
Seperti janjinya kemarin,Miran bersama mas Zein datang ke butik.Aku menyambut mereka dengan gembira.Kami berbincang-bincang dan mas Zain pamit.Ia meninggalkan Miran bersamaku.Kami sempat berbincang-bincang dan ia pamid untuk pulang ke apartemennya dikota A.
Satu bulan kemudian,aku dan Miran pergi ke Cafe X untuk makan siang.Sedangkan mas Harris sudah beberapa hari ini tidak tau kabar beritanya sejak kepulangan ku dari kota X.
lanjut di Cafe....
Tiba di Cafe X aku dan Miran duduk di meja yang letaknya dibagian tepi,aku sengaja tidak memilih ruang VIP karena ingin menikmati suasana ini dengan apa adanya.
Setelah duduk,aku memilih beberapa menu kesukaanku dan juga kesukaan Miran.Walau Miran orang turki,tapi ia sudah sering ke Indonesia.Jadi sudah sedikit tau makanan mana yang enak dilidahnya.Kami memakannya dengan sangat lahap.
Berselang waktu,tiba-tiba Miran mendekatiku dan membuatku aku gugup dan salah tingkah.
"Ada yang kesangkut dijilbabmu,"ucapnya tersenyum.
Aku menarik sedikit bibir,rasanya aku ingin tertawa dengan pemikiran yang membuatku menghalu.
Ditempat lain,Harris tidak sengaja melihat aku bersama Miran diCafe X.Ia baru saja berjumpa dengan rekan bisnisnya di Cafe X.
Tiba-tiba mas Harris datang dan menarik lenganku.Tentu saja aku terkejut begitu juga dengan Miran.
"Ayo ikut aku!!"ucap mas Harris dengan nada ketus.
"Mas jangan tarik-tarik aku."
Mas Harris diam,ia sangat emosional ketika melihat aku bersama Miran.Miran berdiri,ia melepaskan tangan Harris.Mas Harris memutar kepalanya ke arah Miran,mereka bertatapan seakan sedang berperang.
Mas Harris menarik krah baju Miran.Ia melotot dengan tatapan membunuh.
"Rein milikku!!jadi kau jangan pernah mencoba mendekatinya!"ucap Harris bengis.
Miran menepis tangan mas Harris.
"Kata siapa dia milikmu?Dia itu tunanganku!"jawab Miran berang,ia menarikku kedekapannya.
Mas Harris menatapku kemudian melayangkan pukulan ke wajah Miran.Tentu saja aku terpekik karena terkejut.
Bugh.....bugh....
Pukulan itu melayang bertubi-tubi membuat Miran tidak bisa melawan.Ia terhuyung ke lantai dan berusaha melindungi kepalanya.Sedangkan aku berusaha menarik Harris dari Miran.
"Berhenti mas.!!kau sudah melukainya."
__ADS_1
"Biar saja.!!aku tidak peduli,"jawab Harris kemudian ia menarik lengan membawaku keluar.
Sampai di depan Cafe,aku menghempaskan tangan mas Harris karena kesal.
"Aku ngak mau pergi sama kamu mas.!"
"Kenapa?"
Aku diam,ingin menjawab tapi ragu.
"Kenapa?kau mau ketempat pria itu?"sambung mas Harris menunjuk kedalam Cafe dengan kembali menggenggam tanganku.
Aku mendongak kepal menatap mas Harris.
"Maafkan aku mas,aku dan Miran sudah bertunangan."
Bbuuuumm.....bagai petir menyambar disiang hari.Mas Harris melepaskan tangannya dari pergelangan tanganku.
"Jadi,selama sebulan aku pergi keluar negri kamu bertunangan dengan dia?"tanya mas Harris tidak percaya,ia tergelak.
"Jangan bercanda,Rein."lanjutnya kemudian.
"Aku tidak bercanda mas.Kali ini aku serius."
"Rein,jangan menikah dengan dia,aku masi mencintaimu Rein,aku mohon tolong jangan menikah dengan dia.Kita__kita masih bisa kembali bersatu bukan?"tuturnya memohon.
"Tidak mas,kita tidak bisa bersatu.Aku sudah memaafkan mu,tapi aku tidak bisa kembali dengan kamu.Aku mencintai dia mas,katena itu maafkanlah aku,"jawabku dengan rasa yang entah bagaimana untuk menjelaskannya.
Mas Harris menatapku,linangan air mata membasahi pipi pria itu.Ia menggenggam erat tangannya menahan rasa sakit,amarah,emosi dan rasa kecewa.Aku juga melihat gemertak giginya dengan ekspresi yang tidak aku mengerti.
"Untuk kali ini maafkanlah aku mas,"ucapku kemudian.
