AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
lanjutan


__ADS_3

Aku masuk kedalam ruang rawat dimana istriku berada.Aku berdiri mematung memperhatikan tubuh yang sudah jauh berubah, tidak seperti dulu lagi.


Tubuh itu di penuhi beberapa alat medis dan masih belum sadar.


Aku mengerti kenapa dirinya berubah menjadi orang yang tidak terurus.


Tapi, aku merasa bukan dia saja yang demikian.


Akupun merasa sangat-sangat kehilangan dengan anak yang sudah kami nanti-nantikan.


Mungkin karena kepergian anak kami.


Tidak..!Bukan kami,tapi aku.


Aku yang menantikan anak itu.Aku merasa dia tidak menginginkan anakku.


Buktinya, ketika ia hamil.Dia tidak memberitahuku sama sekali tentang kehamilannya,walau saat itu keadaan tak bersahabat.


Tapi itu bukan untuk alasan,bagaimanapun juga itu adalah anakku .Dia tidak bisa egois seperti itu.


Waktu dia hamil muda dia kabur dariku. Dia menghilang entah kemana sedangkan dia masih dalam keadaan Hamil muda yang sangat rentan.


Dan mungkin saja waktu bayi kami meninggal di rahimnya.Dia kembali berbohong kepadaku ,mengatakan tidak merasakan apapun sebelumnya.


Tapi,itu tidak mungkin..!


Mana mungkin dia tidak menyadari bahwa anak yang dikandungnya sudah tidak bernafas? Padahal dia berada dalam rahimnya.


Aku tidak bisa mencerna itu.Rasanya sangat tidak masuk akal.


Memang benar,


"Orang yang sudah pernah berbohong maka ia akan tetap jadi pembohong..!"


Sulit untuk menerima itu.


Ya mungkin benar kata mommy itu.


Aku yakin dia berbohong kepadaku.Orang yang sudah berdusta maka ia akan terus seperti itu.Jika dimaafkan ia akan kembali seperti itu.


Wanita yang sudah menjadi istriku ini begitu pintar dan licik.Bisa memainkan perasaanku dan sudah membodohiku.


Kenapa dulu aku tidak menyadarinya itu?Ya,karena dia sangat pandai dan licik.


Aku tidak menyangka bahwa dia mempertaruhkan darah aging nya sendiri menjadi korban untuk menipuku.


Jujur, aku sangat marah kepadanya atas apa yang dilakukannya.Ini sudah melewati batas.


Aku sungguh tidak habis pikir,padahal selama ini aku mengikuti keinginannya,memanjakannya memenuhi semua yang dimintanya tapi apa balasnya.


Dia mengorbankan anakku.


Membunuhnya bahkan ia masih dalam rahim.


Kali ini aku tidak akan toleransi apa yang sudah diperbuatnya.

__ADS_1


Lanjut sekarang.


Rasa panas di dada membuatku bisa kehilangan akal sehat jika masih berada disini.Aku pergi meninggalkan rumah Sakit itu menuju Apartemen.


Tiba disana aku memukul meja begitu keras sehingga membuat meja yang dilapisi kaca pecah dan melukai tanganku.


Aku tidak peduli,sakit ini tidak seberapa dengan sakit kehilangan anak yang sangat aku inginkan.


Melirik foto yang terpajang di dinding.


Foto itu foto kami berdua ketika saat istriku hamil 7 bulan.


Dengan sengaja,aku melempar foto tersebut hingga jatuh kelantai.


"Kenapa kau lalukan ini Rai...!!!


Aku berteriak sekeras-kerasnya melepaskan sesak di dada.Memukul dada ini dengan uraian air mata yang membasahi pipi.


Sakit....perih...luka yang ditancap sembilu.


Beberapa jam kemudian setelah menangisi nasib.Aku merendam diri agar pikiran ini tak lagi panas.Berusaha menahan amarah hingga waktunya tiba.


Keesokan harinya.Aku pergi ke kantor,semoga dengan cara ini pikiranku tidak sempit lagi.


Saat sedang sibuk.


Deddy menghubungiku menanyai keadaan Rain.Beliau bahkan memintaku untuk ke rumah sakit.


Jujur saja, aku tidak ingin kesana tapi aku Deddy bisa marah lagi kepadaku.


Jam 11 siang aku pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaannya.Tiba disana aku melihat Rain sudah terjaga dan disana juga ada Zain adik ipar ku.


Disana aku berbasa basi dengan Rain.Menanyakan keadaannya,namun saat melihat wajahnya aku teringat dengan apa yang sudah dilakukannya sehingga membuatku ingin pergi dari sana secepatnya.


Sedangkan Rain,ia tak sedikitpun melirik kepadaku.


Aku tau dia marah dengan apa yang sudah aku lakukan.Tapi aku lebih marah lagi terhadapnya.


