AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Pov.Rain


__ADS_3

"Hiks....hiks....bajingaaaaan!!!Kau bajingan Haris!Huaaaaa........Prankkk....!"


Dikamar ini aku meraung sekeras-kerasnya.Marah dengan apa yang sudah terjadi.Melempar semua barang yang ada disana.


Hancur berkeping-keping sama seperti diriku yang sudah hancur.


Aku sangat-sangat BENCI!!


Aku benci padanya.Kenapa dia terus saja mengganggu hidupku yang sudah tenang ini? Kenapa?


Bahkan setelah bercerai dengannya.Kenapa dia lakukan ini padaku?Apa salahku? Tidakkah puas ia menyakitiku seperti ini?Oh Tuhan.Aku tak sanggup dengan cobaan ini.Aku harus bagaimana?Apakah aku harus mati agar dia bahagia?Apakah benar Tuhan?Aku harus melakukan itu?


Duduk di sudut ranjang dengan memeluk bantal.Memikirkan semua perbuatan laki-laki brengsek yang sudah membuatku hancur seperti ini.


Aku termenung disini.Meratapi nasib yang selalu datang menghampiri,bahkan orang yang sama.


Aku linglung dan bingung. Aku tak tau harus bagaimana lagi menjalani hidup ini jika aku masih ada di dunia ini.


Tiba-tiba pikiranku melayang ingin melakukan sesuatu.Ya,sesuatu yang akan membantuku untuk segera pergi.Pergi dari dunia ini.


Aku berjalan menuju dapur dan mengambil pisau.Saat ini pikiranku hanya ini.


Ya,hanya ini yang bisa membuatku terbantu menyelesaikan masalah.Agar dia tak lagi menganggu kehidupanku.


Memegang pisau itu sekuat-kuatnya.Menutup mata dan..


"Auuu.....aaa...aa.....!"


Aku merasakan sakit diperut.Aku melihat ke perutku dan melihat darah mulai mengucur deras.


Ya,pisau ini sudah tertancap di perutku.Aku berhasil.


"Selamat tinggal semuanya."gumamku dalam hati.


Tak lama tubuhku ambruk ke lantai.Disini aku masih bisa melihat namun mulai berkabur.


Aku....Aku segera mati!


****


Pov Selena.


Pagi ini aku pergi ke Apartemen Rain.Karena kami ada janji untuk pergi ke Kota C.


Ya apalagi kalau bukan Traveling.


Aku pergi ke sana membawa mobil dan beberapa barang yang akan dibawa nanti.Di loby aku menghubungi nomor milik Rain,tapi tidak dijawabnya.


"Ya mungkin dia lagi mandi atau sedang siap-siap."gumamku dalam hati.


Aku berjalan menuju kamarnya.Tiba disana aku sangat terkejut karena barang-barang milik Rain berserakan.


Aku bergegas menuju kamarnya namun aku tak melihat apa-apa selain barang yang berserakan.


Jelas saja perasaan ini mulai khawatir.Aku mencoba menghubungi nomornya kembali.Aku melengah ke arah kamar dan melihat hp Rain berada di atas meja.

__ADS_1


Lalu dimana dia?


Aku membuka pintu kamar mandi tapi nihil kemudian berjalan ke dapur.


"Astaga Rai......!!Apa yang kamu lakukan Rai?!Toloooooong......tolong......"Pekiku histeris.


Aku tak bisa berbuat apa-apa,aku syok dan gemetaran.


Tak lama masuk beberapa orang ke tempat ku berada.Mereka mencek denyut nadi wanita itu.


"Denyut nadinya lemah.."Kata seorang pegawai yang bekerja disana.


Kami pun segera membawa Rai ke Rumah sakit terdekat.


Diperjalanan aku menghubungi nomor yang bertulis nama Mas Zain.Aku memberitahunya tentang kejadian ini.


Aku tak bisa berkata-kata lagi.Tubuhku gemetar dan mematung,aku benar-benar syok.Baru kali ini aku melihat kejadian yang seperti ini secara langsung.


Ambulans yang membawa kami melaju sangat kencang.Para perawat melakukan penyelamatan darurat.Beberapa alat medis melekat ditubuh Rain.


Tak lama Ambulans yang membawa Rain tiba di Rumah sakit dengan cekatan mereka membawa Rai ke ruang UGD.


Sedangkan aku berjalan bolak-balik memikirkan nasib Rai.Semoga saja dia selamat.


Tak lama laki-laki yang bernama Zain datang dan menanyai keadaan Rain.


Tapi aku tak tau harus jawab apa.


