
Usai membayar accesories, mereka ke toko tas ternama, lexa membeli tas ransel hitam polos dengan roda di bagian bawahnya untuk harvey dan tas hello kita ransel dengan roda di bawahnya buat sasa
tas sasa terlihat lucu karena lebih besar dari tubuhnya. alexa tertawa melihat tas yang dibeli.
"sayang belilah dua buah tas yang lebih kecil untuk sasa dan avi, buat menyimpan ponsel dan ipad mereka" pinta alex. lexa mulai mencari tas yang sesuai buat anaknya. setelah menemukan tas yang cocok lexa segera kekasir. alex membayarnya dengan uang tunai dari takeshi
"Kalian mau beli sesuatu?" tanya lexa pada para perawat
"Tuan Muda takeshi sudah memberikan banyak uang pada kami, kami akan membeli sendiri yang kami mau nona" lexa mengangguk , karena takeshi sudah memberitaunya kemarin di restoran nishi
usai dari toko tas, mereka membeli es krim, makanan kesukaan harvey dan sasa.
tiba tiba seseorang merangkul bahu lexa dari belakang, harvey langsung menyerangnya. lexa melihat siapa yang bertarung dengan harvey
"Sayang stop sayang" pekik lexa "Itu teman mom"
alex yang tangan kirinya sedang menggendong sasa, segera merangkul bahu harvey dengan tangan kanannya
alex dan kedua anaknya menatap brandon dengan dingin
"Dont touch my mom" harvey mengingatkan
"Wah harvey ganas sekali, padahal saat kecil ia menempel padaku" ucap brandon sambil tertawa "sekarang sudah setinggi kamu"
"Kalau kau menyentuh ibuku, aku akan memukulmu" ucap sasa tegas. tapi muka tegasnya sangat lucu, brandon jadi gemas dan menghampiri lalu memciuminya. sasa meronta marah
"Tuan mundurlah, nona kecilku keberatan" ucap zerah tegas , brandon tertawa dan semakin gemas
"Bro jangan bro, putriku tak suka disentuh orang asing" alex mundur dua langkah dan menjulurkan telapak tangannya
"Baiklah baiklah nona cantik aku tak akan menyentuhmu" brandon mengalah
__ADS_1
"Dengan siapa kamu disini?" tanya lexa
"dengan dia" brandon menunjukkan seorang wanita berpakaian minim dibelakangnya "orangtuaku nenunangkan aku dengannya"
"Ba-bagaimana bisa? liam mana?"
"Liam sudah menikah dua tahun lalu, dengan pilihan orangtuanya, kami sudah berhenti main main" jawab brandon getir
"Oh dalam rangka apa ke tokyo?" tanya lexa "Aku ada pertemuan tadi pagi dengan klien, besok pagi aku ke osaka ada meeting" jawab brandon
"Ibuku memintaku membawanya, sungguh merepotkan" lexa merasa tak enak hati melihat wanita itu malu
"Ah kau jangan begitu" ucap lexa hati hati
"Memang benar, pertunangan kami adalah perjodohan bisnis, dia duplikasi monica dan celline, tidak bisa apa apa hanya foya foya, perusahaan ayahnya bangkrut karena gaya hidup hedonnya"
"jadi ayahnya menjualnya padaku agar menyelamatkan perusahaan ayahnya, bukannya berubah malah makin menjadi jadi, tadi dia berkeliling dari satu toko ke toko ternama lainnya mau menghabiskan uangku, aku biarkan dia memilih lalu saat pembayaran aku sengaja ke toilet hahaha akhirnya dia malu dan tak jadi membeli"
"Jangan seperti itu brandon" tegur lexa tak enak hati
"Kalau ia bisa berubah menjadi baik, aku akan mempertimbangkannya menjadi istriku, tapi kalau ia tak mau berubah, aku akan menarik investasiku dari perusahaan ayahnya dan membiarkannya menjadi gembel, aku tak mau terjerumus seperti ayahnya gara gara dia, bagiku lebih baik aku mengajakmu berbelanja daripada membawa dia berbelanja"
"Aku bisa membelanjakan istriku" kata alex tegas "Aku juga bisa membelanjakan ibuku" sambung harvey tegas
"baiklah baiklah aku bercanda, ibumu wanita terkaya didunia, tak perlu aku membelanjakannya, ia bisa membeli semua yang dia mau nak" kata brandon tersenyum. harvey mengangguk
"baiklah aku mau ke hardrock membelikan pakaian anakku dulu, see u later brandon" ucap lexa
"Kebetulan aku juga mau ke hard rock, kita bertemu disana semoga harvey berkenan mentraktirku makan malam" goda brandon. alexa mengangguk . merekapun segera berpisah
Wajah alex cukup masam. lexa akhirnya membuka suara
__ADS_1
"Hubby jangan marah, brandon itu gay, dia berpasangan dengan liam" alex melotot "Bagaimana bisa"
"Aku tak suka dekat dengan pria sejak dulu, karena dia gay makanya aku dekat dengan dia dan liam, sebab aku yakin ia tak mungkin berperasaan padaku"
"kenapa kau tak bilang dulu?" protes alex "Jadi sejak dulu ia tak pernah menyentuhmu?" tanya alex
"kamu tak bertanya, selain kamu tak ada yabg pernah menyentuhku" jawab lexa santai. alex menciumi lexa dengan gemas. harvey bahagia sekali melihat interaksi ayah ibunya
mereka pun segera berangkat ke hardrock untuk membeli baju keluarga .
Alexa membeli 4 kaos kembar sebanyak tiga set untuk keluarga kecilnya, tak lupa ia membeli untuk orangtuanya. alex pun segera membayar ke kasir belanjaan lexa. dikasir alex bertemu dengan brandon . alex sudah bersikap lebih baik pada brandon
"Ayo makan malam bersama" ajak alex. brandon mengangguk. "Aku yang traktir" ucap brandon "baiklah " ucap alex mereka pun masuk ke hard rock memilih tempat duduk.
"Kamu tak niat mengenalkan kami?" tanya lexa pada brandon "kau bisa kenalan sendiri, aku mau kenalan dengan sasa, jangan ganggu aku" kata brandon cuek.
alex semakin menyadari brandon sama sekali tak menyukai istrinya. ia merasa dirinya bodoh cemburu bertahun tahun pada brandon
"sasa panggil uncle" ucap alex pada putrinya. sasa menolak dan merengek rengek
"Tuan Muda, maafkan saya, Nona kecil kelelahan dan mengantuk jadi agak gelisah, bisakah berkenalan dilain hari?" pinta zerah sopan. ia melihat sasa tak nyaman. alex mengangguk dan segera menyuapi sasa makan agar bisa segera tidur.
benar saja usai sasa makan ia segera memejamkan mata, alex meletakkannya di stroller agar punggungnya nyaman. lalu melanjutkan makan malamnya
"wajah sasa duplikasi lexa bro" kata brandon, ia suka sekali dengan sasa yang menggemaskan , alex tersenyum dan mengangguk.
melihat harvey yang mulai badmood, alex tau ia sudah mengantuk. alex segera berpamitan pada brandon dan membawa anak istrinya pulang
alex meraih sasa dari stroller dan menggendongnya menuju ke mobil. dan saat mereka tiba. ternyata akemi dan hendrick juga sudah pulang dari pertemuan mereka.
"Cepat istirahat besok kita jam 6 harus sudah berangkat, harvey ada pertemuan jam 12, kita naik shinkanzen saja" ucap hendrick , alex mengangguk lalu membawa anaknya kekamar masing masing
__ADS_1