AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Pov.Rein


__ADS_3

Setiap hari pikiranku selalu dihantui dengan wajah dan orang yang membuatku sengsara.Dipikiranku,dia selalu ada di sekitarku.Perlakuannya terbayang-bayang di mata ini.


Aku tidak tahu apa aku di dunia nyata atau halusinasi yang terlampau tinggi.Sehingga membuat semua pikiranku selalu wajahnya,dirinya bahkan perlakuannya.


Aku sangat takut,aku tidak kuat lagi.Aku benar-benar ingin mati saja.Tapi mereka masih menyelamatkan aku.Padahal aku sudah mengahkiri hidupku.


Oh Tuhan,aku bertanya.


Kenapa kau tidak biarkan aku mati? Rencana apa yang sudah engkau siapkan Tuhan?Apapun itu,aku hanya bisa memohon agar kau kuatkanlah aku menjalani semua ini.Boleh aku jujur, aku tidak sanggup lagi.Apalagi dia selalu ada di setiap penglihatanku.


Kenapa dia selalu ada disini?Kenapa?


Aku berbicara sendiri,tapi aku tidak tahu kenapa pikiran ini selalu menghantui tidurku.


Aku pikir aku ini gila,aku pikir aku ini sudah mati.Tapi aku masih merasakan sakit saat di tusuk jarum,masih merasa sakit dengan luka diperut.


Jujur saja,aku ingin menceritakan kepada orang-orang yang memanggilku disini.Tapi aku selalu melihat wajah mereka seperti wajah lelaki itu,Mantan suamiku.


Bagaimana aku bisa bicara?Aku takut padanya apalagi dengan wajah sangarnya.


Setiap hari, diruangan ini aku hanya bisa memandang permandangan luar sana yang sudah sering aku pandangi.


Tapi hari ini berbeda.Suasana dingin dan sejuk ditemani hujan rintik yang terus mengalir di setiap genteng dan pepohonan.Hujan yang membasahi seluruh bumi.


Mataku terus menatap hujan tapi jiwa dan pikiran entah kemana.Aku termenung disudut ini.


Tak lama terdengar suara pintu terbuka,aku tidak menoleh.


"Hasbi,kamu sudah bangun?"suara yang sudah tak asing lagi bagiku.


Diam tak ada jawaban.


Mas Zain berjalan ke arahku setelah menaruh beberapa barang bawaanya ke atas meja.


"Hujan ini sangat dinantikan oleh makhluk hiduop."sambungnya menatap keluar jendela kemudian menoleh kearahku.


Aku masih diam termenung.


"Hasbi kamu kenapa?Jika ada masalah,mas mohon ceritaknlah.Kamu jangan sering melamun seperti ini.Hasbi...Mas mohon kepada kamu,ceritakan apa yang sedang kamu pikirkan,agar masalah kamu bisa kami bantu,"ucap mas Zain kembali memintaku untuk menceritakan.


Entah kenapa, setiap di dekatnya aku selalu damai.Aku melirik mas Zain yang memegang pundakku.Aku menatapnya dalam.


"Kamu tidak boleh melamun.Kalau ada yang membuat kamu kepikiran,aku mohon ceritakan padaku.Jangan disimpan sendiri.Kamu maukan kembali sehat?"ucap mas Zain meyakinkan aku.

__ADS_1


Dalam pikiranku,aku menjawabnya mengatakan bahwa aku mau seperti dulu lagi,tapi setiap ingin menceritakan.Kejadian itu selalu melintas dibenakku.Aku sangat takut mas.Aku takuuuut....


Aku berbicara sendiri.Tapi aku tidak tahu apa mas Zain mendengar atau hanya aku yang bicara dalam hati.


Aku memegang tangan mas haris,ingin bicara dengannya.Tapi,lagi-lagi aku melihat sosok pria yang sudah membuatku gila.


Mataku melotot dan keringat membasahi pipi.Seluruh tubuhku gemetar dan aku berteriak histeris.Mengusir pria itu,tapi dia tak jua pergi,malah dia tersenyum tajam kearahku.


Aku semakin takut.


Mas Zain mengusap peluh ku,dia terlihat khawatir melihat aku yang kembali seperti orang gila.


Tapi ini memang nyata.Dimataku dia selalu muncul.Aku menunjuk pria itu namun,orang-orang diruangan ini tidak ada yang mengusirnya.Kenapa dengan mereka semua?Mengapa mereka membiarkan pria itu ada di sana.Aku ketakutan.


Mas Zain memanggil perawat,kemudian menenangkan aku yang masih seperti orang gila.


Mungkin dia heran dan bertanya-tanya.Kenapa aku menunjuk ke arah dinding dengan ketakutan.


Sebenarnya aku ingin menyampaikan bahwa pria itulah yang membuatku ingin mati.Tapi,tak sedikitpun di dengar oleh orang-orang ini.Ada apa dengan mereka?


Mas Zain terus berusaha menenangkan aku.Cukup lama waktu untuk menenangkan aku.Dia menutup mataku yang terus saja melotot kearah dinding kamar Rumah sakit itu.


"Hasbi...tenanglah.Mas disini,jangan lihat ke sana.Jika kamu takut.Lihatlah aku...Ayo lihat ke sini,"ucap mas Zain memegang kedua pipiku.Dia menatapku iba dan penuh kecemasan.


