AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Lanjut


__ADS_3

Setelah kepergian pak Aldi, mas haris menatapku penuh amarah. Dia pergi meninggalkan aku yang masih mematung tak percaya.


Sedangkan istri pak Aldi mendekatiku.


"Kau pasti bahagia bukan menjadi menantu orang kaya?"tanyanya dengan wajah tak suka sambil melirik penampilanku.


"Maafkan saya nyonya tapi..."


"Ssuuutttt.....Jangan kau bicara disini."mendekatiku kemudian berjalan kedepan membelakangiku.


"Saya yakin kau senang dengan keputusan suami saya. Tapi jangan harap putra saya akan menerima kau begitu saja."sambungnya.


Lagi-lagi aku dibuat diam.Aku sadar dengan apa yang sudah terjadi.Wajar saja mulut istri pak Aldi bicara seperti itu melihat putra satu-satunya menikah dengan orang sepertiku.


Aku dan mereka bagaikan bumi dan langit.


Mana mungkin mereka menerimaku dengan begitu saja.


Mustahil...


Aku pergi meninggalkan mension yang megah itu dengan perasaan tak menentu.


Disatu sisi aku menjadi kekasih pak Haris dengan nyamar sebagai Rai. Disisi lain aku harus menikah dengannya menjadi diriku sendiri.


Masalah ini semakin hari semakin membuatku gila.Bagaimana aku bisa menjadi Rai dan Rain sekaligus jika aku benar menjadi istrinya?


Aku pergi menemui kak Rania.


"Kak aku akan menikah..."ujarku duduk di kursi kamarnya.


Kak Rania menyisir rambut seketika berhenti mendengar perkataanku.


"Kamu.....Kamu mau nikah dengan siapa?jangan bilang dengan pak Haris."jawabnya selidik.


"Iya.Aku akan menikah dengan pak Haris, tapi.... "


"Tapi apa..?tanyanya panasaran.


" Tapi masalahnya aku menjadi Rain bukan Rai..."


"Apa..?! Bagaimana bisa? Apa pak haris sudah tahu kalau kamu Rain bukan Rai? Tapi dari mana dia tau...?"tanya kak Rania.


"Pak Haris tidak tau masalah itu. Ini masalahnya lain kak,aku jadi bingung."


"Masalah lain maksud kamu?"tanya kak Rania duduk disampingku.


"Tadi aku bertemu dengan pak Aldi,pemilik perusahaan tempat kakak bekerja.Dan pak Aldi ini pernah bertemu denganku saat kejadian pembegalan beberapa tahun yang silam.Tapi...yang membuat aku terkejut adalah pak Haris.Dia putra pak Aldi yang dulu pernah aku selamatkan itu."tuturku panjang lebar.


"Jadi....Pak Haris putranya pak Aldi?"tanya kak Rania terkejut.


"Mmmmmm...." mengiyakan pertanyaan kak Rania.


"Terus kamu setuju dengan pernikahan ini?" sambungnya lagi.


"Aku belum memutuskannya.Tapi, aku akan menerimanya."


"Kenapa?kamu suka sama pak Harris?"


"Bukan begitu kak,aku terima karena ingin menembus kesalahan yang sudah kita buat kepada pak Haris.Bagaimanapun juga ia akan tahu semuanya.Walau aku tau pernikahan ini tidak akan mudah."jawabku sendu.


"Rain,maafkan aku karena keegoisanku kamu harus mangalami ini."

__ADS_1


Kak Rania memelukku merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi.


****


Dua hari setelah kejadian mas Haris menghubungiku dia mangajakku untuk bertemu di Cafe X.


Aku mengiyakan karena aku tau mas Haris pasti akan membahas persoalan perjodohannya denganku,Rain.


Aku duduk memandangi jalan raya yang berada didepanku,hari ini aku memakai baju pembelian mas Haris.Penampilan ini menjelaskan bahwa aku adalah sosok Rai bukan Rain.


Banyak pikiran membuatku termenung,tanpa kusadari mas Haris berada didepanku.


"Sayang.....Kamu kenapa?Kamu sakit?" tanya mas Haris khawatir.


"Ngak kok sayang,aku cuman kelelahan aja kok.Mungkin karena kangen sama kamu kali ya."jawabku berbohong.


"Hahahaha....Mas juga kangen sama kamu sayang."jawab mas Harris mengacak rambutku.


Ia menarik pipiku gemas kemudian diam untuk sementara waktu.


Aku memandangi mas Haris.


"Mas ngajak ketemuan ada apa?"tanyaku panasaran.


"Sayang.... "


Mas Haris menarik tanganku kemudian memandangku.


"Sayang aku sangat mencintaimu.Aku ingin bersamamu untuk selamanya.Maukah kau menikah denganku?"sambungnya tanpa ada keraguan


"Me.....me...Menikah?"tanyaku terkejut.


Aku tidak menyangka mas Haris melamar sosok perempuan yang bernama Rai tapi itu bukan diriku walau sebenarnya Rai dan Rain itu sama.


"Mas....Aku.... Aku belum siap menikah!"jawabku ragu.


Mendengar itu,wajah yang tadi tersenyum kini menghilang. Ia melepaskan tanganku.Aku tau dia kecewa dan marah dengan keputusanku.Tapi harus bagaimana lagi.


"Kenapa sayang? Kenapa kamu tidak mau menikah denganku?Kita sudah 2 tahun menjalin hubungan.D an kita sama-sama saling mencintai bukan?"jawab mas Harris tak terima.


Aku terdiam tak ada jawaban yang bisa aku sampaikan.Setiap perkataan akan membuat mas Haris terluka.


