AKU MEMANG MISKIN!

AKU MEMANG MISKIN!
Pov.Rain


__ADS_3

Kejadian dipesta itu membuat aku terjebak diantara dua wanita yang berbeda wajah namun tetap satu orang.


Gara-gara aku datang kepesta itu,kini aku harus berpura-pura menjadi Rai bukan menjadi Rain.


"Kak aku ngak mau berpura-pura menjadi sosok Rai lagi! Lebih baik kita katakan yang sebenarnya. Aku tidak ingin membuat masalah ini semakin rumit."ujarku menjelaskan ke kak Rania.


Aku menolak untuk menjadi seorang perempuan yang bernama Rai.


"Tidak bisa donk Rain! Kamu harus tetap menjadi Rai,apapun itu."tegas kak Rania mentapku.


"Tapi kak......"


Kak Rania menghampiriku.


"Rain....Coba kamu dengarkan baik-baik. Saat ini pak Haris sangat bahagia karena kamu sudah menjadi kekasihnya dan ini sudah dua tahun?Ingat Rain, ini sudah dua tahun.Kamu taukan dia begitu sangat mencintai sosok wanita yang bernama Rai,dan itu kamu."sambungnya menatapku.Kemudian berjalan mendekati jendela yang berada dikamarnya.


"Rain, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika pak Haris mengetahui yang sebenarnya.Kamu tau resikonya apa dan aku bisa-bisa di pecat.Karirku diperusahaan ini akan hancur."jelasnya.


"Tapi kak aku sudah capek berpura-pura menjadi orang lain. Aku ingin menjadi diriku sendiri."tolakku tak terima.


Sebenarnya aku sudah tak tahan lagi dengan semua ini.Tapi aku tidak mau menghancurkan karir kak Rania.Dia sudah membuat hidupku tercukupi.


Apakah aku harus mengganti susu dengan racun? tidak mungkin kan.


Selama ini keluarganya sudah baik kepadaku.


Aku...Aku tak tega melakukan semua ini kepadanya. Tapi aku juga tidak bisa terus-terusan seperti ini kepada mas Harris.


Aku meninggalkan kak Rania yang berdiri didepan jendela dengan memangku kedua tangannya.


Aku memesan ojek online dan pergi meninggalkan rumah itu.Aku tidak tahu harus kemana. Masalah ini membuat hidupku menjadi terbatasi.


Aku berhenti ditaman hendak menjernihkan pikiran.Berjalan menyusuri jalan kecil yang ada ditaman dengan fikiran kemana-mana.


Aku duduk termenung, sesekali mengusap wajah yang sudah terlihat kelelahan.


Aku harus bagaimana? hubungan ini sudah berjalan 2 tahun dan bagaimana reaksi mas Haris jika mengetahui ini.Selama ini dia begitu menjagaku dan sudah memberikan seluruh hatinya padaku. Dia pasti sangat kecewa dan terluka karena ini. Aku tak bisa melihatnya terluka.


Biarpun mas haris mengenali sosok Rai tapi aku tetap mencintainya semua perhatiannya membuat aku nyaman berada didekatnya.


Aku tersadar dari lamunan panjang ,hari sudah mulai gelap aku beranjak pergi meninggalkan taman menuju kontrakan.


Dua hari setelah itu,


Kak Rania benar-benar ceroboh bagaimana bisa ia meninggalkan dokumen penting dikamarnya.


Aku menemukan dokumen penting yang semalam disiapkan kak Rania.Entah kenapa hari ini ia melupakan hal yang begitu penting.


Tapi bagus juga sih, karena sudah lama aku tidak keperusahaan itu.

__ADS_1


Aku mengambil dokumen itu kemudian berlari menuju motor butut kesayanganku.Aku membeli motor bekas milik kak Rania, karena dia sudah menggantikanya dengan yang baru.


Dengan pakaian sedanya aku menuju perusahaan mas Haris.Aku tidak takut sama sekali datang ke kantor ini karena dengan tanpa make-up dan pakaianku. Mas Haris tidak akan peduli dan tidak akan mengenaliku.


Karena apa? Yaa karena mas haris taunya Rai wanita cantik yang sudah menjadi pacaranya selama dua tahun ini. Bukan Rain wanita yang bekerja sebagai karyawan rumah makan.


Jadi karena itu,aku tidak perlu takut untuk datang kesana.


Lanjut...


Aku keluar dari kantor Rania, tiba dilobi ada suara yang memanggil namaku.


