
Selasa bertepatan di hari ini mbak Sella mengundangku untuk datang ke pesta pernikahannya.
Mbak sella adalah teman dari kak Rania. Aku kenal dengannya karena sekantor dengan kak Rania.Teman-temannya semua baik kepadaku,aku beruntung bertemu dengan kak rania, dia banyak mengajariku dan ikut andil dalam mengubah penampilanku.
Seperti hari ini, dia membuatku pangling dari hasil seninya.Make-up dengan seni tangannya membuatku berubah bentuk 360°.
Selain baik, kak Rania pintar dalam masalah memasak dan masalah per make-upan.Dia sering menjadikanku sebagai model dalam kontennya.
"Rain kamu pakai baju ini ya." kata kak Rania sambil memberikan dress yang berwarna gold dengan beberapa aksesori nya.
"Iya kak,terimakasih ya bajunya nanti setelah selesai aku kembaliin secepatnya." jawabku senang.
"Laaahh jangan dikembaliin.Cuci dululah baru kembalinya." kata kak Rania sambil bergurau
"Ya iyalah dicuci masak ngak sih."jawbaku kemudian.
"Yaudah sana, ganti pakaiannya.Aku mau makeup dulu biar cantik kayak kamu."jawab kak Rania menaikturunkan alisnya.
"Ok...."jawabku mengacungkan jempol.
Aku berjalan menuju ruang ganti. Selesai mengganti baju aku dan kak Rania segera berangkat dengan diantar pak sopir menuju lokasi.
Penampilanku hari ini benar-benar sempurna.Ya biarlah barang pinjaman,tapi aku senang dipinjamin kak Rania.
Andainya saja aku kaya dan berduit,mungkin tidak akan meminjam seperti ini.
Dua jam perjalanan aku dan kak Rania sampai dikediaman mbak Sella.Banyak yang datang dengan pasangan mereka masing-masing dan juga dengan keluarga, termasuk kami berdua.
Entah kenapa, saat kaki ini melangkah aku merasa gemetar dan hilang percaya diri.Apalagi banyak mata yang melihat kami berdua.Entah ada yang aneh dengan penampilanku atau mungkin kami memang terlihat cantik.Hehehehe....
"Kak gimana nih orang-orang pada lihat ke kita." bisikku ke telinga kak Rania.
"Ngak usah dipikirin, biarin aja orang-orang lihat kita,bawa santai aja."jawabnya pelan.
Dengan menarik nafas pelan,aku berusaha menenangkan diri untuk tetap percaya diri.
Aku berjalan mengikuti kak Rania yang sudah lebih dulu,kami menuju tempat dimana acara dilaksanakan,kami disambut dengan begitu ramah.
Dari kejauhan mbak sella terlihat sangat cantik, begitu juga dengan mempelai laki-laki tampan nan menawan.
Kami berjalan ke arah pengantin untuk memberikan selamat dan doa.
"Mbak selamat menempuh hidup baru semoga dan tersemogakan yang terbaik untuk mbak Sella dan mas Riziq"ucapku.
"Terimakasih ya Rain dan Rania atas doanya, semoga kalian berdua juga cepat dipertemukan jodohnya." jawab mbak Sella.
"Hahahahaha.... Aamiin semoga saja ya mbak kita dikasih jodoh kayak mas Riziq."sahutku bergurau sambil menaik turunkan alis mata kepadannya.
"Hahahaha kamu ada-ada aja deh."jawab mbak Sella tertawa.
Beberapa menit setelah melakukan ritual selamat lamatan. Aku dan kak Rania kembali kemeja tamu.Disana sudah ada kak Rere teman sekantor Rania. Kami bertiga mengobrol-ngobrol.
"Hello ledis, boleh donk kita gabung disini."ujar salah satu pria yang baru saja datang ke meja kami.
Tanpa jawaban dari kami,mereka sudah duduk.Setelah duduk, pria yang bicara tadi melihat ke arah ku kemudian menoleh ke arah Rere dan Rania.
"Hei kalian berdua tidak mengenalkanku dengan nona manis ini?" tanyanya meliriku.
"Oh baik lah kalau begitu biar aku saja yang memperkenalkan diri." Sambung pria itu lagi. Dia menoleh kearahku.
"Hei nona, kenalkan namaku Fikri." katanya padaku sambil mengulurkan tangannya.
"Hello pak Fikri."Jawabku membalas jabat tangannya.
"Eeeets...jangan panggil bapak donk.Kita ini masih muda lho, panggil aja mas FIKRI."timpalnya.
