
Teruntuk Miran Mehmet.
... "*Miran,maafkan aku harus pergi tanpa pamit.Aku pergi jauh untuk meninggalkan kamu.Aku ingin kamu menikah dengan perempuan pilihan pak Bahadir,ayahmu Miran.Dia pantas untukmu,dia sangat cantik dan setara dengan keluargamu....
Miran,sekali lagi aku minta maaf.Kepergianku ini untuk mencari hidup dan makna dari kata* Cinta.*Aku meninggalkanmu karena aku belum memiliki perasaan apa-apa terhadapmu.Aku berharap setelah kepergianku,kau memiliki kehidupan baru.Aku meminta agar kau jangan pernah sia-siakan dia.
Salam,Rein Hasbi Asyifa*.
Aku meninggalkan secarik kertas dinakas Apartemen Miran.Pagi tadi aku pergi meninggalkan negara itu secara diam-diam.Kepergianku tentu saja beralasan.
Sebab,sejak aku disana.Miran jarang ke tempat orang tuanya setelah perjodohan itu.Miran mengatakan bahwa ia tidak mau menikah dengan perempuan itu.
"Rein,aku sangat sayang kepadamu.Aku akan katakan kepada Ayah bahwa kau calon istriku."
Aku menatap Miran."Jangan lakukan itu,permintaanmu itu akan menyakiti perasaan pak Bahadir.Aku tidak mau berseteru dengan keluarga kamu,Miran.Kalian sangat baik padaku,lalu bagaimana bisa aku melukai kalian dengan cara ini?Aku tidak mau Miran.Aku tidak cinta padamu."
Setelah mengatakan itu,aku berlalu pergi meninggalkan Miran.Tapi,tangan pria itu mencekal lenganku.
"Apapun alasannya,aku akan katakan pada ayah,"jawab Miran yakin
"Apa kau sudah gila,Miran?"
"Yaa,aku sudah gila...!tapi aku tambah gila jika menikah dengan perempuan itu.Apa kau tak mengerti perasaanku?"jawab Miran menekan dadanya.
Aku terdiam dengan air mata yang berurai membasahi pipi.Aku tidak tahu harus jawab apa,sebab,aku juga bingung dengan perasaanku saat ini.
"Maafkan aku,Miran."
Miran melepas tangannya,ia pergi meninggalkan aku yang masih berdiri disini.Aku tidak tahu Miran mau kemana,mungkin dia pergi untuk menenangkan pikirannya.
Hari-hari berlalu.Apa yang aku khawatirkan terjadi juga.
"Aku akan menikahinya!!"seru Miran kepada pak Bahadir.
Kedua pria tersebut berseteru didalam istana yang megah itu.Dimana yang satu ingin menikahiku dan yang satu tidak setuju.
__ADS_1
Melihat permandangan itu membuat banyak mata melirikku tak suka.Mereka mengira akulah penyebabnya.
Aku pergi meninggalkan istana itu.Pergi mencari angin segar agar menjernihkan pikiranku yang kalut ini.Aku duduk termenung ditaman kota memandangi bunga-bunga yang bermekaran.
Mereka sangat indah.
Aku kembali pulang setelah Miran meneleponku.Di apartemen itu aku menemui Miran yang sedang berdiri didepan jendela kaca.Ia memasukkan tangannya ke saku-saku celana.
Aku memberanikan diri masuk keruangan itu.Miran memutar badannya dan mendekatiku.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku,"ucapnya saat memelukku."Jadi berilah aku waktu dan ruang untuk mengisi kekosonganmu,Rein."sambungnya.
Aku diam membiarkan pria itu memelukku.Aku memberi senyum kepada Miran agar dia mengira aku baik-baik saja.
Miran menyuruhku makan dengan makanan yang sudah ia beli.Sedankan pria itu pergi ke kamar sebelah tempat ia tinggal.
Aku memakan makanan itu karena sudah sejak tadi belum makan apapun.Usai makan aku duduk di balkon kamar menghubungi Zabi.
"Hallo kak,bagaimana kabar kakak selama disana?"tanya Zabi diseberang sana.
"Kakak mau pulang?tumben,katanya mau disana dulu.Baru beberapa tahun sudah pengen pulang."
