AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Lanjutan


__ADS_3

Beberapa tahun setelah kejadian itu.Aku menjadi CEO di perusahaan milik deddy.


Masalah yang menimpaku beberapa tahun silam sudah terselesaikan.


Para pelaku pembegalan itu sudah aku jerumuskan kedalam penjara.Siapa suruh mencari masalah denganku.


Hari-hari ku lalui seperti biasa tak ada yang berubah hanya saja wajahku sedikit lebih dewasa, dan para wanita yang dulu menemaniku kini sudah ku buang jauh-jauh.


Rasanya, sudah bosan bermain-main seperti itu. Diusiaku yang sudah matang namun masih belum menemukan wanita yang cocok untuk dijadikan sebagai Istri.


Grendma dan momy terus saja menanyai kapan aku nikah.


Pertanyaan yang membosankan.


Bahkan Grendma dan momy sengaja menjodoh-jodohkanku dengan wanita pilihan mereka.Berbagai cara dilakukan untuk mencarikan aku istri tapi semua kutolak.


Apalagi wanita-wanita yang sudah mereka jodohkan hanya mengincar kekayaan yang sudah kami miliki.


Berbagai bentuk sudah kutemui dari cantik,manis dan seksi, dari kulit gelap hingga putih bersih semua tak membuat hati ini bergetar.


Entah hatiku ini yang salah atau mungkin belum saja berjodoh.Aku tak tau.


Kelakuan Grendma dan momy membuatku malas untuk kembali kemension.Aku lebih memilih untuk nginap di Apartemen dari pada pulang kemension.


Rasanya nyaman dan tenang disini dari pada disana.


Hari ini aku pergi ke kantor bersama Adam.Setibanya di kantor aku segera turun dari mobil,dari penampilan ku yang gagah berwibawa membuat banyak mata kepincut melihatku.


Aku berjalan menuju lobi.Tapi ada yang membuatku aneh saat melihat salah satu wanita begitu cueknya berlalu didepanku.


Tak biasanya ada wanita yang tak peduli dengan ketampananku.


Siapakah wanita ini ? Apakah dia bekerja disini tapi aku tidak pernah melihatnya bekerja disini dan lagi, pakaian yang dipakainya tidak menunjukkan pegawai dikantorku.


Pakaian yang dikenakan seperti pakaian pegawai rumah makan.Apakah wanita ini bekerja dirumah makan lalu untuk apa dia kesini? Ada keperluan apa dia disini?


Berbagai pertanyaan didalam kepalaku.Sungguh,membuatku penasaran.


Aku melirik adam dan bertanya.


"Dam kamu tau wanita itu?"


Adam yang sibuk melihat gawainya langsung melirik ke depan.


"Wanita yang mana pak?"jawab Adam melihat kesemua arah.Banyak wanita disana yang berlalu lalang.


"Wanita yang naik motor itu."jawabku menoleh ke arah perempuan yang sedang di atas motor.


Adam melihat ke arah wanita yang berada dimotor itu, ia terihat hendak pergi.


"Ohhh wanita itu, dia teman si Rania pegawai dikantor ini."jawab adam santai.


"Owh..." jawabku menganggukkan kepala mengerti.


Melihat aku bertanya seperti itu adam memperhatikanku dengan seksama.

__ADS_1


"Kenapa melihat seperti itu?"tanyaku pada Adam.


" Ngak ada pak,mari..." jawabnya sambil mempersilahkanku.


Aku melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda tadi menuju ruanganku.Setelah menyelesaikan beberapa dokumen,Adam datang keruanganku untuk memberitahukan beberapa hal masalah pekerjaan.


***


(Pov.ADAM)


Namaku Zikra Adam,biasa dipanggil adam.Usiaku sekarang 29 tahun.


Aku bekerja sebagai sekretaris diperusahaan milik Pak Aldigantara.Sekarang perusahaan tersebut dikelola oleh pewaris keluarga tersebut, Haris Aldigantara.


Aku tau Haris memiliki sifat yang tegas dan keras, namun ketegasannya itu sudah kelewatan batas.


Contoh saja hari ini hanya gara-gara tersiram jus saja,ia langsung memarahi pekerja yang tadi menabrak nya.


Sebenarnya ini bukan salahnya, tapi kenapa Haris memperlakukannya seperti itu.Kata demi kata keluar dari mulutnya membuat siapa saja yang mendengarnya pasti merasa terluka.


Tapi kenapa dengan wanita ini,dia terlihat tangguh dan tak sedikitpun mengeluarkan air mata setelah semua terjadi.


Aku salut ternyata wanita ini sangat tangguh.


Beberapa menit setelah itu pemilik cafe yang kami kunjungi datang dan bertanya ada apa.


Haris mengalih pandangan kearah wanita yang bernama Tiara.


Bukan kah tiara ini teman Selfi karyawan perusahaanku bekerja? yang sering mencuri pandang pak Haris itu.Bermonolok Kediri sendiri.


Ok lanjut....


Haris meminta tiara untuk menyelesaikan masalah ini jika tidak ia yang akan menyelesaikannya.


Aku bertanya-tanya kenapa tidak aku saja menyelesaikan masalah ini. Kenapa harus Tiara.


