
Beberapa bulan setelah kejadian itu, Windia benar-benar pergi meninggalkan Denis. bahkan, wanita itu juga melayangkan gugatan cerai pada Denis melalui Kuasa hukumnya.
hal itu tentu saja membuat Denis dan Latika yang melihatnya, seketika merasa tercengang. karena setahu Denis dan juga Latika, Windia adalah sosok orang yang tidak punya apa-apa.
Bagaimana bisa Windia menyewa seorang pengacara handal yang ada di kota itu. hal itu sempat membuat Deni, seketika mencurigai kedua orang tuanya.
Karena memang, hanya kedua orang tuanyalah yang senantiasa membantu Windia. namun, saat dirinya mengunjungi rumah kedua orang tuanya, Robert dan juga Vega, sama sekali tidak tahu menahun tentang hal itu. karena memang, kedua orang tua Denis memutuskan untuk tidak lagi ikut campur untuk urusan rumah tangga anaknya.
Hal itu tentu saja membuat Denis semakin merasa geram. Dengan penuh amarah, Denis berjanji, akan segera menemukan Windia dan memberikqn wanita itu pelajaran..
*****
__ADS_1
sementara situasi tempat lain, lebih tepatnya di sebuah rumah sederhana, terlihat Windia Tengah bercanda bersama baby Naomi. Seketika itu pula, dunia Windia metasa tenang.
" syukurlah Nak, kita sekarang sudah merasa lebih baik. karena dapat keluar dari lingkaran iblis seperti mereka." cap Windia dengan tersenyum tipis.
tak lama berselang, seorang wanita berjalan menghampiri Windia dengan seorang laki-laki. mereka menatap Windia dan juga bayi kecil itu dengan tetapan sendu.
" aku nggak nyangka Win, kamu bisa mengalami hal Sepahit ini. Bahkan, masih saja bisa terswnyum saat Tengah merasa sedih." ucap laki-laki itu dengan tersenyum tipis.
Mendengar, pertanyaan dari laki-laki yang ada di sampingnya, membuat dokter Anjani mengangguk dengan cepat." tentu saja saya kenal, dia adalah salah satu pasien Saya." ucapnya Seraya menatap India dengan tatapan sendu.
Laki-laki itu segera mengangguk mengerti. dan dengan segera, dokter Anjani dan juga Darius, berjalan menghampiri ke arah Windia dan juga baby Naomi.
__ADS_1
Melihat kedua malaikat penolong hidupnya datang, seketika membuat Windia segera menghentikan aktivitasnya. kemudian, menghampiri keduanya untuk mengucapkan terima kasih.
Yap.
Malam itu setelah Denis melakukan penyiksaan terhadap Windia, laki-laki itu segera pergi dari sana tanpa memperdulikan kondisi Windia yang acak-acakan. hingga membuat wanita itu, seketika pontang-panting turun ke jalan Seraya membawa baby Naomi dalam gendongannya.
Kebetulan pula, dokter Anjani dan juga Darius sama-sama baru keluar dari rutinitas masing-masing. hal itu tentu saja membuat mereka berdua, seketika menghentikan langkah. saat melihat, Windia Melambaikan tangan ke arah jalan.
Hingga setelah Windia menceritakan semuanya pada dokter Anjani dan juga Darius, mereka berdua sepakat ingin membantu wanita itu agar bisa lepas dari jerat iblis suaminya. Bahkan, Darius dan juga Dokter Anjani, menjanjikan akan memberikan lawyer yang sangat bagus dan juga terbaik di kota itu,
Akhirnya, Windia pun menganggukkan kepala. Apalagi, saat ini kondisi Edward, ayah dari Windia, sudah semakin membaik. Hal itu membuat wanita itu, seketika bernafas dengan lega.
__ADS_1
Akhirnya, Windia bisa merasakan kebebasan yang Hakiki tanpa takut akan keselamatan dirinya dan juga keluarganya. Karena dokter Anjani dan juga dari akan menjamin semuanya