau kata Momi hamil, hamil sama siapa?" tanya Denis dengan entengnya. seakan pertanyaan yang dilontarkan oleh laki-laki itu, tidak menyakiti orang lain.


Mendengar hal itu, Windia segera menatap tajam ke arah Denis dengan mata yang berapi-api menahan amarah yang luar biasa.


Hatinya benar-benar merasa sakit atas ucapan yang dilontarkan oleh laki-laki yang bernama Denis Ricardo itu. Jika saja memukul adalah hal yang dibenarkan di dalam negara ini, mungkin saja Denis sudah Bonyok dengan pukulannya.


Bukannya merasa marah, Denis Malah semakin menjatuhkan mental istrinya itu." Memangnya aku salah berkata begitu, kan kamu memang mu-ra-han. karena kalau kamu cewek mahal, pasti tidak akan pernah melakukan hal sebodoh ini. apalagi demi uang," ucapnya dengan sinis.


Tes


Lagi dan lagi, air mata Windia seketika mengalir saat mendengar ucapan dari laki-laki yang tak lain adalah suaminya sendiri itu. Rasanya, dirinya sudah merasa pasrah dengan pernikahan ini.


" kamu selalu saja berkata jika aku adalah murahan, tapi kamu mau kan menikmati wanita murahan itu terus kamu apa?!" tanya Windia sedikit membentak.


Plak

__ADS_1


tiba-tiba saja, satu tamparan keras mendarat mulus di wajah wanita itu. hingga membuat Windia seketika mengerang kesakitan.


" aaarrgh, sakit!" ngucapin dia merintih kesakitan. Dengan segera Denis, menarik rambut wanita itu hingga kepalanya terangkat ke atas.


" jaga bicaramu wanita murahan!" Denis dengan kasar menghempaskan rambut Windia.


hal itu semakin membuat Windia semakin merasa meradang. bukan hanya fisiknya saja yang sakit melainkan juga hatinya.


Dirinya merasa begitu direndahkan dengan ucapan yang terlontar dari mulut Denis. laki-laki yang tak lain adalah suaminya sendiri.


" Besok hari Minggu, aku dan juga Latika akan menikah. mau tidak mau, Suka tidak suka, kau harus bersedia." ucap Denis dengan tegas.


hal itu semakin membuat Windia menangis sesenggukan. hatinya merasa hancur berkeping-keping mendengar ucapan dari Denis.


" aku mau kamu segera Ceraikan aku Mas, daripada aku hidup dengan kondisi rumah tangga yang seperti ini." ucap Windia Seraya bercerai air mata.


Denis yang mendengarnya, seketika tertawa terbahak-bahak." Hahaha kok lucu sekali nona, Bukannya kau sendiri yang mengundang untuk masuk ke dalam kehidupan yang seperti di neraka ini? lalu aku datang untuk mengabulkannya. Apa itu salah?" tanya Denis dengan nada sinisnya.


hal itu semakin membuat Windia merasa sangat Terpukul. apa dirinya harus pasrah dengan keadaan ini? ataukah harus melawannya? Entahlah namun yang jelas Windia merasa bingung dan Bimbang.


Apalagi kondisi Edward masih belum ada kemajuan yang signifikan. itu artinya, perawatannya masih lama. dan Windia, masih membutuhkan banyak biaya.


Untuk itulah wanita cantik itu mencoba untuk pasrah. dalam beberapa waktu ini. karena di samping dirinya Tengah mengandung, juga karena kondisi sang ayah yang masih membutuhkan banyak biaya.


" Kenapa kau diam,? Hmm, apakah yang aku katakan itu benar wahai Nuna Isabella Windia Farhana yang terhormat?" tanya Denis dengan ekspresi wajah yang sangat tajam.


Plak


Kembali satu tamparan keras mendarat mulus di pipi wanita itu. Hal itu membuat Windia mengerang kesakitan. Karena, memang tamparan kali ini lebih kuat dari sebelumnya.

__ADS_1


hingga menyebabkan sudut bibirnya berdarah. kemudian setelah puas, Denis meninggalkan dirinya begitu saja. Hal itu membuat Queen dia seketika menangis histeris.


" aaakhhh, Tuhan Kenapa hidupku begini Tuhan, aku belum pernah merasakan kebahagiaan dalam hidupku hiks hiks hiks." ucapnya disertai isak tangis yang memilukan


__ADS_2