Aku Bukan Pelayanmu

Aku Bukan Pelayanmu
sedih


__ADS_3

hari ini adalah tepat satu minggu dari pembicaraan yang dilakukan oleh Vega dengan Windia. terlihat gurat kesedihan di wajah cantiknya.


hal itu tentu saja membuat Edward, merasa sangat kasihan. dirinya menghampiri Sang Putri dengan menggunakan kursi roda.


Karena, Sejak saat dirinya resmi dilamar oleh Bu Vega secara pribadi di ruangan kerjanya itu, sejak itulah wanita paruh baya itu berjanji untuk membiayai pengobatan Ayah Windia.


yang tak lain, sekarang menjadi besan dari ibu Vega. maka dari itulah, kini Edward diberikan pelayanan kesehatan yang sangat memadai bahkan lebih dari layak.


Kini, tubuh Edward yang awalnya ringkih berangsur-angsur membaik dan juga bugar. itu tak lepas dari campur tangan seorang Vega.


" sayang, kau kelihatan cantik sekali," Puji Edward pada putri sulungnya itu. hal itu tentu saja langsung membuat Windia seketika berderai air mata." loh kan mau menikah, nggak baik seorang calon pengantin menangis seperti ini." ucap laki-laki itu Seraya mengusap air mata.


hal itu tentu saja membuat Windia seketika semakin menangis tersedu-sedu. dirinya akan Kehilangan sosok Ayah yang begitu baik dalam hidupnya.


Karena, Windia telah berjanji jika dirinya menikah, maka akan langsung mengikuti keluarga itu. dan hari ini pun tiba, dirinya pun aku akan diboyong ke rumah Denis.


tentu saja untuk membuat Windia semakin merasa sedih. karena jarak antara rumahnya dengan tempat tinggal barunya itu, sangatlah jauh.


hal itu kemungkinan sangat kecil untuk Widya selalu bertandang ke rumah orang tuanya. Apalagi, dengan sikap Anabella yang memang sangat membenci sang ayah itu.


dirinya merasa takut jika sang ayah akan ditelantarkan oleh adik keduanya itu. sesaat, dirinya memiliki ide yang cukup Cemerlang. dengan perlahan Windia mengusap air matanya.


" aku harus membujuk Ibu Vega, agar mengizinkanku membawa sang ayah ke rumah baru nanti agar aku bisa merawatnya." ucapnya dengan menyunggingkan senyum.


tak lama berselang, terdengar pintu yang diketuk dari luar. Hal itu tentu saja membuat Windia dan juga Edward, seketika menulis secara bersamaan.


Di mana, di sana telah berdiri wanita cantik yang tak lain adalah calon ibu mertuanya. Vega menghampiri Windia dengan langkah anggunnya kemudian mengulas senyum tipis pada calon menantunya itu.


" Kamu sudah siap sayang,?" tanya wanita itu lembut. Windia yang mendengarnya hanya mengagukan kepala.


dengan segera, Vega mengapit lengan Windia keluar dari kamar. sesaat kemudian, Gadis itu menunai ke belakang. seakan memberi isyarat pada Vega Bagaimana dengan sang ayah.

__ADS_1


Membuat Vega yang mengetahui isyarat itu, tersenyum tipis." kamu tenang aja sayang, Ayah kamu juga akan ikut kok ke kantor sipil." ucapnya Seraya mengusap kepala gadis itu


kini keluarga Vega dan keluarga Denis berada di sebuah hotel mewah di kota itu. namun sayangnya, Denis hanya mengizinkan segelintir orang saja yang menyaksikan pernikahannya itu.


karena memang dirinya tak ingin teman-temannya tahu jika dia telah menikah. Karena, kemungkinan Denis akan merasa malu jika mengetahui istrinya dari kalangan biasa saja.


Sebenarnya, Denis bukanlah dari keluarga sombong. dirinya adalah seorang laki-laki muda dingin dan juga arogan pada keadaan tertentu saja.


Yaitu, jika dirinya berada di hadapan musuh dan juga persaingan bisnisnya. namun di sini akan menjadi santun jika bertemu dengan orang dari kalangan biasa.