Jujur,aku ingin mengatakan ini.Tapi,setiap ingin bicara aku merasa ketakutan apalagi melihat penampakan pria itu selalu menghantui dan mengancam ku.


Sehingga membuat ku memilih untuk diam yang entah sampai kapan berakhirnya.


Beberapa perawat dan dokter melakukan pemeriksaan kepadaku.Kemudian mereka keluar diikuti mas Zain.Kini aku disini bersama dengan beberapa perawat yang memandangku iba.


Mereka memintaku untuk tidur.Kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


Sebenarnya aku tidak bisa tidur karena selalu memimpikan pria itu.T api,obat yang mereka berikan membuat mataku selalu terpejam.Akupun kembali tidur dengan perasaan jiwa yang terguncang.


~


Entah sudah berapa lama aku diruangan ini,aku tidak tahu.


Cekreeek....


Bunyi pintu dibuka dari luar.Nampak pria yang selalu ada di dekatku menghampiriku.Dia duduk di samping ku dan memegang tanganku.Dia menatapku iba.


"Hasbi...Besok aku akan membawamu ke suatu tempat.Tapi tempat itu sangat jauh.Hasbi...Aku yakin,disana kamu akan lebih tenang dan tidak akan ketakutan lagi seperti ini.Aku akan membawamu ke tempat yang akan menyembuhkan jiwamu."tutur mas Zain mengelus kepalaku.

__ADS_1


"Kamu tau tidak,kita kesana naik pesawat,nanti disana kita bertemu dengan dokter yang akan menyembuhkan kamu dari penyakit ini.Aku yakin kamu pasti sehat lagi."tuturnya tersenyum kemudian berdiri mengambil makanan yang ada di piring dan menyuapiku.


Jujur saja,jika aku tidak seperti ini, mungkin wanita yang jadi pasangan mas Zain akan cemburu dengan perlakuan manisnya terhadapku.


Tapi harus bagaimana lagi.Hanya mas Zain yang bisa membuat aku tenang.Kalau Zabi,setiap aku melihat wajahnya,dia seperti mantan suamiku saja.Sehingga aku sangat takut padanya.Bahkan aku sempat mendorongnya dan mengusirnya yang sudah berani mendekatiku.


Hahh.. pikiran ini benar-benar membuatku sama seperti orang gila.


Usai makan,mas Zain memintaku untuk kembali istirahat.Kemudian dia menghubungi seseorang yang aku tidak tahu.


Setiap hari pria ini datang menengokku dan menyuapiku makan.Aku tau dia lelah dan kurang waktu dengan istrinya.


Maafkan aku.Karena aku,kalian harus repot-repot menjagaku yang tak lama lagi akan menjadi orang gila.Dengan ini,pria itu tidak akan mengangguku lagi.Dan akan menjauhiku karena aku sudah gila.Hhhh..jika dipikir-pikir pikiran macam apa ini?


~


Beberapa hari setelah itu.Mas Zain membawaku ke suatu tempat.Tapi aku tidak tahu kemana.Sebab saat pergi aku tertidur.Dan tidurku ini sangat lelap sampai tiba di bandara.Tapi ini bukan di bandara yang pernah aku kunjungi.Lalu dimanakah aku?


Aku memperhatikan sekeliling.Disini aku melihat banyak orang berpakaian baju hitam dan kacamata hitam berdiri di bawah pesawat yang membawaku.Kemudian aku didatangi oleh beberapa perawat dan salah satunya mungkin dokter.


Jelas saja aku ketakutan dan seperti sebelumnya.Mereka menenangkan aku,tapi aku masih histeris.Kemudian datang mas Zain menenangkanku.


Dia menutup mataku dan membawaku ke sebuah mobil.Tak lama mobil tersebut berjalan meninggalkan bandara tersebut menunju rumah sakit.


Mas Zain mengendongku menuju ruangan tempat aku dirawat.


"Hasbi...kamu pasti tenang disini.Kamu akan sembuh secepatnya, aku janji."ucapnya kemudian melirik ke samping dan menoleh ke arahku.


"Hasbi...mereka ini perawat yang akan merawatmu.Mereka sangat baik.Mereka orang-orang baik semuanya.Jadi, jamu jangan takut ya sama mereka."sambungnya meyakinkan.


"Dan beliau ini dokter yang akan menyembuhkan penyakit kamu.Namanya dokter Miran.Dia pria yang sangaaaaat baik.Dia akan menjaga kamu selama disini.Jadi,aku minta kamu jangan takut sama dia. Ok."lanjut mas Zain mengenalkan pri yang sangat asing bagiku.


Aku diam...


Kemudian mas Zain berdiri dan membiarkan para perawat memasang alat medis ketubhuku.Terlihat mas Zain dan dokter tersebut berbincang-bincang.


Sebenarnya aku tahu dan sadar.Tapi kadang perasaanku seperti halusinasi.Jadi aku bingung,antara sadar dan tidaknya.


Selama dirumah sakit ini,aku memang kembali seperti dulu,ketakutan dan berteriak histeris.Mimpi-mimpi yang membuat peluh bercucuran.


Ahamdulillah sekarang aku mulai sedikit tenang dan tidak lagi takut dengan dokter Miran.Berkat terapi yang mereka lakukan kepadaku.Aku mulai sedikit sadar tapi belum sepenuhnya.


*****jangan lupa Like-vote-komentar dan kasih hadiah😁****

__ADS_1


__ADS_2