
Harvey mengirim pesan ke ponsel ayahnya, hendrick, zerah, hera, adelia
makan yang banyak siapkan tenaga, ada musuh sebentar lagi kita harus bertarung
harvey segera makan dengan lahap, yang lain mengikuti makan dengan lahap. usai makan zerah menggendong sasa dan di kelilingi oleh empat pengawal wanita . akemi alex dan hendrick menjaga harvey
benar saja mereka di cegat dua puluhan orang membawa senjata tajam
"serahkan harta kalian dan pergilah baik baik" perintah salah satu dari mereka
"Kalau aku tak bersedia bagaimana? bagaimana kalau kalian yang menyerahkan harta kalian yang paling berharga dan pergi baik baik" tantang harvey. ia masih kesal karena melihat leher ayahnya. ia menganggap itu hasil bertarung dengan ibunya
"Onty adel, hera, saori, nanako, zerah jaga sasa, disini biar kami yang bereskan" perintah harvey,
team alex melepaskan tali pinggang karena lawan membawa senjata tajam. terjadilah pertarungan seru, musuh kewalahan, sasa menjadi komentator dan penyemangat team harvey dalam gendongan zerah
tapi muncul lagi lebih dari 20 preman membantu teman mereka yang kalah, sasa terkejut melihat musuh makin banyak "ah onty mereka curang, mengajak teman lagi" omel sasa . sasa menekan tombol merah di ponselnya . belasan orang langsung roboh di lantai dengan leher terluka. mereka kehilangan nyawa . sisa preman lari semua.
sasa tiba tiba menangis sangat kencang sekali. harvey dan alex langsung pucat menghampiri sasa dan menggendongnya sambil menutupi wajah sasa kedalam dada alex . mereka segera menjauh dari lokasi
"sayang tenanglah, semua baik baik saja" bujuk alex tapi sasa menangis makin kencang . setelah sasa agak tenang mereka segera beranjak pulang tapi sasa kembali menangis
"Mom belum makan, onty saori menjatuhkan makanan momy" tangisnya makin kencang. harvey dan lainnya menatap sasa datar
"Baik baik onty beli yang baru" nanako segera berlari membeli makanan buat tatsuki dan alexa baru sasa bersedia diam
"Kukira dia takut melihat mayat" hendrick mendumel "sama" jawab alex datar . melihat nanako membawa makanan, sasa tertawa bahagia . mereka segera pulang ke pent house
"kenapa tadi nona menangis?" tanya adelia "karena sarapannya jatuh?" sasa mengangguk
"sama tadi sasa salah tekan tombol, harusnya yang kuning, gara gara salah tombol jadinya mereka mati" kata sasa sendu , opa takeshi pasti marah pada sasa"
semua terkejut mendengar penuturan sasa, ternyata preman meninggal karena sasa menekan tombol bantuan
"Opa tak akan marah, tombolnya sudah pas" kata harvey mencium pipi sasa . "benarkah?" tanya sasa. harvey mengangguk
__ADS_1
"kenapa tak lebih awal tekannya nona" tanya zerah datar "karena kakak belum kalah" jawabnya polos
"memangnya kakak tadi sudah kalah saat musuh bertambah?" protes harvey gemas sambil menciumi pipi sasa
"belum tapi makanan momi jatuh gara gara mereka" semua menatap sasa dengan wajah datar kecuali alex .
"kalau makanannya momy tak jatuh, sasa tak menekan tombol?" tanya saori datar, sasa mengangguk polos. alex tertawa terbahak bahak
"daddy, uncle, kakak tak akan kalah pada mereka, mereka tak bawa pistol" jawab sasa tegas. muka tegasnya sangat lucu. yang lain spechless mendengar jawaban sasa
"ayo kita pulang, jangan bilang apa apa pada momy atau momy akan menangis" pesan harvey , sasa mengangguk
****
lexa menunggu mereka di ruang keluarga , saat tiba sasa berlari memeluk lexa
"Mom kami beli sarapan buat mom" lapornya bangga . "thank you baby" ucap lexa sambil memeluk sasa dan menciuminya. nanako segera memindahkan sarapan ke piring dan mengajak lexa sarapan
harvey melihat bercak merah kebiruan di leher ibunya, ia kembali menatap ayahnya dengan tajam. hendrick memberi kode pada alex
"dad memukul mom?" tanya harvey "hah? kapan?" tanya lexa polos. hendrick tertawa
"bohong, avi sudah meretas cctv disini, tak benar dad mom keluar dan digigit serangga" tegas avi
"punya anak jangan terlalu pintar bro, repot kan"
"kemarilah nak, dad mau bicara" ajak alex ke balkon. harvey mengikutinya
"kalau orang dewasa saling mencintai dan menyayangi maka akan ada bekas seperti itu tiap bangun tidur. dan itu bukan bekas bertarung" alex menggunakan bahasa sederhana untuk anak anak "bukannya harvey ingin dad mom saling mencintai seperti teman avi disekolah?"
"benarkah?" tanya harvey "bisa tanyakan pada opa oma" jawab alex yakin "baiklah avi akan tanya pada opa oma nanti sore" tutupnya dan kembali ke meja makan menemani momnya makan
"Tuan jam 12 nona kecil ada pertemuan dengan tuan xxx di restoran emporio, Tuan kecil ada pertemuan dengan tuan xxxx di retoran ALX jam 15" lapor hera pada hendrick
"Aku ikut" kata alex , hendrick mengangguk
__ADS_1
lexa dan alex kembali ke kamar untuk bersiap siap. alex memeluk lexa "cuaca dingin sekali, aku menginginkanmu" bisiknya
"masih perih sekali, kamu tadi malam menghajarku habis habisan" ucap lexa , alex terkekeh "coba lihat, ia sudah bangun, sebentar saja ya" bujuknya. akhirnya lexa mengangguk pasrah dan pertarungan mereka di mulai
"Hubby, im coming"
"Together honey"
alex mempercepat aksinya dan...
TOK TOK TOK
"Momy Momy" Teriak sasa di luar kamar
"sasa"
"Sebentar, tanggung honey" alex mempercepat tusukannya dengan buru buru. wajah lexa berubah tegang karena gedoran pintu semakin nyaring
"Agrhhh" teriak alex saat seluruh mozarelanya tertanam sempurna di rahim lexa. ia segera ambruk kesamping lexa.
TOK TOK TOK TOK TOK
"Daddy" teriak sasa
alex segera mengenakan boxernya dan membuka pintu
sasa masuk memeluk kakinya, ia segera menggendong sasa "kenapa sayang?" tanya alex
"Sasa mau makan ini" ia menunjukkan ipadnya. alex menghembuskan nafasnya sesaat dan melihat ipad sasa.
"Dad akan mandi lalu kita membelinya ya sayang" jawab alex "sekarang sasa berdandan yang harum lalu kita segera berangkat" sasa mengangguk dan turun bersama zerah kelantai bawah
alex mengangkat tubuh lexa ke kemar mandi lalu membuka air hangat agar lexa lebih relax. dua puluh menit mereka keluar kamar menemui anak mereka . alex dan lexa memakai pakaian resmi mereka
"nanako dimana membeli kemauan sasa?" tanya alex "saya akan meminta pengawal bayangan membawakan ke emporio tuan" jawabnya. alex mengangguk
__ADS_1
***