AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Pov.Rain


__ADS_3

Hampir Setiap hari mas Zain datang ke kos hanya untuk mengambil Absen.Aku heran kenapa dia lebih suka ke tempat ini daripada kumpul dengan temannya.


Tapi dengan kehadiranya membuatku tidak kesepian.


"Hasbi....Besok ada pesta di kota tempat temanku.Aku mau mengajak kamu,daripada dikos terus mending ikut bersamaku.Bagaimana?"


"Boleh juga,tapi....Aku ragu mas,takut ngilu lagi perutku."


"Kalau itu tenang saja,kan ada aku.Nanti kamu duduk aja dan aku janji akan selalu berada di dekatmu.OK."


"Ok..."


Keesokan harinya.


Kami pergi kepesta itu dengan mobil miliknya.Aku sengaja berdandan sesederhana mungkin agar tidak membuat orang jatuh cinta yang berujung kecewa.


Biarlah masa lalu itu menjadi pelajaran buatku.


Beberapa jam kemudian,kami tiba ditempat pesta. Mas Zain mengajakku untuk duduk dibagian meja tengah-tengah.Tentu saja setelah memberi doa dan selamat kepada pengantin baru.


Selama acara berlangsung. Mas Zain tak pernah meninggalkan aku.Bahkan orang mengira kami adalah sepasang suami istri.


Aku hanya tersenyum tanpa harus banyak bicara.Sedangkan mas Zain menanggapi dengan gurauan dan sedikit lelucon agar tidak terlihat serius.


Setelah acara selesai kami kembali ke tempat masing-masing.


Keesokan harinya,aku,mpok Alpa dan mbak Susi sedang merumpi.Tiba-tiba mas Zain datang mengejutkan kami.Kelakuannya membuat jantung kami hampir copot.Seperti biasa,dia datang membawa beberapa cemilan serta leptopnya.


Disana dia duduk disampingku dan didepan kami Mpok Alpa dan mbak Susi.Kami berbincang-berbincang tentang banyak hal. Kemudian melanjutkan gosip yang tadi tertunda.Gosip yang sedang hangat diperbincangkan di sosial media.


Mas Zain disini hanya mendengar saja sesekali memainkan jari jemarinya mengetik tombol keyboard dileptopnya.


Mungkin karena bosan mendengar kami bergosip,dia mengajak mpok Alpa bicara.Pembicaraan mereka berhasil membuat aku tertawa terbahak-bahak.Aku merasa geli dengan kalimat yang berhasil mengocok perut.


Mas Zain orangnya baik, periang dan sedikit cerewet sama dengan mbak Alpa.Jika sudah ada mereka,maka tempat ini tidak aman lagi untuk orang-orang yang hendak menenangkan diri.


"Neng,mpok ke sebelah dulu ya.Lupa lagi ngerebus air hehehe."


"Aku ikut mpok...." teriak Susi yang juga tetanggaku.


Mereka seperti perangko dan kunci.Ya,sama sepertiku dan mas Zain.


Walau mereka sudah pergi tapi aku masih geli dengan lelucon yang mereka buat.Melihat itu,mas Zain menebar senyum manisnya kepadaku.


Bbbukkk.....!


Aku kaget dan syok melihat mas Zain dipukul dengan begitu bringas oleh pria yang sudah lama aku tinggalkan.


Mas Haris!


Aku heran kenapa dia ada disini?


Ketika mas Haris hendak melayangkan pukulan.Aku langsung memasang badan didepannya.Aku yakin dia tidak akan berani memukulku didepan orang banyak.


Aku berbalik badan membantu mas Zain berdiri kemudian melihat kearahnya dengan rasa kecewaa dan marah.


Dia mendekatiku.Aku memicingkan mata mengira bahwa dia akan memukulku seperti yang dilakukan dulu.


Tunggu....!


Dia memelukku.Tentu saja aku merasa heran,kenapa mas Haris tiba-tiba memelukku.Bahkan dia menitihkan air mata sambil mengusap punggungku dan menatapku berulang kali.


"Sayang aku merindukanmu.Aku sangat merindukanmu."tuturnya padaku.


Apa katanya?dia memanggilku sayang?sejak kapan dia memanggilku seperti itu?Apa aku sedang bermimpi?tapi...mana mungkin dia memanggilku seperti itu.


Jangan-jangan dia berpura-pura, agar orang mengira bahwa dia suamiku.


Hhhh.. Kau sangat pintar berAkting mas!Tapi aku tidak bisa kau tipu semudah itu.


Aku masih berdiri mematung merasa bingung.Kemudian mas Haris merukuk.Dia mengelus perutku dan menciumnya berulang kali.


"Sayang kamu seperti orang mau melahirkan..."


Aku diam...


