
Pagi harinya, kamar Windia digedor oleh seseorang dari arah luar. Hal itu membuat Windia dan juga baby Naomi, seketika tersentak kaget. dan membuat baby Naomi, seketika terbangun dan menangis dengan kencangnya. karena mungkin, bayi berusia satu setengah bulan itu merasa terkejut.
Oeeeekkk,..... Oeeeekkkk,.... Oeeekkk,....
"stttt, sayang, jangan nangis ya please, jangan sampai orang itu marah lagi sama kita." ucap Windia Seraya berbisik di telinga bayi mungil itu.
Entah kebetulan itu apa, namun setelah mendengarkan penuturan dari sang ibu, bayi mungil itu seketika terdiam. dan hanya terdengar isakan tangan yang sesekali menghiasi bibir mungilnya.
Windia yang melihat itu, seketika kedua sudut bibirnya, melengkung membentuk sebuah senyuman tipis." anak Bunda memang pintar." ujarnya Seraya mengusap pipi bayi mungil itu.
Brak brak brak
Terdengar pintu kamar Windia digedor oleh seseorang dari arah luar. hal itu tentu saja membuat Windia teringat akan tujuannya bangun.
Ceklek
dengan segera, Windia membuka pintu Seraya menggendong baby Naomi yang tampak anteng di dalam gendongan ibunya.
Puk
Sebuah kain lap, mendarat mulus di wajah Windia. hal itu tentu saja membuatnya seketika terkejut. belum sempat wanita itu berucap, baby Naomi sudah dirampas dari gendongannya. hal itu tentu saja membuat Windia seketika menjerit histeris.
" Hei kembalikan anakku!" teriaknya lantang. karena Windia merasa sangat terkejut dengan perlakuan yang ditunjukkan oleh orang itu.
Ditambah lagi, baby Naomi Langsung menangis dengan kentangnya. karena mungkin, bayi mungil itu juga merasakan terkejut luar biasa.
Oeeeek,.... Oeeekk,.... Oekkk,...
Puk puk puk
bayi mungil itu seketika ditepuk cukup kuat oleh orang itu. hal itu semakin membuat baby Naomi menangis dengan sangat kencang. dan juga Windia yang semakin histeris. karena mengetahui, putrinya diperlakukan seperti bukan manusia.
__ADS_1
" hentikan tolong hentikan!" teriaknya histeris. Namun, bukannya menghentikan aksinya, orang itu malah semakin kuat menepuk tubuh mungil dari pipi Naomi. dan terkadang, orang itu pun juga mencubit tubuh mungil itu.
Hingga membuat Windia seketika berlari dan menghampiri orang itu. dirinya ingin merebut bayi yang tidak berdosa itu dari tangan iblis berbentuk manusia seperti orang yang ada di hadapannya itu.
namun, gerakannya terhenti saat mendengar suara dari seseorang yang sangat familiar yang berasal dari belakang tubuhnya. Hal itu membuat Windia seketika menoleh ke arah sumber suara.
" segera, segera kau turuti perintah kami atau anakmu ini akan semakin tersiksa." Ucap orang itu dengan tersenyum simpul.
Hal itu membuat Windia yang melihatnya, seketika menatap tajam ke arah orang itu yang tak lain adalah Denis dan juga Latika.
" Kenapa anda melakukan ini, Apa salah saya pada anda?" tanya Windia dengan nada tingginya. sungguh Wanita itu sudah tidak kuat dengan perlakuan yang ditunjukkan oleh laki-laki yang ada di ada banyak itu.
Apalagi, laki-laki itu dengan Teganya memerintah seseorang untuk menyakiti darah dagingnya sendiri Hal itu membuat Windia Tak habis pikir. Kenapa ada manusia sekejam mereka.
" kau tanya kenapa Aku melakukan ini?" tanya Denis Seraya berjalan mendekati Windia. dan dengan segera mencengkeram dagu wanita itu." itu sebagai balasan, karena kamu sudah berani melawan saya." lanjutnya Seraya mendorong tubuh wanita itu hingga terbentur dinding.
