
Alex dan team kembali ke penthouse AVS, sampai di kamar, ia merasa hatinya menghangat , sungguh banyak hal yang harus dia ubah dalam sikapnya supaya orang yang dia cintai bisa nyaman bersamanya
Tiba tiba ia ingat pil kontrasepsi milik lexa, ia segera berjalan menuju kamar lexa dan mengetuk pintu kamarnya, lexa membuka pintu kemar dengan mata terpejam, alex segera masuk dan merebahkan lexa di ranjang, lexa tidur kembali.
Alex memeriksa isi tas lexa dan memeriksa diseluruh sudut kamar pil yang dia cari. ada 3 strip. satu sudah digunakan. alex langsung mengeluarkan semua pil , membuang dikloset dan menyimpan strip di atas lemari yang tinggi. kemudian bergabung ke dalam selimut lexa
****
Minggu pagi
jam 06:00
lexa bangun dan menyingkirkan perlahan lengan besar pria disampingnya , lexa segera membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya dengan rapi lalu keluar kamar
Dia melihat makanan sudah tersedia di dapur "Aiko aina kalian sudah sarapan?" tanya lexa "Sudah nona, kami sudah sarapan sejak pagi"
Dia melihat hendrick merokok di balkon, ia segera keluar membawa kopi untuk hendrick dan segelas coklat panas buat diri sendiri
"Sudah bangun?" tanya hendrick basa basi, lexa tertawa
"lexa kapan kamu latihan bertarung di london?" tanya hendrick
"oh bertarung tak harus memukul orang, tapi aku mengangkat air, kuda kuda, posisi berdiri terbalik, push up, sit up dan lari tangga atau berlari" jawab lexa "sejak kecil papi menerapkan begitu kalau tak ada sarana latihan"
"Nyonya angeline juga sama?" tanya hendrick
"Mami papi memiliki kamar berolahraga di kota jingga, taman belakang juga di jadikan arena latihan beberapa senjata"
"Nona bisa menggunakan senjata? senjata apa?"
"Aku tak bisa menggunakan senjata, hanya sedikit tau saja, pistol, samurai, pedang, double stick, panah, trisula, tombak" jawab lexa
hendrick semakin kagum "kenapa nona tak pernah memukul monica ?"
"Karena dia bukan lawanku, kalau aku memukulnya dia akan mati, kesalahan yang dia lakukan tidak membuat dia layak mati"
"Aku hanya pernah memukul dua kali, sekali 12 orang siswi nakal yang menghina papi, sekali saat menemani mami ke pasar aku memukul enam preman, tapi papi hampir membunuh 50 preman itu"
"Kamu tak takut melihat papi kamu bertarung?" tanya hendrick, lexa tersenyum
"Papi bertarung membela keluarga, aku bangga pada papi" jawab lexa , hendrick mengangguk "papi sama sepertiku, tak apa kami disakiti, asal jangan keluarga disakiti, mungkin papi tak akan membalas kalau ada yang memukulnya tapi kalau ada yang menyakiti keluarganya. tak bisa dibayangkan"
"dihari kamu di operasi, ibumu menghajar monica di mall dalam 8 detik, dan ayahmu menghajar dimas matius markus dalam 30 detik mereka sudah roboh"
"ya kah? mami tak pernah bertarung sejak dulu, sejak aku kecil mami selalu lemah lembut, mungkin karena monic menyakitiku jadi mami marah"
__ADS_1
"Benar, nyonya sangat mengerikan"
"membicarakan apa humm" tanya alex tiba tiba
"Ah duduklah. Aku membahas ibuku tadi" jawab lexa "sudah lapar? mau sarapan?" alex tersenyum dan mengangguk
"ayo bro kita sarapan, lalu kita beli oleh oleh buat harvey, opa uncle memintaku foya foya hahaha" ajak lexa pada hendrick
"memangnya kamu tau cara foya foya?" tanya alex. lexa mengangguk . belanja menghabiskan uang orang" alex terbahak bahak
"belajarlah foya foya pada wanita ular ini, dia orang tak berguna, selain menghabiskan uang ayahnya, ia tak bisa apa apa" tunjuk hendrick pada monica. monica mendengus . alex dan hendrick terbahak bahak
"ini uang saku dari pimpinan untuk kita berdua selama perjalanan dinas kantor" hendrick menyerahkan amplop coklat cukup tebal , lexa menerima dan membukanya lalu melotot
"1 juta yen? buat apa, gila" lexa segera mengembalikan amplop itu , monica menyambarnya tapi hendrick mencengkram tangannya "kembalikan atau aku akan meremukkan tanganmu" monica segera menyerahkan pada alexa
"lexa tak mau, kenapa tak boleh untukku?" tanya monic mendengus
"lexa memenangkan tender triliunan selama empat bulan dari semua kenalan, teman dan koneksinya, sementara kau? selalu buat repot saja" sindir hendrick
"Simpanlah, aku hanya akan membeli jajanan jalanan, tak perlu sebanyak itu" ucap lexa "itu jatahmu" jawab hendrick
"jatahmu juga sama?" tanya lexa "aku aspri, kamu sekpri, tentu aku lebih besar lima pukuh persen diatasmu" ledek hendrick. lexa terbahak bahak. "dan kau akan menghabiskannya?" tanya lexa
"no, aku akan membelikan mainan buat harvey" jawabnya "aku juga mau beli mainan" alex menimpali
Drrrttt Drrrttt
"....."
