AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Pov.Harris


__ADS_3

"Jelaskan kepadaku apa yang ingin kau katakan."


Aku bertanya kepada Alex orang suruhanku untuk mencari informasi perempuan yang kini sudah menjadi istriku.


Aku merasa curiga dengan Rain wanita yang baru saja menjadi istriku.Wajahnya begitu mirip dengan Rai kekasihku saat acara pernikahan.


Apalagi setelah Rai menolak untuk ku nikahi.


Aku merasa curiga kepada wanita yang sudah menyelamatkan hidupku tapi telah menghancurkan hidupku.Telah merebut hakku untuk memilih.


Sejujurnya aku ingin balas budi kepadanya. Tapi karena cara datang kedalam hidupku secara mendadak dan menghasut deddy agar aku menikahinya.


Itu yang membuatku tak suka karena sudah merebut HAK ku untuk memilih.


Dia datang bersama deddy dan mungkin saja sudah membujuk deddy agar aku menikahinya.


Entah ilmu apa yang dipakainya sampai-sampai deddy menyetujui begitu saja.Apa mungkin wanita ini sudah merencanakan sesuatu agar bisa masuk ke keluarga ini.


Atau mungkin dia otak dalam pembegalan beberapa tahun yang silam?Apalagi setelah kejadian itu dia menghilang dan sekarang muncul sebagai karyawan dirumah makan.Bahkan dia juga sering ke perusahaan tempat aku bekerja.


Apa mungkin semua ini sudah direncanakan?


Jika benar itu terbukti,aku tidak akan maafkan perbuatannya biarpun dia istriku!


Ok Lanjut....


"Maaf pak saya harus mengatakan ini kepada bapak. Sebenarnyaaaa... wanita yang kini menjadi istri bapak ternyataa...... Rai kekasih bapak yang menghilang itu."


Seketika jantungku terasa berhenti.


"Dan ini identitas kedua perempuan tersebut."Alex menyodorkan 2 buah amplop kepadaku.


Aku mengambilnya dan membaca kedua kertas tersebut yang berisi identitas kedua wanita itu dan mencocokkannya.


"Ternyata Rai dan Rain itu sama!"


Tangan mengepal dengan gigi gemertak meremas kertas yang kini berada ditanganku.


Kini amarah mengebu-ngebu dipuncak ubun-ubun.


"Beraninya kau bermain-main denganku Rai....!!"


Aku pergi meninggalkan Alex dengan membawa barang bukti menuju parkiran.Rasanya aku tidak sabar hendak menyiksa wanita yang kini berada dirumahku.


Tiba dimension,aku bergegas ke kamar setelah menanyai keberadaan perempuan itu kepada Bibi.


Sampai didepan kamar,aku mendorong pintu begitu keras sehingga membuat dia terkejut.Aku mendekatinya dan menariknya kekamar mandi dan membenamkan kepalanya kedalam bak berisi air.

__ADS_1


"Akan ku buat kau menderita!"gumamku.


Melihat tubuhnya mulai tak berdaya aku segera mengangkat dan menarik rambutnya hingga tersudutkan.


Wanita yang kini menjadi istriku menjerit kesakitan.Ketika tangan ini hendak mencekik tiba-tiba handuk yang dipakainya jatuh kelantai.


Permandangan itu ter ekspos tanpa sehelai benangpun.Apalagi melihat dua g*** yang menjulang tinggi membusung kearahku.


Jelas saja kelelakianku meronta-ronta...


Permandangan itu membuatku panas dingin tak kuat menahan rasa yang tak bisa aku jelaskan.Tanpa peduli aku menarik ke ranjang dan mendorongnya.


Tak menyia-nyiakan waktu,aku segera membuka kain yang masih melekat di tubuhku.Tak sabar rasanya menyantap wanita yang kini berada didepanku.


"Heh... Akanku beri kau pelajaran...!"kataku menyeringai.


Wanita itu menggelengkan kepala memohon. Tapi peduli apa aku?


Dengan buasnya, aku menc***i bibir nya sampai kesulitan untuk bernafas.Berulang kali melakukan itu hingga puas kemudian tangan ini mulai merayap kesana kemari mencari sesuatu yang sudah membuatku panas dingin.


Tak sampai disitu aku mulai meng****p puncak ***** kembar yang terpampang jelas di dihadapanku.M*** dan menarik sedikit pucuk yang berwarna merah muda.Merasa tak tahan lagi aku beralih kebagian yang belum pernah ku sentuh itu.


Aku me****kn p*** ini ke tempat semestinya dengan kasar. Dia menjerit kesakitan,tanpa rasa iba,aku melakukan nya dengan kencang dan berulang kali sehingga membuatnya tak berdaya.


Melakukan berbagai gaya dan memaksanya untuk melakukan hal yang tak diinginkan.


