
Ya,hari ini aku memutuskan untuk menceraikan wanita yang sudah jadi istriku selama setahun ini.
Melemparkan kertas yang berisi surat perceraian kepada Rain.
Rain,wanita yang dulu berpura-pura menjadi kekasihku,Rai.
Aku salut padanya.
Dia sangat hebat,berhasil mempermainkan perasaan cinta yang aku miliki.
Dia datang kedalam hidupku dengan menjadi istriku.Dia menjauhkan ku dengan deddy dan sekarang dia juga memisahkan ku dengan Haryan,anak kami.
Dengan berpura-pura tidak tahu, kenapa Haryan bisa meninggal. Padahal dia ada dikandungnya.
Mungkin dia pikir aku masih Harris yang dulu.Bisa dibohongi dan diperbudak.
Tapi lihatlah sekaran,aku mengabulkan permintaan adiknya Zabi.
Jujur saja sejak dia pulang ke Mension.Aku sudah tak ingin melihat wajahnya.Setiap memandangnya aku merasa darah ini mendidih.
Mendidih karena perbuatannya yang tak bisa ditoleransi.
Dia tega membunuh anakku didalam rahimnya, bahkan berselingkuh dengan pria yang bernama Zain.
Sekarang dia bahagia,hidup dirumah mewah,mau makan apa saja bebas tanpa harus banting tulang.
Bahkan dengan bebasnya membawa laki-laki selingkuhannya ke Mension.Alasannya apa?
"Dia sudah aku anggap sebagian kakak.Dia cuma menjengukku."
Hhhhhhhh...Rasanya aku ingin tertawa saat itu.Bagaimana dia bisa mengatakan itu kepadaku.
Mana ada perempuan berteman dengan laki-laki yang bukan siapa-siapanya.Dia menganggapnya kakak?Mana ada seperti itu.
Dia pikir aku ini bodoh!
Tapi tidak masalah.Karena hari ini aku akan menceraikannya dan tak lama lagi dia akan minggat dari Mension yang serba mewah ini.
Aku yakin,setelah bercerai dia akan terluntaang lantung mencari uang untuk menghidupinya dan adiknya si Zabi.
Lanjut sekarang.
Rain bertanya kenapa aku menceraiknnya dan aku menjawab dengan apa yang aku rasa.Akupun melepaskan semua unek-unek yang cukup lama tersimpan.
Mungkin ucapanku sudah membungkam mulutnya yang manis itu,buktinya dia diam saja dengan air mata palsu yang membanjiri pipinya.
Hhhhh...peduli apa aku?!
Aku berjalan meninggalkannya.Namun dia berkata dengan cukup mengejutkanku.
Apa?dia bersedia cerai dengannku.Oh baguslah jadi aku tidak perlu bersusah payah untuk mengurusnya.
Dia pergi mengumpulkan barang-barang dan menaruh cincin pernikahan kami.
"Dan ingat ini mas,AKU TIDAK MEMBUNUHNYA..!"
Kalimat yang membungkam mulutku dan membuatku tertegun.
Sungguh,aku tidak menyangka wanita yang selama ini aku kira patuh.Sekarang berani menatapku ****** dengan mata tajam.
Oww...Ternyata seperti ini dia.Sudah berani melawanku dan mau meninggalkan Mension yang penuh dengan kekayaan ini.
Ok...! Kita lihat saja nanti siapa yang akan kembali kesini,meminta-minta seperti seorang pengemis.Menuntut harta Gono gini.
Tapi tenang saja,aku tidak akan memberikan sedikitpun harta yang aku miliki kepadannya.Biar dia tahu bagaimana susah hidup menjadi orang miskin diluar sana.
Walau aku tau dia memiliki Butik.
Tapi,butik yang dimilikinya tak mampu menunjang hidupnya yang sudah hampir sama dengan orang kaya.
__ADS_1
Bagaimana tidak,selama masuk ke keluarga ini dia seperti ratu disini.Dan bagaimana nanti jika dia cerai denganku,pasti akan kembali seperti dulu saat awal bertemu.Teman-temannya pasti menghilang setelah mengetahui dia miskin.Bukan lagi orang kaya.