Kebetulan sekali,Adam menghubungiku dan akupun segera pergi meninggalkan dia.Sebelum itu aku meminta Zain untuk menjaga kakaknya.


Sebenarnya aku juga curiga dengan Zain,aku merasa mereka bersekongkol untuk menghancurkanku.


Aku berfikir bagaimana bisa orang miskin seperti mereka mudah masuk ke dalam keluargaku.Padahal diluar sana banyak wanita-wanita cantik,kaya dan berkarier ingin menjadi minantu di keluar Aldigantara.


Sungguh,wajah mereka berdua pandai ber akting.


Tapi tenang saja,aku akan menyelidikinya. Jika benar,aku tidak akan segan-segan untuk melenyapkan mereka berdua.


**


Sejak hari itu aku jarang ke rumah sakit,bahkan aku kini lebih banyak nginap di apartemen.


Disana aku ditemani wanita cantik. Kehadiran mereka sangat menghiburku.


Tenang saja,deddy tidak akan tau jika aku bermain wanita.

__ADS_1


Waktu itu.


"Kamu mau kemana?"tanya Deddy saat melihatku membawa koper kecil menuruni anak tangga.


"Aku mau tinggal di Apartemenku ded."jawabku seperti biasa.


"Kenapa?"tanya Deddy tanpa menoleh.


"Deddy,Haris itu kesana mau menenangkan pikirannya.Kan deddy bisa lihat,kalau disini ia akan terus teringat dengan kenangan itu."


jelas mommy menjawab pertanyaan Deddy.


Aku senang mendengar penjelasan mommy,sebenarnya mommy tahu karena aku sering bercerita kepada mommy.


Aku baru sadar kenapa mommy melarangku nikah dengan Rain. Ternyata firasat seorang ibu itu sangat kuat.


Aku salah mengira mommy membenci Rain karena dia orang miskin,tak selevel dengan keluarga kami.Tapi ada alasan lainnya dibalik itu.


Jika bukan karen mommy.Mata hatiku tidak akan terbuka, kabut akan cinta.Cinta dengan seorang wanita yang sudah berbohong kepadaku yang kini menjadi istriku.


Wajar saja mommy membenci Rain istriku hingga saat ini.


Deddy melihat ke arahku, tentu saja aku berpura-pura terpuruk agar Deddy tidak mencurigaiku.


"Deddy tidak akan melarang kamu untuk tinggal di Apartemen kamu.Tapi Deddy minta, kamu jangan lupa untuk ke rumah sakit."ucap deddy meliriku.


"Baik ded...."


Aku berjalan keluar menuju pemakaman mungil yang masih di penuhi bunga.


Melihat itu rasa remuk didada melanda. Mengusap tanah yang masih basah dan mengelus ukiran nama yang sudah aku siapkan ketika dia masih dalam kandungan.


"Haryan."


Itulah namanya,nama yang sangat cantik sama seperti wajah bayiku,dia perempuan.


"Sayang....papi minta maaf tidak bisa menyelamatkan mu.Karna papi tidak tahu jika ini bakal terjadi.Jika saja kamu berada di rahim orang yang menginginkanmu,pasti kamu sudah berada di sini menemani papi....Sekali lagi maafkan papi sayang..."


Aku mencium batu nisan itu dengan rasa yang tak terkira.


"Papi janji akan kesini tiap hari untuk mengunjungi anak papi yang cantik ini."lanjutku kemudian berdiri.


Berat kaki ini melangkah meninggalkan pemakaman itu.Tapi aku harus pergi meninggalkan Mension yang banyak tersimpan kenangan pahit.


Aku bergegas menuju mobil. Menghidupkannya dan pergi meninggalkan Mension dengan kecepatan maksimal membelah jalan raya menuju apartemen.


Tak lama mobilku masuk parkiran dan segera keluar menuju lift.Aku menekan beberapa tombol menuju kamarku.


Aku merebahkan diri dikasur dan melupakan sejenak apa yang sudah membuat diriku tak berdaya.


****


****Jadi ceritanya guys,


Si Haris ini mikir kalau Rain berbohong kepadanya tentang masalah yang menimpa anaknya sehingga membuat si anak meninggal,ia berfikir seperti itu karena omongan Mommy Ariana yang mengira bahwa tidak mungkin istrinya tidak tahu dengan anak yang dikandungnya sudah meninggal.

__ADS_1


Ditambah lagi,sebelumnya Rain pernah membohongi dan menghancurkan Cintanya dengan mengaku sebagai Rai...Dan fakta kehamilan yang tidak diberitahukannya kepada Haris.


sehingga ia berfikir bahwa Rain sengaja membunuh anak yg dikandungnya dan membuatnya menjadi Dendam***.


__ADS_2