
Mendengar hal itu, Denis menatap tajam ke arah Windia. Entah mengapa laki-laki itu merasa sangat kesal saat Darius mengatakan hal itu apa adanya.
Hal itu tentu saja membuat Windia menunduk ketakutan. setelahnya Denis menarik tangan gadis itu.
" kalau begitu, saya permisi dulu tuan," ucap Denis Seraya menarik tangan Windia. hal itu sedikit membuat Darius yang melihatnya, sedikit merasa heran.
Bukan, bukan masalah Denis menarik tangan Windia. Namun ekspresi dari jenis yang membuat Darius merasa heran.
" Apa hubungan Tuan Denis dengan Windia, kok sepertinya aku merasa aneh dengan sikap Tuan Denis yang menurutku sangat berlebihan?" tanya Darius entah pada siapa.
Kemudian satu tepukan ngebut membuat Darius ketika menoleh ke arah belakang. dan mendapati seorang wanita cantik yang tak lain adalah model terkenal Latika Bella.
" tuan, Kenapa Anda bingung?" tanya Latika Seraya tersenyum tipis. Darius yang mendengarnya, seketika gelagapan dibuatnya.
" tidak Nona tidak apa-apa" ucapnya Seraya Kembali ke tempat duduk. Sementara Latika yang melihatnya hanya tersenyum misterius. Kemudian juga ikut kembali ke tempat duduknya.
******
Sementara itu, Windia yang tengah berada di dalam mobil, merasakan Hawa mencekam yang luar biasa. Apalagi, saat dirinya melirik ke arah Denis.
Laki-laki itu tampak sangat menyeramkan. Hal itu membuat tubuh Windia seakan bergetar hebat. Namun, Windia tak berani untuk menegurnya. Sebenarnya, Queen dia merasa penasaran pada sikap Denis padanya.
Kenapa dia seperti orang yang tengah cemburu, saat Windia berbincang-bincang pada Darius, karena ekspresi wajahnya itu sangat kentara sekali.
Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Denis telah sampai di depan rumahnya. tanpa basa-basi laki-laki itu segera membuka pintu. Kemudian, menutupnya dengan Sedikit keras.
Hal itu sukses membuat windia tersentak ke belakang. Dirinya mengelus dada karena merasa kaget dengan tindakan laki-laki itu.
" Astaga hampir juga jantungan!" ucapnya Seraya mengurut dada. belum sempat wanita itu mengistirahatkan jantungnya, pintu mobil yang ia tumpangi terbuka dengan keras.
Dengan tanpa basa-basi, Denis segera mengangkat tubuh Windia seperti seorang kuli panggul yang mengangkat beras.
tentu saja, Hal itu membuat Windia kaget bukan kepalang. dirinya hampir saja teriak. jika tidak mendengar suara dari Denis.
__ADS_1
" jangan lu sampai teriak, atau lu mau gue bunuh di tempat!" ucapnya penuh dengan nada ancaman. Sontak saja hal itu membuat Windia seketika ketakutan.
wanita cantik itu hanya terdiam. Dirinya memasrahkan seluruh hidupnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena, lagu India sudah sangat pasrah saat suaminya membawa ke lantai atas.
Brak
Pintu kamar terbuka dengan sangat keras. Kemudian Denis, melemparkan tubuh Windia. bak seperti seorang kuli panggul yang melemparkan barang.
Hal itu membuat Windia sedikit meringis. Karena tangannya begitu sakit saat merasakan tulangnya seperti tergeser.
" aw sakit banget," ucapnya merintih. seketika itu pula, Windia segera menatap ke arah Denis. Dan wanita itu mendapati tatapan tajam dari laki-laki yang berstatus suaminya itu.
" kau memang harus dihukum," ucapnya dengan serigala licik di bibirnya. Hal itu membuat Windia semakin merasa ketakutan.
Tubuhnya bahkan bergetar cukup hebat karena saking menahan guncangan yang ada di dalam hatinya. dirinya benar-benar merasa sangat ketakutan.
