
Jam 15:00
Alex membawa alexa dan harvey ke AS Mall, tentunya di temani F4, Sandra, Zerah, dan beberapa pengawal.
Harvey main dengan sangat gembira. hendrick menggendongnya saat ia keluar dari arena bermain
"kel ais kim" pinta harvey, hendrick menciuminya gemas. jackson membeli es krim buat harvey.
"Hei harvey tak bisa makan es krim" ucap alex tegas, mata harvey berkaca kaca melihat ayahnya marah. hidungnya memerah, persis dengan alexa kalau merajuk. alex hendak menggendongnya "No dad no, dad angry no" pekiknya . hendrick menatap alex datar
"Berikanlah es krimnya" alex mengambil es krim dan menyuapo harvey tapi harvey menolak sambil memeluk leher hendrick
Semua menatap alex datar "Setelah makan es krim kita akan membeli mainan boy" bujuk alex. harvey tak mau melihatnya. hendrick mengambil es krim dan menyuapi harvey. harvey makan dengan lahap
"Kel gep gep" katanya. "Setelah ini kita membeli grape ya" ucap hendrick, harvey mengangguk bahagia . zerah ke supermarket membeli sebungkus anggur dan membawanya ke hadapan harvey "kiu onty"
"wellcome" kata zerah tersenyum. alex mengajak membeli mainan mobil jeep besar dengan remote lalu mengajak harvey naik. harvey menolak alex. alex mulai menekan remote dan mobil berjalan. harvey melihat dengan rasa menginginkan.
"Temani dad main ya, kasihan mobilnya tak ada yang naik" bujuk alex. harvey akhirnya mau. alex mendudukkannya dan memasang sabuk pengaman. harvey bahagia sekali naik disana. akhirnya alex membayar mobil itu dan meminta supir membawa ke mansion
Sore itu mereka main dengan bahagia sekali
"Kita ke steakhouse ya. Harvey suka steak sapi boss" ucap hendrick . alex mengangguk
"Kenapa hendrick dekat sekali dengan harvey"
Franky menjelaskan kejadian insiden di mall saat harvey lahir ditambah amarah angeline dan abraham. alex mengepalkan tangannya .
"Cuma kamu satu satunya laki laki yang membiarkan wanita ular yang sudah mencoba mencelakakan anak istrimu tetap disisimu, kalau kami sudah jijik padanya" kata jackson sambil tertawa
"Aku tak tau ceritanya, kalau tau sudah kukirim ke neraka saat itu juga"
"sudahlah, sudah berlalu, mereka kena hukuman 7 tahun penjara, biarlah mereka introspeksi diri didalam sana " potong lexa
"Pah pah kel" ucap harvey. hari sudah malam dia mencari kakeknya.
"Bos vicall tuan besar ya, harvey merindukan kakeknya, sebentar lagi dia akan menangis" pinta hendrick. alex menggendong harvey dan menelpon ayahnya . setelah itu menelpon abraham. mereka pun segera pulang
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Dikamar lexa
jam 19:30
lexa tidur karena kelelahan padahal masih awal. alex mengerjakan pekerjaannya di meja kerja sampai jam 22:00 ia mengganggu lexa . lexa terbangun setengah sadar
"Aku mengantuk , jangan ganggu aku" bisik alexa dengan lirih . tapi alex tak mau melepasnya.
__ADS_1
"Aku menginginkanmu" bisik alex. "kamu tidurlah, aku yang bekerja"
alex pun menyelesaikan pertarungannya dalam dua jam . membuat lexa kelelahan dan menutup matanya kembali. alex tertawa. hatinya bahagia sekali. dia sudah di puncak kehidupannya sekarang
menjadi orang terkaya dunia, memiliki istri yang sangat ia cintai, memiliki putra tampan yang cerdas, memiliki calon baby baru. memiliki orangtua yang penih kasih sayang
sisa bagaimana ia menjalankan hidupnya nanti dan bagaimana memimpin perusahaan, memimpin keluarga kecilnya agar istri kecilnya tak kabur
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Hari ke empat pernikahan
Jam 07:00
GEDUNG ASAN GROUP
Abraham dan Kenneth duduk menunggu putra putri mereka yang tampak sudah memasuki Lobi
Tak lama keduanya masuk dan menunduk hormat pada ayah mereka
"Pagi Pah Pih" sapa mereka bersamaan
"Pagi" jawab dua ayah mereka
"Duduklah" ucap abraham , Notaris beserta asisten memasuki ruangan membawa setumpuk dokumen setinggi hampir semeter dengan dua buah troly kecil
"Papih dan ken akan membantu bekerja pada kalian selama enam bulan, sisanya kalian akan mengurus semua" jawab abraham "Untuk warisan keluargamu, ken akan menjabat sebagai direktur, untuk warisan keluarga shawn dan nishinoya, papi akan menjabat sebagai direktur sementara, kami akan membantu kalian memanage semua divisi lalu kami keluar" alex mengangguk
"tapi hari ini wajib serah terima semua warisan" tegas ken. wajah lexa langsung datar
selama 12 jam mereka membereskan penyerah terimaan aset keluarga besar alex dan keluarga besar alexa, di potong jam makan siang makan malam.
