
Aku pergi ke acara pernikahan karyawanku. Aku pergi bersama Adam menaiki mobil menuju Lokasi.
Tiba disana kami masuk dan memberi selamat kepada Sella dan suaminya.Setelah itu kami pergi menuju meja tamu,aku duduk disana bersama beberapa orang yang juga karyawan perusahaan.
Menebar pandangan keseluruh penjuru. Tanpa sengaja mataku berhenti di salah satu perempuan yang terlihat cantik dimataku, dia masuk kedalam pesta bersama dengan temannya.
Entahlah,aku tidak tahu itu teman atau Asisten nya.
Mereka berdua mendekati mempelai wanita.Aku melihat mereka berbincang-berbincang kemudian tertawa.
Tak henti mataku memandang perempuan itu, sampai duduk dimeja tamupun aku memperhatikannya.Banyak mata memandangnya membuatku tak suka.
Aku pergi ke toilet untuk mencuci tangan dan buang air kecil.Selesai ritual buang membuang aku keluar bmenuju tempat pesta.
Dijalan aku melihat perempuan itu berlari kecil ke arahku.Tiba-tiba ide muncul dibenakku.Aku berpura-pura sibuk dengan gawaiku dan berjalan di jalannya.
Daannn..
Benar saja dugaanku, dia menabrak dadaku.Dia meminta maaf dan bergegas pergi meninggalkanku yang masih berdiri disini.
Entah sudah berapa menit aku menunggu akhirnya orang yang kutunggu muncul, dengan cepat tanganku menariknya.
Entah kenapa keseimbanganku hilang dan membuat kami dalam keadaan berhimpitan seperti berpelukan.
Aku terdiam sejenak,dadaku terasa berdetak tak beraturan.Aku merasakan pelukan hangat darinya.
Sungguh aku menikmatinya.
Tersadar akan hal ini,dengan cepat dia menjauhiku kemudian meminta maaf atas apa yang sudah terjadi.
"Maaf pak saya tidak sengaja dan tidak bermaksud lancang. Saya benar-benar minta ma..."
Melihat bibir mungilnya membuat perasaanku tak karuan,hasrat yang tak terbendung lagi, dengan sadar aku mencium bibirnya.
Rasanya manis seperti orangnya.
Dia melepaskan tanganku dari wajahnya kemudian menamparku yang saat ini masih menatapnya.
Dengan rasa marah dia pergi namun aku menahannya.Seketika langkahnya berhenti, aku berjalan kearahnya.
Aku tau dia marah padaku, aku memang salah karena sudah lancang menyentuhnya.Sebenarnya aku tidak merencanakan ini.
Mungkin tuhan berkehendak lain.
"Saya minta maaf atas apa yang telah terjadi."
Mendengar perkataanku, dia menatapku kemudian pergi.Aku Panasaran apa yang ada diotaknya saat ini.
"Tidakkah dia meminta maaf padaku atas apa yang telah dia perbuat?Atau mungkin dia berpura-pura lupa?jika saja aku tidak menyukainya,mungkin aku tidak akan meminta maaf padanya dan tidak akan memaafkannya."menolokku dalam hati.
"Seharusnya anda mempertanggung jawabkan atas apa yang sudah anda perbuat."ucapku datar tanpa ekspresi.
Aku menatap dan menerka-nerka apa yang ada dalam pikirannya.
Entah kenapa dia menggelengkan kepala akupun tak tau.Aku hanya memandangi bagaimana reaksinya.
"Maaf saya sudah menabrak bapak tapi sebenarnya saya tidak sengaja pak, saya kebelet sekali dan membuat saya terburu-buru hingga menabrak bapak, saya benar-benar minta maaf."
__ADS_1
Wanita ini menjelaskan panjang lebar sambil memohon agar tidak diperpanjang.
Aku ingin membawanya ke suatu tempat.
"Saya pikir tak semudah itu untuk minta maaf." jawabku menarik bibir.
"Hahh..?"dia mengerutkan dahi kebingungan.
"Pak saya sudah minta maaf loh..."racaunya kemudian.
Tanpa peduli perkataannya, aku menarik dan membawanya ke mobil dengan rencana yang sudah kusiapkan.
Ditengah jalan lagi-lagi wanita ini protes.
"Maaf pak saya mau dibawa kemana?"
Aku tidak memperdulikan pertanyaannya.
Beberapa langkah menuju mobil tiba-tiba perempuan yang ada disampingku menggigit tanganku dan kabur.
Sial.....
"Perempuan ini benar-benar ingin mencari masalah denganku!"
Aku masuk ketempat acara pesta mencari wanita yang sudah beraninya kabur dariku.
Setelah menemukannya, aku mengajak Adam untuk duduk disana. Adam sempat bertanya,
" Sudah ikuti saja..."aku menjawab sambil berjalan menuju meja yang ditempati perempuan tadi.
