
Bandara
jam 8 pagi
"Jaga dirimu baik baik, saat keponakanku lahir kamu harus mengirimkan potonya padaku" pesan brandon
"Tenanglah kamu orang pertama yang kukirimkan poto" kata lexa sambil tertawa
"simpan curhatanmu, sampaikan padaku saat aku kembali, aku siap jadi tong sampahmu, tapi kalau emergency kamu bisa menelponku, aku siap untukmu" kata lexa sambil tertawa , brandon tertawa
akhirnya mereka berpelukan melepas kepulangan lexa dan lexa pun segera masuk ke bandara , dibelakangnya ada sandra , tak jauh ada franky dan jefry
pemandangan itu membuat alex mengepalkan tangannya. "kamu lihat mereka bahagia sekali, hubungan mereka sangat harmonis" provokasi monica sambil memeluk lengan alex.
"benar kata monica, mereka sangat mesra" celline menambah bensin.
jackson dan hendrick ingin sekali melempar keduanya ke luar bandara. sayangnya alex mengijinkan mereka menumpang di jet pribadi geraldo. jackson hendrick harus ounya stock kesabaran selama perjalanan
"Jackson" panggil alex "ya tuan muda"
"patahkan tangannya agar tak bisa menyentuhku lagi" perintah alex , monic langsung melepaskan pegangannya . alex menuju kearah alexa dan meraih lengannya. menariknya ke pimggir
"Apa yang kau lakukan hah? tak kusangka selain mu -rahan ternyata kamu juga wanita ja -lang, kamu tidur denganku tapi tidur dengan brandon juga" kata alex pedas
__ADS_1
"Kita sudah tak ada hubungan apapun, jaga dirimu baik baik" ucap alexa dingin lalu segera melewati batas sensor pemeriksaan penumpang. hatinya perih tapi dia tak mau menangis. dia sedang hamil tua. dan ingin selamat sampai indonesia memohon ampun pada ayah ibunya
Sandra , franky, jefry menatap alex tajam, tapi tak berani bicara apa apa karena mereka tak mendapat perintah menghajar alex. qkhirnya mereka segera menyusul alexa
"Nona anda baik baik saja?" tanya sandra melihat lexa meringis memegangi perutnya , lexa tersenyum "aku baik baik saja, terima kasih sandra" katanya menahan sakit
"nona duduklah disini, kami akan mendorong anda" franky membuka kursi roda dan mempersilahkan alexa duduk. alexa segera duduk memegangi perutnya
alex menatapnya dengan sedih, ia merasa menyesal sudah kasar pada alexa. itu terjadi karena dia tak bisa mengendalikan cemburunya. ingin sekali dia meraih tubuh lexa dan menggendongnya ke pesawat. tapi ia takut mengguncang perut besar lexa . akhirnya dia hanya menatap lexa
Saat ini, Alex, Alexa, F4 Italia, Sandra sedang duduk disebuah cafe, menunggu pengawal mengurus dokumen keberangkatan mereka karena alexa sedang hamil di sebuah ruangan imigrasi yang khusus buat crazy rich dunia.
Satu meja disamping mereka adalah dokter kandungan, dokter anastesi, dokter anak, dan dua perawat beserta alat kesehatan. mereka juga menunggu pengawal keluarga geraldo
"Kenapa sih alex tidak meminta pengawalnya mengurus dokumen kita juga hah?" omel celline "kakiku pegal, mana antriannya masih panjang"
"Benar, huh malah alexa duduk santai. anak tukang kue saja dapat fasilitas seperti itu, sementara nona besar seperti kita harus antri. awas saja nanti akan kukerjai alexa" sambung monic tak kalah kesal
Pengawal datang ke meja alex "Tuan anda bisa segera berangkat , dokumen sudah selesai" hendrick berdiri menerima dokumen lalu memimpin semua naik ke jet pribadi geraldo
melihat rombongan alex naik ke pesawat, monic dan celline semakin emosi. mereka mengepalkan tangan mereka menahan amarah
alexa di dorong sandra dikawal franky san jefry naik ke pesawat. lexa meringis saat duduk di pesawat "nona anda baik baik saja?" tanya sandra, lexa mengangguk "aku baik baik saja"
__ADS_1
Akhirnya monica dan celline segera masuk ke pesawat dengan wajah merah padam menahan kesal. tapi mereka tak menemukan alex , alexa , sandra dan F4 italia. Ada dua seat kosong yang tersedia buat mereka diantara para belasan pengawal berjas hitam
monic menanyakan pada pengawal "mana alex? kenapa aku tak melihatnya" pengawal hanya diam
"hei dia bicara pada anda, apakah anda bisu tuli?" bentak celline
pengawal bertubuh kekar itu segera berdiri membuka kacamata hitamnya, mukanya sangat bengis "Gunakan etikamu bicara dengan kami, meskipun kau dijual belum bisa membayar gajiku, apa kau paham" bentak pengawal itu. celline langsung pias
"Tuan maaf ijin tanya, dimana tuan muda alex" tanya monica
"Tuan muda alex dan nona muda alexa ada di ruang private. anda tak dapat memasukinya tanpa ijin. jadi duduklah ditempat yang sudah disediakan, jangan macam macam disini. Tugas kami adalah mengawal mereka, kalau ada yang mengganggu penerbangan ini kami memiliki kewajiban bunuh di tempat" bentak pengawal itu. monica dan celline segera duduk dengan ketakutan
setelah pesawat take off, lexa kembali meringis kesakitan sambil memegang perutnya. "nona anda kenapa? mana yang sakit? aku akan memanggilkan dokter" tanya sandra yang duduk di kanan lexa , lalu segera ke sekat ruang lain mencari dokter. franky dan jefry segera berdiri di belakang lexa dengan siaga.
alex yang sejak tadi duduk disamping kiri lexa segera bangkit menggendong lexa menuju kamar pribadi "bawa dokter ke kamar saja" perintahnya pada franky, franky mengangguk
sampai dikamar pribadi mewah bernuansa warna putih dan warna kayu, alex merebahkan lexa di ranjang besar dengan khawatir. gadis yang di cintainya meringis kesakitan sungguh membuat hatinya perih
__ADS_1