
Hari berganti bulan.Aku bekerja keras agar bisa memegang pangkat sebagai CEO.Suatu kebanggan bagiku dan akan ku buktikan kepada Deddy bahwa aku sudah pantas untuk menjalankan perusahaan ini.
Setelah bekerja,aku segera pergi meninggalkan kantor menuju mension.Saat diperjalana, aku sempat terjebak dalam kemacetan panjang.
Aku sudah paham dengan kondisi seperti ini sehingga aku tidak perlu lagi merasa kesal.
Beberapa jam menunggu akhirnya mobilku lolos dari kemacetan yang tiada hentinya.Kadang sempat berfikir sampai kapan jalanan ini sepi oleh kendaraan yang berlalu lalang hilir mudik.
Aku mengendarai mobil dengan laju maksimal.
Hanya beberapa menit saja aku tiba dimension. Disana aku hanya melihat beberapa pekerja yang hormat menunggu kedatanganku.Ini sudah biasa bagiku.
Acuh tak acuh aku melewati mereka menuju kamar.Sampai dikamar kutarik dasi yang masih setia berada dileherku kemudian mengeluarkan barang yang masih berada disaku celanaku berupa dompet,Hp dan kunci mobil kemudian menaruhnya dimeja.
Rasa lengket dibadanku membuat tubuh ini merasa tidak nyaman. Aku berjalan menuju kamar mandi dan melaksanakan ritual mandi.
Selesai mandi aku merebahkan diri disofa.Aku menghidupkan Tv yang ada dikamar sambil memainkan gawai sesekali melihat ke arah Tv.
Rasa lelah membuatku tertidur pulas,hingga suara dering hp berbunyi membangunkanku.
Setelah sambungan terputus aku bergegas ke kamar mandi untuk bersih-bersih kemudian mengganti pakaianku.
Dayat menghubungiku, dia teman bisnis sekaligus temanku selain Adam, ia mengajakku bertemu malam ini.
Bertepatan jam sudah menunjukkan jam 8 malam.Aku segera bergegas pergi menuju lokasi yang sudah kami janjikan.
Aku menghidupkan mesin mobil dan segera pergi meninggalkan mension.
Saat diperjalanan tiba-tiba ada beberapa sepeda motor mengikuti mobilku, setibanya ditempat yang sepi mereka menghadang mobilku dengan cepat.
Melihat itu aku langsung injak rem mendadak.
Dua pria yang bertopeng itu menghampiriku mereka memaksa untuk segera berikan barang-barang berharga milikku.
"Tidak semudah itu perguso..."gumamku dalam hati.
Aku keluar dari dalam mobil hendak menghajar mereka yang sudah beraninya menghalangi jalanku.
Mereka pikir mereka itu siapa hah?
Dengan sok jagoannya, aku menghajar mereka satu persatu, satu dua pukulan aku layangkan namun belum beberapa pukulan yang dilayangkan. Aku merasakan ada yang masuk kedalam perutku saat aku berdugem dengan salah satu anggotanya.
Sakit dan perih itu yang aku rasakan saat pelaku tersebut sudah melepaskan tubuhku dari genggamannya.Sempat ia memukul kepalaku hingga aku terbentur ke sudut pembatas jalan.
Darah merah....Warna ini mewarnai dahi dan perutku.
Melihat aku yang sudah tak berdaya,mereka melarikan diri ketika ada cahaya lampu motor yang berjalan menuju kearah kami.
__ADS_1
Aku berusaha bangun,berjalan tertatih-tatih menuju mobil sambil memegang luka yang ada diperutku. Tiba ditempat kemudi aku hendak mengambil hp namun karena sakit ini tak bisa lagiku tahan,akhirnya kesadaranku mulai berkurang dan tersungkur dikursi kemudi. Saat ini tubuhku sudah tergeletak di kursi kemudi.
Masih sempat kudengar ada yang bicara di dekatku,entah aku masih sadar atau dalam imajinasi yang jelas ada yang bicara disini. Tapi kenapa tidak ada sedikitpun pergerakan mereka untuk menolong tubuhku yang sudah terluka parah ini?
"Tolong..... "
Mungkin itu kata yang entah nyata atau hanya terjadi dibawah kesadaranku.
Beberapa waktu aku sudah tak mendengar percakapan orang-orang sekitar mungkin saat itu aku sudah tak sadarkan diri.
