Aku Membencimu Tuan CEO

Aku Membencimu Tuan CEO
Berita


__ADS_3

Livia menghentikan mobil Meta di sebuah taman. Di jam segini, keadaan taman cukup sepi. Sesaat, Livia memejamkan mata. Teringat bagaimana Natalie menamparnya dan menyebutnya wanita murahan. Apakah dia memang seperti itu? Livia menghembuskan nafasnya kasar. Apakah salah jika sampai sekarang dia masih betah dengan status sendirinya? Apakah salah jika sampai saat ini, Livia hanya ingin bersama Irish sang putri? Apakah itu salah?


Berkali-kali pertanyaan itu timbul tenggelam di pikirannya. Lima tahun ini, Livia memang tidak pernah mengungkap soal perasaannya. Bahkan Christo, yang notabene orang paling dekat dengannya pun, mengaku tidak tahu apa yang dirasakan dan diinginkan wanita itu.


Prioritas Livia adalah Irish. Tidak ada yang lain. Teringat akan sang putri, wanita itu melirik jam tangannya. Belum waktunya Irish pulang. Tapi wanita itu ingin melihat wajah sang putri. Ketika Livia melihat pantulan wajahnya di cermin, Livia melihat bekas tamparan Natalie di wajahnya. Dia tidak bisa menemui Irish dengan wajah seperti ini. Putrinya terlalu peka dengan hal kecil yang terjadi di sekitarnya.


Perlahan Livia melajukan mobilnya menuju sekolah Irish."Bahkan setelah lima tahun dan pergi dari sini. Aku masih dihadapkan pada circle yang sama. Dibenci kekasih orang." Gumam Livia lirih.


Livia sampai di sekolah Irish saat gadis kecil itu tengah beristirahat. Senyum Livia mengembang, rasa marah atas kejadian tadi menguap begitu saja. Melihat tawa sang putri saat bermain bersama temannya.


Retno yang melihat kedatangan sahabatnya langsung menyambut Livia. Dua wanita itu tersenyum satu sama lain. Lantas masuk ke area sekolah sang putri setelah meminta izin pada satpam. Pengamanan sangat ketat berlaku di sekolah Irish. Satu hal yang membuat Livia menyekolahkan gadis kecilnya di sana.


"Andai kamu masih ada, kamu pasti sangat bahagia. Ibu merindukanmu, Isac." Bulir bening itu mengalir begitu saja mengingat putra sulungnya. Sangat sulit melupakan kepergian sang putra. Sampai sekarang, Livia masih sering menangis jika kenangan Isac muncul di benaknya. Livia sanggup bertahan hanya karena Irish. Demi putrinya, Livia mati-matian bangkit dari kesedihan atas meninggalnya Isac.


Tanpa Livia tahu, mobil Lendra yang sedari tadi mengikuti mobil Livia turut berhenti didepan sekolah Irish. Pria itu mengerutkan dahi melihat Livia yang masuk ke sekolah itu. Rasa penasaran pun mencuat naik. Pria itu ingin tahu apa yang Livia lakukan di sana. Dan siapa yang ditemui wanita itu. Apakah anak Livia? Tapi sejauh ini tidak ada laporan soal Livia yang sudah menikah atau memiliki anak. Status Livia masihlah single.


Bermaksud mencari tahu, Lendra turun dari mobilnya. Tapi saat kaki Lendra mengayun ke pos satpam, ponsel pria itu berbunyi. Nama Bian tertera di sana. Bisa dipastikan jika masalah sudah timbul jika pria itu menghubunginya dengan tidak sabaran.


Dan benar saja, Lendra langsung memutar langkahnya. Masuk ke dalam mobilnya kembali. Lantas terpaksa pergi dari tempat itu. Padahal dia ingin sekali mengetahui apa yang Livia lakukan di dalam dan siapa yang ditemuinya.


Sementara itu, Natalie tersenyum girang saat melihat berita terbaru di media sosial. Wanita itu tidak menyangka jika respon netizen begitu cepat soal kejadian tadi pagi. Hanya dalam beberapa jam saja, peristiwa itu jadi perbincangan khalayak ramai.

__ADS_1


Di saat itulah pintu kamar hotelnya terbuka. "Apa yang sudah kau lakukan?" desis Pasha penuh emosi.


