ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 38 - Terungkap sedikit


__ADS_3

Jam 8:00


Restoran geraldo hotel


F4 dan sandra ada di restoran


saat alex dan alexa ke restoran mereka segera bergabung


"Kenapa kalian disini?" tanya alex heran


"Semua kamar pesanan untuk Tuan besar tak dipakai, kami disuruh menginap dan menggunakannya" jawab jackson.


"Bos, habis sarapan, anda diminta ke mansion Tuan Besar Shawn. Mereka mau bicara" lapor sandra


"Sebenarnya aku juga mau bicara dengan kalian, aku bingung dengan hadiah tadi malam" kata alex mulai pusing lagi "tapi tak mungkin aku membahas pernikahanku di hari pertama menikah"


"selesaikan urusan pernikahan baru bahas kerjaan bos" kata jefry , alex mengangguk


"nona besar kamu kenapa?" tanya sandra


"Nona besar? sejak awal kamu tau siapa papiku?" tanya lexa sambil melotot. sandra mengangguk


Akhirnya jam 10:00


supir mengantar mereka ke mansion abraham


"Ini bukannya arah ke rumahku?" tanya alex pada supir


"Saya hanya menjalankan perintah tuan besar, tuan muda" jawab supir. alex pun diam.


Mobil memasuki sebuah mansion yang sangat mewah pas disebelah mansion kenneth.


"Kenapa papi bersebelahan dengan papa dan aku tak tau selama ini?" batin alex


Saat mobil berhenti alexa segera memasuki mansion , meninggalkan alex dibelakang dan berteriak.


"Shalom lexa pulang papih mamih" Teriaknya, angeline berjalan menuju pintu utama , lexa memeluk ibunya


"Shalom alex pulang mih" sapa alex sopan.


"Shalom, masuklah, papi menunggu kalian di belakang" ucap angeline menggiring mereka ke halaman belakang


Terlihat ada kenneth, giovani, abraham duduk paviliun samping kolam renang. harvey bermain bola di awasi dua pria dan zerah. melihat alexa harvey memanggilnya dengan gembira


"Momy" teriaknya. alexa langsung pucat. abraham merasa perasaannya tak enak. ia segera menggendong cucunya dan kembali ke paviliun


alex membeku melihat wajah harvey, ia seperti bercermin dan melihat dirinya sendiri. hatinya berdesir dan merasa hangat

__ADS_1


Alex tak sadar maju melangkah kearah harvey menjulurkan tangannya , saat harvey mau menerima tangan ayahnya alexa sadar kembali. ia segera menepis dan mendorong alex


"zerah bawa masuk tuan muda kecil" teriaknya, melihat ibunya marah harvey langsung menangis kencang ketakutan


Abraham menatap dingin ke arah alexa sambil mengelus punggung cucunya dan memeluknya


"lexa jaga sikapmu, kamu menakuti harvey" suara angeline pelan dan dingin menatap tajam pada alexa


alex yang sudah sadar kembali mau menggendong harvey, tapi alexa menepisnya . alex menatap tajam pada alexa


harvey menangis semakin kencang melihat wajah galak orang orang dewasa dihadapannya .


"Ayo sama oma main playdooh didalam" ajak angeline sambil mengambil gendongan harvey lalu membawanya masuk diiringi zerah. lexa segera mengejar alex yang menyusul harvey


"Duduklah kalian berdua" ucap abraham dingin. suaranya membuat orang sangat bergidik.


"Harvey putraku kan? jawab aku" ucap alex menatap lexa tajam


"Bagaimana mungkin kau memiliki putra dari wanita yang sering kau maki mura-han dan jalan-g" jawab lexa dingin.


mendengar kalimat lexa, tiga orangtua itu terkejut dan marah pada alex . inikah alasan lexa merahasiakan harvey dari alex selama ini


alex seketika merasa sangat menyesal sudah bicara kasar pada lexa sejak dulu


"Lexa.. aku".. ucap alex putus asa


"Kenapa? mau katakan maaf? bukankah kau yang mengatakan aku mura-han aku wanita jalan-g , aku tidur dengan banyak pria, bagaimana wanita jalan-g ini mengandung anakmu" tanya lexa pedas menatap tajam alex. semua juga menatap alex


"Maafkan aku lexa" ucap alex penuh penyesalan


"Maaf? setelah semua hinaanmu, aku menanggung malu selama tiga tahun lebih, kau cuma bilang maaf lalu berlagak ayah superhero menghadapi harvey hah?" tanya lexa dengan suara benar dingin


"Bulan depan aku akan membawa harvey ke London, tolong jangan tunjukkan wajahmu lagi dihadapan kami bertiga kelak" ucap alexa


tiga orangtua itu terkejut sekali mendengar ucapan lexa. tapi mereka tak bisa ikut campur karena alex memang salah


"Tidak lexa. kau tak berhak mengambil kebahagiaan anak anakku, mereka harus memiliki keluarga lengkap, jangan karena kesalahanku, jangan karena kamu membenciku, anakku menjadi korbannya, tak adil bagi mereka"


"Anak lain punya daddy momy ke sekolah, apa yang akan mereka rasakan bila tak memiliki ayah?"