Wajah yang dulu bersih dan cantik dengan beberapa perawatan sekarang akan kembali seperti semula.Kucel dan tak terawat.
Lanjut...
Setelah kepergiannya.Aku kembali ke kamar,berdiri tegak di depan jendela memandang gerbang.Disana,aku melihatnya berdiri menyeka air mata.
Ia berjalan menuju gerbang dan tak lama menaiki taksi.Entahlah,aku tak tau dia akan pergi kemana.
Setelah kepergian Rain. Aku pergi ke cafe bertemu dengan teman-temanku.Aku menikmati masa dudaku dan melepaskan beban yang memberati pundaklu.
Rasanya ringan sekali,perasaan terasa lega dan sangat menyenangkan.
Hari-hari berlalu berganti Minggu dan bulan.Surat perceraianku dalam proses penyelesaian.
Aku bertemu dengan Rain sudah 3 kali ditempat berbeda.
Pertama aku melihatnya sedang berdua dengan laki-laki di Cafe, sepertinya selingkuhannya.Kemudian di Pengadilan.
Yaa...Aku bertemu dengan Rain di Pengadilan.Saat itu mommy dan aku menghampirinya.Penampilannya terlihat berbeda dari biasanya,dulu rambutnya panjang lurus dengan penampilan biasa saja.
Sekarang rambutnya pendek dan bergelombang.Pakaiannya fasionabel sekali.Seperti anak muda lagi.
Dia kini terlihat fresh.
Dan apa itu?Dia sudah memiliki mobil pribadi?
Hhhhhhhh....Aku lupa.Perempuan ini kan pintar bermain akting dan mungkin dia sudah menipu orang untuk menunjang kehidupannya untuk memenuhi kebutuhannya.
Dia juga sudah berani melawan mommy yang juga mertuanya.
Aku penasaran seperti apa kehidupannya setelah perceraian itu.
Akupun meminta Alex untuk mengawasinya.
Ooowh....Ternyata kau sudah sukses dengan usaha butikmu itu sayang.Kau sekarang tinggal di Apartemen itu.Hhhh...sungguh pintar dan licik.Aku yakin dia pasti menipu pria kaya diluar sana untuk mengembangkan butiknya itu.
****
Beberapa bulan berlalu,aku menikahi perempuan pilihan mommy.Dia kaya cantik tinggi dan berkarir.
Namanya Vania Adzkiya,umurnya lebih muda beberapa tahun dari usiaku.Dia seorang model.
Aku menikmati pernikahan kedua ini dengan perempuan yang mungkin belum sepenuhnya aku sukai.
Mungkin trauma dengan cinta wanita yang sudah menjadi mantan ku.Sehingga,bagaimanapun perlakuannya,manjanya membuatku merasa biasa-biasa saja.
Vania tidak bisa mengerjakan pekerjaan ibu rumah tangga.Dia jauh beda dengan Rei. Tapi dia sama sepertiku, orang yang berkarier.Orang yang sibuk dengan urusan kerja masing-masing.
Dia sebenarnya terpaksa menikah denganku,tapi ya mau bagaimana lagi.Ini semua keputusan orag tua masing-masing.
Akupun menerima pernikahan ini karena permintaan mommy untuk membuktikan kepada Rein bahwa aku sudah berhasil move-on darinya.Dan aku juga berhasil mendapatkan istri cantik tentu kaya raya sepadan dengan keluargaku.
Sebenarnya, aku belum siap tapi mommy terus mendesak sehingga terjadilah pernikahan ini.Sedangkan Deddy angkat tangan denganku.Beliau sangat marah saat aku menceraikan Rein.Tapi ya mau bagaimana lagi.Aku sudah memutuskannya.
Tapi sekarang.Setelah menjalani rumah tangga yang kedua. Hidupku tidak juga berubah,bahkan aku semakin panasaran dengan mantan istriku.
Aku yakin,dia masih mencintaiku.Buktinya dia belum dapat pengantin.
Aku mulai mengikuti jejak kaki mantan istriku.Kemana dia pergi,dengan siapa.Aku mengetahinya.Dan Ini berlanjut bertahun-tahun.Hingga 2 tahun berlalu begitu saja.
Pernikahanku yang ke dua ini masih belum ada tanda-tandanya.Kami belum diberi karunia oleh Tuhan.Mungkin Tuhan menguji ku.
