
Namaku Haris Aldigantara,usiaku sekarang beranjak 27 tahun, diusia ini aku sudah bekerja diperusahaan deddy sebagai direktur.Diusia ini aku juga memiliki beberapa pacar sekaligus.
Mungkin bisa dikatakan teman kencan.
Bagaimana tidak,wanita mana yang tidak menaruh hati kepadaku, sudah tampan tinggi, berbadan Atletis termasuk Keluarga kaya raya seantoro.
Mereka menilai kehidupanku ini sudah melebihi kaya dari yang kaya.Tapi menurutku tidak, karena perusahaan kami masih diurutan ke 2.Jadi masih ada yang lebih dari kami.
Lanjut....
Jam makan siang aku pergi bersama Adam,sekretarisku.Umurnya 2 tahun lebih besar dariku, tapi kami sudah seperti kakak dan adik.
Adam mengajakku makan di Cafe Cahaya yang katanya menu disana enak. Aku sebagai pecinta kuliner tentu saja ingin mencoba seperti apa masakan mereka,sehingga terkenal dengan rasa yang begitu viral dilidah Adam.
Beberapa menit saja kami sampai disana.
Ramai, itu yang nampak suasana apalagi tempat ini berdekatan dengan kantor Zx.
Adam memesan ruang VIP agar nyaman saat menikmatinya nanti.
"Dam, tolong kamu periksa yang ini ya,setelah itu antar keruang saya nanti jam 2.Ini penting tak ada pembantahan.Ok."
"Ok bos..."jawab Adam
Aku mengotak atik layar hpku setelah mendengar jawaban dari Adam.Berselang waktu momy menghubungiku.
" Hallo mom...."jawabku.
"Hallo Ris, kamu dimana sekarang nak?"dari seberang sana.
"Ini lagi di cafe mom sama Adam."jawabku kemudian.
"Laaahhhh...kamu gimana sih.Tadi kan janjinyakan makan dirumah kok malah makan ditempat lain. Kasihan donk momy udah capek-capek masak ngak ada yang makan.Sekarang juga kamu harus pulang. No bantah!"cecar mommy tak hentinya.
Diam....Tentu saja aku diam karena Mommy tak memberiku waktu untuk berbicara sampai sambungan terputus.
"Kenapa wajah lo kusut gitu?"tanya Adam setelah melihat aku menerima telfon dari Mommy.
"Gimana ngak kusut coba,momy ngomongnya ngak berhenti-henti sampai gue gak bisa ngomong.Ehhh malah disuruh pulang."
Adam mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepala.
"Kalau begitu kita pulang saja,gue takut sama mulut pedas momy loe itu." jawab Adam menyambar kunci mobil.
Aku berjalan keluar menuju pintu dengan fokus ke hp,aku mendorongnya tanpa melihat ke arah depan.
Sreeeet...Bruukk....
Aku kaget melihat baju dan Hp ku terkena jus.Seketika mataku melihat kearah orang yang sudah berani menyiramku dengan jus itu.
Kemarahanku tak terbendung lagi, apalagi melihat orang yang ada didepanku tak sedikitpun untuk berniat meminta maaf.Matanya melotot memandang dadaku yang tersiram.
__ADS_1
Rasa kesal dan marah. Tak peduli,langsung saja aku membentaknya didepan pengunjung yang saat itu ramai.Berani-beraninya dia memancing kemarahanku.
"Maaf pak saya tidak sengaja, saya akan membersihkanya kapan perlu saya akan menggantinya."
Whatttt.... Dia mau membersihkan bajuku? Melihatnya saja aku tak sudi apalagi menyentuh bajuku. Daaaan... apalagi ini? Mau mengganti bajuku? Apa tidak salah aku mendengarnya?Penampilannya saja sudah jelas orang rendahan,sok-sok an nak mengganti bajuku yang mahal ini.
"Apa kau tidak memiliki mata?! kau sudah merusak bajuku. Apa kau sudah bosan bekerja?!"bentak ku pada perempuan yang kini menunduk didepanku.
Sekali lagi dia meminta maaf kepadaku, tapi rasanya aku belum puas.
"Kau....! Aku menujuk wajahnya dengan mata elangku.
Aku melihatnya gemetaran tapi tak sedikitpun menangis, wanita ini tahan banting ternyata.Biasanya wanita kalau sudah dibentak langsung mengeluarkan air mata palsunya.
"Kau bicara ingin mengganti bajuku. Kau ingin tahu berapa harga baju ini hah..!"sambungku.
"Kenapa diam! Kau tak ingin mendengar harganya?" kataku seolah-olah belum puas memakinya.
Ketika mulut pedasku ini hendak bicara, Adam melarangku karena kami berada ditempat keramaian.