Ok, mari kita lihat bagaimana aksinya setelah aku disana.
Baguslah....
Kami duduk setelah dipersilahkan oleh Rania,sebenarnya tidak perlu meminta ijin tapi ini hanya sekedar basa basi saja.
Aku sengaja duduk berhadapan dengan perempuan itu.Sengaja aku menatapnya sekali-kali menjawab pertanyaan Rania.
Lucu dan gemas saat melihat wajahnya yang mirip kanebo setelah menyadari keberadaanku.
"Rania ini teman kamu?"tanya Adam yang sudah aku nanti-nantikan.
"Ahhh iya pak ini teman saya."jawab Rania.Kemudian dia memperkenalkan kami kepada perempuan yang sudah seperti patung.
"Rai kenalkan ini pak Adam dan pak Harris CEO diperusahaan tempat aku bekerja."jelas Rania ke wanita itu.
Adam mengeluarkan tangan dan dibalas dengan senyuman.
Bibirnya itu... Aiiiishhhhhht.
Wanita itu melihat kearahku dan menyambut tanganku dengan tangan yang gemetar.
Dengan senang hati aku mengenalkan diri dengan menekan nama HARIS.
"Entah kenapa rasanya puas melihat wanita ini ketakutan hingga kehilangan suara."
Jujur aku tak begitu dengar namanya. Namun dari perkataan Rania tadi namanya Rai.
__ADS_1
Acara perkenalan selesai.Rania dan Adam berbincang-berbincang sesekali menanyaiku.
Sedangkan wanita yang bernama Rai duduk mirip patung.Tidak ada pergerakan sedikitpun hanya matanya saja yang berkeliaran.
Entah kenapa tiba-tiba aku merasa ingin tahu pekerjaannya,selama ini aku tak pernah melihat nya baik di perusahaanku ataupun dibeberapa perkantoran lainnya yang pernah kukunjungi.
Adam dan Rania sibuk berbincang-berbincang tentang pekerjaan namun berbeda denganku. Aku sibuk memerhatikan wanita yang ada didepanku.
Dia menunduk ketakutan.Aku heran kenapa dia begitu takut dengan pria segagah ini?
"Kamu kerja dimana?" tanyaku menatapnya.
Rania dan Adam melihat kearah kami berdua.
"Aa.....aku...."dia menjawab gugup.
Suara dering Hp berbunyi membuat pertanyaanku tak dapat jawaban.Aku terus saja perhatian gerak geriknya.
Tapi kenapa dia tersenyum seperti itu?
Apa ada sesuatu yang disembunyikan? Atau mungkin orang yang menghubunginya adalah kekasihnya?Oh pantas saja dia tersenyum seperti itu.
Tapi ada apa denganku, kenapa aku tiba-tiba seperti ini? Kenapa perasaanku menjadi penasaran begini?
Hahhhh sial.....
"Maaf saya permisi sebentar."kata wanita itu sambil berlalu pergi.
Dia berjalan pergi menjauhi kami mungkin keluar karena disini sangat berisik oleh bunyian musik.
Entah apa yang dibicarakan,sehingga memakan waktu yang cukup lama.Apa dia bermesraa-mesraan dengan orang yang mengunjunginya.
Hahhh... benar-benar membuat hatiku oanas saja.
Beberapa menit kemudian Rai dan Rania pamit pulang,mereka meninggalkan tempat acara.
Aku mangajak Adam pergi karena sudah tak betah lagi berlama-lama disini.Kamipun pergi menuju parkiran dan pergi meninggalkan tempat parkiran menuju jalan utama.
Tiba-tiba Adam berhenti, ia menurunkan kaca mobil.Tentu saja aku melihat kearah adam bicara.
"Kalian belum pulang?" tanya Adam kepada Rania dan siapa itu namanya? Rai.. Oh iya Rai.
"Belum pak ini masih menunggu jemputan."jawab Rania.
"Ohw...."Adam mengangguk mengerti.
Aku berharap Adam memberi tumpangan tapi mobil jemputan mereka tiba.
Aku melihat perempuan yang bernama Rai bergegas menuju mobil tersebut.Mungkin dia masih takut padaku.
Setelah Rania minta ijin pamit,aku menyuruh Adam untuk pergi meninggalkan tempat pesta.
Diperjalanan aku masih saja memikirkan perempuan yang bernama Rai.Entah kenapa aku merasa telah jatuh hati padanya.
Dari sikapnya menunjukkan bahwa dia tidak sama dengan wanita yang diluar sana.
Biasanya,banyak wanita yang kegatelan saat berada didekatku.Tapi,berbeda dengannya.
__ADS_1
\*\*\*\*\*Jangan lupa Vote-like-komen\*\*\*\*\*