
Hari yang kami tunggu-tunggu telah tiba,dimana dua hari lagi aku dan Miran sah jadi suami-istri.
Tapi hari ini kami pergi ke kota X untuk melakukan foto prawedding.Aku yang memilih tempat itu,dimana wisata itu sedang tranding di medsos.Selain tempatnya yang indah dan pas untuk tempat foto prawedding.
Aku dan Miran memakai beberapa gaya agar foto-foto tersebut bisa disimpan dan jadi kenang-kenangan.
Kami ini pasangan yang mereka bilang serasi.Banyak yang mengira jika kami ini pasangan yang sangat bahagia.Tapi kenyataannya bukanlan seperti itu.
Memang aku dan Miran akan menikah tapi menghilangnya mas Harris sebuah tanda tanya bagiku.Kemana dia pergi?
Itulah yang ada di pikiranku.Sejak perpisahan diCafe X,sejak itu pula ia tidak pernah menampakkan diri.Beritanya pun tidak ada.
Kepergiannya itu membuatku berasumsi jika mas Harris telah mengikhlaskan aku bersama Miran.Sejak itulah aku tidak lagi menghubunginya dan melupakannya.Biar aku jadikan dia sebagian kenangan dalam hidupku.
Beberapa jam kemudian kami kembali pulang ke kota A setelah melakukan foto prawedding.Didalam mobil aku dan Miran duduk ditempat penumpang,sedangakan didepan pak supir dan mbak Susi.
Miran selalu melirikku,ia seringkali menoelh ke arahku dengan senyum mengembang.
"Sayang,kenapa kau menatapku seperti itu?"tanyaku menyandar di bahunya.
"Kau cantik sekali hari ini,aku sampai terpesona dan tidak puas-puasnya aku memandangmu,sayang."
"Benarkah?apa kau sedang menggodaku?"tanyaku menjentil hidungnya yang mancung itu.Kemudian aku menarik-narik brewoknya.
"Aku suka sayang."ucapku menarik-narik rambut brewoknya.
"Aku juga suka."jawabnya mengelus kepalaku.
"Suka apa?"tanyaku mengerutkan kening.
"Lah,kamu sukanya apa?"tanya Miran sadar.
"Aku suka sama brewoknya.Pasti kamu pikir yang lain,ya?"tanyaku menggoda.
"Hahahahaha...kau ini ada-ada saja."jawabnya menertawakan diri sendiri.
Aku dan Miran saling menyandar.Kami menikmati perjalanan ini dengan keromantisan.Sedangkan mbak Susi tersenyum-senyum melihat aku dan Miran.
Diperjalanan kami sempat terjebak dalam kemacetan panjang.Tapi itu tidak membosankan bagiku karena disampingku ada Miran.Pria yang sangat aku cintai.
Beberapa jam kemudian kami tiba di rumahku yang bertingkat beberapa lantai.Letak rumahku di kawasan elit di kota Jakarta Utara.
__ADS_1
Aku keluar dari mobil bersama mbak Susi.Ia membantuku untuk membawakan barang-barang,sedangkan aku mengurus gaun yang sangat panjang ini.Aku bersama mbak Susi sampai di depan gerbang rumahku.
Sedangkan Miran sedang berbicara dengan seseorang didalam mobil.Ia tampak mengambil beberapa barang pribadinya dari dalam saku.Kemudian Miran keluar dan melangakah menuju gerbang rumahku.
Nyyiiiiiiiiitttt........
Aku menoleh ke ujung sana ketika mendengar suara mobil yang hendak melaju.Aku memutar badan menoleh ke arah Miran yang sedang ditengah jalan dengan gawai masih di telinganya.Ia sangat konsen sehingga tidak menyadari jika ada mobil yang sedang melaju kencang ke arahnya.
Tanpa pikir panjang aku berlari mendekati Miran dan mendorongnya.Daaaaaaaaaaaan....
Diriku terbang beberapa meter setelah ditabrak mobil yang aku kenali.Ya,mobil itu adalah mobil mas Harris.Saat diriku terbang,aku sempat melihat mas Harris yang mengemudi mobil tersebut.
Bruukhh......
Tubuhku terhempas ke aspal dan membuat luka yang sangat parah.Darah segar berceceran dari tubuhku yang terkena aspal.Saat ini kondisiku sangat mengenaskan.Didetik itu juga detak jantung ini berhenti dan denyut nadi melemah dan berhenti.
Tidaaaaaaaaaakkk!!!!
Mbak Susi dan Miran menjerit ketika melihat aku tersungkur diaspal.Mereka berlarian mendekatiku,begitu juga dengan orang-orang yang ada dikawasan itu.Keluarga yang berada di dalam rumahku yang saat itu sedang mendekorasi sebagai tanda acara pernikahan berlari keluar.
