
Dalam tidurku,aku mendengar suara-suara yang memanggilku.Suara itu juga berbicara denganku.Aku bingung,suaranya ada tapi aku tidak melihat siapapun disana.
Suara itu memanggilku,memintaku untuk kembali.Sebenarnya aku dimana?
Aku bertanya-tanya memperhatikan keseliling.Sepi dan gelap.
Tak lama aku mendengar suara laki-laki yang telah melakukan pelecehan kepadaku.Tiba-tiba aku mengingat semua yang dilakukannya kepada.
Aku takut,aku sangat takut sampai-sampai aku meraung-raung di alam ini.Di alam yang gelap tanpa ada cahaya.
Aku dimana?Tolong akuuuuu...!
Aku berusaha bangun dan mencoba membuka mata.Berkali-kali aku melakukan itu.Akhirnya aku terbangun juga.
Berlahan membuka mata.Netra ini melihat sinar cahaya yang menyilaukan penglihatan.Namun,cahaya itu meredup ditutup oleh seseorang.
Ya,seorang pria.
Seketika aku gemetaran.Aku sangat takut melihat wajah itu.Aku melototkan mata memandangnya dan berteriak histeris.
"Pergiiiiiii.....pergiiiiiiiii.Jangan ganggu aku lagi!Aku mohooooon jangan lakukan ini lagi.Pergiiiiiiii...!!"
Aku menangis ketakutan.Aku duduk dan menegakkan kedua lutut memeluknya.Aku gemetaran sambil menggigit kuku jariku.Tak peduli dengan jahitan yang ada di perutku.
"Hasbi ini aku Zain.Hasbi...sadarlah,kamu kenapa?Apa yang terjadi?Hasbiiii?"panggil seorang pria yang bernama Zain.
"Pergiiiiiiiii.....!!"teriakku saat dia memegangku.
Tak lama datang perawat dan dokter.Mereka menenangkan aku.Tapi aku masih merasa ketakutan.Aku bahkan mendorong mereka.Akhirnya para perawat dan dokter itu memegangku bersamaan.Kemudian menyuntikkan cairan yang aku tidak tahu.
*****
Pov.Zain
Aku tak menyangka Hasbi akan seperti ini.Dia menjadi ketakutan ketika ada yang mendekatinya. Terutama para pria.Bahkan dia juga takut kepada Zabi,adiknya sendiri.
Awalnya Hasbi juga takut kepadaku.Namun,setelah memperhatikanku dan menyadari kehadiranku setiap hari.Akhirnya Dia mengingatku.Dia memelukku,tak lagi takut denganku.
Alhamdulillah...
Tapi sayangnya,dia takut dengan adiknya sendiri.Zabi.
__ADS_1
Sejak dia terjaga dari tidur panjangnya.
Dia mudah emosional dan sering menjerit.Bahkan dia tidak mau bicara dan terus menyebut.
"Jangan.....Pergiiiiii...!"
Kalimat itu yang sering dilontarkan kepada laki-laki yang mendekatinya.Ini berjalan beberapa bulan kemudian.
Jelas saja, melihat dirinya seperti itu membuat aku dan Zabi berfikir bagaimana cara agar dia kembali seperti dulu.
Kami sempat bertanya-tanya.Apa yang sebenarnya terjadi kepadanya?sehingga mengakibatkan dia takut kesemua orang.
Kami juga sudah bertanya kepada dokter.Dokter tersebut menjelaskan kepadaku bahwa Hasbi mengalami Trauma Kronis.
"Jadi begini pak.Pasien mengalami Trauma kronis. Trauma ini dapat terjadi akibat penyakit serius jangka panjang, pelecehan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, bullying, dan paparan situasi ekstrem.Gelaja trauma kronis bahkan bisa muncul setelah bertahun-tahun pascakejadian, yang bermanifestasi pada ledakan emosi, labil, kecemasan, marah, nyeri tubuh, hingga sakit kepala.Selain itu, orang dengan trauma kronis juga dapat mengembangkan masalah kepercayaan karena dikhianati oleh orang tertentu.Dan setelah saya selidiki.Pasien ini mengalami pelecehan seksual yang berkepanjangan.Sehingga,membuatnya menjadi seperti ini,"ungkap dokter tersebut.
Aku tak percaya dengan ucapan yang disampaikan dokter.Aku terkejut mendengar bahwa Hasbi trauma akibat pelecehan seksual.Dan ini berkepanjangan.
Lalu siapakah orang yang telah tega melakukan itu kepadanya?Kenapa Hasbi tidak pernah menceritakan ini kepadaku?Bahkan selama ini dia terlihat baik-baik saja.
"Lalu bagaimana langkah selanjutnya dok.Agar pasien kembali sembuh seperti semula?"
