AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Harris


__ADS_3

Kembalinya Rein suatu kabar yang mengembirakan.Tapi kepulangannya juga kabar buruk untukku.


Hari itu aku pergi ke Eropa untuk satu bulan itupun sudah sangat cepat aku menyelesaikan pekerjaan disana.Tapi sayangnya,ketika aku kembali ternyata Rein sudah bertunangan dengan Miran.Bagaimana bisa dia menerima pria itu dengan mudah?


Aku bertemu dengan kolega disebuah cafe X.Setelah urusan kami selesai,aku hendak pulang.Tapi,saat aku melangkah keluar netraku tidak sengaja melihat dia dengan seorang pria yang berprofesi sebagai dokter dan pengusaha.


Tentu saja aku sangat marah.Darahku mendidih ketika pria itu mendekati Rein.Dan beranani-raninya dia menyentuh kepala Rein,wanita pujaanku.


Tanpa pikir panjang aku mendekati mereka dan menarik lengan Rein.Kedatangku membuat mereka terkejut.Tapi aku tidak peduli karena dia wanita yang hanya aku yang bisa memilikinya.


Rein melepaskan tanganku,ia kesal karena aku datang menganggu makan siangnya.Tapi peduli apa aku?


Rein marah kepadaku karena pria itu,tentu saja aku emosional dan melayangkan pukulan kepada dia.Apalagi dia mengaku-ngaku telah bertunangan dengan Rein.Hahhhh!!dia pikir aku ini bodoh?!


Aku menarik Rein keluar meninggalkan cafe.Tapi saat di depan cafe ia menghempaskan tanganku dan mengatakan jika ia benar telah bertunangan dengan Miran.


Bagaimana perasaan kalian?saat mendengar itu langsung dari wanita yang kita cintai.Sakit,kecewa yang tak terkirakan.


Aku sangat marah padanya.Tapi sakit ini membuat air mata ini jatuh mewakili rasa yang tak terkira.


Aku meninggalkan Rein ke dalam mobil dan membawanya dengan kecepatan tinggi.Aku tidak peduli lagi dengan diriku.Mata ku tertutup emosi,dan berakhir dengan menabarak tiang listrik.


Disana aku tersadar dengan apa yang sudah aku lakukan.Untungnya hanya mobil yang penyok.


Aku memukul stir mobil dan menangis.Biarlah orang mengira jika aku ini laki-laki cemen,tapi jika kau mengalaminya maka kau tak akan sanggup.Sama sepertiku,tidak sanggup untuk menjalani hari-hari tanpa dia.


Kepergiannya ke Australia sudah membuat hidupku kosong apalagi jika dirinya menikah dengan pria itu.Hidupku tambah hancur karena harus menyaksikan kemesraan mereka.Aku tidak bisa menerima itu!


Aku kembali mengendarai mobil dan berhenti dijalan yang sepi.Aku turun dari mobil dan melepaskan emosiku keseluruh alam.Aku berteriak sekeras-kerasnya dengan emosi yang membuncah.Aku tidak bisa berfikir jernih saat itu.Orang yang berlalu lalang memandangiku mungkin mereka keheranan dengan perbuatanku yang sumpah seraoah tak jelas.


Beberapa menit kemudian aku masuk kembali ke mobil,dan melanjutkan perjalanan menuju Mension.


Tiba dimension aku masuk ke kamar dan menghempaskan pintu dengan keras.Sampai orang-orang yang berada dirumah terkejut.


Tiba dikamar aku menghalau semua barang-barang yang tertata di meja.Semua aku buang dan aku lempar kesana kemari untuk melepaskan semua amarah yang tak bisa dikendalikan.


Reiiiiiiiiiiiiin...!!!!!!!! Argh.....!


Aku menjerit kesakitan karena pecahan kaca masuk ke telapak tanganku.Aku memperhatikan dara itu yang mengucur deras.Aku tertawa pilu.


"Tuan bukak pintunya,tuan."

__ADS_1


Aku mendengar suara gedoran dari bi Inah.Ia pembantu yang sudah lama bekerja dimension ini.


Beberapa kali ia mengedor tapi aku tidak peduli.Entahlah,saat aku terjaga aku sudah berbaring di kasur dengan tangan diperban.


Aku duduk dan melihat Adam berdiri di depanku.


"Apa yang kau lakukan?!apa kau ingin mati hah?!"


