Aku Bukan Pelayanmu

Aku Bukan Pelayanmu
direndahkan di hadapan orang


__ADS_3

Latika yang mendengarnya, hanya bisa menghela nafas panjang. sebenarnya ia merasa kasihan pada gadis yang menjadi mangsa dari mantan kekasihnya itu. karena Latika tahu, sekejap apa Denis pada seseorang yang ia benci.


" Ya udah itu terserah lo sajalah." ucap Latika Seraya menatap ke sekelilingnya. Tampak oleh Denis rumah yang dihuni oleh mantan kekasihnya itu tengat lah sepi.


" lo ada di rumah atau di apartemen?" tanya Denis pada Latika. gadis itu tak langsung menjawab melainkan meminum jus jeruk yang ada di hadapannya.


" Gue di rumah lah, gue lagi sendirian Soalnya Mami sama papi lagi ada urusan keluarga." ucap Latika tersenyum tipis.


" Terus kenapa lu nggak ikut?" Denis kembali bertanya pada Latika.


" males ah di sana ngerumpi ada isinya." gerutunya Seraya mencerbitkan bibir. itu tentu saja membuat Denis sedikit merasa gemas.


karena memang, Latika dan Denis masih sama-sama mencintai. mereka berpisah karena suatu kesalahpahaman yang cukup fatal. dan sebenarnya, ada niatan dari seorang Denis untuk kembali kepada mantan kekasihnya itu.


Namun bukan untuk menikah melainkan hanya berpacaran. dan sayangnya, keinginannya itu ditentang oleh sang mommy. karena memang, Vega lebih menyetujui jika Denis berpisah dengan Latika dan juga menikah dengan orang lain.


Entah mengapa, wanita paruh baya itu merasa tidak sepaham dengan gadis yang bernama Latika Bella itu.


" Andai aja Mommy merestui hubungan kita, Pasti gue akan sangat bahagia." ucap Denis dengan wajah cemberutnya.


Latika yang mendengarnya, hanya tersenyum tipis. ingin menanggapi omongan dari Sang Mantan Kekasih. Karena, akan membuat hatinya menjadi semakin sakit saja.


" daripada lu sedih-sedih mendingan lu kemari," ucap Latika dengan tersenyum tipis.


" emangnya lu Mau ke mana?" tanya Denis sedikit antusias. karena dirinya merasa sangat jenuh dan juga merasa stres dengan pernikahan ini.


" mending kita ke acara Crystal Fashion Week yuk," Latika mencoba mengajak laki-laki yang sudah menjadi mantan kekasihnya dan juga menjadi suami orang itu.


" Wah ide bagus tuh, Oke kalau gitu gue siap-siap yuk." Denis Seraya beranjak dari duduknya. dan akhirnya sambungan ponsel pun berakhir.

__ADS_1


Ceklek


suara pintu dibuka dari luar. dan tak lama, menyembullah Denis dari balik pintu. dan dengan segera, laki-laki itu melenggang masuk ke dalam kamar mandi. tanpa memperdulikan Windia yang masih meringkuk di Bawah selimut.


setelah hampir 15 menit, Dennis gerak keluar dari kamar mandi. dan dengan segera menuju ke ruang ganti baju. Setelahnya, laki-laki itu keluar dengan pakaian formalnya.


Dirinya untuk beberapa saat mematut tubuh atletisnya di depan cermin." gue masih terlihat seperti laki-laki lajang sih," gumamnya pelan.


" haish, apaan sih Kan gue Emang masih lajang. Lagian pernikahan ini kan pernikahan paksaan dari mommy. Untung saja, kemarin gue nggak ngundang siapa-siapa cuma ngundang Latika doang. jadi nggak ada yang tahu kalau gue udah nikah." ucapnya Seraya tersenyum tipis.


kemudian melenggang pergi meninggalkan kamar itu. Namun, sebelum benar-benar pergi meninggalkan kamar itu, Denis menyempatkan untuk melirik Windia yang masih Setia berada di tempat tidur. dan juga masih terdengar isak tangisnya.


sejenak laki-laki itu tertegun dan merasa ada yang aneh yang menyelinap masuk ke dalam hatinya. Namun, hal itu tak berlangsung lama. karena Denis dengan segera menggelengkan kepalanya.