"Ooh iya maaf pak..Ehh mas maksutnya."jawabku malu.
"Oh iya, ini kenalkan temanku namanya Alfin."sambung mas fikri sambil menyenggol bahu Alvin.
"Alvin."kata mas alvin mengulurkan tangannya padaku.
"Salam kenal mas...."sambil menjabat tangannya.
"Kira-kira nama Nona...?"pertanyaan mas Fikri
yang penasaran dengan namaku.
"Oh iya aku lupa mengenalkan diri hehehe...Kenakalan namaku Rain hasbi asyfa, panggil aja Rain." jawabku grogi.
Siapa sih yang tidak gemetaran berkenalan dengan cowok ganteng seperti mereka berdua.Apalagi seperti aku,selama ini mungkin dikatakan tidak ada yg mau kenal denganku selain miskin wajah pas-pasan.Hahaha...
Kami melanjutkan ngobrol dengan mas Alvin dan Mas Fikri.
Sepertinya mas fikri ini orang periang dan cerewet ya,tapi beda jauh deh sama mas Alvin. Orangnya pendiam." pikirku sendiri saat memperhatikan mereka berdua.
Setengah jam berlalu aku merasa perut ini sakit seperti hendak ke toilet.
"Kak aku mau ke toilet sebentar ya." kataku kepada kak rania
"Mmmmm..."deheman kak Rania kemudian kembali melanjutkan obrolannya dengan teman-temannya.
Aku berjalan keluar arena mencari toilet, 3 menit sudah aku mencari kesana kemari namun aku tak menemukannya ruangan yang dirindukan oleh orang-orang seperti ku.
Aku mendatangi salah satu pekerja disana dan menanyakan toilet.Setelah mendapatkan petunjuk,aku segera berlari kecil menuju toilet.
"Bbbruuk...."
Astaga,lagi-lagi aku menabrak orang.
Secepat kilat aku melihat pria yang berdiri didepanku. Dengan segera aku minta maaf dan langsung berlari masuk ke toilet tanpa peduli wajah kesal si pemilik tubuh.
__ADS_1
Lima menit sudah menghabiskan waktu di toilet, rasanya perutku ini benar-benar plong dan nyaman. Aku merapikan diri dan berjalan keluar hendak kembali.
Namun, baru saja beberapa langkah ada tangan yang menarik lenganku ke arah belakang dengan kencang. Aku berbalik arah dan tanpa sengaja tanganku mendorongnya hingga tersudut ke dinding.
Astaga...
Wajahku tersandar kedada pria itu.Saat itu aku mendengar detak jantung yang sangat kencang, seirama dengan jatungku yang hedak copot.
Seketika teringat kejadian serupa yang menimpaku dulu. Segera aku mundur dan menjaga jarak dengannya.
"Maaf pak saya tidak sengaja dan tidak bermaksud lancang. Saya benar-benar minta ma...."
Seketika aku merasakan bibir ini disentuh oleh pria itu, dia menciumku.
Aku terpaku menatap mata pria yang sudah berani merebut ciuman pertamaku.Entah sudah berapa menit dalam kondisi seperti ini berlalu,aku tak tau.
Aku tersadar dari situasi yang membuatku berhalusinasi.Segera melepaskan tangannya yang memegang daguku daaan.
Plaakkkkk......
Seketika tanganku melayang begitu saja kewajah pria itu.Aku begitu marah saat pria itu menciumku. Bukan aku sok jual mahal tapi aku tak mau harga diriku rendah karena diperlakukan seperti itu.
Aku memang miskin tapi tidak dengan harga diri.Aku berlalu tanpa berkata sepatah katapun.
"Tunggu...."pria itu memanggilku.
Aku berhenti sejenak. Pria itu mendekatiku.
"Saya minta maaf atas apa yang telah terjadi."
Aku diam dan hendak melanjutkan langkah yang sempat terhenti.
"Seharusnya anda mempertanggung jawabkan atas apa yang sudah anda perbuat."sambungnya datar.
Apa? Pertanggungjawaban apa? Bukankah dia yang sudah lancang terhadapku?
Aku berusaha mengingat kejadian tadi.
Aku telah melupakan kejadian itu pantas saja ia minta pertanggungjawaban.
Aku berfikir hendak meminta tanggung jawab yang sudah dibuatnya padaku tapi bagaimana kalau masalah ini diperpanjang.
Jangan-jangan, pokoknya aku harus menyelesaikan ini secepatnya, biar aku yang ngalah yang penting pria ini tidak memperpanjangnya.Pikirku dalam hati.
Aku meminta maaf kepada pria itu dan menjelaskannya.
