AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Lanjutan


__ADS_3

Setiap hari terbaring di ruangan ini dengan alat medis yang masih saja melekat ditubuh.Aku mengalami luka yang cukup banyak,dibagian tangan,kaki dan kepala.Hampir 30% goresan di sekitar tubuhku.Dan beberapa jahitan dibagian pelipis dan kaki.


Ahhh... melihatnya saja membuat aku tak kuat.Tapi,aku harus menerimanya.


Aku tidak menyangka jika ini akan menimpaku.Aku juga tidak percaya dengan kecelakaan yang alhamdulillah nya masih memberiku hidup.Padahal jika melihat mobilnya saja, bisa dikatakan orang yang ada didalamnya pasti juga hancur.Setidaknya pasti mengalami patah-patah yang cukup serius.


Syukur aku hanya goresan yang lumayan dapat jahitan.Hehehehe...


Momy menghubungiku.Dia mengatakan akan pulang ke Indonesia pagi ini.Aku mendengar suara khawatir dari suara itu.


Momy benar-benar sayang padaku.Memang benar kata orang,kalau kasih sayang ibu itu tiada duanya.


Usai bicara dengan momy,aku menyuruh Adam untuk mengurus semua pekerjaan di kantor.Sedangkan Vania pergi mengurus beberapa pekerjaannya sekalian singgah kerumah untuk mengambil pakaianku dan barang lainnya.


Aku disini seorang diri.


Hhaaah.. seandainya saja aku masih bersama Rein, mungkin dia masih denganku disini.Merawatku,menemaniku,tapiii..


Aku berfikir dan mengharap kenangan dulu datang lagi.Namum,tiba-tiba aku teringat dengan mantan istriku itu.


Bagaimana ya kabarnya disana?Apa dia sudah baikan apa belum?


Sudah seharian aku tidak mendengar kabar darinya. Kemudian aku mengambil gawai dan menghubungi Alex.


"Hallo bos..."


"Bagaimana kabar dia sekarang? Apa dia sudah baikan?"tanyaku panasaran.


"Dia sudah sadar bos,tapi...."jawabnya seperti memikirkan sesuatu.


"Tapi apa?"aku semakin penasaran.


"Dia mengalami Trauma Kronis bos.Bahkan sekarang dia sangat ketakutan. Dia takut kepada orang yang menemuinya.Terutama pria."jawab Alex membuatku berfikir.


"Sepertinya dia trauma karena mengalami pelecehan bos.Tapi saya tidak tahu siapa pelakunya.Sekarang...Adiknya sedang menyelidiki kasus ini bos."sambung Alex membuatku menahan nafas.


"Bos mau saya bantu menyelidiki siapa pelakunya?"tanya Alex membuatku kesal.


"Tidak perlu.Kamu pantau saja dia.Masalah ini biar saya yang urus."jawabku melarangnya.


"Baik bos."


Hah.... benar-benar si Alex.Jelas-jelas saja pelakunya itu aku.Kenapa dia ingin menyelidikinya segala.Sudah diberi tugas malah cari tugas lagi,benar-benar ni anak!rajinnya ketulungan.

__ADS_1


Selesai bicara dengan Alex,aku kembali menutup mata untuk tidur.Badanku rasanya remuk sekali.


~


Semilir hujan deras membasahi pepohonan dan gedung-gedung yang menjulang tinggi.


Aku menatap hujan yang terus berjatuhan diluar sana.Duduk sendiri diruang ini,melamun dan memikirkan wanita yang sangat aku cintai kini terbaring disana sama sepertiku.


Aku tidak menyangka jika semua perlakuanku berakibat fatal.Membuat orang yang aku cintai harus mengalami trauma.Bahkan dia nekat untuk membunuh dirinya.


Aku bertanya-tanya,apakah begitu menyakitkan baginya,sehingga membuatnya untuk melakukan itu.


Aku bingung dengan diriku sendiri.Saat berada didekatnya,aku rasanya ingin marah,apalagi waktu gagal melahirkan anakku. Aku merasa, dia sudah tak layak untuk aku jadikan istri.


Tapi setelah menceraikannya,aku merasa kehilangan,merasa tidak nyaman dengan hidupku saat ini.Biarpun sudah beristri cantik seperti Vania.Tetap saja aku merasa kurang,hilang separuh jiwa.


Aku bingung dengan perasaanku yang kacau balau.Diantara cinta,benci,marah dan dendam.


Aku tidak paham dengan ini.Aku sungguh tidak mengerti kenapa seperti ini.Padahal dulu aku lakukan perbuatan itu untuk membuat Rein hamil dan bisa kembali dengannya,setidaknya dia dan aku masih bertemu.


Tapi.... Setelah dia bunuh diri apalagi dibagian perutnya.Aku rasa semua itu hanyalah sia-sia.