Rencana apakah yang sudah direncanakan Haris?


Haris pergi kemobil, disaat itu pula Tiara memarahi dan membentak pekerja tersebut.


Ia memecat wanita itu tanpa ampun walau sudah memohon.


Disana banyak pengunjung yang menonton kejadian barusan.Ada yang merasa iba adapula yang mendukung keputusan Tiara.


Jika saja masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Haris pasti aku sudah turun tangan untuk membelanya.


Tapi sayang, aku tidak bisa berbuat apa-apa.Hanya bisa menonton seperti orang-orang yang berada disana.


Haris benar-benar keterlaluan.Masalah yang dibuatnya membuat orang sengsara.Apa dia tidak merasa bersalah?


Hahhhh... Mana mungkin orang seperti Haris memiliki rasa seperti itu.


Aku pergi ke mobil setelah kepergian wanita yang baru saja dipecat Tiara.Didalam mobil aku terdiam, aku sibuk dengan pikiran yang membuatku marah.


Diamku tidak membuat Haris bertanya. Aku kira ia akan membahas kejadian tadi.Tapi yang kulihat dengan santainya ia menaik turunkan layar gawai.Seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


Lirikanku ternyata disadari Haris. Spontan ia bertanya kepadaku dengan mata fokus ke Hp.


Aku membuka suara dan mengeluarkan unek-unek yang memenuhi otakku.Kami sempat berdebat. Walau sebenarnya aku tahu haris tetap pemenangnya.


Bagaimanapun dia adalah atasanku, walaupun kami berteman baik tapi tidak ada jaminan untuk pekerjaanku. Bisa saja dia memecatku jika perkataanku melewati batas.


Orang seperti aku ini dituntut untuk tetap mematuhi melaksanakan dan mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan Atasan walau sebenarnya Hati tak menerima, atau berlawan keinginan tapi begitulah pekerjaanku.


Dituntut untuk selalu siap apapun alasannya.


Setelah perdebatan panjang kami tiba dimension keluarga Aldigantara.Aku masuk dan makan bersama Momy Ariana.


****


Hari ini aku bersama Haris pergi ke pesta Sella salah satu karyawan perusahaan tempat aku bekerja. Kami datang berdua tanpa ada wanita disamping kami.


Diusiaku beranjak 36tahun ini aku belum menemukan jodoh yang cocok untuk dijadikan pendamping.Sebenarnya aku memiliki teman wanita tapi hanya dianggap sahabat.


Kira-kira cintaku bertepuk sebelah tangan.


Lanjut...


Kami keluar dari mobil menuju tempat acara, dijalan banyak wanita yang memperhatikan kami terutama kepada pak Haris.


Aku dan pak haris terus berjalan tanpa peduli dengan panggilan para wanita tersebut. Aku heran apa mereka tak pernah bertemu dengan orang setampan kami sehingga sikap mereka seperti cacing kepanasan.


Kami masuk dan berjalan menuju pengantin memberi kata selamat kemudian kembali ke tempat duduk para tamu.


Aku duduk bersama beberapa pria lainnya.Kami berbincang-berbincang dengan banyak hal tiba-tiba Pak Haris berdiri dan memberi tahuku bahwa ia hendak ke toilet.


Beberapa menit kemudian pak Haris mengajakku untuk pindah duduk kemeja seberang sana, meja yang ditempati Rania yang juga karyawan diperusahaan.


Aku heran kenapa tiba-tiba pak Haris mengajakku duduk disana.


Aku sempat bertanya tapi dia memintaku untuk mengikuti perintahnya.Aku berjalan menuju meja rania,sebelum tiba pak Harris memintaku untuk melakukan hal yang membuatku bertanya-tanya.


Apa yang sudah terjadi? Kenapa tiba-tiba sikap pak haris berubah?


Tiba dimeja rania aku minta ijin untuk duduk disana, sebenarnya ini tidak perlu tapi pak Haris memintaku untuk melakukan itu.


Ok, aku laksanakan bos...


Setelah duduk aku mengobrol dengan Rania sambil memperhatikannya gerak gerik pak Haris.


"Oh ini toh alasan pak haris mengajakku duduk disini ternyata wanita ini, tapi wanita cantik ini siapa?


Aku bertanya ke Rania dan ia menjawab kalau yang disampingnya itu temannya.Namanya sih kalau tidak salah Rein.


Rania memperkenalkan Rein kepada kami,saat wanita itu menjawab jabatan tanganku kemudian tersenyum. Senyuman itu membuatku jatuh hati.


Tapi senyum itu hilang setelah berjabat tangan dengan pak Haris. Aku perhatikan sikap Rain berubah setelah melihat pak Haris. Apalagi saat pak haris menekan namanya diujung kata.


Sebenarnya apa yang terjadi dengan wanita ini? Kenapa tiba-tiba sikapnya tidak tenang setelah bertemu dengan Haris?


Apa yang sebenarnya tidak aku ketahui?

__ADS_1


...******Terimakasih untuk kakak semua yang sudah membaca Novel saya.Jika kaka suka boleh kasih vote-like-komen agar authornya lebih semangat lagi menulisnya.Terimakasih untuk semuanya******...


__ADS_2