ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 52 - Baikan demi harvey


__ADS_3

Dimarkas hera, zerah, adelia, akemi, hendrick melalui berbagai tahap latihan bertarung. akemi dan hendrick sudah bisa melewati ujian takeshi, hera, zerah , adelia masih kewalahan.


giliran alexa. dia melakukannya dengan sangat sangat baik sekali. Takeshi puas, untuk sasa takeshi memberikan lawan pria usia 7 tahunan sebanyak lima orang. Sasa bisa mengalahkan mereka dengan sangat mudah karena memiliki didikan bela diri dasar yang baik untuk ukuran anak anak


sekarang giliran harvey, dia melawan 20 orang dewasa, kebetulan suasana hatinya buruk. ia melampiaskan semua kesedihannya pada lawannya, semua pukulannya sangat kejam. tapi ia tak kehilangan ketenangan yang di ajarkan abraham sejak ia masih kecil. 20 lawannya tak bangun bangun lagi


Prokk Prokk Prokk


tepuk tangan takeshi menggema di ruangan itu. "Majulah opa, sasa ingin menonton kita bertarung" ajak harvey sambil membungkukkan setengah badannya . takeshi mengangguk


mereka bertarung , takeshi kewalahan menghadapi harvey, semua pukulannya sangat tenang terlatih perpaduan abraham dan angeline tapi sangat kejam. tak ada pri kemanusiaan didalamnya. tapi takeshi bisa melihat luka di mata harvey . akhirnya pertarungan mereka draw


Jam 00:30


mereka segera kembali ke pent house. mereka segera kembali ke kamar membersihkan diri


-Akemi, Tatsuki, Saori, nanako tinggal di kamar yang sama


- Hera, Adelia, zerah, sasa tinggal dikamar yang sama


- hendrick tidur dikamar lantai satu


- harvey tidur sendiri


- alexa tidur sendiri


Malam itu harvey menangis sampai tertidur. dia merindukan sebuah keluarga bahagia, tapi ia tak memilikinya. beberapa kali ia memergoki orangtuanya bertengkar. ia berusaha menjadi yang terbaik agar bisa segera keluar negeri dan pergi jauh sehingga tak perlu berada dalam keluarga yang tak bahagia


***


Esok pagi takeshi datang ke penthouse menjemput harvey


"Tuan kecil ada pertemuan jam 15:00 nanti di restoran AVS tuan muda" lapor hera


"Aku akan segera mengantar harvey kesini sebelum jam pertemuan" ucap takeshi dingin dan mengajak harvey berangkat


Takeshi mengajak harvey ke pantai, di cuaca dingin mengajak ke pantai sungguh kegiatan extreme


"Kita ke pantai untuk membekukan hatimu" ucap takeshi. harvey tertawa getir


"ceritakan apa keinginanmu nak"


"harvey ingin tinggal di Luar Negeri, Harvey tak mau di indonesia lagi" ucapnya lirih, anak yang kelihatan kuat menjadi begitu rapuh dihadapan takeshi


harvey menceritakan kesedihannya dan ingin ke Luar Negeri melupakan semua kesedihan yang terjadi atas orangtuanya . ia tak ingin melihat lagi pemandangan orangtuanya bersikap dingin, pertengkaran orangtuanya, ibunya menangis


Takeshi memeluknya dengan erat, harvey menangis dengan kencang "menangislah sepuasnya, setelah ini jangan menangis lagi, kamu harus menjadi kuat agar bisa menjaga adikmu nak" harvey mengangguk


setelah makan siang takeshi mengantar harvey kembali ke penthouse . ia meminta alex dan alexa menemuinya malam ini di rumah keluarga nishinoya

__ADS_1


****


Jam 16:00


Alex dan Alexa menemui akihiro dan takeshi di ruangan keluarga rumah akihiro


takeshi menayangkan semua video tadi saat bersama harvey. alex membeku, alexa menangis


"Sebaiknya harvey bersamaku saja disini" putus akihiro dingin


"Jangan opa" ucap lexa dan alex bersamaan.


"kalau kalian tak bisa membahagiakannya minimal tak membuatnya bersedih, dia korban keegoisan kalian berdua"


"Alex ceraikan saja alexa, biar lexa dan anak anak bersama kami disini" tegas takeshi


"Sampai kapanpun alex tak akan menceraikan lexa uncle, kecuali alex mati" jawab alex sedih


"selesaikan masalah kalian berdua atau opa yang akan mengambil tindakan, bulan depan opa akan menjemput harvey, jangan katakan opa tak mampu" ancam akihiro


alex dan alexa mengangguk lemas, mereka pun segera kembali ke pent house menjemput anak mereka buat makan malam


harvey dan sasa sangat bahagia melihat ayahnya tiba "dad sasa miss you" pekiknya. alex menggendong dan menciuminya


lalu alex memeluk harvey "dad miss you son" bisiknya saat memeluk harvey. harvey mengangguk tersenyum


usai makan malam mereka berbelanja di outlet. usai belanja mereka kembali ke pent house. pent house sepi. semua sedang jalan jalan tampaknya. sasa sudah tidur nyaman dalam gendongan alex. alex merebahkannya di ranjang kamar sasa


lalu alex mengajak anak istrinya duduk di ruang keluarga "dad mom avi ingin bicara"


