
Jam 5 pagi Zerah menyuapi Sasa sarapan buburnya, Hera mengambilkan sarapan untuk harvey. Usai sarapan mereka segera ke stasiun kereta api cepat
"Avi mau anggur onty" pinta harvey "Anggur kita habis nak, nanti onty beli di osaka ya" bujuk hera. harvey hanya diam saja tak bicara
Di rumahnya kakek neneknya selalu menyediakan anggur setiap hari sehingga ia tak pernah kekurangan anggur. selama di jepang ia tak memakan anggur sama sekali. ia rindu pada kakek neneknya.
alexa mengetahui kesedihan harvey, saat mobil mengantar mereka ke terminal, ia berhenti di supermarket membeli anggur buat putranya secara diam diam dan menyimpan dalam tas perawat
Di shinkanzen lexa melihatnya masih murung, lexa segera mengeluarkan anggur buat harvey, harvey langsung tersenyum "Kalau ada opa oma grandpa grandma selalu ada anggur" ucapnya
"Maafkan mom, mom lupa membeli, tapi mom akan membawa anggur kemana mana buat avi, lusa kita sudah pulang , avi akan ketemu semuanya" harvey mengangguk dan memeluk alexa
sasa tidur nyenyak di pangkuan adelia, sama sekali tak kelihatan ia seorang anak yang genius kalau sedang tidur begitu. alex tersenyum melihat putrinya. ia memeluk lexa dan mengecup keningnya
"Terima kasih sudah memberiku anak anak yang hebat" bisik alex. lexa tersenyum sambil mengangguk, ia pun memejamkan matanya dan tidur dalam pelukan alex
****
Pertemuan di osaka berlangsung sukses dan tak ada masalah berarti, besok pagi mereka akan kembali ke osaka dan besok sore akan pulang ke Indonesia.
Harvey mencari mochi pesanan oma dan grandmanya. dia membeli dua kotak. juga membeli parfum untuk mereka
lalu mencari parfum dan wine untuk opa dan grandpanya. ia membayar dengan black cardnya sendiri. setelah menyimpan belanjaannya dengan baik
sasa membeli gelang bertuliskan doa buat opa omanya. usia sekecil itu masih ingat membeli hadiah buat orang yang menyayanginya
usai belanja mereka mencari kuliner street food serta berfoto keluarga dengan baju kembar mereka
****
Airport haneda
Jam 15:00
Alex dan team sudah berada di airport diantar takeshi dan akihiro. mereka berpelukan melepas keberangkatan alex dan keluarga. akhirnya mereka naik ke pesawat pribadi super mewah milih CEO SHAWN itu.
abraham sudah merenovasi jet pribadinya dan membuatkan kamar untuk kedua cucunya, jadi saat naik ke pesawat, perawat segera mengantar harvey dan sasa kekamar agar bisa segera istirahat, sasa dan harvey langsung tidur pulas
Alex juga membawa alexa masuk kekamar untuk istirahat, setelah bertarung satu babak, alex dan alexa segera tidur pulas, alasannya ingin bercinta di udara lagi, setelah empat tahun lebih mereka tidak berada di jet pribadi bersama
enam jam kemudian pesawat mendarat di bandara soekarno hatta. waktu sudah menunjukkan jam 19:00 waktu jakarta . Abraham, Ken, Gio, Angeline tampak menunggu cucu mereka di bandara.
__ADS_1
Dua cucu mereka tampak segar, sasa meronta turun dari gendongan alex. "Berjanjilah tidak berlari" ucap alex. sasa mengangguk. begitu turun ia menghampiri kakek neneknya . harvey sudah dalam gendongan ken, sasa juga dalam gendongan abraham
"Grandpa avi lapar" rengeknya manja , kem tersenyum mengelus kepala harvey lalu berkata "Mau makan apa?" sasa yang menjawab "sushi"
"Kita makan sushi opa" pinta harvey , mereka segera berjalan menuju An sushi house
Dua putra putri mereka bahkan diabaikan mereka, mereka lelah mengurusi alex dan alexa. mereka lebih fokus pada cucu mereka
Tiba di sushi house, alexa mengambilkan makanan suaminya, empat orangtua itu bertatapan penuh arti, mereka lanjut makan dengan tenang
usai makan mereka pulang ke rumah masing masing, harvey mengikuti ken, sasa mengikuti abraham.
lexa dan alex menaiki lift ke lantai 3 mansion shawn itu. "mau kemana?" tanya alex sambil menarik lexa masuk kekamar
"barangmu sudah dipindahkan kembali kekamar kita" lexa mengikuti alex . ia segera membersihkan diri ke kamar mandi , usai mandi ia melihat alex sibuk dengan ipadnya
"Mandilah dulu, pakaianmu sudah di sofa" lexa turun membuat teh hangat buat alex. saat ia kembali kekamar, alex sudah selesai mandi. lexa segera berbaring memejamkan matanya. tiba tiba ia ingat sesuatu. ia belum membeli pil kontrasepsi . besok ia harus ingat
pagi hari ken menjemput abraham dan alexa seperti biasa. tapi alex menghalangi "pih lexa berangkat dengan alex" dua ayahnya langsung berangkat ke kantor. mereka segera berangkat ke kantor .
