
Esok harinya aku pergi mengantar keluarga mas Zain ke bandara.Tiba di sana kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama.Tak lupa pula mas Zain mengajak aku berfoto berdua dengannya.
Usai berfoto, keluarga tersebut pamit kepadaku dan beberapa sanak saudara mas Zain yang ikut mengantar.
Setelah pesawat yang ditumpangi lepas landas,kami kembali ke tempat masing-masing.
Aku memilih kembali ke Apartemen. Aku berencana mengunjungi Butik yang sudah lama tak dikunjungi.
Tiba disana beberapa karyawan sempat kaget dengan kedatangan ku yang tiba-tiba.Mereka menyambut ku dengan senang hati.
Di ruangan itu,aku berjalan memperhatikan satu persatu pakaian yang aku jual.Memperhatian dekorasi yang mungkin terlihat tidak menarik.
Aku menggantinya dan menambah tempat untuk membuat ruangan yang bisa digunakan untuk berfoto ria oleh pelangganku.
Aku menyibukkan diri setiap hari mengurus butik ini.Agar aku tidak berlarut dalam kesedihan.
Melihat kemajuan yang cepat berkembang,aku berencana membuka di beberapa tempat tapi beda kota.
Aku dan Selena mencari tempat yang strategis.Lumayan banyak namun aku memilih disatu tempat yang menurutku pas.
Aku dan Selena sibuk mengurus Butik baru sehingga lupa dengan waktu yang terus berjalan.
Ya,sudah satu tahun berjalan.Akupun sudah sah bercerai dengan mas Haris.
Saat menghadiri sidang pertama,dimana pengadilan berusaha mempersatukan kami saat itu.
waktu itu aku bertemu dengan mertuaku dan mantan suamiku.
Mas Haris dan mommy mendekatiku setelah pulang.
"Rein,kamu yakin mau pisah dengan anak saya?Kamu tidak takut menjadi miskin seperti kehidupan kamu dulu?Oh ya,kamu juga tidak cemburu lihat Haris menikah lagi dengan perempuan cantik yang jelas juga KAYA."ucap mommy sinis mulai merendahkanku.
Jujur perkataan mommy membuatku naik darah,namun aku berusaha bersikap baik.Bagaimanapun juga dia juga pernah menjadi mertuaku.
Sedikit menarik bibir dan menjawabnya santai.
"Mommy sayang,jika surat perceraian ini selesai. Maka masalah mas Haris itu bukan urusan saya lagi mom.Apa dia mau menikah atau jadi dudapun itu bukan masalah saya lagi.Jadi, mommy tidak perlu memanasi saya seperti itu."jawabku membuat wajah mereka berubah masam.
Apalagi mas Haris yang menatapku seperti elang.
Bodoh amat,aku sudah terbiasa.Jadi aku tidak perlu takut.
"Maaf mas,mommy saya pamit dulu."
Aku berjalan lenggak-lenggok menuju mobil pribadiku.
Yaa..
Bagaimanapun juga aku harus memiliki mobil,karena sibuk kesana kemari tidak mungkin harus menggunakan taksi setiap hari.
Aku membeli mobil ini lima bulan yang lalu.Tapi aku masih tinggal di Apartemen pemberian Deddy.Aku tidak akan menyia-nyiakannya.
Etss...Tenang saja.Aku belum pernah membawa mas Haris kesini, jadi tidak ada kenangan-kenangan tentang dirinya.
Lagian,mas Haris juga tidak pernah kesini mungkin dia tidak tahu tentang Apartemen ini.
__ADS_1
Ok lanjut guys...
Hari ini aku pergi ke Kota A,tnggal di Apartemen sana untuk bertukar pikiran dan suasana.
Aku disini berencana fokus belajar kedua bahasa terebut.
Hari-hari aku lalui dengan belajar kosa kata,belajar tata bahasa dan semuanya.
Sesekali dibantu mas Zain lewat Video Call sekalian bertukar kabar.
Seru,tentu saja.
Tapi ya sedikit sulit untuk pemula sepertiku.Tenang saja akan aku usahakan.
Bolak balik dari kota A ke Kota B untuk mencari suasana baru.Melakukan pekerjaan secara online dan belajar secara online.
Kini bahasaku mulai sedikit tertata.Walau masih ada beberapa yang sulit untuk aku mengerti.
Merasa bosan, aku membuka beberapa aplikasi dan berselancar di dunia Maya.
Tunggu....
Jariku berhenti disebuah berita yang hangat diperbincangkan di sosial media.Apa ini?
Penasaran aku membuka situs tersebut dan melihat pria yang sudah menjadi mantan suami ku menikah dengan wanita yang juga sepadan dengan kekayaan mereka.
"Hmmm....Gercep juga dia."gumamku dalam hati.Tapi,didalam relung hati ini masih terasa sakit.
Ya,masih ada sakit disana.Entah aku cemburu atau hanya perasaan cinta yang masih belum hilang sempurna.
Aku meninggalkan situs tersebut kemudian membuka aplikasi Tektek dan membuat konten.Kemudian membuka konten-konten milik orang lain yang membuatku sedikit terhibur.
