
Di tempat lain
Jam 16:30
Lexa diantar alex pulang ke apartemen. di ruang tamu sudah menunggu empat orangtua mereka. Lexa menyapa dan segera masuk kamar membersihkan diri
"Pih lexa sudah mendaftar dan berhasil mendapat beasiswa S3 di London pih, habis kontrak kerja lexa akan segera berangkat. Alex sangat mencintai lexa. alex tak bisa membiarkannya kabur. Alex terpaksa mengikatnya dengan Anak. Mohon maafkan alex. Alex menghamili lexa mih pih, mohon maaf alex tak mampu kehilangan lexa pih"
"lexa tak salah, tapi alex yang salah, alex yang selalu memaksa lexa sampai ia tak mampu menolak. alex akan tanggung jawab. alex akan menikahi lexa pih mih. maafin alex ya"
kata alex berlutut didepan abraham dan angeline. angeline menutup mulut saking kagetnya. abraham mengepalkan tangannya marah . tiba tiba ia menendang alex. alex terhempas dan mengeluarkan darah dari mulutnya
kenneth hanya menatap putranya dingin. giovani menangis menutupi wajahnya di dada kekar suaminya. mereka pun tak bisa apa apa. alex memang salah . hanya angeline lah harapan mereka
Angeline segera memeluk suaminya melihat suaminya sudah berdiri "Jangan pih jangan. ingat cucu pih"
angeline langsung berlutut memeluk kaki abraham. akhirnya abraham memejamkan matanya sesaat dan menghembuskan nafas berat .ia segera mengangkat tubuh kecil istrinya
"Apa isi otakmu hah? kamu bisa mengatakan apapun padaku, bukan mengambil jalan pintas" bentak abraham
alexa keluar mendengar bentakan abraham. ia kaget melihat alex muntah darah
"Kamu masuk kekamar lexa" perintah abraham menatap putrinya tajam. "masuk sekarang" lexa langsung masuk saking takutnya melihat kemarahan ayahnya
"maafkan alex pih, hanya itu yang terpikirkan oleh alex karena lexa terus mau kabur pih. ijinkan alex menikahi lexa pih" alex kembali berlutut
"pih" angeline menangis memeluk suaminya "nikahkan mereka pih, kasihan cucu kita"
"kapan kau akan menikahi lexa" tanya abraham
"lusa pih, hari minggu di gereja pemberkatan dan di resepsi di geraldo hotel kalau papi berkenan"
"sekarang juga kau pergi ke notaris dan tulis perjanjian pra nikah konsekuensi KDRT dan Perselingkuhan, besok temui aku di kantor ASAN GROUP.. kalau isinya sesuai dan aku berkenan aku akan mengijinkan kalian menikah lusa"
"Baik pih terima kasih. maafkan alex ya. pih mih pah mah" ucap alex segera bangkit di bantu pengawal , dia mau berangkat ke notaris
__ADS_1
"Kalian sudah bisa bawa harvey pulang" kata abraham saat menelpon seseorang dan segera mmematikan ponselnya
"Mas kawin bagaimana ?" tanya kenn "Aku berikan hotel geraldo ya bro"
"Terserah. Lusa adakan konferensi pers saat resepsi. aku mau membuka identitas. daripada anakku bolak balik dihamili anakmu itu dengan seenaknya" sarkas abraham
"Berarti kau sudah setuju lusa resepsi bro" kata ken bahagia
"Tergantung surat notaris besok" abraham mengelak karena salah bicara. ken terbahak bahak
"Mengenai harvey harus menunggu mereka menikah baru bisa beritau ke alex agar mereka bisa memperbaiki diri bersama sama, tak adil buat harvey hidup tanpa orangtua lengkap"
"Mereka saling mencintai tapi tak pernah berniat duduk bicara meluruskan salah paham mereka, apalagi alex yang bodoh itu" sesal ken "Dulu papa juga kaku, jadi itu keturunan jangan menyalahkan alex sepihak" kata gio
"Mama selalu memanjakan dan membelanya" omel ken "Kalau seluruh dunia menyudutkannya , kemana dia pulang? " tanya gio lembut. angeline mengangguk setuju
TOK TOK TOK
Angeline membuka pintu, ia tau itu cucunya, tapi ia terkejut melihat lengan cucunya "hei kenapa harvey, baru keluar sebentar sudah begini" ken abraham gio segera mengerubungi cucu semata wayang itu
"Lapor Tuan Besar" Hendrick yang maju
"Katakan " Kata ken dingin
Hendrick menceritakan semua kejadian di mall tadi
BRAKKKK
"Bren-gse-k Aditama atmajaya" ken menendang kursi tamu sampai patah. harvey langsung menjerit menangis. Ken terkejut dan segera menenangkannya. alexa sampai lari keluar kamar mendengar amukan ken
setelah harvey tenang , lexa membawanya masuk ke kamar . membawa buah kesukaannya.
"Jangan suka emosi , cucumu terkejut pah, papa mau harvey takut sama papa?" gio menyesalkan tindakan suaminya barusan
"Papa emosi karena mereka menyakiti harvey mah"
__ADS_1
abraham memasang wajah dingin. angeline juga dingin. "Tangkap perawatnya" perintah abraham.
"Baik Tuan" jawab lima pengawal elite itu . hendrick segera menelpon markus
"Bro kamu tinggal dimana dijakarta?" tanya hendrick langsung saat markus mengangkat ponselnya
"AN apartemen tipe B" jawab hendrick
"sepuluh menit bawa turun perawatmu ke loby, Tuan Besar mau bertemu" ucap hendrick "Bila ada drama dia kabur, kamu harus tanggung jawab" hendrick memutuskan sambungannya
"Jemput perawat atmajaya tadi di AN Aprtemen tipe B loby" ucap hendrick pada kepala pengawal
Tak sampai 40 menit perawat itu diseret ke depan abraham dan kenneth ,Giovani langsung menendang ulu hatinya dan kepalanya. perawat itu langsung muntah darah.
"beraninya kau mau menyakiti cucuku hah, kau makan nyali apa? tangan mana yang mau kau gunakan melukainya hah?" teriak giovani
"kurasa kau tak perlu hidup lagi" ucap angeline dingin. ia berbalik menghadap dinding . menekan sesuatu dari kalungnya tanpa di ketahui orang.
Lima orang berpakaian serba hitam dengan wajah tertutup muncul dan langsung membuka pintu "Hadir nona muda"
"Habisi dia" perintah angeline dingin. lima orang itu menyeret perawat lalu menghilang.
F4 dan sandra sungguh kaget bukan main , tapi hendrick bisa melihat angeline menyembunyikan kalungnya kembali di dadanya
"Ah sampai dimana tadi?" tanya angeline ramah . abraham menghela nafas lega . dikira istrinya akan ngambek panjang
"Sampai suami nyonya itu gengsi merestui alex dan alexa menikah lusa" ledek ken seolah tak terjadi apa apa tadi . mereka terbahak bahak
"Tadi harvey terkejut karena papa, bermainlah bersamanya sebentar, mama takut harvey trauma" pinta gio. "zerah bawa tuan kecil"
zerah segera membawa harvey pada opanya. harvey awalnya ke takutan pada ken. setelah beberapa waktu ia mulai menyesuaikan diri dan melupakan amarah grandpa nya tadi
Pengawal itu selalu mendapat kejutan dari para majikan mereka. bahkan giovani yang sangat lemah lembut saja bisa bela diri dengan sangat mahir. mereka mengelus dada mengingat aksi dua nyonya nya tadi
__ADS_1