
dokter obgyn dan perawat segera masuk memeriksa alexa, dokter itu tersenyum
"tak apa apa, ini hanya kontraksi dan wajar terjadi. Tuan muda cukup mengusap perut nona, bayinya akan segera tenang kembali, jangan berikan tekanan mental dan jangan buat moodnya buruk maka semua akan baik baik saja" alex mengangguk lega
"segelas susu hangat atau bercinta bisa membuat suasana hati membaik tuan" goda sang dokter
"terima kasih dokter" ucapnya tulus lalu mengantar semua orang keluar kamar dan mengunci pintu kamar pribadi , melepaskan busananya hingga tersisa boxer saja dan naik ke ranjang bergabung dengan alexa
"kamu mau apa? keluarlah" usir lexa
"ini pesawat geraldo, kalau kau lupa" jawab alex datar "aku disuruh dokter mengusap perutmu"
tanpa permisi alex menurunkan selimut, menyingkap keatas dress lexa, lexa malu sekali, ia segera menarik selimutnya tapi tak mampu karena terhalang perutnya.
"kakiku dingin sekali, tolong tarik selimutnya" pinta lexa, alex segera menarik selimutnya menutupi kaki lexa.
alex mengusap perut lexa, lexa merasa sangat nyaman sesaat kemudian kram di perutnya langsung reda. ia menjadi relax kembali dan memejamkan matanya.
DUG DUG
tangan alex merasakan tendangan bayi dalam perut alexa, hatinya serasa hangat. "dia menendangku, see" kata alex antusias
"Nak kamu tau saja daddymu hadir" batin lexa sambil mengelus perutnya disisi kanan
alex terus mengusap lembut perut lexa tapi lama lama ia terpancing melihat kulit mulus lexa. ditambah dress berlengan sabrina itu menunjukkan menyembulkan sebagian twin jumbo lexa yang semakin jumbo sejak lexa hamil.
alex menaikkan sedikit dressnya langsung muncullah twins jumbo itu. karena dress lexa memyatu dengan busa penyangga jadi lexa tak menggunakan br-a lagi. alex langsung menyusu dengan rakus sekali
lexa membuka mata dan mendorong alex yang sudah diatasnya "minggir , aku tak mau" tapi alex tak bergeming tetap melanjutkan aksinya. lexa meronta
"jangan meronta, kasihan bayinya" alex mengingatkan, lexa spontan terdiam. "minggirlah" perintah lexa. tapi alex mengabaikannya. ia tetap menyusu dengan rakus.
suara memalukan keluar dari mulut lexa. alex tersenyum , alexa tak sadar bawahannya entah kapan sudah dilepas alex, setelah alex merasa lexa menikmati permainannya. alex pun melepaskan boxernya dan segera bersatu dengan lexa
"Akhhh" pekik lexa pelan saat alex memasukinya. mulutnya menolak tapi badannya menghianatinya.
alex pun segera menusuknya perlahan agar tak membahayakan bayi lexa. racauan dan teriakan keduanya sampai keluar ruangan karena alex hanya mengunci pintu tapi tak mengaktifkan peredam suara
diluar ruangan F4 saling berpandangan
"Aduh boss tidak kasihan pada yang jomblo disini" keluh jackson
"saat turun langsung cari pembuangan bro" ledek franky
__ADS_1
"no saya bukan kamu, kamu suka celup sana sini, saya perjaka ting tong" jawab jackson
"saya masih perjaka tong tong" balas franky dengan muka datar
"kukira aku saja perjaka ting ting" kata hendrick
"kau perjaka tak laku, aku perjaka murni" ledek jefry pada hendrick
"kalau kalian perjaka kenapa kalian terpengaruh dengan suara di dalam?" tanya sandra heran
"PENASARAN" jawab mereka serempak, sandra mendengus
"Jangan bilang kamu masih perawan" ledek jackson
"Aku memang perawan ting tong, tapi tak norak seperti kalian" ledek sandra. F4 saling memandang
"Buktikan" kata jackson
"Tunggu kau jadi suamiku dulu" canda sandra sambil tertawa
"Kode bro" teriak hendrick, wajah jackson langsung merona
"sudah sudah, nanti ingatkan tuan muda menghidupkan peredam, takutnya kalau didengar dua wanita ular didepan, jadi ingin menerkam tuan muda hahaha" kata jefry
dalam dua jam akhirnya permainan mereka selesai dengan saling meneriakkan nama satu sama lain.
keduanya sama sama menetralkan nafas mereka.
alex bangkit menampung air hangat di bath up lalu menggendong lexa masuk kedalam bathroom mewah itu dan meletakkannya perlahan dalam bathup jacuzi itu. alex mandi di standing shower dan keluar dari bathroom meminta jackson membawakan koper mininya dan koper mini alexa ke kamar.
