
"Keluarga Nona Alexa" panggil dokter yang baru keluar dari OK, empat orangtua berlari menghampiri dua dokter itu
"Kami orangtuanya, bagaimana keadaan anak kami dokter?" tanya ken
"Nona besar baik baik saja, sekarang masih tidur pemgaruh anastesi, sebentar lagi akan diantar ke ruang rawat inap, kalian bisa menunggu disana" jawab dokter obgyn terbaik di jakarta itu
"Puji Tuhan, Terima kasih Tuhan, Terima Kasih Dokter" ucap empat orangtua itu
"Bagaimana cucu kami dokter?" tanya giovani
"Tuan kecil sangat sehat, beratnya 7,6kg, panjangnya 74 Cm, Golongan darah Rh Null, Golden Blood, tubuhnya lengkap, keadaannya sehat. wajahnya duplikasi seperti wajah anda Tuan Geraldo. bahkan posturnya seperti anda" ucap dokter anak
"Puji Tuhan, Terima kasih Tuhanku, Anugrahmu sangat indah, Terima kasih Dokter" ucap ken
"Amin" jawab gio angel dan abraham serempak
"kurasa besok kamu tak perlu bekerja disini lagi" ucap abraham dingin . dokter itu langsung pucat
"maaf tuan, apa kesalahan saya?" tanya dokter itu gugup
"kenapa daritadi kamu tidak menyamakan aku dengan cucuku, itu cucuku tau" kata abraham dingin. "Kamu bekerja padaku, aku yang menggajimu, berapa kamu di suap tua bangka ini?"
kenneth, gio, angeline , bahkan sandra dan F4 menatapnya datar
"Terima kasih dokter, suamiku suka bercanda, semoga Tuhan melimpahkan rezeki pada anda berdua" ucap angeline, dokter itu segera menghela nafas lega
"Baiklah Tuan Nyonya selamat sudah menjadi kakek nenek" ucap dua dokter itu lalu segera pamit
"Bisakah kamu lebih masuk akal sedikit bos? gen ku kuat, wajar cucuku mirip aku huh" omel ken, abraham menatapnya tajam
"Kamu jangan macam macam, kalau macam macam aku akan membawa cucuku ke kota jingga, atau pulang ke italia sekalian" ucap abraham dingin
"angel you see..." ucap ken kehabisan kata kata
perawat keluar ruangan menggendong seorang bayi laki laki, sembilan orang itu berlari kearah suster.
"keluarga nona shawn" panggil perawat. ken langsung menampung bayi tampan itu dalam gendongan "aku kakeknya" perawat tersenyum
__ADS_1
"lihat wajah saja sudah tau tuan" ucap perawat sambil menyerahkan pada ken. abraham mendengus.
kenneth mendoakan cucunya dan menciumnya gemas, hati ken serasa hangat sekali, ia sangat bahagia, memiliki cucu yang begitu tampan sekali. lalu dengan berat hati ia menyerahkan pada abraham, abraham mendoakan dan menciumi cucunya. tak berbeda dengan ken. ia bahagia sekali. hatinya hangat sudah menjadi seorang kakek .
mereka tak lupa mengambil poto bersama cucu mereka
ia menyerahkan pada giovani sesuai aturan urutan tetua keluarga. giovani pun segera berdoa lalu menciumi cucunya. ia sangat bahagia. wajah cucunya benar wajah suaminya dan wajah alex versi mini. saat alex bayi wajahnya potocopy baby boy ini .
"tak perlu test DNA pun langsung tau ini anak alex dan cucumu pah" kata gio sambil tertawa lalu menyerahkan baby boy pada angeline
angeline mendoakan cucunya dan menciuminya
"Astaga, lexa kalah banyak, ini benar benar wajah alex semua. hanya kulit dan mulutnya milik lexa. hahahaha" kata angeline
"benar sangat tampan, Alisnya, hidungnya, warna matanya, rahangnya, warna rambutnya, bahkan badannya juga sebesar alex saat lahir. seperti bayi usia 4-5 bulan hahaha" tambah angeline sambil terus menciumi cucunya , gio dan ken mengangguk setuju
mereka mengambil poto selfie bersama cucu mereka. 5 pengawal itu sejak tadi cacing kepanasan ingin melihat bayi itu , angel yang pengertian dan lemah lembut segera bertanya
"kalian ingin coba menggendongnya?" mereka langsung mengangguk cepat
angeline menyerahkan pada sandra, sandra berdoa dan menciumi bayi itu, begitu seterusnya sampai terakhir ditangan hendrick
mereka akhirnya menyerahkan bayinya pada perawat setelah mereka mengambil poto selfi masing masing dengan sang bayi dan perawat membawa bayi tampan itu ke ruangan bayi khusus karena bayi itu keturunan shawn dan geraldo dan dikawal enam pengawal khusus dari italia
"Apakah nona kuat menggendongnya? baby boy itu sangat besar badannya" kata sandra saat mereka mengawal empat majikannya menuju ruang rawat inap president suites untuk menunggu lexa
"Kalau tak kuat, ada kami berempat menggendongnya" jawab F4 sambil tertawa. mereka bahagia sekali
