
Harvey digendong angeline kembali ke paviliun. harvey masih menangis "Pah pah" panggilnya pada kakeknya . ken langsung menyusulnya
"Minta maaf pada harvey" perintah abraham dingin
lexa segera bangkit dan mau menggendong harvey tapi ia sempoyongan "No mom no " teriak harvey menangis
alexa berusaha kuat menggendong harvey , alex mengambil harvey dari gendongan ken dan memeluknya sambil mengelus punggung harvey . harvey diam "kel" katanya
"im not your uncle. call me daddy" kata alex sambil tersenyum dan mengecup pipi gembul harvey "dad" panggil harvey sambil tertawa. ia sudah berhenti menangis. hati alex bahagia sekali mendengar putranya memanggilnya dad
"dady want gep?" tanyanya .
alex menatap alexa "dia tanya kamu mau anggur?" ucap lexa datar
"harvey sangat menyukai anggur dan pir, sama persis dengan kamu saat kecil alex. tiap hari tetap minta anggur dan pir" giovani menjelaskan dengan bahasa indonesia karena harvey tak paham bahasa indonesia
"dad sangat menyukai anggur sejak kecil, seperti harvey juga, nanti kita akan membeli anggur yang banyak ya" kata alex menciumi pipi gembul itu dengan gemas
zerah datang membawa semangkuk anggur dan meletakkan dimeja , alex mengambil mangkuk dan memberi pada harvey. harvey menyuapi alex anggur. dan tertawa melihat alex memakannya. alex juga menyuapi putranya anggur. mereka tertawa bersama. giovani diam diam mengambil poto mereka tertawa
"harvey kemarilah" panggil lexa "no mom no. mom angry no" pekik harvey sambil memeluk leher alex.
lexa meneteskan airmatanya sedih karena putranya menolaknya . melihat ibunya menangis, harvey meronta minta turun , setelah turun ia memanjati tubuh alexa lalu memeluk dan mencium alexa "dont cry mom, sorry mom" harvey menyeka airmata ibunya dan menciumi ibunya . alexa memeluknya
"kalian mandi lalu makan siang bersama. setelah itu bawalah harvey jalan jalan membeli mainan dan makanan , kasihan dia belum pernah jalan jalan dengan ayah ibunya" ucap abraham
"baik pah"
"zera tunjukkan kamar nona muda" perintah abraham. "Baik tuan"
alex menggendong harvey dan mengikuti zerah. tapi alexa tak berjalan, alex kembali lagi menarik lengan lexa bersamanya
"kalau bertengkar pakai bahasa Indonesia, harvey tak bisa bahasa indonesia, jangan pergunakan intonasi tinggi didepan harvey" pesan ken . alex mengangguk
setelah keduanya membersihkan diri, alex tampak menemani harvey yang melompat dikasur , harvey hampir mengenai perut alexa yang sedang berbaring. alex langsung menggendong harvey dengan cepat. jantungnya hampir lepas
"boy, jangan melompat ya sayang, diperut mom ada dede bayi, harvey harus sayang perut mom, kalau sayang melompat nanti dede bayinya hilang" alex memakai bahasa yang mudah dipahami anak anak
"ada dede bayi? avi mau dede bayi, avi tak akan melompat dikasur lagi" ucap harvey dengan muka serius. lexa tertawa melihat wajahnya. harvey menciumi lexa.
"usia harvey 2 tahun 9 bulan kan?" tanya alex. lexa mengangguk. "tubuhnya seperti anak berusia enam tahun"
__ADS_1
"harvey kuat minum susu dan makan buah sepanjang hari itu yang dimintanya, saat lahir badannya seperti anak empat lima bulanan"
"tak apa, uang ku banyak, aku akan membelikan satu trus susu dan buah" jawab alex sambil menciumi harvey . lexa menatapnya datar.