"Maaf saya sudah menabrak bapak tapi sebenarnya saya tidak sengaja pak, saya kebelet sekali dan membuat saya terburu-buru hingga menabrak bapak, saya benar-benar minta maaf."jawabku panjang lebar sambil memohon agar tidak diperpanjang.
"Saya pikir tak semudah itu untuk minta maaf." jawabnya datar tanpa ekspresi.
"Hahh..?"aku mengerutkan dahi bingung.
Aku tidak mengerti dengan perkataan orang ini, maksudnya apa? Tidak mudah bagaimana?Apa dia ingin memperpanjang masalah ini?Hahhh sial.
Belum selesai mulut ini bicara dengan entengnya dia menarik tanganku dan membawaku entah kemana.
"Maaf pak saya mau dibawa kemana?"
Tanyaku saat melihat arena yang tak lagi menuju pesta.Orang ini terus saja berjalan tanpa peduli denganku.Rasa bergidik ngeri dengan berbagai fikiran yang melintas dibenakku.
"Jangan-jangan orang ini mau menculik dan menjualku kepada pria hidung belang.Hah,aku harus bisa kabur dari pria ini." pikiranku terus berputar mencari ide.
Tiba-tiba ide cemerlang begitu saja muncul dibenakku.
Saat langkah kami sampai diparkiran.Aku menggigit tangan pria tersebut,seketika genggaman yang erat itu terlepas. Tanpa buang waktu lagi aku berlari ketempat keramaian menemui kak Rania.
Tiba ditempat kak Rania.
"Kak kita pulang yuk."ajakku ke kak Rania.
"Lho, kita kan baru tuba disini,ngak enak sama mbak Sella kalau kita pulang cepat."jawabnya ngak enak hati.
"Hufff...Iya deh kak."sahutku menarik nafas berat.
Dengan terpaksa aku harus berada disini sampai acar selesai.Aku duduk disamping kak Rania.Disini tinggal aku,kak Rania dan mas Fikri. Sedangkan mas Alvin dan Rere sudah pergi.
Aku memainkan gawaiku untuk menghilangkan rasa takut sesekali mengedar pandangan mana tau orang itu mengikutiku.
Tak lama gawai mas Fikri berbunyi.Lalu dia pamit kepada kami untuk mengangkat telfon yang entah dari siapa.
Akupun kembali memainkan Hp berencana hendak selfi-selfian.
"Boleh saya duduk?"
Seketika aku menghentikan pergerakan jariku dilayar Hp saat mendengar suara itu.
Mataku melihat ke depan yang ternyata pak Adam sekretaris dikantor kak Rania.Kemudian beralih kesampingnya.
Daaaaaan......pria yang tadi bermasalah denganku kini berada didepanku.
Dia menatapku tajam. Sungguh membuatku gemetar.
Dengan hati senang kak Rania mempersilahkan mereka duduk.Tanpa tau keadaanku saat ini.
Dua pria yang tadi berdiri, sekarang duduk didepanku.
Aku diam tanpa berkata-kata saat pria disamping pak Adam menatapku, sedangkan kak Rania sibuk berbicara dengan mereka.Dari percakapan mereka jelas saja pria yang dihadapanku atasan kak Rania.
Astagaaa....... Aku sudah membuat masalah besar.
"Rania ini teman kamu?"tanya pak Adam melihatku.
__ADS_1
"Ahhh iya pak ini teman saya."jawab kak Rania senang.
"Rai kenalkan ini Pak Adam dan ini pak Harris CEO diperusahaan tempat aku bekerja."kata kak Rania memperkenalkan atasannya itu.
Sedangkan aku sudah pucat pasi karena ini.Rasanya,ingin lari dari hadapan mereka berdua.Apalagi dihadapan pria yang bernama Harris.
Huhhhhhf benar-benar membuatku mati kutu.
Pak Adam mengulurkan tangannya.
"Adam....."ucap pak Adam kepadaku.
"Rain..."jawabaku mengenalkan diri dan tersenyum.
Kemudian berpindah ke pria sebelahnya.Seketika senyuman ini memudar.Aku sempat ragu,tapi tidak mungkin aku tidak memperkenalkan diri.
"Haris......"kata pria itu sambil menekan nama HARIS kepadaku. Tatapannya terus tajam membuatku gemetaran.
"Rain.... "jawabku membalas uluran tangannya.
Saking takutnya diriku sehingga saat mengatakan nama,suaraku tiba-tiba menghilang.Entah dia dengar atau tidak. Aku tidak tau.