" apa yang mau kamu lakukan?" tanya Windia dengan nada tergagapnya. dirinya seketika disergap rasa ketakutan yang cukup besar dan kuat.
Plak
Tiba-tiba saja, satu tamparan keras mendarat mulus di wajah laki-laki itu. Hal itu membuat Denis seketika mengerang kesakitan. Kemudian, laki-laki itu menatap tajam ke arah Windia.
" berani-beraninya kau!" ucap Denis dengan nada berapi-api. Kemudian, laki-laki itu mengeluarkan ikat pinggang yang ada di celananya. Kemudian,..
Ceter
Ceter
dua sabetan ikat pinggang mendarat mulus di di tubuh India. hal itu, seketika membuatnya menjerit histeris.
" awh, ampun jangan lakukan lagi!" teriaknya penuh dengan kesakitan. Hal itu semakin membuat Denis semakin merasa tertantang. dan tak lama, dua sabetan, kembali mendarat mulus di punggung dan lengan kirinya.
hal itu semakin membuat Windia berteriak histeris." Tolong Ampuni aku!" teriaknya dengan suara memilukan.
__ADS_1
Setelah puas memberikan hukuman pada wanita itu, Denis segera menyergap tubuh wanita cantik itu. kemudian, kembali melakukan aksinya dengan kasar.
Hal itu kembali membuat Windia menjeritbl penuh kesakitan. " awh ampun tolong lepasin aku," ucapnya di sela-sela rintihan.
Namun seakan Denis belum merasa puas dengan apa yang ia lakukan. karena, dirinya melakukan dengan sangat kasar. hingga membuat lagu India hampir pingsan.
Namun, satu tamparan keras mendarqt mulus di wajah Windia hingga membuat wanita itu seketika terdiam.
" jangan pura-pura Tersakiti, Justru kau senang akan mendapatkan hal seperti ini?" tanya Denis dengan nada sinis.
Hal itu semakin membuat Windia tak mengerti arah jalan pikiran Denis. " Aku membencimu!" satu kalimat itu yang hanya mampu keluar dari mulut wanita itu.
Setelahnya, wanita itu benar-benar tak sadarkan diri. Sementara Denis, laki-laki itu bahkan tak merasa kasihan pada wanita yang tengah berada dalam lingkungannya itu. Karena, Denis masih terus melakukannya walaupun Windia sudah dalam keadaan pingsan.
Bahkan laki-laki itu sesekali melontarkan cacian dan hinaan pada Windia." dasar murahan! ini kan yang kamu inginkan!" hardiknya dengan menatap tajam ke arah wanita yang tengah pingsan itu.
Hingga beberapa jam kemudian, Denis baru bisa berhenti dan merasa puas dengan apa yang ia lakukan saat ini. dia merasa telah memberikan hukuman yang setimpal pada wanita itu.
" ini masih pembukaan baby, Kau pasti akan mendapatkan perlakuan yang lebih dari ini" ucapnya dengan penuh penekanan.
entah apa yang membuat seorang Denis Ricardo mampu berbuat seluar biasa ini terhadap wanita. Entah apa yang nantinya ia dapatkan saat sang Mommy tahu apa yang ia perbuat pada Windia.
Setelah merasa puas, Denis segera beranjak dari tempat tidur Kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan kamar itu.
Dirinya memilih untuk menempati kamar yang lain. Karena, dirinya merasa jijik jika harus satu ranjang dengan wanita yang rela melakukan apapun demi uang.
*****
beberapa jam kemudian, Windia bangun dengan keadaan yang begitu menyedihkan. wanita itu, kembali menangis dengan pilunya.
Membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasakan kesakitan yang amat sangat."aaa Ya Tuhan kenapa ini bisa terjadi padaku hiks hiks hiks," isakan tangisnya kembali terdengar begitu menyayat hati dan juga telinga bagi siapapun orang yang mendengarnya.
Namun. Sepertinya hal.itu tak berlaku untuk Denis Ricardo.
__ADS_1