****


Aku terbangun dipagi hari melihat langit mulai benderang.Burung-burung berkicauan menyambut matahari.


Melihat jam sudah menunjukkan 6 pagi.Aku segera berjalan ke kamar mandi dan melaksanakan mandi pagi.(mandi junub gyus) heheheh.


Sedangkan wanita yang kini bernama Rain meringkuk dibalik selimut dengan mata membengkak.


Mungkin semalam menangis. Tapi itu belum apa-apa dibandingkan dengan kesalahannya.


Keluar dari kamar mandi aku melihatnya sudah bangun dari tidur panjangnya.


Aku berjalan menuju lemari pakaian dan memakainya, tak peduli dengan kehadirannya.Usai memakai pakai,aku segera berlalu meninggalkan ruangan itu menuju garasi.Mengeluarkan mobil dan meninggalkan mension.


Tina di kantor,aku belum menemukan siapapun baik karyawan yang bekerja disini.Hanya beberapa orang cleaning servise yang sempat bertemu.


Aku masuk ke lift dan menekan tombol menuju ruanganku berada.Sampai diruang kerja aku duduk dikursi kebesaran memikirkan kebodohan semalam.Merutuki diri sendiri karena mudah terbawa nafsu sehingga melupakan yang seharusnya aku lakukan.


Saat hanyut dalam fikiran tiba-tiba ada panggilan masuk.


Momy?untuk apa momy telfon sepagi ini.

__ADS_1


Aku mengambil gawai yang berada disudut meja dan mengangkatnya.


Beberapa menit kemudian setelah ngobrol dengan mommy aku menjelajahi gawai yang sudah semalaman tak ku sentuh.Entah kenapa tanganku berhenti di album foto yang tersimpan disana.


Membuka satu persatu album tersebut.Netraku berhenti di beberapa foto.


Ya,foto aku dan Rai saat berada di villa.


Namun kenangan itu hilang seketika. Rasa marah bergejolak didada ini.Rasa ini muncul begitu saja dihatiku setelah melihat foto tersebut.


Dia wanita yang sangat aku cintai.Tapi kenapa dia membohongiku?Apa kurangnya aku?


Aku bertanya-tanya kenapa perempuan yang menjadi istriku kini tega melakukan hal semacam itu.


Aku mengepal tangan sangat kuat,menahan amarah yang mengebu-ngebu.


Rai...kau sudah menghancurkan kepercayaanku. Kau membuat rasa sayangku menjadi kebencian yang tak bisa terkalahkan.


Kenapa kau lakukan ini padaku?! Apa alasanmu dibalik semua ini?Kenapa kau berbohong kepadaku?Selama ini kau berpura-pura sayang dan cinta kepadaku.Dan ternyata ini hanya sebuah akting.Sebuah permaian.


Aku menitikkan air mata,rasa luka ini menusuk ke relung hati.Tak terima dengan kebohongan yang sudah dia ciptakan.


Aku pergi meninggalkan kantor menuju Mension.


Hendak hati pergi meninggalkan Mension untuk menjernihkn pikiran.Tapi, rasa sakit dan kenangan itu terus saja membayangi hingga rasa dendam membara.


Aku meremas stir mobil melampiaskan emosi.Emosi yang tak terkendalikan.


Tiba di Mension,aku bergegas ke kamr.Aku melihat wanita itu masih meringkuk dibawah selimut.


Setelah membuat hidupku seperti ini.Kau malah keenakan tidur disini!


Aku mendekati wanita itu dan menariknya keluar kamar.Menuruni anak tangga dan membawanya ke gudang.Aku tak peduli dengan jeritan memohon agar dilepaskan.


Sampai di gudang aku mendorongnya dengan kasar,kemudian mengunci pintu.Sedangkan Rain wanita yang telah sah jadi istriku menangis memohon.


Aku mengumpulkan seluruh pekerja mension.


"Untuk kalian semua,jangan pernah coba-coba membuka pintu itu ataupun memberi makan.Jika saya mengetahuinya,maka saya tidak akan segan-segan untuk menendang kalian dari sini. Kalian mengerti?"perintahku.


"Mengerti pak...."jawab mereka serentak.


Beberapa menit kemudian,dering hpku berbunyi. Aku merogoh saku-saku celanaku dan melihat nama Adam tertera disana.Menekan tombol hijau dan berbincang dengan Adam.


Aku pergi meninggalkan mension setelah panggilan dari Adam.Ia memberitahuku segera ke kantor untuk meeting.


Beberapa menit saja aku sudah tiba dikantor.Melihat kedatanganku para karyawan menunduk memberi hormat dan Adam datang mendekatiku memberitahukan jadwalku hari ini.

__ADS_1


****** Jangan lupa untuk vote-like-komen.Agar authornya lebih semangat lagi dan banyak idenya*****


__ADS_2