
setelah prosesi penandatanganan surat nikah itu, Denis dan juga Windia keluar dari kantor sipil, dengan ekspresi wajah yang berbeda.
jika Windia berekspresi dengan wajah sedikit ditekuk namun juga sedikit bahagia. Namun, berbeda dengan Denis. laki-laki itu, cenderung diam dengan wajah sangarnya.
Sementara Vega yang berada di belakang kedua pasangan suami istri muda itu, tersenyum penuh dengan sangat bahagia. Karena akhirnya, anak semata wayangnya, bukanlah laki-laki lajang. melainkan laki-laki yang sudah beristri.
****
Resepsi pernikahan pun segera dilaksanakan hari itu juga di sebuah Hotel ternama milik keluarga Denis. dan di sepanjang acara resepsi tersebut, wajah kedua mempelai sangatlah kontras.
jika Windia memasang wajahnya dengan senyuman manis dan mempesona. Namun hal itu tidak berlaku bagi Denis
Karena laki-laki itu tampak Murung sekali dengan sesekali melirik sinis ke arah gadis cantik yang kini telah resmi menjadi istrinya itu.
" Denis kita foto shoot dulu ya untuk kenang-kenangan." ucap Vega dengan tersenyum tipis.
dengan terpaksa, laki-laki itu menuruti semua perintah yang diucapkan oleh sang mommy. mulai dari mencium kening, mengelus pipi, dan juga mencium daur telinga.
di saat pose terakhir itulah, Denis membisikkan sesuatu. sesuatu yang membuat jantung Windia seketika ingin lepas dari tempatnya.
" Hei gadis udik. jangan pikir kau menang ya bisa menikah denganku. asal kau tahu saja, sampai kapanpun aku tidak akan pernah bernafsu padamu!" bisik jenis tepat di telinga Windia.
Deg
seketika itu pula, rasa sakit menyeruak masuk ke dalam relung hati gadis itu. dirinya tahu mereka menikah karena terpaksa. tapi apa harus sekasar ini sampai-sampai laki-laki yang telah menjadi suaminya itu tega mengatakan hal yang membuat seseorang Tersakiti.
Namun, sekuat tenaga gadis itu menahan air matanya yang hampir jatuh. dirinya harus terus menghembuskan nafasnya kasar untuk meredakan emosinya.
Denis lupa jika Windia juga memiliki emosi dan juga rasa sakit hati. jangan mentang-mentang dirinya lebih kaya dari Windia dan lebih segalanya, lalu dia bisa Seenaknya saja.
__ADS_1
" aku tidak pernah menginginkan Berada di posisi ini!" ucap Windia penuh dengan penekanan. hal itu tentu saja membuat Denis yang mendengarnya, seketika mengepalkan tangannya geram.
" hmm, berani sekali dia berkata seperti itu padaku.!" ucapnya Seraya menatap gadis yang ada di sampingnya itu dengan tatapan penuh amarah.
Melihat ekspresi dari laki-laki yang telah menjadi suaminya itu, tentu saja membuat Windia sedikit ketakutan.
Tubuhnya seketika bergetar hebat. dirinya baru saja menyadari tingkah bodohnya yang dapat mengancam jiwa dan raganya.
tak lama berselang, pundaknya seperti disentuh oleh seseorang. dan dengan cepat, gadis itu menoleh ke belakang. dan ternyata di sana, tampak Vega yang sedang tersenyum tipis.
" kalian Selamat ya! jangan lupa beri Mommy cucu yang lucu-lucu" ucap Vega bermaksud untuk menggoda anak dan menantunya.
Namun tampaknya hal berbeda telah merasuki otak Denis. Mendadak, laki-laki Tampan itu tersenyum sangat menakutkan.
Seketika itu pula, Windia yang menyadari perubahan ekspresi wajah laki-laki yang ada di sampingnya itu, seketika bergidik ngeri.
dirinya sangat menyadari tindakan bodoh yang telah ia lakukan. apalagi saat ini pengobatan sang ayah telah ditanggung semuanya oleh keluarga Denis.
di atas pelaminan itu, tiba-tiba saja seseorang datang menghampiri Denis dengan membawa buket bunga.
