
Suara heels beradu dengan lantai keramik terdengar, begitu Livia berlari masuk ke rumah sakit milik Rafi.
"Via, Irish pingsan. Sekarang kami ada di rumah sakit Rafi."
Satu pesan dari Christo membuat Livia melesat keluar dari ruang kerja Lendra. Diikuti Lendra dan Bian yang mengekor di belakang wanita itu. Melihat wajah Via yang berubah panik setelah membaca pesan di ponselnya, membuat Lendra dan Bian mengikuti langkah Livia.
"Biar aku yang bawa." Bian merebut kunci mobil wanita itu. Bagaimana Bian bisa membiarkan Livia mengendarai mobilnya jika wanita itu tidak bisa membuka pintu mobil karena tangannya terlalu gemetar. Mobil Livia meluncur dari kantor Aditama Grup ke rumah sakit Rafi.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Livia panik. Christo tadinya ingin langsung menjawab pertanyaan Livia, tapi melihat Lendra yang yang mengekor di belakang wanita itu, membuat Christo urung melakukannya. Di sana sudah ada Retno yang sedang menangis di kursi tunggu.
"Kita masih menunggu pemeriksaan tim dokter." Kata Christo lirih. Sesaat mata Livia dan mata Christo bertemu pandang. Livia memundurkan langkahnya, saat menyadari tatapan Christo mengisyaratkan kalau keadaan Irish tidak baik-baik saja. Livia segera berjalan menuju ke arah Retno di mana wanita itu tengah terisak. Lendra hanya bisa diam melihat pemandangan itu. Pria itu sebenarnya merasa cemas luar biasa. Begitu mendengar Irish yang masuk rumah sakit, pria itu tiba-tiba merasa panik, khawatir dan takut.
"Apa yang terjadi, Retno?" tanya Livia, duduk di samping Retno.
"Maafkan aku, Via. Mungkin aku yang kurang memperhatikan Irish. Setelah meneleponmu, Irish langsung sesak, tubuhnya sedikit membiru...." Livia langsung membekap mulutnya sendiri. Bayangan tubuh Isac yang membiru dalam pelukannya muncul kembali di benaknya.
"Tidak! Irish tidak boleh pergi!" teriak Livia dalam hati.
"Kita harus menunggu. Rafi sedang berkoordinasi dengan tim dokter anak untuk memeriksa keadaan Irish secara menyeluruh."
"Bagaimana jika...bagaimana....."
"Dia akan tetap di sini. Dia tidak akan pergi. Kita akan melakukan apapun untuk menahannya." Kata Christo mantap. Pria itu tahu benar apa yang ditakutkan oleh Livia.
"Ada apa?" Bian berbisik lirih di samping Lendra.
"Belum tahu. Hasil pemeriksaan belum keluar." Balas Lendra sama lirihnya.
Sepuluh menit kemudian, Rafi keluar dari ruang UGD ditemani seorang dokter perempuan. Dari wajah Rafi jelas hal buruk telah terjadi pada Irish.
"Kita perlu bicara." Kata Rafi to the poin. Sekilas mata Rafi melihat kehadiran Lendra di sana.
Livia dan Christo langsung berdiri, menatap penuh tanya pada Raffi. Saat Raffi, Livia dan Christo akan berlalu dari sana, suara Lendra menghentikan langkah keempatnya.
__ADS_1
"Aku ingin ikut dan mendengar keadaan Irish." Satu kalimat yang membuat semua terdiam. "Ini hanya untuk keluarga." Livia menjawab.
"Aku berhak tahu, sebab aku yakin kalau dia ada hubungannya denganku." Lendra menjawab tegas.
Livia baru akan membalas ucapan Lendra ketika suara Christo menghentikan Livia. "Sudahlah Via, sekarang yang terpenting keadaan Irish dulu. Lagi pula lambat laun dia juga harus tahu soal Irish."
"Kali ini aku setuju Via. Karena keadaan Irish sangat mengkhawatirkan."
Ucapan dua pria itu membuat Lendra heran, seolah Irish memang ada hubungan dengannya.
"Apa yang terjadi dengannya?" desak Livia. Mereka sudah berada di ruang dokter entah milik siapa. Rafi mengulurkan selembar kertas pada Livia, dengan Christo ikut membaca isi kertas tersebut. Lendra hanya diam, menatap tajam pada Rafi yang juga tengah memandangnya.
"Ini...ini maksudnya apa? Sirosis Hati? Atresia Bilier...." tangan Livia bergetar membaca hasil pemeriksaan Irish.