Entah sudah berapa jam aku terlelap aku tak tau. Yang ku tau saat ini aku sudah sadar dalam keadaan menyedihkan,beberapa alat medis lekat ditangan, beberapa jahitan dibagian perutku.
Sekarang aku berada diruangan yang berwarna putih. Benar, aku berada dirumah sakit.
Tapi siapa yang membawaku kesini?
Itu pertanyaan yang ada difikiranku saat aku sudah sadarkan diri.
Kepala yang masih sakit membuat mataku untuk segera dipejamkan,tak berapa selang waktu aku mendengar ada yang masuk kedalam ruanganku.
"Kasihan sekali orang ini begitu banyak luka ditubuhnya, tapi bagaimana bisa terjadi ya? Siapa yang tega melakukan ini?"
" Sudahlah,tidak penting memikirkan itu, yang terpenting saat ini orangnya sudah diselamatkan."
Itu kalimat yang aku dengar dari seorang wanita yang duduk didekatku.
Siapakah wanita ini? Apakah dia yang sudah menyelamatkanku?
Berlahan membuka mata dan mencari orang yang berada di ruanganku dan ternyata dia duduk disampingku.
Wanita ini.... Sepertinya aku pernah melihatnya?Tapi dimana?
Aku memperhatikan dan mendengar pembicaraan antara dia dengan suster.Dari pembicaraan mereka, perempuan inilah yang sudah menolongku.
Hening....
Aku membuka mata dan menaikkan kepala untuk melihat keberadaan wanita itu,kosong.
Wanita itu sudah pergi.
Aku kembali merebahkan diri hendak tidur. Kepala ini membuat mataku untuk tetap terpejam.
Setengah jam kemudian.
Dalam tidur aku mendengar suara deddy sedang bicara lewat telfon.Aku membuka sedikit mata melihat deddy berdiri disampingku tak lama momy masuk keruanganku sambil menangis.Momy menciumku dan mengusap kepalaku,rasanya aku kembali menjadi anak-anak.
Momy begitu menyayangiku,wajar saja ia menangis karena khawatir dengan keadaanku.
__ADS_1
"Momy...."
Aku bersuara agar momy tau kalau aku sudah sadar.Momy melihat ke arah ku, wajah sedihnya berubah menjadi senyuman.Bahagia, melihatku yang sudah siuman.
"Sayang kamu sudah bangun, kamu mau minum atau mau makan?Mommy akan ambilkan untukmu.Ayo kamu mau apa?
Aku menggelengkan kepala.
"Aku mau minum mom..."
Momy bergegas mengambil gelas dan menuangkan air ke dalam gelas dan memberikan kepadaku. Aku berusaha untuk duduk tapi momy melarangku.
Aku terpaksa menyandar dengan bantal posisi separuh duduk separuh tidur.
Perih...
Itu yang terasa saat bergerak, luka diperutku ini cukup dalam.
Momy melihatku meringis kesakitan langsung khwatir, beliau memintaku untuk tidak banyak bergerak.Momy meminta deddy untuk memanggil suster, tak lama suster yang bertugas masuk keruanganku.
Suster tersebut menayaiku kemudian melakukan pemeriksaan dan memintaku untuk tidak banyak bergerak.
Sedangkan deddy keluar ruangan mengangkat telfon entah dari siapa.
Setelah pemeriksaan suster tersebut keluar meninggalkan ruanganku.
Momy yang masih berdiri dipintu mendekatiku,seakan mengetahui apa yang aku pikir Momy menjelaskan kepadaku semuanya sudah diurus oleh deddy, aku tak perlu memikirkan itu.
"Mom...."
"Iya sayang..."
"Momy tau siapa orang yang telah menyelamatkan Haris?"tanyaku pada Momy.
"Tau, tapi momy tidak bertemu dengan orangnya."jawab mommy.
"Maksud momy bagaimana?"tanyaku bingung.
"Tadi Deddy bilang sempat bertemu dengan orang yang telah menolong kamu."
"Berarti deddy tau namanya?"
"Mmmmm namanya sih kalau tidak salah Rain,tapi momy tidak tau pasti cewek apa cowok yang penting sekarang adalah kamu selamat. Momy sangat khawatir makanya momy buru-buru kesini tanpa banyak tanya."
jawab Momy panjang lebar.
"Mmmmm......"
__ADS_1
Aku harus mencari informasi dari deddy tetang perempuan itu.Karena aku merasa wajahnya tidak asing.Aku penasaran siapa dia?
*****Like-vote-komentar****