****
Gedung berlantai lima di samping mansion kenneth
"avi. dad dan mom sudah berbaikan?" tanya angeline hati hati. harvey tersenyum dan mengangguk
"Dad dan mom dipanggil opa takeshi dan kakek buyut akihiro lalu berbaikan" ucap harvey , angeline melirik kalung harvey
"Opa yang memberikan kalung ini?" tanyanya. harvey mengangguk "Avi hanya boleh menggunakan kalau darurat" pesan angeline. harvey kembali mengangguk
"Oma , sasa juga diberi perhiasan" sasa memamerkan perhiasan barunya dan oleh oleh lain dari opanya . angeline mengangguk
"Bagaimana perjalanan bisnis kalian di jepang?kalian bahagia?" tanya gio, mereka mengangguk
"setiap meeting ada banyak makanan enak grandma" kata sasa senang, gio tertawa. cucunya yang lugu itu hanya tau makanan saja.
"Oh ya , ada klien dari italia perusahaannya sering di bobol hacker dan meminta sistem pengamanan , sasa terima sayang?" tanya gio.
"Masalah kecil, tapi Uangnya berapa grandma?" tanya sasa sok tau uang "Dua juta USD sayang"
"Mau grandma" kata sasa berbinar binar
__ADS_1
"Baiklah, Tapi grandma akan cari beberapa klien supaya kita bisa jalan jalan nengunjungi buyut Albert" sasa mengangguk
"Sekalian punya avi, avi juga mau ke rumah buyut albert grandma" gio mengangguk
Harvey mengeluarkan laptopnya lalu laptop barunya, gio terkejut "kapan beli laptop ini? daddy yang beli?"
"Bukan grandma, kemarin avi minta ke mami, mami sudah setuju tapi sudah duluan di beri opa takeshi sewaktu di tokyo, sasa juga di beri tapi beda jenis" gio mengangguk
"Ayo selesaikan project kalian yang sudah di kontrak, kalian harus tanggung jawab pada kontrak" ucap angeline
"Tapi sasa mau makan Ayam goreng shawn fast food" sasa mulai merengek
"Baik oma akan beli, setelah kerjaan sasa selesai kita pergi makan sepuasnya, sekalian belanja anggur dan pir" bujuk angeline
"Tapi sasa mau sekarang oma" pinta sasa memelas
"Baiklah sasa disini saja dengan onty perawat, oma dan grandma akan pulang, oma tidak suka orang tak bertanggung jawab"
"Jangan oma, sasa akan kerjakan sekarang, oma jangan pergi" sasa mulai menangis. "sasa janji akan kerjakan sekarang? dan setelah selesai kita akan jalan jalan?" tanya angeline tegas. sasa mengangguk. omanya segera memeluk dan menciuminya
inilah tugas para oma, mengurus bisnis cucu yang masih labil dan bekerja sesuai mood
akhirnya keduanya bekerja di ruangan mereka dengan tenang, perawat memberikan es coklat dingin kepada mereka untuk menemani mereka bekerja
keduanya sangat sibuk sampai sore karena menerima banyak kontrak dalam dan luar negeri. mereka hanya break di jam makan siang, disuapi oleh kedua nenek cantik mereka dengan sabar
jam 17:00
akhirnya pekerjaan mereka dihentikan oleh gio dan angeline
"Hari ini cukup sampai disini, ayo kita pulang mandi, lalu kita jalan jalan, besok kita datang lebih pagi" ucap gio. mereka pun bersiap siap pulang
Harvey memasuki mansion bersama gio, ternyata ken sudah pulang. "Kalian darimana?" tanya ken
"Ah mama menemani avi menyelesaikan tugasnya" jawab gio "sebentar lagi kami akan keluar membeli anggur dan pir sekalian mama janji beli fast food untuk sasa"
"Papa ikut, papa mandi dulu" kata ken sambil bergegas naik ke kamarnya
sementara di mansion shawn
__ADS_1