TING TONG
alex membuka pintu kamar dan menerima dua koper kecil dati jackson
"Boss, ingat hidupkan peredam kalau bercinta, kasihan lima perjaka dan perawan ting tong di luar kamar anda" ledek jackson. alex menoyor kepala jackson sambil tertawa.
"segeralah keluar, sudah waktunya makan" pesan jackson, alex mengangguk.
setelah membuka koper , alex mengeluarkan pakaian lexa dan pakaiannya sendiri.
ia kekamar mandi menggendong lexa keluar dan mengeringkan tubuhnya lalu membantu mengenakan pakaian lexa
alex juga segera mengenakan outfit kaus slimfit hitam dengan celana diatas lutut warna hitam juga. roti sobeknya menambah ketampanan maximal alex. kaum hawa mana tak tergoda dengan penampakannya
__ADS_1
alex menarik pinggang lexa keluar kamar. "Tunggu" kata lexa , alex berhenti. lexa mencari concelor di tas nya dan mau menutupi bekas gigitan di leher alex. alex menolak
"No.. biarkan saja" kata alex. lexa menatapnya datar "aku menyukainya" kata alex lalu menarik lengan lexa keluar kamar menuju ruang makan
alex duduk ditengah
- sebelah kanan alex ada alexa, sandra, franky, tiga orang dokter
- sebelah kiri alex ada jackson, hendrick, jefry. dua perawat
tak lama pramugari menghidangkan makanan lezat di hadapan mereka
"Mana monica dan celline, ajaklah mereka makan bersama" pinta alexa melihat dua kursi kosong di ujung sana
"Miss tolong panggilkan monica dan celline please" pinta lexa pada pramugari , enam mata menatap lexa datar. pramugari menatap alex. alex akhirnya mengangguk .
lima menit monica dan celline berlari masuk ke ruangan makan yang mewah itu dengan gembira. tapi wajah mereka langsung masam melihat dua kursi kosong yang tersisa sangat jauh dari alex. ia berlari ke arah jackson yang disamping alex
"Hei kamu kak jackson, pindahlah, aku mau duduk disamping kak alex" rengek monica manja ., hatinya kesal melihat bekas gigitan dileher alex, jackson menatapnya dingin
"Sadar diri dan tahu dirilah, kamu cuma menumpang disini, bahkan ayahmu tak punya hak memintaku pindah. pilihanmu ada dua, duduk dikursi kosong itu atau keluar dari ruangan ini, nanti bekalmu diantar di kursimu nanti" bentak jackson. monic langsung menghentakkan kakinya dengan kesal
"Kamu duduklah disini, biar aku yang pindah" kata lexa , lalu segera melepaskan seatbeltnya. monic senang sekali , ia segera berlari ke arah lexa. tapi pesawat tiba tiba terguncang.
alexa, celline, monic langsung terhuyung,
alex berdiri dan memeluk lexa sengan sigap, sandra juga menahan tubuh lexa sigap dari sisi satunya, jantung alex serasa mau lepas saking takutnya lexa jatuh. sementara monic yang tadinya disamping alex mau memeluk alex, tapi karena alex langsung berdiri di kearah alexa, monic terjatuh dan berguling kepalanya membentur sudut meja
F4 tertawa terbahak bahak melihat keadaan monic tapi tak seorangpun mau menolongnya. akhirnya pramugarilah yang menolongnya saat pesawat sudah stabil kembali
"Duduk disini dan makan makananmu" ucap alex dingin , lexa bergidik, ia segera duduk . alex memasangkan kembali seatbeltnya
celline ? jangan tanya, dia terguling ke lorong sampai mendekati pintu sekat ruang makan 🤣🤣
"Nona anda baik baik saja?" tanya dokter obgyn yang segera berlari menghampiri lexa "aku baik saja dokt" jawab lexa sopan , dokter pun kembali ke kursinya
(nah kenapa yang terluka tak di tolong dokternya? pertama karena tak ada perintah dari tuan muda geraldo, kedua karena dia mendapat perintah merawat nona muda alexa, bukan nona muda celline/monica, ketiga dia dokter obgyn bukan dokter umum 🤣🤣)
(akhirnya setelah drama perebutan seat pramugari mengangkat kedua wanita ular itu ke kursi kosong yang tersisa🤣🤣 oala kalau dari tadi duduk kan sudah aman tho monice, celline)
__ADS_1