"Maksudmu apa? Aku tidak melakukan apa-apa!" Jawab Natalie kesal. Dari nada suara Pasha, terlihat jelas kalau pria itu marah dengan berita yang tengah beredar di media online.


"Kau sengaja kan membuat heboh agar nama Livia terpojok." Tuduh Pasha. Natalie tertawa mendengar ucapan Pasha. Tertawa antara kesal dan senang. Senang karena nama Livia dibenci publik dengan tuduhan sebagai pelakor. Sedang Natalie kesal karena Pasha tetap membela Livia. Sungguh menyebalkan.


"Kenapa aku harus sengaja. Semua orang punya mata. Semua orang juga tahu kalau aku istri Syailendra Yue Aditama."


"Otewe cerai. Kamu jangan mengada-ngada. Justru hal ini bisa dimanfaatkan Lendra untuk mengungkap status pernikahan kalian. Bukan Lendra yang malu tapi kau yang hancur."


Natalie terkesiap. Yang dikatakan Pasha benar. Lendra bisa menggunakan kesempatan ini untuk memberitahu publik kalau mereka akan segera berpisah.


Melihat reaksi kebingungan Natalie, Pasha tertawa mengejek. "Seharusnya kau tahu siapa yang kau lawan. Keluarga Aditama punya hubungan dekat dengan kaum jetset lainnya. Jika Lendra menyenggol mereka. Tidak ada tempat bagimu untuk bernafas di muka bumi ini."


Pasha sendiri merasa cukup beruntung, Lendra tidak mengobrak-abrik bisnisnya. Meski setelah ketahuan dia menjalin hubungan dengan Natalie, jauh sebelum wanita itu menikah dengan Lendra. Lendra tahu membedakan bisnis dan urusan pribadi. Satu hal yang membuat Lendra lebih unggul dari Pasha


"Dengar, akan lebih baik jika kau segera menandatangani surat perceraian itu...."


"Tidak mau! Aku tidak mau berpisah dengan Lendra. Aku mencintainya!"


"Bulshit! Jika kau cinta padanya. Kau akan berusaha setia padanya."

__ADS_1


Natalie terdiam mendengar ucapan Pasha. Perkataan Pasha begitu menohok hati Natalie. "Kau hanya ingin menumpang hidup enak padanya. Itu yang kulihat selama ini."


Natalie mendelik mendengar Pasha bicara. Wanita itu hanya bisa diam. Tidak mengiyakan, tidak juga membantah.


"Aku sangat mengenalmu, Natalie Andira."


Suasana hening menyelimuti ruangan itu. Sampai suara ponsel Pasha memecah keheningan di sana. Sebuah notifikasi masuk ke benda pipih yang baru saja Pasha keluarkan dari kantong celananya. Bibir pria itu melengkung, membentuk sebuah senyuman mengejek pada Natalie.


"Kau lihat? Dengan satu ucapan, semua media sudah men-take down semua berita yang memojokkan nama Livia." Pasha menunjukkan ponselnya pada Natalie.


Lini masa media berganti dengan kabar yang tidak kalah hebohnya. Berita soal penerus Aditama Grup yang sedang dalam proses cerai dengan sang istri. Berita itu sontak memutarbalikkan tanggapan mereka pada Livia. Di tambah Lendra sendiri memberi klarifikasi soal kabar perpisahannya dengan Natalie.


"Dengan ini saya, Syailendra Yue Aditama, memberikan klarifikasi soal berita yang baru saja menjadi viral di jagad maya. Saya ingin menegaskan kalau saya dan istri saya sedang dalam proses perpisahan. Dan wanita yang ditampar oleh istri saya adalah mantan sekretaris saya dulu. Dia baru kembali dari Sidney, Australia, 1.5 bulan yang lalu setelah menetap di sana selama lima tahun. Jadi wanita itu tidak ada sangkut pautnya dengan perceraian kami. Jadi saya mohon berhenti menyalahkannya. Dia tidak ada hubungannya dengan perceraian kami."


Tubuh Natalie lemas seketika. Berita yang dia harapkan akan mematahkan sayap lawan, ternyata berbalik menjadi bumerang untuknya.


****


Up lagi readers


Jangan lupa ritual jempolnya. Terima kasih.

__ADS_1


****


__ADS_2