"AS Supermarket akan mengantar tiap minggu supaya tetap fresh tidak stock lama" alex mengangguk paham dan memeluk harvey "hey kenapa tangannya ada luka gigitan" tanya alex kesal. hatinya sakit sekali
"Di gigit anak celline" jawab lexa singkat. alex langsung berdiri menyambar ponsel dan dompetny "mau kemana?" tanya alex
"menghajar matius, anaknya melukai anakku" kata alex dingin "dia dipenjara kalau kau lupa"
"jadi bagaimana anaknya bisa melukai anakku"
"tanya hendrick, ia lebih jelas"
alex langsung menelpon hendrick selama 15 menit, setelah tau cerita ia kesal pada sandra zerah dan F4
"sudahlah bro, perawatnya sudah mati dibunuh ninjanya nyonya besar" alex langsung memutuskan sambungan
dia mendengus kesal , lexa menatapnya datar "dad pah pah" ucap harvey , alex menatap lexa "harvey cari granpa dan opanya, pentolannya, tak bisa berpisah sebentar saja sudah cari. kalau tak ketemu ia akan menangis"
alex menggendong harvey keluar kamar. zerah menunggi didepan kamar langsung menggendongnya "onty pah pah"
"ayo kita cati opa dam grandpa" kata zera, harvey mengangguk senang . alex kembali mengunci pintu
"apa kegiatannya sehari hari?" tanya alex
"main, makan, belajar piano, belajar bela diri, nonton kartun, main bola, berenang"
"Harvey bisa beladiri?" tanya alex , "harvey bisa mengalahkan anak SD" jawab lexa "cuma ia sama seperti kita, lebih nengandalkan otak daripada otot, jadi selalu mengalah"
"mengalah sampai diam saja di gigit anak celline huh" dengus alex
"anak anak berkelahi dengan anak anak adalah hal biasa, kalau orang dewasa mencampuri, yang salah orang dewasanya, tugas kita adalah mendidik anak anak kita menjadi kuat, mereka bisa melawan disaat mereka menginginkan"
"ayo siap siap makan siang, orangtua menunggu"
"sebaiknya kamu ke kamar bermain harvey, agar tau hampir seisi toko mainan sudah dipindahkan orangtua kita ke mansion ini dan mansion sebelah, jangan menambah nambah stock mainan lagi. lebih baik membeli makanan bertahap supaya tidak expired dan punya waktu belanja dengan harvey"
"kamu tidak bisa menggendongnya sementara waktu sampai melahirkan, badanmu sekecil ini, harvey sebesar itu, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan bayiku"
lexa mengabaikan bapak posesive itu lalu keluar kamar. "kau mau keluar menggunakan pakaian itu?"
__ADS_1
"kenapa? hanya orangtua kita di bawah"
"kau tak sadar ada pengawal berkeliaran mengawasi harvey dalam rumah? ini mansion bukan aprtemen"
lexa segera sadar dan mengganti celana training selutut dan kaus longgar , kemudian turun ke ruang makan
abraham duduk ditengah, disamping kanan ada angeline, di kiri ada ken dan giovani
alex mengambil posisi di samping lexa yang duduk di samping angeline. tapi ia menarik kursi tinggi anak anak disampingnya, mendudukkan harvey disana
lexa mengambilkan nasi alex. hati alex hangat melihat perlakuan istrinya. baru alexa mengambil makanannya sendiri, salad buah hanya itu.
alex menyuapi harvey nasi. harvey menolak "No dad no" teriaknya , alex menatap ibunya
"Harvey tak suka nasi, dia suka bubur dengan wortel parut dan sayuran. lagipula tadi harvey baru makan siang, berilah biskuit pada harvey" giovani mengambil tas dan memberikan beberap bungkusan biskuit pada alex. harvey berbinar
"ini biskuit kesukaan harvey, kami selalu membawanya kemana mana takut kalau harvey lapar. biskuit ini penuh nutrisi dan sehat buat anak anak"
"kau selalu membawanya?" tanya alex, lexa mengangguk . "aku akan memesan banyak buat harvey"
"jangan gila, beli bertahap agar tetap stock baru" pesan giovani. alex mengangguk
"Alex Di sebelah ada lahan kosong, bangunlah arena bermain buat harvey dan adiknya" kata ken. "tidak, disini saja, itu pemborosan" kaya lexa
"Kamu orang terkaya dunia sekarang" jawab ken datar
"Kita saja yang membangunnya" potong abraham "Alex saja pih pah, alex akan meminta design dulu, kalau sudah cocok baru alex bangun" mereka mengangguk
"makanlah dan bawa harvey ke arena bermain" pesan angeline
"maaf nona muda, tuan muda kecil suka ke AS Fastfood" ucap zerah , semua menatapnya datar kecuali alex dan alexa
"Kemarin dia terluka dan digigit anak lain di arena bermain itu" ucap angeline dingin
"Ta-tapi tuan kecil sangat bahagia dia menyukai main disana" jawab zerah sedih
"Aku akan mengosongkan arena bermain sore ini" potong alex. zerah mengangguk bahagia "Tuan kecil juga menyukai es krim nya" seketika empat kakek nenek itu menatap zerah dingin
"Tak apa sesekali makan es krim, tidak selalu pah pih mah mih" ucap alexa , semua menatap lexa dingin "kalian tak perlu pergi lagi" kata angeline dingin. lexa segera diam
"Harvey tak akan makan es krim, dia akan pergi" ucap alex tegas. semua pun diam karena alex yang berhak menentukan. dia ayahnya
__ADS_1
alex sangat sadar empat orangtuanya sangat menyayangi harvey dan merawat harvey dengan baik. terbukti harvey tumbuh sehat dan bahagia. ia juha memiliki banyak kelebihan karena diasuh langsung oleh kakek neneknya. alex tak mau menyakiti mereka