"Rain....."


Pria yang berada didepanku ini mengenali wajahku.Aku berfikir sejenak siapakah orang ini?


Melihat kebingunganku, orang yang berdiri tegak didepanku berkata


"Nama kamu Rain bukan?"tanyanya padaku.


"Iya ,bapak mengenali saya?"


Aku menujuk diri sendiri


"Hahahaha... bagaimana saya bisa lupa dengan wajah orang yang sudah menyelamatkan nyawa anak saya."jawabnya sambil tertawa.


"Jadi bapak.....?"


"Iya benar, saya adalah orang tua dari korban yang sudah kamu selamatkan."


"Tapi bagaimana bapak bisa tau saya disini?* tanyaku panasaran.


Pria yang bernama pak Aldi itu tersenyum setelah mendengar perkataanku.


Tanpa menjawab beliau mengajakku pergi.Aku keberatan tapi beliau meyakinkanku dan ingin bicara serius denganku.


Kami berjalan menuju mobil milik pak Aldi kemudian mobil tersebut berjalan membelah kota.


Saat dimobil pak Aldi menceritakan banyak hal. Beliau juga bercerita sudah bertahun-tahun mencari keberadaanku.


Bahkan sempat bertanya aku sudah menikah atau belum.


Entah karena apa pak Aldi mencariku dan bertanya seperti itu aku tidak tau akupun tidak bertanya.Aku takut jika nanti salah bicara.


Setengah jam perjalanan mobil milik pak Aldi masuk ke sebuah Mension. Mension ini terlihat begitu mewah dengan ukiran-ukiran yang begitu khas.


Pak Aldi mengajakku turun dan membawaku masuk.


Didalam mension ruang keluarga aku melihat dua wanita yang tengah duduk bersantai.Melihat kedatangan kami,kedua wanita tersebut memperbaiki duduknya dan salah satu dari mereka bertanya.

__ADS_1


"Deddy....?"


Wanita itu melihat kearah pak Aldi kemudian meliriku.


Pak Aldi meminta mereka untuk tetap tenang.Ia memintaku untuk duduk terlebih dahulu.


Setelah semua tenang,pak Aldi memerintahkan salah satu pembantu untuk memanggil putranya untuk turun bergabung.


Aku,merasa mulai tidak nyaman dengan situasi ini.


Beberapa waktu berlalu aku melihat kearah tangga dimana seorang pria berdiri disana menatapku tajam.


"Mas Haris... "kataku dalam hati merasa terkejut.


Mas Haris menoleh ke arahku kemudian melihat ke pak Aldi.


Sedangkan aku segera memalingkan wajah berpura-pura tidak tahu.Tapi sebenarnya jantungku sudah deg-deg an tak karuan.


Mas haris berjalan ke arah kami, tatapannya tak berhenti melihat kearahku.


Sekarang ini aku benar-benar mati kutu dibuatnya.


Semoga saja mas Harris tidak mengenaliku.


Aku berusaha bersikap tenang agar mas Haris tidak curiga.Setelah dia duduk pak Aldi membuka suara.


"Baiklah, karena kita sudah berkumpul disini, saya akan putuskan untuk menjodohkan nak Rain dengan Haris putra kita pewaris Aldigantara."


"Apa.....???


Ketiga orang yang berada didepanku seketika memekik tidak percaya dengan keputusan yang diambil Pak Aldi.


Sedangkan aku tak bisa berkata apa-apa. Jujur perjodohan ini membuaku lebih terkejut.


"Deddy....Apa yang sudah Dedy katakan? Deddy tidak bisa mengambil keputusan seperti itu tanpa persetujuan dariku...! "Kata mas Haris tak terima.


"Deddy tidak bisa seperti itu donk, masak putra kita seganteng ini mau dijodohin sama wanita yang entah dari mana asalnya. Pokoknya momy tidak setuju jika Haris menikah dengan dia ..!"tunjuk istri pak Aldi kepadaku.


Aku terdiam seribu bahasa.Menelan pahitnya penolakan.


"Deddy....."


"Cukup.... Deddy tidak mau dengar alasan apapun.Deddy akan menyiapkan pernikahan kalian secepatnya."kata pak Aldi berlalu pergi tanpa mau mendengar penjelasan siapapun.


Setelah kepergian pak Aldi,mas Haris menatap ku tak suka. Tatapan itu sangat mematikan.


Ya Tuhan,kenapa seperti ini?semakin rumit saja.


*****

__ADS_1


__ADS_2