Dimeja itu aku seperti patung takut bergerak takut bicara dan banyak lagi yang aku takutkan.Disana aku banyak menunduk, sesekali melihat kearah lain.Tapi,bagaimanapun juga mengelak tetap saja mata ini melihatnya, sesekali bertemu pandang membuatku tidak nyaman.
Sedangkan pria yang bernama Pak Haris itu masih saja menatapku, apa dia tidak bosan melihat aku terus menerus seperti itu?
Haisss sial..
"Kamu kerja dimana?"tanya pria itu tiba-tiba.
Kak Rania dan adam melihat kearah kami berdua.
"Aa.....aku...."aku berfikir keras untuk mencari jawaban.
"Ting....ting...liling....liling...."hpku bergetar tanda telfon masuk.
Aku merogoh tas dan melihat nama Zabi. Aku tersenyum karena zabi telah menyelamatkanku.
"Maaf saya permisi sebentar."
Aku berjalan menjauh dari keramaian untuk mangangkat panggilan dari Zabi.Aku sengaja melama-lamakan pembicaraan agar tidak kembali ke tempat kak Rania dan atasannya itu.
Setengah jam kemudian, aku kembali ke tempat kak Rania dan mengajaknya untuk pulang.
Kami berjalan menuju gerbang menunggu sopir setelah pamit dengan dua pria itu.Beberapa menit menunggu,sebuah mobil berhenti didepan kami.Ternyata pemilik mobil itu pak Adam.
"Kalian belum pulang?"tanya pak adam setelah menurunkan kaca mobil.
"Belum pak ini masih menunggu jemputan."jawab kak Rania.
"Ohw...."pak adam menganggukan kepala mengerti.
Tak lama mobil jemputan tiba, aku bergegas menuju mobil tersebut sedangkan kak Rania pamit kepada atasannya itu.
Mobil pak Adam pergi meninggalkan kediaman mbak Sella setelah mobil jemputan kami tiba.
Diperjalanan kak rania bercerita begitu panjang, ia tidak menyangka kalau atasannya duduk dimeja yang ditempatinya.
Dia bercerita selama ini belum pernah bicara secara langsung dengan pak Adam dan Pak Haris.Selama ini ,ia hanya melihat mereka dari jauh.
Sedangkan aku termenung memikirkan kejadian tadi.
Semoga saja pak haris tidak memperpanjang masalah ini. Kalau tidak,bisa-bisa kak Rania jadi sasarannya.
Jujur saja,pertanyaan tadi membuat aku tidak nyaman. Bukan karena apa, tapi kalau pak Haris tau aku pegawai rumah makan mereka akan menertawaiku.
Sebenarnya sih tidak perlu ditutupi tapi kondisinya berbeda.Aku sekarang berada dikalangan orang elit. Dimana orang-orang sini yang bekerja di perusahaan.
Apalagi penampilanku hari ini sangat sempurna.Jadi,mungkin pikiran mereka Aku termasuk orang kaya.Sama seperti mereka.
Jika saja mereka tau, maka mereka akan mencelaku karena penampilanku beda jauh dari kehidupan nyata yang sebenarnya.
*********PENJELASAN CERITA*************
Ohya gays, aku mau jelasin nih.Masak sih Haris tidak kenal Rain padahal sudah beberapa kali bertemu ditempat yang berbeda.
Ok. aku jawab ya.
1).
Haris pertama bertemu dengan Rain diusia 18 tahun.Diusia itu ia belum mengenali kosmetik bukan karena tidak tau tapi karena keuangannya pas-pasan.
Dan saat itu Haris baru berusia 27 tahun dengan wajah yang masih muda-mudanya.
( Ini kejadiannya pemecatan kerja)
2)
Haris dan Rain bertemu saat pembegalan, ketika itu Haris tidak menyadarinya begitupun dengan Rain.Tapi Haris tetap merasa mengenalinya.
(sebulan setelah pemecatan)
3)
Haris bertemu dengan Rain di acara pesta sella diusianya yang sudah matang.Tapi karena wajah mereka yang sudah dewasa dan penampilan Rain memakai make up. Membuat wajah standarnya berubah menjadi cantik.
Sedangkan wajah Haris sudah terlihat dewasa, tidak unyu-unyu lagi ya guys..jadi wajar saja mereka sama-sama tak mengenali
(masih tidk mengenali satu sama lain)
Sebenar ini lanjutan Pov Rain sebelum Harris tapi ngak bisa diubah urutannya..kalau diubaah urutanya jadi berserakan.
__ADS_1
Udah dicoba sih tapi malah berserakan.😑