"Apa?? bagaimana bisa? kami sudah di jepang"
"....."
"anda bagaimana bisa begitu tuan"
"....."
telepon diputuskan sepihak. lexa langsung lemas
"Kenapa?" tanya alex
"Klien membatalkan kerjasama jadi meeting besok akan di batalkan. bharatasakti company memberi penawaran dibawah harga kita"
"apa??? bagaimana bisa bharata tau proposal ini, sementara ini proposal tertutup yang hanya diketahui 8 orang termasuk kita bertiga dan papaku bahkan kita tak pernah menyebut nama kedua Group perusahaan itu" ucap alex
__ADS_1
"besok kembali ke Indonesia" ucap alex , lexa mengangguk
"Tuan besok Nona besar ada masalah disini, kontrak Nishi Group besok kembali Ke Indonesia " maid mengirim pesan pada tuan takeshi dan tuan akihiro
Drrrttt Drrrttt
Ponsel hendrick berbunyi
"Halo Tuan"
"....."
"Baik Tuan"
"....."
"Siap Tuan"
"....."
"Bersiaplah, akan ada beberapa kontrak baru yang akan kita tanda tangani, kita segera meeting di kantor ALX Group Tuan Nona" ucap hendrick "30 menit kita harus segera turun"
"Tuan Nona sarapanlah dulu sebelum bekerja" Pinta Aina
"Maafkan kami Aina, ada kejadian begini kami sungguh tak mampu menelan makanan lagi" ucap Lexa dengan sedih
"Tak selamanya mendung berarti hujan, Nona akan bahagia di jepang" hibur aina, lexa segera menangis dan memeluknya
"Hicks aku gagal di proyek pertama kalinya ke jepang" lexa menangis . Aiko dan Aina berusaha menghiburnya
"Tuan besar memanggil, jangan biarkan beliau lama menunggu nona" bujuk mereka, lexa mengangguk dan menyeka air matanya
15 menit mereka sudah bersiaga dan membawa semua peralatan kerja untuk turun ke lobby.
"Kamu tak ikut?" tanya lexa pada monic "tidak aku tak paham kegiatan kalian" jawabnya gelisah. ketiganya segera turun . maid tidak ikut tapi menatap tajam pada monica
"Semoga orang sebaik nona selalu di berkati yang diatas" ucap aiko "Amin" jawab Aina
Aiko masuk ke kamarnya dan kembali lagi dalam 30 menit sambil menyeringai. sementara Aina sejak tadi mengawasi monica
Aiko mengirim dokumen via email pada Tuan mereka. isi email adalah rekaman cctv monica menyusup ke kamar alex dua malam lalu dan chat history monic pada dua orang dan rekaman panggilan suaranya yang diambil aiko hasil meretas ponsel monica
Aina memberikan segelas coklat hangat dan menyerahkan dengan ramah pada monica. monica bahagia sekali di layani aina . ia segera menghabiskan coklatnya dan dalam beberapa menit ia tertidur pulas.
Tak lama masuklah dua pria bertubuh kekar membawa sebuah tong sampah besar. melemparkan monica ke dalam tong sampah itu. dan mendorong tong sampahnya keluar apartemen menuju tempat yang diperintahkan Tuan mereka
__ADS_1