"sekarang kamu tanya padaku apa yang mereka rasakan hah? selama ini mereka hidup dengan wanita jalan-g sepertiku, apa yang mereka rasakan?" sarkas lexa


"Lexa tenanglah, bicara baik baik, kendalikan emosimu" ucap abraham akhirnya.


"Lexa kamu tak bisa membawa harvey jauh dari kami lexa. apakah kamu memikirkan perasaan kami orangtua ini?" tanya giovani sambil menangis


kenneth menunjukkan ipadnya pada alex 99.9% cocok DNA Harvey Louis dengan Alexander Herbert Geraldo

__ADS_1


"Lexa kumohon maafkan aku, beri aku kesempatan menebus semua kesalahanku, aku rela menebusnya seumur hidupku, jangan begitu kejam padaku"


"Lexa apakah aku papimu?" tanya abraham dingin


"Kalau kamu masih menganggap papimu ada, coba tenangkan dirimu, pikirkan saat harvey kecil dan kamu kecil dulu, sejak kecil kau sangat bahagia, karena ada papi mami selalu disisimu, kamu tak pernah takut diluar sana karena ada papi melindungimu, ada mami yang mengurusmu setiap hari menjadi kekuatanmu, kamu menjalani masa kecil bahagia"


"Bagaimana harvey? saat dia sekolah nanti, orang akan menghinanya, meledeknya tak punya ayah, mentalnya akan jatuh, dia akan diolok olok, di buli, dipermalukan, kamu tak pernah merasakan hal begitu, tapi harvey akan merasakannya"


"benae nak, kasihani harvey, memang mama tau alex salah, tapi jangan menjadikan harvey korban kesalahan ayahnya. ijinkan alex menebus kesalahannya nak, kami merawat harvey sejak dia lahir. bagaimana kau tega memisahkan kami" giovani kembali menangis.


akhirnya lexa diam. abraham memeluknya. dia merasa sangat damai dan nyaman


"kamu merasa damai dan nyaman nak?" alexa mengangguk


"harvey tak bisa memiliki perasaan ini nak, kasihan dia" ucap abraham pelan. ia tau lexa sudah terluka dan mengeraskan hatinya


lexa hanya menangis. "lexa jangan menangis, kasihan bayimu" ucap kenneth


"baiklah kita klarifikasi saja semua hari ini. sebenarnya kenapa kamu bicara kasar pada lexa" tanya ken datar


alex mengeluarkan ponsel dan menunjukkan poto kiriman monica. banyak pose lexa digendong dan dipeluk brandon. di restoran, kampus, taman, apartemen


ken memperhatikan semua poto dengan seksama lalu menyerahkan pada abraham. abraham juga meneliti semua poto itu dan menatap datar pada alex


abraham menyerahkan ponsel pada alexa. alexa melotot melihatnya


"jangan banting ponselnya, papa akan menjadikan bukti dipengadilan menuntut pelaku" ucap ken mengingatkan lexa. lexa akhirnya melemparkan ponsel itu ke meja


"Semua poto itu alexa rata rata memejamkan mata dan berwajah pucat, apakah kau tak melihatnya? menandakan tidak dikondisi baik baik saja saat kejadian" ucap ken pada putranya dingin.


alex mengambil ponselnya dan melihat baik baik poto itu, benar yang dikatakan ayahnya , selama ini ia tak kepikiran kesana. ia terlalu cemburu sehingga melupakan hal penting


alexa menunjukkan poto alex berpelukan dengan monica , abraham menatap seksama dan menyerahkan pada ken. ken meneliti poto itu lalu menyerahkan pada alex.


"jangan dibanting ponselnya, papa membutuhkannya dipengadilan nanti"


alex melotot "ini tak benar, ini disaksikan hendrick, jackson, markus.. dia memanggilku aku memgabaikan.. ia katakan mau memberitau kesehatanmu jadi aku mengejarnya. dia terus berlari jadi aku menariknya kasar. ia membenturku dan tiba tiba memelukku. akhirnya aku menghempaskan tubuhnya dan terguling dilantai"


"lexa terlepas dari penjelasan alex. papa menilai dari analisa poto.kalau benar alex memeluknya, tangan alex di pinggang di bahu dipunggungnya, itu tangan alex sedang mencengkram lengannya terlihat dari lekukan tangannya" ucap kenan


lexa mengambil poto dan mengamati potonya dengan seksama, ia melewatkan banyak hal karena merasa sedih dihianati alex.


"sejak mengenalmu sampai sekarang aku belum pernah dekat dengan wanita manapun. hanya kamu wanita yang aku cintai selain mama, hanya kamu yang aku inginkan, meskipun aku berpikir kamu menghianatiku, aku tetap tak bisa melepaskanmu dari pikiranku dan tetap ingin memilikimu lexa"


"mengenai monica, aku membayarnya untuk membuatmu cemburu tiap aku melihatmu di cctv sudah mendekati ruanganku, aku memasang pose sedemikian rupa"


tiga orang tua itu menatap alex dingin "kenapa kau bodoh sekali" gio melemparkan bantak ke wajah alex

__ADS_1


"alex ingin lexa memandang alex sebentar saja mah, ternyata lexa bahkan tak peduli pada alex" ucapnya sendu



__ADS_2