"Bisakah di lanjutkan besok, kasihan harvey" pinta alex. dia rindu putranya
"Bisa kalau milik kakek nenek paman kalian. punya kami harus hari ini" jawab abraham "Senin kami mau mengurus dokumen harvey, dia akan segera sekolah, tapi belum memiliki akta kelahiran"
"aku mencantumkan namanya harvey louis shawn" ucap abraham , alex dan ken menatapnya datar
"dimana mana nama keluarga ikut ayah bukan ibu bro" ucap ken. "tapi ia penerus keluargaku satu satunya, nanti anak kedua kalian nama keluarganya geraldo" jawab abraham
"no. pertama kedua tetap geraldo, itu anak alex, biar aku saja yang mengurus akta lahir harvey" potong ken
dan mereka mulai berdebat, alex dan alexa melanjutkan penandatanganan penerimaan aset tanpa peduli perdebatan dua ayah mereka
"Bahkan golongan darahnya mengikuti aku dan alex, RH Null, bagaimana bisa memakai shawn" ketus ken. mereka mulai memasang wajah dingin dan diam
"selesai, sisanya kita lanjutkan besok" pinta alex pada notaris itu. ia mengangguk . "kalian masih mau berdebat pah pih?" tanya alex datar . keduanya mendengus sama sama keras kepala.
__ADS_1
"lexa kita pulang berdua, alex kamu pulang bersama papa" ucapa abraham sambil menarik lexa pulang.
"Pih, lexa istri alex" ucap alex datar
"Papih ga bisa pulang bersama anak papi?" tanya abraham datar. akhirnya alexa pulang bersama ayahnya dan alex pulang bersama ken
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Sampai di rumah, Abraham membersihkan diri lalu menggendong harvey ke kamarnya.
Jam makan malam ia turun makan sebentar bersama dengan wajah masam lalu kembali ke kamar . membuat alex pusing menghadapi ayah dan mertuanya
Alex masuk kekamarnya bersama harvey, ia melihat lexa duduk di meja kerja dengan laptopnya membalas email.
"Tak bisakah melepaskan pekerjaanmu sesaat dan main bersama harvey" tanya alex dingin. lexa meliriknya sebentar lalu menutup laptopnya dan bermain bersama harvey di ranjang.
jam delapan malam harvey menggosok matanya dan mengantuk mencari zerah. alex menggendongnya keluar kamar dan menyerahkan pada zerah. saat masuk ke kamar ia melihat lexa sudah tertidur pulas
alex menghela nafas , pikirannya sangat banyak tapi sepertinya no solusi saat ini. ia memilih tidur saja
🧸🧸🧸🧸🧸🧸
Jam 07:00
ASAN Group
Alex dan alexa melanjutkan memeriksa dan menandatangani dokumen serah terima warisan dari opa oma uncle mereka.
jam makan siang F4 mengajak mereka makan siang bersama. "Ayo makan dulu, nanti kita lanjutkan" ucap alex . "Makanlah dulu, nanti bawakan aku, dokumennya masih banyak" jawab lexa lalu melanjutkan dokumennya
alex pergi ke Restoran jepang milik AN Group , " bagaimana perencanaanmu kedepannya?" tanya jackson pada alex
"Senin aku akan meeting dengan kalian" ucap alex memijat pelipisnya
"saranku bawa aina aiko akemi menemani lexa disini, mereka sudah sangat terlatih, semoga bisa meringankan beban kalian" ucap hendrick
"ide bagus" kata alex senang
"Pertimbangkan markus, dia juga handal dan beda dari keluarganya" ucap sandra
"Aku sudah terpikirkan hal ini, cuma bagaimana nishi kemuning? belum lagi AN jingga huftt" keluh alex
"aku rasa dua tahun cukup mengubah dimas, berilah dia kesempatan lagi, dia lama mengikuti markus lagipula matius dan monic para parasitnya sudah di BUI, tak akan memorotinya lagi" saran jefry
"Aku akan rapat dengan kedua ayahku" jawab alex. mereka mengangguk
__ADS_1