Untuk itulah Denis pernah meminta untuk menjadi orang biasa saja daripada menjadi anak pengusaha namun selalu dikekang dan juga diperintah untuk menjadi apa yang mereka.


Namun, untuk kali ini Denis menyesal karena pernah mengatakan bukan menjadi orang biasa. ya dia menyesal Jika caranya harus menikah dengan gadis yang tak ia kenal.


******


Setibanya Windia turun dari lantai 2, semua mata tertuju pada gadis itu. termasuk juga Denis. laki-laki itu, untuk beberapa saat tak mengedipkan matanya karena terpesona dengan kecantikan Windia.


" katanya nggak suka, kok mau diliatin terus?" tanya Robert dengan senyuman jahil di wajahnya.


Denis yang mendengarnya, segera mendengkur kesal." Papi apaan sih, sok tahu!" ucapnya Seraya berlalu dari sana.


hal itu tentu saja membuat Robert terkekeh pelan karena melihat tingkah lucu Putra semata wayangnya itu.


tingkahnya persis seperti dirinya waktu muda dulu. Bedanya, dulu Robert tak dijodohkan melainkan memilih pasangannya sendiri.


Sementara, Denis dia harus rela dijodohkan karena hingga umurnya menginjak 27 tahun, masih menjomblo.


Hal itu membuat Vega, Sang mommy sangat merasa cemas. karena di keluarga mereka tidak ada yang menikah di atas usia 30 tahun.


Walaupun, mereka merupakan keluarga Pengusaha terkenal. namun di keluarga mereka, tidak ada menikah di usia senja.

__ADS_1


******


Kini mereka telah berada di Kantor Catatan Sipil setempat. dan hendak menandatangani surat pernikahan itu. Namun, tiba-tiba saja Vega menghentikan tangan Denis yang hendak menandatangani.


hal itu tentu saja membuat semua orang yang ada di sana, menoleh ke arah Vega dengan ekspresi wajah bingung. Namun, Sepertinya itu tidak berlaku untuk Denis.


Karena, laki-laki itu merasa sangat bahagia. dirinya mengira, jika Sang Mommy akan membatalkan pernikahan yang memang tidak ia kehendaki.


Namun, Ternyata apa yang ia pikirkan sangatlah jauh dari kenyataan. setelah Vega mengatakan sesuatu.


" jangan tanda tangan dulu, biar mommy abadikan dulu," ucap Vega Seraya mengarahkan kamera ponselnya.


hal itu tentu saja membuat Robert sang suami, terkekeh pelan Seraya menggelengkan kepala. dirinya tak menyangka jika istrinya itu memiliki sifat menghibur ayahnya orang yang sedang Stand Up Comedy.


" mom itu ada-ada aja sih," gumam Robert Seraya menatap istrinya dengan perasaan geli. dan setelah melalui Drama itu, Akhirnya kini Denis dan juga Windia, telah sah menjadi suami istri.


kini tibalah Saatnya untuk semua keluarga gembira dan berbahagia. Karena mereka telah mendapatkan anggota keluarga baru.


terutama Vega, wanita paruh baya itu tak henti-hentinya mengusap air mata yang berderai di pipinya.


" Mommy sangat bahagia sayang, Selamat ya semoga pernikahan kalian langgeng." ucap Vega Seraya memeluk sang menantu.


Windia yang mendengarnya hanya tersenyum simpul Seraya membalas pelukan dari Ibu mertuanya itu." Terima kasih ya bu" ucapnya tersenyum tipis.


sontak saja hal itu membuat Vega segera melepaskan pelukannya dan menatap Windia dengan tatapan tidak suka.


dengan segera, gadis cantik itu menundukkan kepala. karena dia pikir, Ibu mertuanya itu sedang marah.


" Jangan panggil aku ibu," ucapnya dengan menatap Windia dengan tatapan tak sukanya. Sontak saja membuat gadis itu menunduk ketakutan.


" tapi, panggil aku mommy seperti yang Denis Ucapkan pada mommy

__ADS_1


__ADS_2