Tak lama bu Laila datang dan bertanya laki-laki yang berada disampingku.


"Dia....."


"Aku Harris suaminya."jawab mas Harris bangga.

__ADS_1


Dia memotong pembicaraanku dan dengan bangganya mengatakan bahwa dia suamiku.Dan lagi,bu Laila masih sempat memuji ketampanannya membuatku jadi salah tingkah.Tentu saja hal itu membuatnya berkepala besar.


Hhhhh.Aku heran dan masih bertanya-tanya.


Sejak kapan dia mengakuiku sebagai istrinya?bukankah dulu dia bilang aku bukan siapa-siapa.


Haiiissss...!Dia sangat pandai ber Akting.


"Rein ayo kita pulang."ajak mas Harris menarik tanganku setelah orang-orang pada pergi.


"Sebaiknya kamu pulang mas!Aku mau disini."jawabku ketus dan berjalan meninggalkannya.


"Rein,aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan.Aku tau aku salah.Rei..


aku menyesal telah menyakitimu."jelasnya menarik tanganku.


"Aku sudah bilang mas,aku mau disini!dan tetap disini!"


"Rei...Aku mohon maafkanlah aku,aku memang salah.Tapi..."


"Aku tidak bisa memaafkanmu mas!Kau sudah melakukan perzinahan dengan wanita lain.Aku tidak bisa melupakan itu!"


"Rein,kamu sudah salah paham.Aku tidak pernah melakukan itu.Kamu salah paham sayang.Aku....Aku ada buktinya jika kau tak percaya padaku."jawabnya meyakinkan.


Aku diam.Kemudian dia mendekati ku.


"Rein..Aku sangat kesepian.Aku menyadari bahwa aku masih mencintaimu sama seperti dulu.Jadi tolong..kembali lah bersamaku."sambungnya.


"Tidak.Aku mau disini!"jawabku kekeh.


Mas Harris mengusap kepala kasar.Mungkin dia kehabisan akal untuk membujukku.


"Ok,kalau kau tak mau pulang,maka aku juga tidak akan pulang."jawabnya membuatku kebingungan.


Mas Harris masuk kedalam kos dengan santainya.Sedangkan aku disini masih berdiri merasa bingung.


Aku masuk kedalam menuju kamar mandi, disana aku bertanya dengan diriku sendiri.


Apa dia akan tinggal dengan ku disini?Atau aku sedang berhalusinasi?Hehh...kalau benar ia memilih tinggal disini maka aku akan memberinya pelajaran.


Yaaa. Anggap saja sebagai penyambutan tamu spesialku.


Aku mondar mandir mencari ide.Saat sedang sibuk memikirkannya.Tiba-tiba ada ketukan dari luar.


Diam....


"Yaudah aku masuk ya.... "sambungnya membuatku kelimpungan.


"Ini.... Ini aku mau keluar kok..." jawabku terburu-buru membuka pintu itu.


Aku membuka pintu hendak melangkah.Namun mas Haris mengahadangku.Dia berdiri, kedua tangannya menutupi sebagian pintu.Dia tersenyum seolah-olah aku sudah terkurung.


"Aku mau lewat..!"


"Lewat aja kalau bisa."jawabnya percaya diri.


Aku menarik sedikit bibir dan menundukkan kepala. Aku melewati keteknya.


Hahaha...Mungkin dia mengira dia itu pendek,sehingga bisa menutup seluruh jalan.


Aku menoleh ke arahnya yang sedang ternganga.Mungkin tidak percaya bahwa aku ini lebih cerdik darinya.


Setelah keluar dari kamar mandi,aku pergi ke dapur kecilku mengambil beberapa bahan untuk masak.Aku berencana buat sambal cobek dan sayur rebus.Sejak tadi aku belum makan dan ditambah lagi perdebatan panjang membuat perutku kelaparan.


Sekalian mau ngerjain mas Harris biar kapok tinggal disini.


Mas Harris berdiri memperhatikan aku yang sedang sibuk memasak.


"Sayang mau aku bantu?"tanyanya seolah-olah mengerti dengan urusan dapur.


"Ngak perlu..!"


"Sayang..jangan ketus gitu donk.Aku kan sudah minta maaf."ucapnya sedikit manja.


Aku masih diam guys.Tapi sebenarnya aku grogi diperhatikan seperti itu.


Melihat aku diam,mas Haris memilih pergi keluar kos. Entah mau kemana dia aku tidak tahu.


Hanya beberapa menit saja masakan sudah selesai.Aku menghidangkannya di tengah-tengah kos.Mas Haris muncul membawa leptopnya.


"Ehhh,sudah matang aja.Cepat ya kamu masaknya."kata mas Haris sambil bersila dilantai yang beralas karpet.

