
" kau, kau sebenarnya itu mau apa sih?Kenapa kau berbuat seperti ini?" tanya Denis dengan nada tingginya. hal itu tentu saja membuat Windia yang mendengarnya, seketika menautkan alis karena merasa bingung.
" memang, Aku melakukan apa Tuan, aku rasa Aku tidak pernah melakukan apapun yang merugikan kalian. justru kalian yang banyak merugikan aku." ucap Windia dengan nada Lirih. wanita itu merasa, istri kesayangan suaminya itu telah memfitnahnya.
Plak
Seketika itu pula, satu tamparan keras mendarat mulus di pipi Windia. Hal itu membuat wajah wanita itu, seketika terpental dengan kerasnya ke arah samping.
Bahkan saking kerasnya tamparan itu, membuat Naomi kecil yang sedang menggambar di samping ibunya, seketika memeluk tubuh mungilnya sendiri dengan sedikit gemetaran.
" jaga ya mulutmu, dasar wanita murahan.!" ucap Denis dengan nada berapi-api. Sementara Latika yang memang berada di sana, tersenyum kecil Seraya sesekali menimbang-nimbang anaknya yang berada dalam gendongan.
__ADS_1
" baby Aku pulang dulu ya, nanti kamu cepat pulang kalau sudah selesai memberikan pelajaran pada wanita ini." ucap Latika dengan nada sinisnya. Setelahnya, wanita cantik dan seksi itu, segera melenggang pergi meninggalkan rumah kontrakan milik Windia.
Yang memang, baru ditempatinya Satu Malam. entah bagaimana caranya, kedua iblis berwujud manusia itu dapat menemukan keberadaan Windia dan anaknya.
Setelah kepergian Latika, Denis segera menarik rambut Windia dan menyeretnya menuju ke kamar., meninggalkan Naomi yang tengah menangis sesenggukan seorang diri.
Bahkan Denis tak menghiraukan tangisan dari bayi berusia 6 bulan itu. hatinya seakan mati dan tak pernah menghiraukan keberadaan bayi berusia 6 bulan itu yang tak lain adalah darah dagingnya sendiri.
Sementara itu di dalam kamar, Denis tampak Tengah melucuti semua pakaian yang dimiliki oleh Windia. dan dengan segera,....
tiga kali cambukan, mendarat mulus di punggung dan juga lengan wanita itu. hingga membuat kulit mulus Widia, seketika terkoyak dan berbekas berwarna merah.
__ADS_1
Rintihan dan juga raungan dari mulut Windia, tak dihirukan lagi oleh laki-laki itu. yang ada di pikiran Denis saat ini, membalaskan rasa sakit hati yang ia dendam selama ini. Karena, jika bukan karena Windia, dirinya tidak akan pernah batal menikahi Latika.
ya walaupun, pernikahan itu tetap terlaksana. namun tetap saja, kini Dennis harus membiayai 4 orang sekaligus. belum Lagi ayah dari Windia dan juga adik-adiknya. Hal itulah yang membuat Denis sesekali emosi saat menatap ke arah wanita itu.
Setelah puas mencambuki tubuh mulus milik Windia, Denis segera ikut melucuti semua pakaiannya. hal itu tentu saja membuat Windia, seketika merasa sangat ketakutan. dengan perlahan, wanita itu pun memundurkan tubuhnya hingga membentur tembok.
Namun hal itu Justru malah semakin membuat Denis merasa sangat senang hati. dan dengan segera, laki-laki Durjana itu segera menarik kaki Windia. dan akhirnya, Hal itu pun terulang kembali.
****
setelah hampir setengah jam, akhirnya Denis baru saja menyelesaikan permainannya bersama wanita yang sangat ia benci.
__ADS_1
" dasar murahan! ini kan yang lo inginkan?!" tanya Denis Seraya menatap sinis ke arah Windia. hal itu tentu saja membuat Windia yang mendengarnya, seketika memalingkan wajah. karena sudah merasa tidak kuat dengan Makian dan hinaan yang dilontarkan oleh Dennis.
" tolong jika tidak suka, jangan perlakukan saya seperti ini. Biarkan saya bahagia. hiks hiks hiks." ucap Widia dengan isak tangis yang memenuhi ruang kamar itu.