Sekarang empat kakek nenek baru itu duduk di sofa ruangan rawat inap lexa. ada dua kamar mewah disana. mereka bahkan mau menginap. mereka terus berbincang tentang baby boy tak habis habis
"Namanya Harvey Geraldo.. kamu pilih nama tengahnya" kata ken
"Harvey Louis Shawn" sambung abraham
"Hei apa kau gila? dimana mana nama keluarga ikut ayah" protes ken "Bahkan darahnya ikut darahku RH Null, Golden Blood"
"Anakku belum menikah tentu saja cucuku ikut nama keluargaku" jawab abraham santai
__ADS_1
"sudah sekarang namanya harvey louis, setelah alex menikah dengan alexa baru bicarakan nama belakang" potong angelina jengah melihat mereka berdebat terus. akhirnya dua kakek baru itu diam
"namanya harvey louis, bagus sekali" puji giovani, angeline mengangguk
"Permisi Tuan Besar. Diluar ada Tuan Dimas , Tuan Heru dan keluarganya ijin bertemu" Ucap hendrick sopan
wajah ken dan abraham berubah dingin. mereka segera berdiri dan keluar ruangan diikuti sandra dan F4. giovani dan angeline juga ikut di barisan paling belakang
"Tuan saya datang mau memohon maaf atas perbuatan monica putri saya, dia masih muda, anda orang besar. mohon maafkan anak saya Tuan" pinta dimas
BRAKK BRAKK
Dimas langsung menyemburkan darah
BRAKKK BUGHHH
BRAKKK BUGHHH
Markus dan Matius juga terhempas di lantai menyemburkan darah
Abraham maju, dia sudah siap menghabisi ketiga orang itu, wajahnya dan auranya benar benar membuat orang gemetaran, angeline segera memeluknya dari belakang
"Hubby Hubby, Amour. Hari ini hari bahagia, hari kelahiran cucu kita, jangan membunuh orang, ampuni mereka hubby, beri mereka kesempatan terakhir agar menjadi pahala buat cucu kita.. kumohon amour.. aku takut sekali hubby" angeline berlutut memeluk kaki suaminya . Abraham segera sadar kembali
Ia mengangkat istrinya dan memeluknya. "Maafkan aku, Maafkan aku, apakah aku menakutimu" dia memeluk istrinya lalu mengecup keningnya
"Jangan marah lagi, aku takut hubby" abraham mengangguk "Aku hanya akan bicara sebentar dengan mereka"
Dimana yang lain? Nah..
Untuk sandra, F4 dan para pengawal lainnya jujur saja masih membeku dan terkesima, tadi siang mereka sudah cukup terkejut melihat aksi nyonya besar mereka yang biasanya lemah lembut tiba tiba menghajar orang dengan strategi bertarung mematikan.
Sekarang malah melihat Pukulan Tuan mereka yang hampir membunuh 3 orang dalam waktu 40 Detik, gerakan tangan kakinya selain sangat mematikan, hampir sulit dilihat dengan mata mereka. mereka masih mencerna aksi Tuan Mereka. Ternyata status Pemimpin Cosa Nostra Italia, Bukan isapan jempol belaka. Mereka bahkan sadar sesadar sadarnya , meskipun seluruh pengawal di koridor itu bergabung, sudah pasti tak mampu mengalahkan Abraham
Untuk kenneth, dia tak mau cari penyakit, di bab sebelumnya sudah dia akui bahwa selain Tuhan , orang yang paling dia takuti adalah Albert dan Abraham, dia mengenal dua pria panutannya itu sejak usianya masih kecil. Bagaimana aksi mematikan keduanya sudah dia saksikan langsung, bahkan pernah dia rasakan sendiri. Saat dulu teman mereka berhianat pada abraham, dan abraham nyaris membunuhnya, ken mencoba menghalangi alhasil tulang rusuk ken patah dua, paling sakitnya teman tersebut ikut menghianati ken. Jadi hari ini ken memilih menonton saja , kalaupun dimas dan family mati hari ini, paling paling ken cukup mempersiapkan pemakaman mereka
Heru dan charles? charles bahkan langsung lari meninggalkan mereka semua tapi di cekal pengawal. Heru tadi sempat berlutut di kaki ken untuk memohon ken membantu keluarga dimas, Ken langsung memberinya tendangan , alhasil dia terpelanting ke dinding dan memuntahkan darah. dan sekarang sedang berlutut
__ADS_1
Giovani? sejak muda ia wanita yang smaet dan cerdas. dia memilih duduk di ruang tunggu koridor, mengenal abraham puluhan tahun, dia sangat sadar tak akan bisa apa apa kalau abraham mengamuk. tak mungkin juga dia mengorbankan suaminya untuk melerai abraham. jadilah dia menonton saja dengan tenang. toh sudah ada angeline. semua tergantung angeline. kalau angeline ingin dimas family mati, matilah mereka. kalau angeline tak ingin mereka mati. maka mereka tak akan mati di tangan abraham