Aku melihatnya Raut kecemasan dan kekhawatiran diwajah pria tampan ini.Berulang kali melihat ke jendela kaca ruangan dimana Rai dirawat.


Entah sudah berapa jam menunggu akhirnya dokter keluar dari ruangan itu.


"Pasien sudah kami operasi.Namun saat ini dia masih dalam keadaan kritis."


Aku duduk menangis menutup wajah dengan kedua telapak tangan ini.Aku tidak menyangka Rai tega membunuh dirinya sendiri.


Padahal tidak ada yang kurang padanya?dia selama ini hidup bahagia,bebas kesana kemar, sama sepertiku.


Tapi kenapa dia bunuh diri?


Memang selama ini aku tidak terlalu tahu kehidupan Rain sebelumnya,dia tak pernah memberitahuku.


Yang aku tau dia pernah punya suami tapi aku tidak tahu siapa suaminya,dan kenapa dia bercerai akupun tidak tahu.


Rai menutup rapat masalah hidupnya.Jadi aku tidak tahu apa-apa.Hanya segelintir saja.


Sedangkan pria yang berada di dekat Rain menatap sendu,menitikan air mata penuh kesedihan.


Aku tidak tahu tentang mereka berdua.Tapi dari pria ini aku bisa mengira mereka sangat dekat.


Mungkinkah dia mantan suaminya Rain?


***


Pov Zain.

__ADS_1


Aku baru saja pulang dari meraton pagi bersama istriku.Baru saja tiba dihalaman rumah gawaiku berbunyi.


Nomor siapa ini?


Mengernyitkan dahi merasa tidak mengenali nomor ini.Tadinya aku ingin menekan tombol merah namun Mama datang dan memintaku untuk menganggkatnya.


"Lho itu ada yang menelfon kok ngak di angkat?Angkat donk mana tau itu perlu."ucap Mama kemudian pergi masuk ke dalam mengambil teh hangat.


Aku pun menekan tombol hijau.


"Assalamualaikum.."


"Hallo mas,ini saya teman Rain.Rain...Rain masuk Rumah sakit mas.."


Bbuum...!!


Detak jantungku melemah.Masuk Rumah sakit?Aku panik setelah mendengar penjelasan dari seberang sana.


Aku masuk kedalam rumah mengambil kunci motor.Sebelum pergi,aku mengatakannya ke pada istriku.Agar dia pergi bareng orangtuaku.


Didalam mobil,gawai yang aku pegang bergetar menandakan ada pesan masuk.Aku segera membukanya.Disana ada pesan dari nomor baru yang baru saja menghubungi ku.


Setelah mengetahui lokasinya.Aku segera pergi menuju Rumah Sakit tersebut.Tiba disana, aku melihat wanita yang sedang mondar mandir didepan ruangan dimana Hasbi dirawat.


Aku mendekatinya dan bertanya namun,wanita itu tak menjawab apa-apa.


Sperti orang linglung.


Aku terus saja melihat ke jendela kamar itu.Hingga tidak tahu kalau kedua orang tuaku dan istriku sudah tiba disana.


Aku memeluk istriku dengan rasa pilu,rasa sedih rasa khawatir.


Mama dan papa mengusap punggungku memberi kekuatan.


Jujur saja,aku sangat takut.Takut kehilangan wanita yang sudah aku anggap sebagai adik.


Kemudian,aku bertanya kepada wanita yang bernama Selena tentang orang yang sudah dihubunginya.


"Cuman mas yang baru saya hubungi.Karena saya tidak terlalu tahu tentang keluarga Rain."


Aku mengambil nomor adik Hasbi dari gawainya.Kemudian menghubunginya dan memberitahu tetang kabar ini.


Beberapa jam menunggu. Dokter yang merawat Hasbi keluar dan memberitahu bahwa dia sudah di operasi namun masih dalam keadaan kritis.


Aku tak bisa berkata apa-apa lagi selain doa yang bisa kami berikan.


Aku bertanya-tanya kenapa dia melakukan itu?bukankah dia sudah cerai dengan suaminya ?Atau mungkin ada masalah lain sehingga membuatnya depresi dan nekat bunuh diri?


Entahlah,aku masih bertanya-tanya alasan dan penyebab dibalik ini.


Aku akan menunggu ia sadar,setelah itu aku akan mencari orang yang sudah membuatnya seperti ini.


*****


..."Mohon untuk kakak semua yang sudah menyempatkan diri untuk membaca novel saya.Untuk memberi vote-like-komen.Agar author terus dapat idenya"...

__ADS_1


__ADS_2