Tapi ini tidak bisa disangkal,dengan kesibukan kami masing-masing bisa menyebabkan susah untuk mendapatkan anak.
Seperti Vania,sibuk kesana kemari untuk pekerjaaannya.Aku sudah melarangnya,namun dia masih kekeh untuk tetap berkarir.
Lalu, aku harus buat apa kalau dia ingin seperti itu?
__ADS_1
***
Malam ini aku merasa ingin melakukan hubungan suami-istri.Tapi Vania tidak ada disampingku sehingga membuatku berfikir untuk pergi ke suatu tempat.
Ya, tempat itu adalah Apartemen yang ditempati Rain.Aku kesana saat Rain sudah tertidur.
Entahlah. Kenapa tiba-tiba pikiranku ingin berada didekat perempuan itu,padahal dia sudah jadi mantan istriku.
Aku masuk ke sana dengan mudah, karena aku sudah mendapatkan kode pintu kamar tersebut dari Alex.
Aku masuk kesana dengan lampu remang-remang.Aku melihatnya tertidur pulas dengan memakai baju tidur.
Ah,terlihat seksi.
Aku mendekatinya,membaui wangi yang melekat di tubuh perempuan ini.
Ahhh.. Aku menyukai parfum ini.Dia masih saja memakai parfum ini.Aku kira dia menggantinya dengan merk lain.
Aku terus saja memperhatikan wajahnya.Tiba-tiba kenangan lama muncul kembali.Dan itu membuatku kembali emosi.Perasaan marah ini menyelimuti hatiku.
Aku akan menghancurkanmu Rain!
Aku memegang kedua tangan dan mengunci pergerakannya.kemudia aku melakukan itu.
Wanita itu terbangun,ia berusaha lepas dariku.
"Lepaskan aku bajinga..!!"pekiknya tak terima
"Diam..!!"hardikku melotot.
Aku berusaha menutup mulutnya dengan telapak tangan,namun dia menggigitnya.
"Dasar wanita murahan!!"aku menatapnya bengis.Kemudian melayangkan tamparan.
Plakkkk..
Aku melayangkan tamparan ke arah pipinya, wanita ini terhuyung kesamping.Namun bukannya diam,malah mencaci-maki ku dengan mulutnya itu.
"Plakkkk...Bukk...!!"
Aku menampar dengan sangat keras sehingga membuatnya tak berdaya,aku melihat sedikit darah keluar dari bibirnya.
Aku tersenyum menyeringai.Merasa puas.Sedangkan dia menitikkan air mata yang terus membasahi kedua pipinya.
Hhhg...Aku sama sekali tak peduli.
"Sudah aku katakan Rai, kau tak boleh bahagia!Tapi kenapa kau bahagia setelah berpisah denganku?Dan lihatlah ini,aku akan menghancurkanmu! Menghancurkanmu Rai. Seperti yang kau lakukan padaku!!"ucapku berbisik.
Setelah mengatakan itu,aku melakukan hubungan yang semestinya aku lakukan dengan Vania.
Selesai melakukan itu,aku menghidupkan lampu dan lihatlah ini Rai.Aku lelaki yang sudah kau bodohi dan sudah tersiksa oleh perbuatanmu sendiri.
Dia menangis tersedu-sedu dengan rasa marah yang membara.Menekan dada yang mungkin sesak karena perbuatanku.
Sungguh aku tidak peduli.
Dia menatapku tajam dengan mata sembab.Melihat itu aku mendekatinya yang masih meringkuk dibalik selimut.
Aku memegang kedua pipinya.
"Kau ingin melaporkanku ke polisi?Silahkan!Tapi dengar ini baik-baik.Jika itu terjadi maka aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawa adikmu yang berada di Malaysia itu.!INGAT!!Kali ini aku tidak main-main!"
Setelah mengancamnya, aku pergi ke kamar mandi.Sedangkan dia meringkuk ketakutan.
Aku menarik sedikit bibir.Nikmatilah hidupmu sayang....!
****
..."Terima kasih untuk kaka yang sudah membaca cerita saya dan saya mohon untuk kasih vote,like,dan komennya agar authornya lebih semangat lagi."...
__ADS_1