Kemudian dirinya melenggang meninggalkan kamar pribadinya dan juga kediamannya. namun, Baru beberapa langkah dirinya berhenti kembali. saat mendengar, suara yang sangat familiar memanggilnya.


" Denis Kamu ke mana,?" tanya orang itu yang baru saja keluar dari dalam mobil. yang segera Denis menoleh ke belakang ke sumber suara.


" Aku mau ke acara Crystal Fashion Week Mom," ucap Denis setengah malas. bukannya apa-apa, laki-laki itu tahu apa yang akan selanjutnya diucapkan oleh sang mommy.


" Terus kenapa istrimu nggak kamu ajak,?" tanya Vega dengan keheranan. dan benar saja kan Apa yang dipikirkan oleh Denis.


laki-laki itu telah menduga sebelumnya jika sang mommy pasti akan bertanya hal demikian padanya. seakan dirinya dan juga gadis kampung itu telah menyatu menjadi satu.


Padahal mereka berdua memiliki kesibukan dan aktivitas yang berbeda-beda. jenis yang tidak merespon ucapan dari Vega, segera mendapatkan tepukan yang lumayan keras dari wanita paruh baya itu.


" Eh kenapa masih melamun, kalau kamu mau pergi, ajaklah istrimu. Jangan biarkan dia di rumah sendirian. hitung-hitung kenalkan dia pada teman-temanmu." ucap Vega dengan tenangnya.


Denis yang mendengarnya seketika mendelik tajam ke arah sang mommy." Mami tahu kan, kalau pernikahan aku itu masih rahasia." ucap Denis mencoba mengingatkan ibu kandungnya itu.

__ADS_1


Vega yang mendengarnya, memutar bola mata malas. Karena dirinya tahu apa yang akan diucapkan oleh Putra tunggalnya itu.


" sebenarnya Mami nggak habis pikir sama kamu, kalau hanya soal masalah kamu takut orang-orang terdekatmu mendapat musibah karena pernikahan ini, kan Mami bisa jamin semua akan baik-baik saja. tapi kamu malah memilih untuk menyembunyikan permintaan ini." ucap Vega penuh selidik.


Karena sejujurnya dirinya sangat penasaran dengan Apa penyebab dari Denis yang kekeh sekali untuk menyembunyikan pernikahannya dari publik.


" pokoknya Mami nggak mau tahu, kamu ajak istrimu atau kamu nggak usah pergi!" ucap Vega penuh dengan penekanan.


hal itu tentu saja membuat Denis yang mendengarnya, segera menghela nafas panjang. karena jika sudah seperti ini, percuma juga mendebat wanita yang ada di hadapannya itu.


dengan segera laki-laki itu melenggang masuk kembali ke dalam rumahnya. kemudian segera menuju ke kamarnya.


" segera mandi dan ganti baju kita pergi 15 menit lagi. kalau sampai kamu telat, jangan salahkan aku jika aku menghentikan pengobatan ayahmu." ucap Denis dengan nada dinginnya.


hal itu tentu saja membuat Windia yang mendengarnya, merasa heran namun juga sedikit takut. dengan cepat, wanita cantik itu segera turun dari ranjang.


Langkahnya sedikit meringis karena menahan sakit. namun Windia berusaha untuk tetap tegar. segera bergegas menuju kamar mandi.


10 menit kemudian, wanita cantik itu telah bersih dan dengan cepat segera masuk ke dalam ruang ganti. kebetulan, Denis telah mempersiapkan baju untuk dipakai oleh Windia.


Setelah 15 menit, akhirnya Windia keluar dari kamar dengan penampilan yang membuat Denis sedikit pangling. untuk beberapa saat, dirinya mematung tanpa mengedipkan Mata.


Namun, dengan cepat menggelengkan kepalanya. kemudian segera membawa Windia masuk ke dalam mobil.


tak lama berselang, mobil yang ditumpangi oleh Denis dan juga Windia sampai pula di acara Crystal Fashion Week.


semua mata tertuju pada Denis dan juga Windia. Hingga, ada seorang pria yang menghampirinya." siapa dia?" tanya laki-laki itu.


" dia pelayanku yang sengaja aku bawa." ucap Denis tanpa berperasaan.

__ADS_1


Deg


hati Windia begitu sakit saat mendengar dirinya direndahkan di hadapan semua orang.


__ADS_2