" sekarang, segera turuti semua perintah yang aku dan Denis katakan. dan jangan pernah membantah. atau kau ingin, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada putrimu." ucap Latika Seraya tersenyum miring.
" Aku tidak menyangka, di dunia ini, ada seseorang yang lebih berbahaya daripada setan." ucapnya Seraya menatap tajam ke arah Denis dan juga Latika.
Plak
Seketika itu pula, lengan dari baby Naomi digeplak cukup kuat oleh orang yang menggendongnya itu hingga membuat bayi mungil itu kembali menangis cukup kuat.
Oeeeeekkkk,...... Oeeeeekkkk,..... Oeeeek,....
Seketika itu pula, baby Naomi menangis cukup kencang. Hal itu tentu saja membuat Windia seketika terperangah kaget.
" hentikan! tolong hentikan jangan seperti Anakku lagi! hiks hiks hiks" Windia menangis dengan histeris. wanita itu, berusaha untuk merebut bayinya kembali. Namun, pergerakannya segera dicekal oleh Latika yang memegangi pergelangan tangannya.
Kemudian dengan segera menghempaskan tubuh mungil itu hingga kembali terpental ke dinding." Tolong jangan disakitin bayiku hiks hiks hiks" ucapnya Seraya mengatupkan kedua tangannya ke depan dada.
__ADS_1
Hal itu membuat Denis dan Latika yang melihatnya, seketika Saling pandang dan mengukir senyum misterius.
" baik, kalau begitu, segera melakukan perintah kami. Dan setelah semua beres, kau harus memijit istriku. karena dia sedang Hamil 3 Bulan." ucap Denis Seraya merangkul istrinya untuk menjauh dari tempat itu.
Windia yang mendengarnya, seketika hanya mengangguk. Kemudian segera menjalankan perintah dari dua iblis berbentuk manusia itu.
Sementara baby Naomi, masih saja menangis namun tidak sekencang yang tadi. mungkin karena sudah lelah. dan orang itu, meletakkan baby Naomi di sebuah keranjang yang ada di minimarket.
hal itu tentu saja membuat Windia yang melihatnya, seketika menitihkan air mata. karena ternyata, anak yang tidak berdusta pun, harus mengalami nasib seperti dia.
" Aku mohon Jangan Sakiti anakku," ucap Windia pada wanita itu. sementara wanita itu, hanya bergeming di tempatnya.
" tak usah banyak bicara, Segera lakukan tugasmu. maka anakmu akan aku kembalikan." ucapnya dengan wajah datarnya.
Kemudian dengan segera meninggalkan tempat itu. Meninggalkan Windia sendirian dengan isakan tangisnya.
" hiks hiks hiks, Maafkan Bunda sayang, setelah ini Bunda janji akan membawamu pergi jauh dari sini." ucapnya Seraya sesekali menetap ke arah baby Nomi yang masih berada di dalam keranjang.
***
tak terasa ternyata waktu sudah bergulir cukup cepat hingga jam dinding menunjukkan pukul 11.00 siang. bersamaan dengan pekerjaan Windia yang telah selesai.
Dengan tergesa-gesa, Windia segera menghampiri Latika yang tengah duduk bersantai bersama dengan Denis. dan dengan segera, langsung memijat wanita itu.
" kau itu memang cocok menjadi seorang pelayan. dan sampai kapanpun, kau tidak akan pernah bisa keluar dari sini." ucap Denis dengan nada sinisnya.
Windia yang mendengarnya, tidak menjawab sedikitpun ucapan ataupun hinaan yang dilontarkan oleh laki-laki itu. Windia hanya fokus untuk menjalankan tugas agar cepat selesai. dan cepat menemui anaknya.
Kasihan baby Naomi. pasti anak itu sangat kehausan. karena memang, bayi itu baru mengkonsumsi ASI belum yang lainnya. karena usianya masih di bawah usia MPASI.
" seharusnya kau bersyukur. diperistri oleh Denis. karena berkat Denis, ayahmu bisa terselamatkan. Bukannya malah kabur seperti ini" ucap Latika menimpali.
__ADS_1
Windia yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. dirinya tidak ingin lagi berurusan dengan dua orang manusia berhati iblis itu.