Miran menjerit,ia memeluk kepala dan mengusap rambutku yang sudah bercampur dengan darah.Mbak Susi syok dengan tubuh gemetar begitu juga dengan orang-orang yang datang melihat kondisiku.Mereka mendekatiku dan menangis.
"Maaf,korban sudah tidak bisa diselamatkan."
Kalimat itu berhasil membuat orang-orang yang berada disana meraung histeris.Mereka tidak menyangka jika aku sudah meninggal sebelum hari pernikahan.
Hari yang seharunya menjadi hari kebahagiaan kini berubah menjadi duka yang mendalam bagi orang-orang yang aku tinggalkan.
Termasuk mas Harris,ia tidak menyangka jika akulah yang ia tabrak.Rencana ingin melenyapkan Miran namun akulah jadi korbannya.
Beberapa jam kemudian,mereka mengantarku ke tempat peristirahatan terakhir.Setelah berdoa, mereka satu persatu pergi meninggalkan lokasi itu.Sedangakan Miran masih setia disana,ia mengusap dan memeluk batu nisan yang hanya tinggal nama.
Kak Zehra mengusap punggung Miran,ia memberi kekuatan untuk sepupunya agar tabah dan menerima kepergian ku yang mendadak.
Dengan berat hati,Miran meninggalkan peristirahatan terakhirku.Sampai di mobil,ia masih menatap pemakaman itu kemudian mobil bergerak meninggalkan lokasi.
Diujung lainnya,mas Harris yang tadi sedang melihat dari kejauhan mendekati gundukan tanah yang masih basah.Ia memeluk tanah itu dengan air mata yang membanjiri pipi dan bunga-bunga yang ditabur di sana.
"Sayang,kenapa kau selamatkan dia?kenapa kau mengorbankan dirimu hanya untuk dia?Kenapa sayang?jawablah aku!!"
Mas Harris menundukkan kepalanya ke batu nisan dengan tangisan yang pilu.
__ADS_1
"Maafkan aku...aku tidak bermaksud untuk membuatmu berakhir disini.Tidak ada niatan untuk mencelakaimu seperti ini,sayang.Maafkan aku__maafkan aku Rein!!!"
Arght.......!!!
Mas Harris memegang batu nisan dengan air mata yang terus saja mengalir membasahi pipinya,kemudian ia memukul kepalanya dan menarik-narik rambutnya,frustasi.
Harris berteriak sekeras-kerasnya dan terduduk ketanah pusara.
"Maafkan aku,Rein.Maafkan aku...."ucapnya dengan suara parau dan melunak.Ia membaringkan kepalanya ketanah dan kembali mengusap batu nisan itu.
Tak lama,datang beberapa petugas kepolisian menangkap Harris.Mereka memborgolnya dan datang Miran.
Miran memukulinya dengan bringas."Kau sudah membunuhnya!!!!"teriaknya menarik krah baju Harris.
"Kenapa kau lakukan itu?kenapaaaa!!!?"lanjutnya kemudian.
Harris diam,ia menunduk.Kemudian petugas membawanya ke mobil.Miran yang masih emosi dan darahnya mendidih berjalan sangat kencang mendekati Harris.Lagi-lagi ia melayangkan pukulan dan membuat petugas berusaha menjauhkan dia dengan Harris.Mereka segera membawa Harris meninggalkan lokasi.
~
Akhir cerita.
Harris berada dibalik jeruji besi.Ia tidak ingin keluar,walau Deddy sudah berusaha membebaskannya.Ia memilih menghabiskan sisa hidupnya didalam penjara untuk merenungi perbuatannya yang menghilangkan nyawa wanita yang sangat ia cintai.
Sedangkan Miran kembali ke Turki.Ia menghabiskan waktunya dengan bekerja dan terus bekerja di rumah sakit.Ia memutuskan untuk tidak menikah lagi.
Dan Zabi,adiknya Rein mencoba untuk mengikhlaskan kepergian kakak satu-satunya menemui kedua orang tuanya.Ia berusaha untuk bangkit dan mencari kehidupan selanjutnya.
******
Pesan untuk semuanya:Jangan pernah coba-coba untuk mempermainkan perasaan seseorang.Karena kita tidak tahu bagaimana merek menjaganya dan akan berdampak buruk jika dipermainkan.
#**Novel ini salah satu dari banyaknya kejadian dari korban cinta yang terakhir tragis.
INGAT**:***Tidak semuanya kisa cinta berakhir bahagia.
Salah satunya Novel AKU MEMANG MISKIN*** .
penulis Neri Martalena
Salam dari Sumatera Barat.
__ADS_1