Tak terasa malam berlarut,mata mengantuk dan seluruh tubuh juga lelah.
Aku tertidur dengan gawai yang masih berada di tanganku.Dan diriku yang masih berada di atas karpet permadani yang cukup tebal.
Dalam tidur aku bermimpi bertemu dengan pria tampan yang mempesona.Sehingga saat pagi tiba, aku terbangun dengan perasaan senang.
Padahal ini cuma mimpi.Hedehhhhh...
Akibat menjomblo terlalu lama.Jadi menghalu tak jelas.Tapi lumayan jugalah,kapan lagi ngebayangin pria ganteng,yang menyejukkan hati.Yaa,walau dalam mimpi sih.Tapi aku suka.
Aku merenggangkan seluruh tubuh sebelum menuju kamar mandi.Beberapa menit usai olah raga aku melaksanakan mandi pagi dengan perasaan nyaman dan tenang.
Siang harinya aku berjanji temu dengan Selena di mall.Usai bersiap-siap aku pergi menemuinya di restoran favorit kami berdua.
Aku dan Selena memesan makanan kesukaan masing-masing dan kami membahas masalah Butik sesekali bercanda ria.
Entahlah,mungkin orang-orang mengira kami tak waras,tapi ya sudahlah.Nikmati saja.
Setelah makan,aku dan Selena membeli beberapa barang dan kembali ke tempat masing-masing.Hari ini aku tidak pergi ke butik karena merasa lelah.
Membawa mobil membelah jalan kota menuju Apartemen.Tiba di sana aku masuk kedalam dan menata barang-barang yang tadi aku beli.
"Beres deh,kalau begitukan terlihat cantik."omonganku dengan diri sendiri.
__ADS_1
Aku merebahkan diri dikasur dengan berselancar di media sosial.
Entah angin apa yang datang.Tiba-tiba aku ingin menghubungi Zabi,adikku yang kini berada di Malaysia.Dia kerja disana sebagai Sekretaris disalah satu perusahaan.
Kehidupan aku dan Zabi sudah lebih dari cukup.Selama dua tahun ini kami sudah banyak menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang tidak mampu.Kami memberikannya secara langsung.
Ya,mungkin karena kemurahan hati. Rezeki kami lancar sampai saat ini.
Aku senang menolong mereka yang tak mampu,baik gelandangan,orang miskin,anak yatim-piatu dan orang-orang yang kekurangan diluar sana.
Alhamdulillah, aku sudah membantu mengurangi beban mereka walau tidak sepenuhnya.
Aku juga pergi berkunjung ke kota lain menemui orang-orang yang dulu pernah aku temui.
Berkunjung ke rumah kak Rendra anak nenek yang merawat kami waktu masih kecil.
Kemudian tempat kak Rania.Aku membantu usaha ayahnya mempromosikan di aplikasi Tektek.Alhamdulillah usahanya mulai berkembang.
Dan banyak lainnya yang aku kunjungi.Bahkan aku kini juga ikut dalam komunitas Traveling.Dalam setahun sudah beberapa tempat yang aku kunjungi.
Rasanya sangat menyenangkan.Selain liburan ternyata banyak ilmu pengetahuan yang dapat diambil.
Jelas saja dalam komunitas itu ada yang suka padaku. Tapi,aku menolak halus perasaan cintanya.
Ya, bagaimanapun juga aku masih belum siap untuk memiliki pasangan hidup.Aku takut gagal lagi.
Bukan tak bisa move-on tapi belum minat saja.
Oh ya,masalah bahasa Inggris dan bahasa Turki ku sudah lancar dan mulai fasih.Bahkan aku juga berusaha belajar bahasa lainnya.
Kemarin mas Zain menghubungiku,dia mengajak aku ke Australia.Katanya dia akan menjemputku minggu depan.
Sebenarnya aku juga sudah berencana untuk pergi ke sana.Aku berencana liburan disana sambil belajar interaksi dengan masyarakat disana.
Sekalian mau cari calon suami hehehehe......
Beberapa hari kemudian.
Mas Zain pulang ke Indonesia bersama dengan Istrinya.
"Zehra Khasaman Evren."
Ya,namanya Zehra.Wajahnya cantik berkulit bersih,hidung mancung dan mata agak kebiruan.Rambutnya panjang bergelombang.
Banyak orang mengira dia sedikit mirip dengan Artis Ahsen Eroglu artis papan atas tentunya.
Jelas aku ikut andil dalam menyambut kedatangan mereka.Menyambut kedatangan kakak sekaligus teman yang juga mungkin sahabat laki-laki yang aku miliki.
Dirumah ini wajah kegembiraan dan suasana yang begitu meriah merayakan kedatangan nya.
Aku bahagia melihat mas Zain memiliki istri yang sangat ia cintai.Aku berharap semoga Rumah tangganganya awet dan langgeng sampai maut memisahkan.
Bukan seperti Rumah tanggaku yang kandas di awal tahun.
Ya sudah,buat apa aku harus mengulang lagi.Semua sudah berlalu,bahkan dia sekarang mungkin sudah bahagia dan sempurna dengan istri barunya.
__ADS_1
****