
Pagi yang cerah sama seperti hatiku yang juga cerah.
Aku bangun dari tempat tidurku.Menoleh ke sisi samping.Disini aku melihat wajah pria yang sangat tampan.Dia terlelap dengan wajah kelelahan.
Aku pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih sedangkan mas Haris masih tertidur pulas karena sudah bertanggang semalaman.
Usai mandi aku segera menuju dapur untuk memasak. Baru mengambil beberapa peralatan dapur,tiba-tiba aku merasakan tangan melingkari perutku.Jelas saja ini mas Harris.
"Sayang,hari ini tidak usah masak... Kita makan diluar saja ya."ajak mas Harris.
Aku masih diam guys...
"Sayaaang,jangan ngambek terus donk.Kan aku sudah minta maaf."ucapnya merayuku.
"Ok.Tapi ada syarat."
"Syarat apa?"
"Syaratnya mas yang bayar.Karena aku tidak punya uang."jawabku berbohong.Padahal aku masih memiliki simpanan.Biar mas Harris yang bayar.Kan dia kalau ajak makan,pasti tempatnya Elit dan mahal.
"Hahahahaha....Yakin cuman itu syaratnya?nggak ada yang lain lagi?"tanyanya menertawakanku.
"Hmmm..."dehemku mengiyakan.
"Ok,kalau begitu ayo berangkat."ajaknya semangat.
"Idih....Muka aja belum dicuci, belum mandi juga.Main berangkat aja."jawabku kesal.
"Ehh iya ya...Hehehehe...."jawabnya nyengir.
Mas Harris pergi ke kamar mandi dan aku menganti pakaian dan memoleskan bedak serta lipstick.
Ya,biar kelihatan fress aja gitu.
Mas Harris keluar dari kamar mandi.Aku meliriknya dan melotot.
"Mas kok peke baju itu lagi sih?udah bau tau!"omelku padanya.
"Habis aku tidak punya baju."jawabnya santai.
Haiiissss....Aku berjalan ke arah lemari dan mengambil kaos yang ukurannya lumayan besar.Kalau untuk mas Harris mungkin pas.
"Nih pake..."aku menyodorkan baju tersebut kepada mas Harris.
Dia mengambil dan melihat baju tersebut.Kemudian membuka baju yang dikenakan tadi didepanku.Tentu saja aku merasa malu.Ya,walaupun dia sudah menjadi suamiku,tetap saja ku jadi salah tingkah.
Mas Harris menyisir rambutnya kesamping.Dengan gayanya seperti itu,membuat mata siapa saja kepincut.
Aku memandangnya,mengagumi ketampanan yang dimiliki pria yang kini menjadi suamiku.
"Ayo sayang.."ajaknya yang tidak terdengar olehku.
Melihat aku hening,mas Haris mendekati dan membuatku mundur kebelakang.
"Hari ini kamu terlihat cantik."Katanya memujiku.
"Masak sih,bukannya kamu bilang aku je... "
Dia m****ku cukup lama.Aku sadar dan mendorongnya.
"Aku berbaik hati bukan karena aku memaafkanmu mas.Tapi aku kasihan padamu."
"Masak?"tanyanya menggoda.
"Udah deh mas,aku sudah lapar."jawabku pura-pura kesal.Padahal dihati ini sudah tak karuan.
__ADS_1
Melihat tingkahku,mas Harris mengacak rambutku kemudian berjalan menuju parkiran.
"Hasbi..."panggil mas Zain dari teras rumahnya.
"Iya mas?"jawabku melihat ke arahnya.
"Kamu mau kemana?"tanyanya panasaran.
"Oh ini mas,kita mau keluar sebentar.Mas mau nitip?"tanyaku kepada mas Zain.
"Ngak,cuma nanya aja kok."jawab mas Zain singkat.
"Rein.....!"
Hardik mas Harris diseberang sana.Aku menoleh dan melihat ekspresinya kesal.
"Mas,aku pergi dulu ya."teriakku ke mas Zain kemudian pergi ke mobil yang dikendarai mas Harris.
Aku dan mas Harris pergi meninggalkan tempat itu menuju jalan raya ke kota.Dijalan mas Harris terus saja memandangi ku.
"Ada apa mas?Apa ada yang salah sama penampilanku?"tanyaku merasa heran.
"Kamu ngapain sih bicara sama dia.Aku jadi kelaparan nungguin obrolan yang ngak jelas itu!"omelnya kesal.
"Lah,mas ini kenapa sih?Aku ngobrolnya cuman sebentar kok.Ngak lama juga."jawabku ikut kesal.
"Kamu ini ya,dibilangin ngelawan. Jelas-jelas,aku ini suami kamu.Kamu itu dilarang bicara dengan lawan jenis,apalagi sama dia!"sambungnya tak terima.
"Haiiissss..."aku membuang wajah keluar jendela.Aku tidak habis pikir dengan pria ini.Sejak kapan dia begini?dulu dia tak peduli dengan ku,sekarang melarang ini itu.
Pria memang memusingkan.
Setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya kami sampai ditempat tujuan.Kami masuk dan memesan beberapa makanan.