"katakan nak"


"Avi mau sekolah di tokyo saja boleh?" tanyanya hati hati , lexa langsung menangis dan memeluk harvey


"Anak daddy harus disisi daddy" jawab alex tersenyum "maafin daddy yang egois sampai melukai harvey, tapi daddy akan berusaha memberi kebahagiaan pada harvey dan sasa" harvey mengangguk


harvey segera masuk kekamar dan beristirahat


"kamu tidurlah dengan harvey, selamat malam" kata lexa dingin dan segera naik menuju kamarnya. alex mengikutinya


"Kamu istriku, aku tidur denganmu" jawab alex sambil tersenyum "duduklah aku mau bicara"


"Kita harus memperbaiki rumah tangga kita lexa, harvey sudah tersakiti karena kita"


"karena kamu, sejak dulu kamu yang selalu menghancurkan" kata lexa dingin


"baiklah, karena aku, aku minta maaf lexa. ku mohon beri aku kesempatan, demi anak anak kita. ijinkan aku menebus kesalahanku"


"Aku tak mampu percaya padamu lagi, maaf aku tak bisa"

__ADS_1


"Aku janji ini kesempatan terakhir buatku lexa. apa kamu ingin anak anak kita pergi dari kita? kumohon bila kali ini aku menyakitimu lagi, aku yang akan pergi" pinta alex sambil berlutut "aku tau kau membenciku, tapi aku tak pernah membencimu, sejak dulu sampai sekarang aku selalu mencintaimu, perasaanku tak pernah berubah"


"Aku tak pernah menjalin hubungan dengan wanita, aku tak tau cara memperlakukan wanita sehingga aku tak peka, tapi aku janji aku akan terus belajar dan belajar demi kebahagiaanmu dan anak anak kita. mohon runtuhkan amarahmu dan beri aku kesempatan terakhir. bila aku gagal aku akan pergi" lexa menangis mengingat semua perbuatan alex


"demi anak kita, tak bersediakah kamu memberi kesempatan terakhir padaku lexa? kumohon"


"Baiklah, ini terakhir, jika masih terulang, kalau kau tak pergi, aku yang pergi" ucap lexa. alex langsung memeluk dan menciumi lexa. lexa masih kaku karena hatinya masih sakit sekali


tapi kepiawaian alex membuatnya terbuai dam larut dalam permainan, malam itu mereka meluapkan kesedihan, kesakitan, kebahagiaan meleburkan diri menjadi satu


"Sudah alex, aku lelah" kata lexa mendorong tubuh alex , tapi bukan alex namanya kalau bisa di tolak. ia tetap menyelesaikan permainan mereka sampai babak ketiga itu. lexa terbaring lemas tak bisa bergerak lagi


***


besok pagi jam 07:00


alex keluar kamar dengan wajah segar dan penuh senyuman. dua anaknya menunggu di sofa dengan cemberut


"Morning dad, sasa lapar" ia mencebik. alex tertawa


"Ayo kita makan" ajak alex pada semua orang


"mana mom?" tanya harvey dingin. ia melihat bercak merah di leher alex "dad dan mom berkelahi?" ia menatap ayahnya tajam


hendrick melihat leher alex, ia tertawa terbahak bahak dan mengirim pesan pada alex


"Ini bukan bekas pertarungan tapi karena digigit serangga, tadi malam dad dan mom jalan jalan keluar lagi" ucap alex mencoba memberi pengertian pada anaknya yang terlewat cerdas


harvey mengambil ipadnya dan mau meretas cctv penthouse tapi sasa merengek "kak sasa lapar, huhu" ia mulai menangis. harvey langsung menyimpan ipadnya


"Ayo dede, kita makan" ajak harvey "onty disini saja nanti kami akan membeli makan buat momy dan onty saat kembali" kata harvey pada tatsuki. tatsuki mengangguk


alex menggendong sasa dan menciuminya , mereka turun ke bawah dan berjalan kaki mencari area food street. setelah menemukan kios yang cocok mereka duduk disana. harvey berdiri mencari makanan buat adiknya.


"putramu hebat, ia menjaga ibu dan adiknya dengan sungguh sungguh bro" ucap hendrick. alex mengangguk bangga sambil memangku sasa.


"Tuan Kecil kita berjalan terlalu jauh, nanti nona kecil menangis kelamaan menunggu" bujuk saori melihat harvey berjalan semakin jauh.


"Ada yang mengikuti kita sejak tadi, aku membawanya menjauh agar tidak mengejutkan adikku" jawab harvey dingin


"Tuan kecil jangan bercanda, jumlah mereka tak sedikit, mereka hanya mau uang. kita berikan saja" ucap saori


"Tuan apakah anda tak takut kita menjauh malah di sergap dua sisi dan anda tak berhasil melindungi sasa" tanya nanako yang lebih cerdas karena ia tau harvey tak bisa di bujuk dengan cara saori


"Kita beli makanan di stand ini sambil membeli beberapa makanan dalam perjalanan kembali agar tak membuat musuh sadar sudah diketahui" imbuh nanako. harvey mengangguk dan tersenyum dengan wajah anak anak


akhirnya mereka berhasil bergabung dengan hendrick, alex dan sasa


__ADS_1


__ADS_2