
"Kau berperikemanusiaan tadi huh" omel franky saat diperjalanan pada sandra
"Dia menyerangku secara pribadi, Aku tak berani lancang terlalu extreme menyelesaikan masalah pribadiku didepan majikan" Jelas sandra "Kalau karena pekerjaan, sudah ku hajar dia tadi" Jefry setuju
"Maaf aku tak membantu, aku menjaga Tuan" kata jefry menyesal
"Tak perlu kamu turun tanganpun tadi, sekalipun kelima orang itu maju, Sandra bisa mengalahkan dengan mudah, dia hanya berlunak hati" ucap franky
"Sekali lagi akan ku injak batang lehernya" omel sandra
Sementara di bandara, Heru memanggil ambulance membawa celline ke Shawn International Hospital, Rumah sakit terbaik di Jakarta. Dokter memutuskan harus segera di operasi. Heru segera mengurus administrasinya dan prosedur persetujuan operasi
Celline segera di proses ke OK (Operatie Kamer / Kamar Operasi) , menurut dokter , dari hasil rontgen, tulang kering celline selain patah banyak tulang yang remuk. prosesnya tindakan membutuhkan waktu lima sampai enam jam paling cepat.
Matius dan Charles segera bergerak menyewa shawn apartemen yang berada di sebelah Rumah sakit dan memindahkan barang barang mereka kesana. Heru, Dimas, Markus, Monic segera membersihkan diri. lalu pergi ke restoran diseberang rumah sakit untuk makan siang yang tertunda
***
Restoran Minang
Pantai Indah kapuk
Kenneth mengajak mereka semua makan siang di PIK , karena mereka menyewa apartemen murahan di area pik buat abraham.
usai makan siang abraham membawa anak istrinya kembali ke apartemen , sementara ken mengantar anak istrinya kembali ke mansion lalu segera menuju apartemen milik abraham
*****
Apartemen PIK
Tiga orang itu segera membersihkan diri saat tiba di apartemen, setelahnya lexa segera menemui ayahnya di ruang tamu yang merangkap ruang keluarga karena keterbatasan ruangan
"Pih Mih, Boleh lexa bicara sebentar?" tanya lexa takut takut.
Angeline yang keluar membawa minuman di nampan segera duduk disamping suaminya.
"Ada apa nak? katakanlah" kata abraham ,
lexa segera melepaskan busana yang dia gunakan menutupi perutnya saat di bandara tadi sampai sekarang lalu berlutut didepan orangtuamya
"Maafkan lexa pih, mih, lexa hamil.. maafkan lexa membuat papih mami malu dan kecewa" lexa menangis . angeline terkejut, ia pun segera menangis
abraham yang tau sejak awal segera memasang wajah dingin "Kenapa bisa terjadi?" tanya abraham
"Lexa di jebak orang jahat pih" angeline terkejut. "siapa ayah bayimu nak?" tanya angeline
__ADS_1
"Siapa ayahnya sungguh tak penting lagi, lexa akan membesarkan bayi ini sendirian, mohon papi mami maafin lexa " lexa semakin menangis keras. angeline ikut nenangis
"Kamu mau papi maafkan kamu?" tanya abraham dingin
TING TONG
Bunyi bell pintu , angeline segera membuka pintu , tampak ken ada dibalik pintu. angeline mempersilahkan ken masuk
"duduklah ken" ucap abraham dingin, auranya menyeramkan.
ken segera duduk dan diam melihat lexa berlutut menangis keras. hatinya kasihan. tapi ia tak bisa berbuat apa apa. Orang yang paling di takuti ken seumur hidupnya selain Tuhan ya Abraham dan Albert. Dua orang paling menyeramkan dalam hidupnya sekaligus dewa penolongnya dan keluarganya.