"Kakak kangen sama adik kakak satu-satunya.Kakak juga kangen dengan negara kita,jadi kakak mau pulang,"
"Hahhh,okelah kalau begitu.Aku tunggu ya kak,"jawab Zabi senang.
"Iyaa...."
Panggilan terputus.Aku menaruh hp di atas nakas.Kemudian mengambil beberapa barang dan memasukkannya kedalam koper.
Jam 8 malam aku sudah tertidur.Melihat itu,Miran mengurungkan niatnya untuk mengajakku keluar.Ia menatap wajahku kelelahan.Sesekali mengusap pipiku.Ia keluar setelah hpnya berdering.Miran keluar dari ruangannya menuju kamarnya.
Jam 5 subuh,aku sudah tiba dibandara.Saat ini aku hendak pergi ke Australia ketempat mas Zain.Aku kesana untuk menemuinya sekalian mengambil barang-barang yang memiliki kenangan selama disana.
Beberapa menit menunggu akhirnya pesawat yang aku tumpangi lepas landas.Daru kaca itu aku memperhatikan lampu-lampu bangunan kota itu.Aku mematikan HP dan tertidur.
__ADS_1
Aku terbangun saat pesawat yang aku tumpangi sudah tiba di salah satu bandara di Australia.Aku disambut oleh mas Zain dan kak Zehra.Mereka membawaku ke Istana mereka.
Selama diperjalanan aku menceritakan semuanya kepada mas Zain dan Zehra.Aku juga menyampaikan alasan-alasanya.Mas Zain tidak bisa memaksaku untuk menikah dengan Miran,begitu pula dengan kak Zehra.
Mereka memintaku untuk tinggal beberapa hari.Akupun menyetujuinya.
Selama di Australia,hpku terus saja berdering.Baik dari panggilan ataupun pesan dari Miran.Tak satupun pesannya aku balas.
Setelah seminggu berlalu.
Aku kembali ke Indonesia saat mendengar kabar bahwa Miran ke Australia.Aku berusaha menjauhi Miran dan memblokir nomornya.
Aku tiba di Indonesia dan disambut oleh keluarga besar bu laila,Zabi dan kak Rania serta suaminya.
Mereka membuat acara syukuran dan berdoa atas kesembuhanku.Aku sangat terharu,mereka semua sangat menyayangiku bak keluarga.Aku mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar mas Zain yang di Indonesia.Dan kepada kak Rania yang sudah menikah selama aku keluar negeri.
Aku tinggal dirumah mewah yang baru saja aku beli.Aku juga mengunjungi Butik yang selama ini dikelola oleh Zabi. Kehidupanku kini sudah melebihi rata-rata.
Aku dijuluki oleh orang-orang ratu konglomerat.Walau begitu,aku tidak menikmati kekayaan ini sendiri.Aku memberi bantuan ke kampung-kampung dan membangun mesjid yang sedang renovasi namun dana tidak cukup.Aku membantu mereka.
Bukan itu saja,aku juga mengadakan acara disetiap kota khusus untuk orang-orang miskin seperti anak jalanan,pengamen,pemulung dan lainnya.Acara tersebut disambut baik oleh masyarakat disana,mereka sangat terbantu dengan diadakan acara itu.
Ternyata kabar ini tiba ditelinga mantan suamiku.Dia mendatangiku saat acara tersebut berlangsung.Aku melihat mas Harris yang sudah jauh berbeda dari yang dulu.Dia kini terlihat sedikit kurus dan tatapannya tidak setajam beberapa tahun yang sulam.
Kedatangan mas Harris untuk meminta maaf padaku,ia mengakui kesalahannya dan memintaku untuk tidak membencinya.
"Jika kau mau,silahkan masukkan aku kedalam penjara.Aku akan menerimanya asalkan kau tidak membenciku,"ucap mas Harris membuatku kasihan.
"Aku sudah memaafkanmu mas,tapi aku minta untuk yang terakhir kalinya,jangan pernah kau ulangi lagi perbuatanmu mas."
"Aku janji tidak akan mengulanginya,"jawab mas Harris senang.
"Aku tidak butuh janji,aku butuh buktikan.Hanya itu saja,"jawabku membuatnya tersenyum.
"Aku akan buktikan padamu,Rein."
__ADS_1
...******Like-vote-komentar-favorit-Hadiah*****...