Aku memesan beberapa jenis makanan yang harganya lumayan mahal.Tentu saja melihat itu mas Haris mengernyitkan dahinya.Bukan karena masalah uang, tapi masalah makannya yang aku pesan itu lumayan banyak.Dia berfikir mungkin aku tidak bisa menghabiskannya.
"Iya, emang kenapa?Mas ngak bisa bayar?"jawabku sambil mencomot daging ayam dari tulangnya.
"Jangankan makanan ini,tempatnya bisa aku beli,sekarang juga!"jawabnya pongah.
Aku tidak menjawabnya,kalau dijawab bisa-bisa masalahnya menjadi kemana-mana.
Setengah jam saja,aku sudah menghabiskan semua makanan yang tadi aku pesan.Rasa kenyang dan senang membuat mata ini ingin mengantuk.
Sedangkan mas Haris kebingungan dengan porsi makananku.
Jujur, aku juga merasa bingung. Kenapa makanku lebih banyak dari sebelumnya,padahal aku tidak pernah makan sebanyak ini.
Apa karena pak Bos yang banyak duit ada di sini.Jadi sekarang waktunya memuaskan selera yang tertahan beberapa bulan ini.
Hhhhh...Sudalah,yang penting sekarang aku kenyang dan hati senang.
Terimaksih ya suamiku,sudah traktir aku makan.
Selesai makan, dia mengajakku pulang.Kamipun kembali ke Kosku.
Eh bukan...!
Dia membawaku ke Apartemen di kota itu.Katanya sih,biar nggak ada yang gangguin waktu istirahatku.Aku mengira dia mengatakan mas Zain.
Tadinya sih aku mengira di Kos.Setelah memperhatikan ruangan itu ternyata bukan di tempat Kos ku.
Ternyata mas Harris membawaku ke Apartemen.Tapi kapan aku berjalan kesini?bukannya tadi aku sedang tidur?
"Mas aku kesini jalan sendiri atau...?"pertanyaan bodohku.
__ADS_1
"Iya.."jawab mas Harris singkat.
"Iya apa?Masak iya aku jalan kesini.Aku kan tertidur."ucapku kesal.
Dia mendekatiku."Tadi aku mengendongmu sayang.Tapi..."
"Tapi apa?"tanyaku tak kesabaran.
"Tapi cuma setengah perjalan saja."jawabnya membuatku bingung.
"Setengah perjalanan?"aku tambah bingung.
"Setengahnya lagi pake kursi roda."sambung mas Harris.
Aku masih tolol guys,kurang sinyal jadi lelet.
"Habis kamu itu berat,aku ngak kuat mengangkat kamu dari bawah sampai kamar ini."lanjutnya membuatku mencibir.
"Baru itu aja udah pasrha."celetukku membuatnya menoleh.
"Beneran sayang,kamu itu berat.Lihat badan kamu sebesar ga......Ups!"mas Haris menutup mulutnya.
Aku melototinya.
"Mas bilang apa tadi?"tanyaku mendekatinya.
"Mas bilang aku mirip gajah hah!"
Aku mengacak-acak rambutnya.Kemudian memukul dengan bantal.
"Sayang jangan acak-acak rambutku donk.Sayang...udah ah.Aku minta maaf ya,Sayang......Aduuhh..."
Dia berusaha kabur dari cengkeramanku.Enak saja dia mengatakan aku ini sebesar gajah.Aku seperti ini karena hamil,kalau tidak tubuhku ini sangat bohay.Wkwkwkw...
Mas Harris menarikku ke dekapannya.Aku terbaring didadanya.Saat ini suara itu berdetak kencang akibat seranganku.Kami sama-sama kelelahan,dan ini membuat jarak antara kami semakin membaik.
"Sayang,aku sangat mencintaimu."ucapnya berhasil membuatku berbunga-bunga.
"Aku juga mencintaimu mas."jawabku memeluk erat tubuh itu.
Kamipun tertidur pulas dengan saling berpelukan.
Aku berharap akan seperti ini untuk selama-lamanya.
***
Disore harinya.
Aku dan mas Harris baru saja selesai mandi.Kami duduk di teras kamar Apartemen memandangi matahari terbenam.
"Mas...?"
"Mmmmm..."
"Aku merasa bingung. Kenapa tiba-tiba mas bisa berubah begitu cepat?Padahal dulu kan sangat kejam."tanyaku.
Sedangkan mas Harris mengusap-usap rambutku.Entah kenapa dia lebih tertarik dengan rambutku daripada pertanyaanku.
"Kenapa diam?Mas benar sayangkan sama aku?"sambungku masih meragukanmya.
"Sayang....lihatlah mata ini. Disini kamu bisa lihat bagaimana perasaanku.Aku...sangat mencintaimu.Aku berubah karena kamu dan anak kita."
"Sayang,kamu adalah istriku.Kesalahan yang kamu buat itu juga kesalahanku.Aku sebagai suami dan kepala keluarga harus bisa mempertahankan rumah tangga kita.Jadi... jangan bertanya lagi dan ragu dengan ketulusan cintaku ini.Lihatlah,ini bukti cinta kita..."jawab mas Harris mengusap perutku yang sudah membuncit ini.
"Makasih ya mas sudah menerimaku dengan cinta dan kasih sayangmu..."tuturku merasa terharu.
__ADS_1
"Iya sayang...."dia menarikku ke dekapannya.
***