"Kalau kau ingin papi memaafkanmu, sekarang hentikan airmatamu, kita duduk bicara secara dewasa" ucap abraham . lexa mengangguk tapi ia tak mampu berdiri. pinggangnya kram entah karena ketakutan pada ayahnya atau karena kelamaan berlutut. lexa meringis kesakitan
Abraham dan ken terkejut, keduanya segera memapah kedua lengan lexa dengan hati hati dan didudukkan di sofa
"Kamu baik baik saja nak?" tanya angeline masih menangis . "Maafin lexa mi, lexa baik baik aja"
"Kamu mau papi maafin kamu?" tanya abraham mengulangi lagi pertanyaannya
"Mau pih, apapun akan lexa lakukan asal papih mamih mau maafin lexa" ucap lexa kembali menangis
"Diam jangan menangis kalau mau bicara dewasa" tegur abraham. lexa mengangguk dan menyeka air matanya
- lahirkan bayimu, papi mami akan merawatnya
- tamat s2 kembalilah dan bekerja sesuai apa yang papi perintahkan
- serahkan hidupmu dan masa depanmu di tangan papi karena papi tak akan mencelakaimu
"serahkan hidup bagaimana pih?" tanya lexa
"Apapun yang papi tentukan harus kamu setujui kelak"
"Lexa bersedia pih" jawab lexa cepat "papih pegang janjimu nak" lexa mengangguk "makasih pih mih mau maafin lexa"
ken tersenyum tipis, memang sahabatnya jagoan kalau mengendalikan keadaan atau mengendalikan manusia
"Berapa usia kandunganmu?" tanya abraham "32 minggu pih, sebulan lagi akan lahiran" jawab lexa lirih
"Jaga kesehatan dan jaga diri baik baik, sandra akan mengawalmu sampai melahirkan" ucap abraham. lexa mengangguk
"Pih lexa mau minta ijin, lexa punya sedikit tabungan dari hasil bisnis online selama di london, modalnya dari tabungan uang saku, transport pihak pengada beasiswa. sekarang ada tersimpan 40 Miliar" kata lexa "Lexa mau beli apartemen ini, biar papi mami dan dede bayi tak perlu menyewa lagi, saat lexa pergi nanti , lexa akan tinggalkan sisa uang lexa buat papi sebagai biaya hidup buat dede bayi"
tiga orang tua itu terkejut mendengar ucapan lexa. bahkan anak baik ini tak pernah meminta uang sedikitpun pada ayahnya selama kuliah. malah membawa uang hasil keringatnya sendiri.
__ADS_1
"Papi sudah menyewa apartemen ini tiga bulan supaya kamu bisa melahirkan disini, papi tak mau kamu melahirkan di kota jingga karena itu kota kecil yang mudah menghujat, jadi kamu bisa melahirkan disini dengan tenang" jawab abraham " mengenai pembelian apartemen papi rasa tak perlu, selama tiga bulan ini papi akan berpikir apakah nanti papi mau membawa bayimu pulang ke kota jingga atau sementara disini"
"uangmu simpanlah, kami masih hidup tenang dengan jualan kue ibumu dijakarta lebih laris, itu lebih dari cukup buat kami bertiga kelak" dusta abraham . lexa mengangguk
"senyamannya papi saja, lexa ikut" jawabnya
"Mengenai lahiran , kamu lahiran di shawn hospital saja, papa yang akan membiayai semuanya dan membiayai bayimu sampai kamu kembali" ucap ken
"Tak perlu, aku masih mampu, tabunganku hasil jualan masih cukup untuk cucuku" ketus abraham
"Kau tak bisa begitu, ini cucuku broo, tak adil bagiku" protes ken keceplosan. abraham, angeline, alexa melotot
"maaf lexa.. papa tau bayi itu anak alex. papa sudah tau semua, anak papa memang bodoh, papa janji tak akan memberitau dia dan merahasiakannya sampai kamu memberitaunya sendiri kelak" ucap ken.
lama berpikir akhirnya lexa mengangguk
"ijinkan papa tanggung jawabi cucu papa. dia pewaris tunggal keluarga geraldo, sisakan harga diri untuk papa lexa" mohon ken, lexa meneteskan airmata dan menatap ayahnya
"jangan menangis nak, kasihan bayimu" ucap angeline sambil memeluk anaknya
"kita biayai bersama, itu juga pewaris tunggal keluarga kami" ucap abraham akhirnya. ken mau protes tapi diurungkan karena takut abraham marah dan menolaknya
***
Di restoran depan
SHAWN INTERNATIONAL HOSPITAL
berkumpullah lima orang yang sedang murung
"Aku dengar ASAN akan mengirim team audit untuk mengaudit semua perusahaan anak cabang. team audit dipimpin oleh team italia" kata matius , heru dan dimas mengangguk lesu
"Papi terpakai berapa uang perusahaan?" tanya markus " 120 Milliar untuk kebutuhan kuliah kalian dan memenuhi gaya hidup monic, kalian sendiri tau bagaimana adik kalian itu"
"Bagaimana om heru?" tanya markus "Aku menggunakan uang perusahaan sekitar 200 Milliar untuk keperluan kuliah charles dan celline belum lagi gaya hidup mereka yang hedon" jawab heru
"Kali ini alex yang memimpin pasti tak akan lolos, sebaiknya kita menyerahkan diri duluan dan meminta kesempatan menebus" saran markus
"Menebus pakai apa? bahkan seluruh aset kita kalau disita pun tak ada 200 milliar" jawab heru
"pakai tenaga dan aset pribadi. semoga tidak di penjara kalau mereka menerima" ucap markus
dia mulai menjelaskan semua langkah yang akan dia tempuh , karena kalau tertangkap duluan sudah pasti aset disita dan mereka akam dipenjara. jika dipenjara ASAN Group. didalam penjara pasti mati segan hidup tak mau.
mereka pasrah dan setuju dengan ide markus. minimal kalo diterima mereka tak dipenjara meski kehilangan segalanya.
__ADS_1