" Selamat ya Denis, kok kamu nikah nggak ngundang aku sih?" tanya seorang gadis dengan nada dan ekspresi manjanya.
hal itu tentu saja membuat Denis yang melihat wanita yang ada di hadapannya itu segera menghampirinya. dan mereka berdua cipika cipiki di hadapan Windia dan juga Vega.
hal itu tentu saja membuat wanita paruh baya itu, mendadak geram. tangannya mengepal dengan kuat. Rasanya dirinya ingin mencabik-cabik wanita yang ada di hadapan mereka saat ini.
Iya dia adalah Latika Bella. seorang model ternama di negara itu dan juga merupakan mantan kekasih dari Denis Sanjaya.
Mereka dulu sempat dikabarkan putus karena Latika berselingkuh dengan musuh bebuyutan Denis yang tak lain adalah saingan di dunia kerja.
__ADS_1
" wanita ular! ngapain kamu ada di sini? kamu mau menggoda Anakku lagi?!" tanya Vega dengan sedikit nada geramnya.
Mendengar hal itu, Latika hanya tersenyum tipis. kemudian menggelengkan kepalanya pelan." Siapa yang mau merebut anak tante, saya tahu diri kok Tan. Saya kemari hanya ingin mengucapkan selamat saja" ucapnya lembut.
Siapapun yang melihat dan mendengarnya pasti akan mengatakan jika Latika adalah sosok gadis yang sangat anggun dan juga lemah lembut.
Begitupun dengan Denis laki-laki itu tersenyum tipis Seraya memandangi kedua wanita yang ada di hadapannya itu.
entah Sejak kapan, dirinya hobi memandangi wanita yang telah menghianatinya itu. atau jangan-jangan, mereka berdua sudah kembali memadu kasih? itu hanya Dennis dan Latika yang tahu dan tentunya outer juga tahu hihihi.
Sementara Windia yang melihat pemandangan yang ada di hadapannya, seketika menundukkan kepala. karena merasa dirinya tidak pantas untuk bersanding di atas pelaminan bersama laki-laki yang mendekati kata perfect itu.
Diam-diam Denis memperhatikan gerak-gerik Widia. dan seketika, senyum sinis tercetak jelas di kedua sudut bibirnya.
" kau memang bukan istri idaman." tiba-tiba saja Denis membisikan kalimat itu. hal itu tentu saja membuat Windia yang mendengarnya seketika menoleh ke arah sumber suara.
gadis itu, tersenyum kecut. kemudian menganggukkan kepala." aku tahu kok aku sudah jadi" ucapnya tersenyum manis.
" CIh dasar tak berguna." Denis bercih tepat di samping telinga Windia. itu tentu saja membuat gadis itu seketika meloloskan cairan dari matanya.
Karena Entah mengapa Gadis itu merasa hatinya begitu sakit terasa ditusuk-tusuk beribu jarum secara bersamaan. Padahal, dirinya tak mempunyai rasa pada laki-laki yang ada di sampingnya itu.
Namun, Mengapa hati ini begitu sakit. saat laki-laki yang telah menjadi suaminya itu berkata demikian. tak lama berselang, acara resepsi yang digelar secara tertutup itu pun Usai.
Denis memang sengaja memprivat acara resepsi pernikahannya agar semua orang dan juga teman-temannya tidak mengetahui jika dirinya menikah dengan gadis yang bukan idamannya.
Apalagi, jika musuh- musuh bisnisnya mengetahui dirinya menikah dengan wanita yang tak ada bagus-bagusnya itu. bisa mati berdiri dia di ejek dan dihina oleh mereka.
****
__ADS_1
" Kalian mau langsung pulang atau nginep di sini?" tanya Vega saat wanita paruh baya itu mengantarkan satu set baju tidur pada Windia.
" kami langsung pulang saja mom" ucapnya dengan ekspresi wajah penuh arti.