__ADS_1


Aku mengambil nasi dan sambal plus sayur singkong. Ini masakan kesukaan aku tapi jarang buatnya, sekali-kali baru enak.


"Ini makanlah..."


Aku menyodorkan nasi yang sudah aku ambil ke mas Haris.Dengan senang hati mas Haris mengambilnya dan menyuapnya.


"Wuahhhh....Air...mana air......"


Mas Harris kelimpungan mencari air minum.Aku memberikan segelas susu.Karena aku tau kalau memakan makanan pedas harus minum susus atau yang lainnya.


"Kamu masaknya berapa cabe?kok rasanya pedas sekali?"tanya mas Haris yang terus mengomel sambil meminum air yang ada di gelas.


"Mana pedas? "jawabku santai sambil menyuap nasi.


"Kamu jangan banyak-banyak makan yang pedas nanti sakit perutnya..!" mas haris merebut piringku


"Mas.... Apa-apaan sih kamu!Kesiniin deh aku mau makan."jawabku kesal sambil berusaha mengambil piring makanku.


"Ngak....! "


" Mas......Kamu apa-apan sih aku ini laper."katanku kesal.


Padahal tadi aku mau ngerjain mas Haris tapi malah aku yang kena.


"Nih makan.... "mas Haris menyodorkan nasi yang hanya sedikit cabe dan sayur.


Sedangkan piring yang diambilnya di taruh ke sampingnya agar aku tidak bisa menjangkaunya.


"Ngak mau!"aku mencuci tangan dan pergi keluar.Diluar aku menangis.


Entahlah,sejak hamil ini aku mudah lelah,mudah tersinggung dan cengeng.


Mas Harisaris keluar merayuku agar kembali makan, tapi aku tidak mau karena masih kesal dengannya.


Jadi ceritanya aku sedang ngambek guys...


Saat kami berdebat,mas Zain datang dan bertanya apa yang terjadi.Tentu saja aku mengadu padanya.


"Maaf mas,bukannya saya mau ikut campur,tapi Hasbi memang suka pedas."jelas mas Zain membenarkan.


"Kata siapa?Da itu tidak suka pedas."jawab mas Haris sok tahu.


Aku ingin tertawa.Sejak kapan dia tau aku suka pedas atau tidak.Padahal dulu dia itu cuek bebek saja denganku.


"Orang lagi hamil mas kadang seleranya berbeda-beda..Tu contoh istrinya suka yang pedas-pedas"jawab mbak Susi yang baru saja nongol.


"Tapi... "


"Udah maaaas ikutin aja. Liat tuh mungkanya kayak priuk penyok.. "sambung mbak Selfi membuat kedua pria itu ingin tertawa.


Aku mendelik ke arah mbak Susi.


Bisa-bisanya dia katain aku mirip priuk penyok.Sedangkan mas haris dan Mas Zain berusaha menahan tawa.Hahh sial....!


Awas ya mbak,nanti aku ulek-ulek kamunya.


Dengan berat hati mas Haris membawaku masuk dan membiarkan aku makan dengan sambal pedas.Kesempatan ini aku gunakan untuk mengerjai mas Haris dengan memintanya untuk ikut makan nasi milikku yang dilumuri cabe merah.


Tentu saja ia menolak.Aku mulai ngambek guys...


Melihat itu,mas Harris terpaksa mengikuti kemauan ku.Dia memakan nasiku walau hanya beberapa biji.


Dengan bersusah payah mas haris memakan nasi dariku. Mulut monyong dengan memerah dan keringat mengucur dari dahinya.


Rasain kamu mas..!Hahaahaha.


Usai makan mas haris duduk didepan leptopnya sambil menahan rasa pedas dan beberapa kali membuang ingusnya.


Rasanya melihat mas Haris sensara buat aku senang.


Malam harinya, kami tidur dikos yang hanya dialasi kasur santai yang tidak terlalu tebal.


Malam yang gelap membuat nyamuk mulai beraksi.Lagi-lagi aku mengerjainya biar kapok tinggal bareng sama aku.


"Sayang bangun...."Mas Haris menggoyangkan bahuku.


Rasanya mata ini baru saja terlelap,tapi malah digangguin pak Bos yang mengomel-ngomel digigit nyamuk.


"Sayang bangun....Ehhhh malah tidur lagi, mau aku cium ya?"ucapnya membuatku langsung terjaga.


Aku duduk dan mengambil obat anti nyamuk yang merk L***da yang biasa dipakai ke kulit tangan,kaki dan lain sebagainya.

__ADS_1


Aku memberikan kepada mas Haris kemudian kembali tidur tanpa peduli dengan ocehannya.


...***jangan lupa like-vote-komentar ya kakak***...


__ADS_2