Terapi?
Aku dan Zabi mencari cara agar Hasbi kembali.Namun,kami masih belum menemukan titik terang yang mengakibatkan Trauma ini.
Aku bahkan menemui Harris,bertanya apa dia yang melakukan itu.Tapi dia menyanggah dengan bengis.
"Kau menuduhku?Hahhhh...kalian itu sudah selingkuh dariku..!Aku memilih menceraikan dia.Dan aku kini sudah memiliki istri yang lebih baik daripada dia.Kami sudah bahagia!Jadi,jangan kau ganggu lagi kehidupanku.Dengan tuduhan seperti itu!"jawabnya menatapku ******.
"Oh iya.Saya bisa saja memenjarakan kalian berdua atas pencemaran nama baik,terutama kamu!"tunjuk Harris kepadaku.
Akupun bingung,siapa yang melakukan itu?
Kalau Harris tidak mungkin, karena dia sudah lama pisah dengan Hasbi.Lagipula dia sudah punya istri.Tidak mungkin dia melakukan itu kepada mantan istrinya sendiri.
Hhhh....ini benar-benar membuatku bingung.
Beberapa minggu kemudian.
Aku memutuskan untuk membawa Hasbi ke Australia.Disana ada seorang dokter dan juga pengusaha yang menangani masalah ini.Dia sangat terkenal dengan pengobatan untuk orang-orang yang mengalami Trauma.Dia memiliki beberapa terapi.
__ADS_1
Namanya Miran Mehmet.
Panggilan sehari-harinya Miran,dia asli Turki.Dia bolak balik dari Turki ke Australia.Dia bekerja di rumah sakit yang didirikannya di Australia.Namun, dia juga memiliki beberapa cabang perusahaan yang bernama Siemens Healthineers yang letaknya di Australia.
Perusahaan ini salah satu pemasok teknologi kesehatan terbesar di dunia. Mereka berfokus pada teknologi medis dan solusi softwarenya.
Miran merupakan sepupu Zehra,istriku.
Aku membawa Hasbi atas persetujuan adiknya,Zabi.Dia memintaku untuk menjaganya dan mengusahakan agar kakaknya sembuh.
Aku berjanji untuk mengembalikan dirinya seperti dulu.Dengan membawanya jauh keluar Negeri. Agar dia bisa bersosialisasi dengan orang-orang disana.Tentu saja dengan pengobatan yang ditentukan.
Kami memutuskan untuk membawanya ke Australia.Sebab,aku takut orang yang melakukan itu datang dan mengganggunya disaat kami tak ada.
Jika itu terjadi,bisa membuat traumanya lebih parah lagi dan mengakibatkan gila.
Mungkin orang-orang bertanya kenapa aku yang membawanya,kenapa bukan Zabi?
Aku jawab ya.
Hasbi sangat takut dan sangat cemas saat berada didekat Zabi,adiknya.Karena itu,dia memintaku untuk membawanya keluar negeri agar traumanya hilang.Jika dia terus ada disisi Hasbi.Maka,Hasbi akan seperti itu selama-lamanya.Pengobatan yang sudah dilakukan menjadi sia-sia.
Tidak mungkinkan...Jadi,biarlah aku membawanya ke Australia untuk sementara waktu sampai dia sembuh total.
Zabi dan aku mengurus dokumen untuk keberangkatan ke Australia.
Didalam mobil,aku bertanya kepada Zabi.
"Zabi,apa kakakmu pernah menyebut nama laki-laki saat kalian mengobrol ditelvon?Atau dia bercerita tentang masalahnya mungkin?"
"Ngak bang,kakak ngak pernah bicara tentang laki-laki kepadaku.Sejak dia bercerai dengan mas Harris,sejak itu pula aku tidak mendengarnya bicarakan pria lain atau mendengarnya punya pacar atau semacamnya."tutur Zabi merasa panasaran juga.
"Aku sudah memerintahkan orang untuk mencari pelakunya.Tapi,sampai saat ini masih belum ada kabar dan petuntuk.Bang....usahakan kak Rein buka mulut.Agar kita tahu siapa laki-laki yang tega membuatnya seperti itu."sambung Zabi menoleh ke arahku.
"Iya,saya akan usahakan agar dia mau mengatakannya.Tapi,untuk saat ini dia masih belum bisa menerima.Jadi,susah untuk menanyakan itu."jawabku menjelaskan.
"Bagaimana baiknya aja bang.Aku serahin kakak ke Abang.Jaga dia disana,aku disini akan terus mencari pelakunya.Aku berjanji untuk itu."sambung Zabi.
"Baiklah,"ucapku mengiyakan.
*****
__ADS_1