"Irish mengalami Atresia Bilier saat dia baru lahir. Namun waktu itu keadaannya masih ringan, jadi tim dokter tidak melakukan pembedahan untuk membuka saluran empedu Irish saat itu. Karena memang waktu itu keadaan Irish masih bisa di atasi dengan obat."
Dokter anak di samping Rafi mulai menjelaskan.
"Sepertinya setelah enam tahun ini ada masalah dengan hal itu. Dalam artian Atresia Bilier milik Irish kambuh lagi, meski Athresi Bilier hanya terjadi pada bayi baru lahir. Akibatnya sekarang Irish mengalami sirosis atau kerusakan hati. Dan untuk keadaannya sekarang, maaf....parah." Tubuh Livia terhuyung ke belakang. Hampir saja jatuh, jika saja Lendra tidak menahannya. Sementara Christo langsung memejamkan mata, mencoba menahan diri agar tidak terlihat lemah.
"Solusinya?" Suara Lendra menyeruak di antara tangis Livia dan gejolak emosi dalam diri semua orang. Bahkan Lendra sendiri bisa merasakan ketakutan yang besar soal keadaan Irish.
"Transplantasi atau pencangkokan hati."
Tangis Livia pecah, tubuh wanita itu melemas dalam pelukan Lendra. "Karena itu kami perlu memeriksa semua anggota keluarga untuk mencari pendonor untuk Irish. Termasuk keluarga ayah kandung Irish."
Kali ini Christo yang langsung bereaksi. "Tapi Raf...."
"Kita tidak punya pilihan lain. Nyawa Irish menjadi taruhannya. Seharusnya kita bisa tahu ini lebih awal. Tapi kenapa kita baru tahu sekarang." Sesal Rafi.
"Semua salahku....semua salahku...andai aku tidak membawanya pergi..." Racau Livia. Wanita itu tampak kacau. Pikiran Livia sudah terbang ke mana-mana.
"Via, kita harus tenang. Kita harus kuat demi Irish." Kata Lendra, pria itu memeluk erat tubuh Livia.
__ADS_1
"Lakukan yang terbaik untuk menyelamatkan cicitku." Suara Vera membuat Lendra melongo. Apa yang neneknya baru saja katakan? Cicit? Sang nenek menyebut Irish cicit?
"Nek... Irish, Irish...." Livia memeluk Vera dengan tangis tersedu.
"Kita akan menyelamatkan Irish. Kita akan minta pada Isac agar tidak membawa Irish." Vera mengusap air mata Livia. Sedetik kemudian, Vera memandang pada Lendra.
"Hubungi Vi dan Lana, kalau perlu suruh Lira pulang. Kita akan melakukan pemeriksaan untuk menjadi pendonor hati untuk Irish." Lendra jelas bingung dengan ucapan Vera.
Livia terdiam, tidak ada lagi kata yang sanggup wanita itu ucapkan. Bahkan ketika Vera mengungkap identitas Irish.
"Maksud Nenek apa? Kenapa kita?" tanya Lendra ragu, meski pria itu sepertinya sudah bisa meraba arah pembicaraan Vera.
"Karena Irish adalah putrimu. Dia cicit Nenek. Cucu Lana dan Vi." Tubuh Livia jatuh terduduk di lantai. Wanita itu menangis tergugu. Sama dengan Lendra, Irish adalah putri kandungnya. Pria itu sampai tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Sedih atau senang.
"Apa itu benar, Via? Irish putriku?" tanya Lendra dengan nada tidak percaya. Livia hanya terdiam tanpa membantah. Namun hal itu justru menjadi penegasan kalau yang dikatakan Vera adalah benar.
Detik berikutnya tangis Lendra pecah, menyadari dia memiliki seorang anak yang tengah berjuang di dalam sana. "Aku seorang ayah? Aku seorang ayah?"
Semua orang hanya diam membisu, membiarkan rahasia enam tahun ini terkuak.
****
Sirosis istilah lain untuk kerusakan hati.
Atresia bilier adalah kondisi di mana terdapat gangguan aliran cairan empedu. Akibatnya, cairan empedu tidak dapat menuju usus dan terkumulasi di dalam hati, sehingga menimbulkan sirosis. Kelainan ini jarang terjadi dan umum terjadi pada bayi yang baru lahir.
Kredit Halodoc.com
Up lagi readers
Jangan lupa tinggalkan jejak. Terima kasih.
****
__ADS_1