Rasanya aku ingin melihatkan bagaimana kemarahan seorang pria keturunan dirgantara ini kepada wanita sial ini.Agar tidak berani lagi denganku.
Aku masih melototinya.
Tiba-tiba ada suara wanita dari seberang sana.Aku segera memutar kepala mencari arah suara itu.
"Apakah anda pemiliknya..?"
" Iya benar saya pemiliknya."jawab Pemilik cafe itu yang bernama Tiara.
"Lihatlah apa yang dilakukan pegawai anda ini benar-benar membuat saya marah."lanjutku.
"Maafkan pegawai saya pak, saya....."
"Saya minta segera anda selesaikan...atau saya yang akan menyelesaikannya!"l
kataku memotong pembicaraannya.
Sebelum pergi aku sempat melirik perempuan yang menyenggolku, dia masih saja menunduk.
Hah...Awas kau!
Aku pergi menuju mobil setelah menyerahkan masalah ini kepada pemilik Cafe tersebut .
Aku ingin tahu bagaimana dia menyikapi masalah ini.
Sampai dimobil aku masuk ke dalam dan memperhatikan apa yang terjadi.
Dari dalam mobil aku melihat Adam masih berdiri di tempat kejadian,aku kira tadi dia mengikutiku.
Beberapa saat setelah itu, aku melihat kejadian tak terduga, wanita yang mengaku sebagai pemilik cafe marah-marah kepada perempuan yang tadi menabrakku.
__ADS_1
Tidak buruk sih...Tapi lumayanlah.
Sebenarnya ini bukan sepenuhnya salahnya.Ini juga salahku.
Aku merasa puas melihat wanita itu dikeluarkan dari sana.Perempuan itu sempat menatapku,mata yang berlinang namun tersirat kebencian disana.
Hah sudahlah siapa suruh cari gara-gara dengan keluarga dirgantara.
Setelah urusan Cafe tadi selesai, aku dan Adam pergi meninggalkan cafe menuju mension.
Diperjalanan Adam melirikku sambil menyetir.Sedangkan aku sibuk dengan gawaiku.Merasa aneh.
"Ada apa?"aku bertanya dengan mata tetap kelayar gawai.
"Gue gak habis pikir sama lo,mentang-mentang lo kaya seenaknya lo buat orang menderita,lo ngak lihat perempuan tadi dipecat dari tempat kerjanya."cerca Adam kepadaku.
Seketika jariku berhenti bermain di layar hp.
" Dia yang mencari masalah dengan gue..." jawabku santai
"Gue tau lo yang salah, gue lihat semuanya."sambung Adam merasa aku sudah kelewatan.
Hanya gara-gara perempuan sialan itu aku harus berdebat dengan Adam.Jika bukan karena kinerjanya memuaskan aku sudah memecatnya jauh-jauh hari.
Aku heran dengan sikap Adam, tak biasanya dia seperti ini.
Tapi tetap saja petengkaran ini tetap aku yang jadi pemenangnya.
****
Setengah perjalanan kami saling diam dengan pemikiran masing-masing.
Tiba dimension aku masuk dan menemui momy dengan wajah cemberutnya.Adam mengikutiku dari belakang.
"Mom maafin Haris ya,tadi lupa dengan janji kita semalam untuk makan bersama momy. Sekarang maukan momy maafin anak momy yang ganteng ini."
Dengan sedikit menggoda aku membujuk hati momy yang masih saja kesal terhadapku.Berbagai cara kulakukan akhirnya momy memaafkan ku.
Momy tersenyum dan mengajak kami untuk makan bersamanya.
Sebenarnya aku jarang makan dirumah, bukan tidak enak tapi aku sebagai pecinta kuliner merasa haus akan masakan diluar sana.
Aktifitasku bekerja kantor pagi hingga sore dan malamnya aku bersama Adam menjelajahi tempat-tempat kuliner yang direkomendasikan oleh teman-temanku.
Terkadang saat bosan, aku menemui para gadisku sebagai pelepas lelahku.Orang bilang aku Pleyboy cap buaya.
Emang itu benar adanya aku tidak menyalahkannya sama sekali.
Aku ingin menikmati keindahan dunia ini, memiliki para gadis cantik nan seksi dan banyak lainnya yang tak mungkin aku jelaskan satu persatu.Tanpa aku ceritakan kalian sudah tahu terlebih dahulu seperti apa kehidupan orang kaya sepertiku.
Selesai makan kami kembali ke kantor,dikantor aku mengerjakan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda.
__ADS_1
Adam masuk keruanganku, ia meminta tanda tanganku kemudian kembali keruangnya.
****Please vote-like-komen****