Mas Harris mundur beberapa langkah.Kemudian ia pergi ke dalam mobil dan mengendarainya dengan sangat kencang.
Kepergian mas Harris membuatku rubuh ke tanah.Aku terduduk dengan air mata yang membanjiri pipiku.Sejak tadi aku berusaha menahannya tapi jatuh juga.Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan.Saat ini aku tidak mengerti kenapa perjalanan cintaku harus berakhir seperti ini.
Aku tidak ingin menyakiti perasaan siapapun tapi kini aku sudah menyakitinya sangat dalam.Aku terjebak dalam cinta yang rumit.Aku mengusap wajah dengan kasar,mencoba menghapus air mata yang terus keluar dari pelupuk mata.
Beberapa saat Miran mendekatiku,ia mengusap punggungku dan memelukku.
"Maafkan aku,Rein,"ucapnya kemudian.
__ADS_1
Miran berusaha menenangkan aku agar tidak terlalu memikirkannya.Miran khawatir jika aku kembali seperti dulu.
"Tenanglah Rein,semuanya akan baik-baik saja."
Aku diam,saat ini aku tidak tau harus bicara apa lagi.Hubunganku dengan Miran sudah membuat seseorang terluka cukup dalam.Tapi aku tidak bisa meninggalkan cinta ini begitu saja,sebab Miran dan aku sama-sama saling jatuh cinta.Miran sudah begitu banyak berkorban untukku.
~
Beberapa hari kemudian,aku masih termenung didalam kamar.Aku disini masih memikirkan semua yang sudah terjadi,aku bertanya-tanya kenapa semua ini harus menimpa hidupku.
Mungkin karena banyak pikiran,aku masuk kerumah sakit karena kelelahan dan tekanan batin.Aku dirawat dirumah sakit dua hari.Selama dirumah sakit,Miranlah yang menjagaku.Sedangkan mas Harris tidak pernah lagi muncul di kehidupanku.
Mas Harris menghilangkan setelah kejadian itu,walaupun aku sudah menghubunginya dan mengirim pesan atas permintaan maafanku kepadnya.Aku mengatakan untuk mengikhlaskan aku bersama Miran.Tapi sayangnya,mas Harris tidak pernah menjawab panggilan maupun pesanku.
"Rein,kamu jangan pikirkan itu lagi.Sekarang dia sudah tidak menganggu kamu lagu dan berarti dia sudah mengikhlaskan kamu nikah dengan Miran,"ucap mbak Susi saat aku sedang di kamar.
"Iya mbak,aku sudah tidak memikirkan itu lagi kok,"jawabku tersenyum.
Walaupun begitu,aku masih khawatir karena mas Harris tiba-tiba menghilang begitu saja.Aku merasakan firasat buruk yang akan terjadi,tapi semua kutepis dan mencoba untuk melupakan itu.
"Syukurlah kalau begitu.Oh ya Rein kamu sudah merencanakan foto prawedding dimana?kata mas Zein kamu mau foto di kota A.Apa benar?"
"Iya mbak.Aku memilih tempat itu karena disana tempatnya bagus banget dan lagi trending di medsos."
"Iya,aku juga sudah beberapa kali melihat foto-foto diwisata itu.Cakep-cakep penampilan mereka apalagi permandangan air terjunnya itu.Uuuuh cantik bangeeet,"kata mbak Susi gemes sendiri.
"Aku jadi pengen foto disana berdua sama pasanganku.Tapiiii syangnya aku tak punya pasangan.Huaaaaaa....."rengek mbak Susi membuatku gemas melihat kelakuannya.
Aku menonjol kening mbak Susi yang meratapi nasibnya.
"Belom jodoh mbak,kalau jodoh nanti ketemu sendiri."
"Kamu ngomong begitu karena udah mau nikah dua kali.Kalo aku,sekali aja belum apalagi dua."
"Tapi menurutku labih seru jomblo mbak.Kalau seperti aku,mbak tahu sendiri kan bagaimana ceritanya."
"Iya tau.Tapi sekarang hubungan kalian tidak ada lagi yang menghalangi.Kan mas Harris sudah tidak menemui kamu lagi."
"Iya mbak,aku berharap pernikahan kedua ini bertahan hingga akhir hayat yang memisahkan kita.Karena aku tidak mau lagi memiliki permasalahan yang berulang-ulang seperti ini."
"Aamiin,mbak doain yang terbaik buat kamu dan Miran."
__ADS_1
Aku tersenyum ketika mbak Susi memelukku dan mengelus pundakku.Ternyata mbak Susu orangnya sangat berbeda dari yang lainnya.
\*\*\*\***Jangan lupa Like-vote-komentar -Hadiah-Favoritnnya kakak,karena novel ini akan tamat beberapa episode lagi**.\*\*\*\*\*