Diamku membuat mas haris kecewa.Ia mengusap kepala kasar.Mengepal tangan menahan amarah.


"Aku akan menikah....!"lanjutnya kemudian menatapku dan pergi meninggalkan aku seorang diri.


Aku tak sanggup menatap mata itu.Banyak tersirat kesedihan dan kekecewaan disana.


Maafkan aku mas telah membuatmu seperti ini.


***


Aku tersadar dari lamunan. Pria yang berada disampingku kini sudah sah menjadi suamiku.


Seminggu yang lalu kami menikah dengan acara pesta yang hanya dihadiri beberapa tamu saja.


Tidak begitu ramai.


Aku melirik mas Haris yang tertidur pulas. Wajahnya begitu menenangkan.Tapi.... Kenapa saat terbangun wajah itu berubah dingin melebihi dinginnya es.


Aku tau mas haris terpaksa menikah denganku.Dan aku tau ini juga salahku.

__ADS_1


Aku melewati hari-hari dengan wajah datar tanpa ekspresi.Dalam seminggu ini tidak seberapa kata yang keluar dari mulutnya dan selama ini pula mas Haris sering pulang malam.Entah kemana dia aku tidak tau.


Kami sekamar tapi dengan diam yang entah kapan selesainya.Sering bertemu tapi tak saling sapa.


Aku tidak berani bicara dan bertanya kepadanya.Karena dia sudah memperingatiku untuk tidak mencampuri urusannya.


Sore ini, aku baru saja pulang dari tempat kak Rania. Masuk kedalam mension dengan suasana yang hening dan sepi. Kedua mertuaku pergi ke luar negeri.Disini hanya ada beberapa orang pekerja selain aku dan mas Haris.


Mas haris tidak pernah melarangku untuk pergi kemana dengan siapa,dia sama sekali tidak peduli biarpun aku Istri nya.


Kesempatan ini aku gunakan untuk bertemu dengan kak Rania dan mencari suasana untuk menenangkan pikiran.


Aku masuk kedalam kamar yang ukurannya lebih besar dari ukuran kamarku waktu mengontrak.


Melihat kamar yang masih utuh menandakan mas Haris belum pulang.Tak peduli,aku masuk ke kamar mandi dan melaksanakan ritual mandi.


Usai mandi aku keluar memakai handuk,tadi aku lupa membawa baju ganti.Setelah melihat keadaan aman,aku segera berlari mengambil baju dilemari pakaian.


Prankkk.....


Aku terkejut mendengar pintu kamar terhempas dengan keras. Mas haris masuk dengan tatapan mematikan.


"Apa yang terjadi?"Itulah pertanyaanku saat ini.


Mas harris berjalan kearahku, ia menarik kasar tanganku dan menyeretku kedalam kamar mandi.Bukan itu saja,ia juha membenamkan kepalaku kedalam bak yang terisi air.Aku tidak bisa bernafas.


Aku berguman agar mas haris menganggkat kepalaku,berusaha untuk keluar dari bak itu. Namun, tenagaku tak seberapa. Aku lemas tak berdaya.


Mas haris mengangkat kepalaku kemudian menarik rambutku dan mendorong tubuhku kedinding.Aku tersudutkan.


Nafasku naik turun tak beraturan.


"Sakiiiiit mas........!"jeritku.


Namum mas Haris tak peduli,kemarahannya membuatku hampir mati.


Aku mengangkat kedua tangan kearah kepala belakang,berusaha melepaskan tangan mas Haris yang terus saja menarik rambutku.


Seketika handuk yang aku pakai jatuh ke lantai.Sekarang tak ada satu benang pun yang melekat ditubuhku.


Mata yang menatap tajam kini berpindah kearah tubuhku.Aku gemetaran takut sekaligus malu.


Mas haris menarikku keluar dari kamar mandi, ia menghempaskan tubuhku ke kasur kemudian mas Haris membuka jas yang dipakainya.Menyadari apa yang akan dilakukan aku berusaha untuk kabur.


Sayangnya,tangan mas Haris sudah lebih dahulu menarik kakiku,sekarang aku berada dibadapannya dengan tubuh yang terkunci.


"Jangaan mas...... Jangan lakukan ini padaku..."aku memohon kepada pria yang sudah menjadi suamiku.


Namun mas Haris tidak mempedulikannya,hari ini dia seperti harimau kelaparan.


Mas haris menc**** tanpa peduli dengan perasaanku.Berlahan air mata ini keluar membasahi pipi. Aku tak menyangka kalau mas Haris akan melakukan ini kepadaku.


Berlahan tangannya berpindah kebagian se*** dan melakukan semua yang membuatku tak berdaya.


Menarik sedikit bibir ia melanjutkan kebagian b***.


Aku kesakitan setelah ia mengambil keperawananku secara paksa. Diiringi dengan air mata,aku meringkuk di ranjang yang berukuran jumbo.


Sedangkan pria yang berada disampingku tertidur pulas setelah pe****.


Ada apa dengan mas haris?kenapa tiba-tiba dia kasar kepadaku? Padahal aku tidak pernah mencampuri urusannya.

__ADS_1


*******Maaf guys karena tidak memperjelas cerita tentang masalah suami istri Mas haris dan Rain karena authornya malas menulis hal yang harus dirahasiakan.Cukup bagi kakak yang sudah menikah saja yang tau.


Kalau kakak ingin membayangkan apa yang terjadi monggo dinikmati... Author tak melarangnya.Hak kalian untuk membayangkan atau tidaknya. Tapi maaf Author tak ber tanggung jawab kalau kalian Merasa kepanasan....😁 😁 😁 😁


__ADS_2