Aku sangat terkejut dengan sikap Adam yang berubah ganas seperti yang baru saja terjadi.Selama ini aku tidak pernah melihat dia berang seperti itu dan baru kali ini dia berani memarahiku dan menatapku ******.


Melihat aku yang ternganga,Adam membuang arah pandangannya keluar.Ia pergi mendekati jendela dan berdiri tegak disana.


"Apa yang terjadi?kenapa kau marah-marah dan membuat kekacauan seperti ini?"tanya Adam membelakangiku.


Aku menyandar dan memejamkan mata.Mengingat kalimat yang diucapkan Rein tadi siang.Kalimat itu masih merobek hatiku bahkan saat terjaga dari alam tidur.


"Bagaimana perasaanmu jika wanita yang sangat kau cintai menikah dengan orang lain?"tanyaku pada Adam.


Adam berbalik badan,ia menoleh kearahku dengan mengerutkan keningnya.


"Apa ini berkaitan dengan Rein?"tanyanya balik.


Adam terdiam,ia tidak bisa menjawab karena ia mungkin sudah tahu jawaban jika ia mengalaminya.


"Apa dia akan menikah dengan pria itu?"


"Ya,dia akan menikah dengannya sebulan lagi.Saya harus bagaimana?"


"Kau tau jawaban yang akan aku ucapkan.Jadi jangan bertanya kau harus apa.Karena aku pasti menjawabnya dengan melepaskan dia.Biarkan dia bahagia,dan mulailah hidup baru dengan suasana baru."


"Apa saya bisa?"


"Tentu saja,kau pasti bisa dengan tinggal diluar negeri.Hingga kau berhasil melupakannya."jawab Adam enteng.


"Hhhhh!!"


Aku tergelak mendengar itu.Ucapan Adam membuatku ingin melempar dia keluar jendela ini,agar dia tahu bagaimana rasanya dikhianati cinta.Disakiti oleh cinta dan..... sudahlah aku tidak bisa menjelaskannya.


"Sebaliknya kau keluar!"


"Kenapa?apa aku menganggumu?Tidak,aku tidak akan membiarkan kamu sendiri disini."

__ADS_1


"Keluarlah..!"bentakku membuat Adam menarik nafas kasar.


"Tidka!aku ditugaskan oleh Deddy untuk menjaga kau disini..!"jawab Adam menolak untuk keluar.


Aku menarik nafas kasar kemudian berdiri keluara.


"Kau mau kemana?"seru Adam dari kamarku.


Aku diam dan terus saja berjalan menuruni anak tangga.Kemudian aku berjalan ke kolam renang yang ada dibelakang Mension.Aku duduk di kursi goyang dengan pandangan kosong ke arah kolam renang itu.


Entah kenapa tiba-tiba mataku tertuju kepada gundukan tanah yang sudah aku beri keramik.Aku memandangi kuburan anakku dan segera mendekat.


Tiba disana,aku mengusap batu nisan putriku.


"Sayang...kau tau tidak,jika ibumj akan menikah.Tapi dia menikah dengan orang lain.Sayang,ayah berjanji akan merebut ibumu dari dari pria itu.Bagaimanapun caranya,ayah akan merebutnya kembali."


Itulah percakapanku saat dipusara putri kami.Aku berdiri meninggalkan mension dan kembali ke apartemen.Sedangkan Adam mengikutiku kemana aku pergi.


"Pulanglah,aku baik-baik saja!"


"Tidak,kau sedang tidak baik-baik saja."


"Pualngalah!!!!"usirku membentaknya.


Adam masih diam terpaku.Ia tidak mendengar perintahku tadi.Jadi,untuk apa aku berteriak keras?


Baiklah,jika seperti ini maka aku akan bersikap baik.Yaa,aku akan menjadi orang tenang agar Adam tidak lagi membuntutiku.


~


Seperti yang aku katakan,sikap tenang dan menerima semua yang sudah terjadi berhasil membuat Adam percaya.Ia tidak lagi membuntutiku beberapa hari ini.Syukurlah.


Keberhasilanku menipunya membuat aku lebih leluasa membututi Rein dan Miran.Yaa,aku membuntuti gerak-gerik pria itu.Aku sudah merencanakan sesuatu,sesuatu yang akan mengembalikan aku dengan Rein.


Lihatlah apa yang akan aku lakukan,Miran!


*****


Jangan lupa Vote-like-komen-favorit-hadiahnya-bagikan.Agar Author semakin semangat dan bekerja keras untuk membuat pembaca puas.


Salam dari Sumatera Barat😎

__ADS_1


__ADS_2