Duduk memandangi suasana dingin dan sejuk.Suara-suara perawat diluar sana.


Rein,maafkan aku sayang.Aku tidak paham apa aku masih memiliki cinta dan kasih sayang untukmu atau hanya dendam yang menyelimuti hati.Sehingga,tanpa sengaja aku menyakitimu sampai mengalami trauma.


Jujur,aku ingin kembali denganmu.Tapi aku rasa tidak mungkin.Karena kau pasti membenciku karena ulahku yang sudah membuatmu seperti itu.


Tapi Rein,aku tidak mau kau memiliki pasangan selain diriku.Aku mau kamu tetap jadi milikku.Biarpun kita sudah bercerai,tapi kita bisa kembali lagi seperti dulu.Dan Deddy akan pulang dan menyayangiku lagi seperti dulu.


Rein,seandinya kamu tahu.Aku disini banyak kehilangan.Kehilanganmu yang aku sengaja,kehilangam seorang ayah yang aku sayang dan kini aku kehilangan separuh jiwa karena kau pergi.


Kau tau Rein,deddy tidak pulang kesini,bahkan saat aku kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawa anaknya sendiri.Dia tidak pulang.


Rein,kau tau tidak.Selama Beberapa minggu ini aku dirawat,selama itu pula wanita yang kini jadi istriku acuh tak acuh padaku.Dia sibuk dengan pekerjaan dan urusannya.


Aku disini sendirian.


Aku sempat berfikir untuk menceraikan Vania.Tapi aku bingung dari mana memulainya.


Rei...Apa aku harus melepaskannya atau bertahan? Tapi,jika bertahan kami sama-sama tidak tertarik satu sama lain.Lalu,aku harus bagaimana?Jika aku lepas,apa kau mau kembali dengan ku?


****

__ADS_1


Pov.Zain


Diperjalanan menuju Australia.Aku memfoto Rein kemudian memasukkannya ke Instagram.


"Perjalanan ke Australia untuk pengobatan."


Beberapa jam perjalanan,kami tiba di bandara Xx.Yang merupakan bandara slah satu di Australia yang berdekatan dengan rumah sakit milik Miran.


Kami dinanti oleh beberapa orang perawat dan juga Dokter Miran.Dia memeriksa Hasbi yang masih terlelap kemudian langsung menuju ke Rumah sakit miliknya untuk pengobatan.


Awalnya Hasbi ketakutan dan kembali histeris seperti yang sebelumnya saat didekati Miran.


Melihat itu,aku mendekatinya dan berusaha menenangkan.Aku menutup matanya dengan telapak tangan.Aku lakukan itu agar dia tidak melihat orang-orang yang berada disana menanti kami dan kembali takut.


Setelah beberapa menit menenangkan,akhirnya Hasbi mulai tenang dan terlelap.Walau sudah terlelap,dia masih mengigau dengan keringat mengucur di dahinya.


Beberapa dokter membawanya ke ruang rawatan.Disana aku menemui Miran dan memintanya untuk merawat Hasbi agar kembali seperti semula.


Miran menjawabnya.Dia mengatakan bahwa ini memang sedikit sulit tapi dia akan mengusahakan agar Trauma yang dialaminya hilang.


Aku menyerahkan Hasbi kepada Miran dan memintanya untuk segera menghubungiku jika terjadi sesuatu.


Kemudian kami pergi ke rumah untuk melaksanakan mandi dan istirahat sejenak.


~


Setiap hari aku datang mengunjungi Hasbi.Kadang disaat kerja yang sangat padat aku masih menyempatkan diri untuk menemuinya.Karena itu,Zahra istriku mengutus pengawal untuk menjaga Hasbi.Dia memintaku untuk beristirahat yang cukup.


Ya benar juga,selama Hasbi di sini aku memang kurang istirahat.Padahal disini banyak pekerja yang bisa menemani dan menjaga Hasbi di Rumah sakit.Kenapa aku tidak menyuruh mereka?


Bukan tidak mau menyuruh mereka tapi aku khawatir meninggalkan Hasbi disana sendiri.Ya walau masih ada dokter dan perawat,tapi tetap saja aku khawatir.Apalgi jika nanti dia kembali histeris seperti sebelum-sebelumnya.


Aku tidak mau itu terjadi.


Aku berharap,semoga saja trauma yang dialami Hasbi bisa dipulihkan dan dia kembali seperti dulu.


Sayang-sayang sekali,dia masih muda,memiliki usaha yang berkembang dan sudah hidup melebihi sederhana.Tapi,harus seperti ini.


Benarya,jika harta itu tidak menjamin kebahagiaan dan ketenangan didalam diri kita.Sekaya apapun tapi hidup masih sengsara,ini di atur itu tidak boleh.Sama seperti penjara saja.


Tidak bebas...tapi begitulah kehidupan orang kaya yang aku lihat.


*****

__ADS_1


__ADS_2