ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 3 - Insiden


__ADS_3

"Sandra ikut aku" ajak franky, jefry langsung merangkul manager mengikuti franky menuju kamar 1802 dimana lexa berada


"Bukakan pintu ini" perintah franky, manager langsung membuka dan menunggu di luar pintu


sandra masuk bersama franky dan jefry, ternyata lexa sudah tak berbusana dan gelisah di ranjang. franky dan jefry langsung berbalik menghadap pintu keluar


"Sandra , Bungkus tubuh nona alexa dengan selimut dengan rapat, kalau sudah selesai panggil kami" sandra segera menjalankan perintah


"Sudah Tuan" lapornya pada atasannya


"Jefry minta manager buka pintu kamar tuan muda" Jefry segera merangkul manager ke depan kamar alex yang berada di depan kamar lexa barusan


Franky mengangkat tubuh alexa yang sudah terbungkus rapat dengan selimut lalu meletakkan di samping alex yang juga sudah tak berbusana. lalu segera keluar kamar.


lexa langsung menyerang alex. mungkin stamina alex lebih kuat, bubuk obat masih belum bekerja sepenuhnya, tapi sama saja nanti akan saling menyerang karena keduanya dibawah pengaruh bubuk obat


"Pengawal" panggil jefry, dua pengawal segera memghampirinya


"Manager, berikan kunci keempat kamar 1801, 1802, 1803, 1804, 1805, 1806 pada pengawalku, lalu lanjutkan pekerjaanmu seperti biasa" perintah jefry sambil menyelipkan uang ke saku jas manager


"Baik Tuan, bila ada keperluan silahkan langsung hubungi saya, kapan saja dan jam berapa saja saya akan hadir demi tuan muda" jawab manager yang sudah mulai paham keadaan bahwa tuan mudanya dijebak tiga penjahat tadi dengan bubuk obat


"Semoga yang kita lakukan ini tidak salah" ucap franky pada jefry dan sandra


"Lebih baik Tuan Muda berhubungan dengan orang yang dia cintai daripada masuk jebakan wanita ular tadi" jawab jefry


"Setuju" jawab sandra


mereka bertiga kembali ke kamar 1803


"Hades, Jeni kenakan topeng ini, sebab adegan nanti akan berada dalam rekaman" perintah hendrick, dua nama yang disebutkan segera mengenakan topeng


"pengawal bawa dia ke kamar 1802" perintah hendrick sambil menunjuk charles. dua pengawal segera menjalankan perintah


"Jeni pergilah, jangan lepaskan topengmu sebelum keluar kamar" kata hendrick sambil menyerahkan sebuah amplop berisi 5000 poundsterling pada jeni, jeni yang sudah mengenakan topeng segera menerima amplop tapi tak kunjung pergi


"Ada apalagi jeni?" tanya hendrick


"Maaf saya lancang tuan, tapi orang tadi sudah dibawah pengaruh bubuk obat, saya takut kewalahan, bolehkah memberi saya bubuk obat yang sama?" tanya jeni sopan


hendrick memuka kaleng soft drink dari kulkas menuangkan bubuk obat lalu memberikan pada jeni, setelah meminumnya jeni segera kekamar 1802

__ADS_1


"Hades jangan lepas topengmu sebelum keluar ruangan" perintah hendrick sambil menyerahkan amplop berisi sepuluh ribu poundsterling pada hades


hades yang sudah mengenakan topeng menerima amplop itu tapi masih mematung tak bergerak


"Kenapa lagi? kau juga mau bubuk obat?" tanya hendrick datar. hades mengangguk hormat


"ijinkan saya Tuan, mereka berdua dan dibawah pengaruh obat, saya takut kewalahan" pinta hades penuh hormat


hendrick membuka sekaleng soft drink lagi dan memberi bubuk obat lalu menyerahkan pada hades. hades segera menghabiskannya dan segera berjalan ke arah dua wanita itu.


team hendrick dan pengawal segera keluar ruangan meninggalkan hades dan dua penjahat wanita itu


dua pengawal memberikan kunci lima buah kamar pada jackson , jackson menerimanya dan memberi perintah


- kalian berempat jaga di depan kamar 1802


- kalian berempat jaga di depan kamar 1803


- kalian berempat jaga di depan kamar 1801


"kalau terjadi sesuatu hubungi kami, kami di kamar 1804 dan 1805" para pengawal mengangguk hormat


"Sandra kamu pergi membeli empat pasang pakaian lengkap buat tuan alex dan nona alexa, juga beli beberapa makanan kering atau kue, beli obat yang dibutuhkan buat nona alexa agar tidak kesakitan, letakkan di dalam pintu kamar tuan muda, ini kuncinya dan ini kunci kamarmu 1806" perintah jackson. sandra mengangguk patuh


"Dasar manusia ular, sungguh merepotkan saja huh" omel jefry "setelah ini rasakan akibatnya" tiga pemuda lainnya hanya tertawa dan segera beristirahat


Tak lama sandra kembali membawa empat pasang pakaian lengkap buat alex dan alexa. roti , cake dan dua minuman yang disimpan dalam gelas penyimpan panas. sandra membuka pintu kamar dan meletakkan semua belanjaannya di sebuah meja kecil tak jauh dari pintu kamar lalu segera keluar lagi


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


Jam 10:00


kamar 1801


Alex terbangun , alangkah terkejutnya dia melihat dirinya tanpa busana, lebih terkejut melihat tubuh polos alexa di sampingnya, makin terkejut melihat bercak darah di sprei putih milik hotel. ia mengusap wajahnya kasar. perlahan bangkit mengenakan boxernya. ia duduk mengingat kejadian tadi malam, ia ingat semalaman mereka melakukan sampai lima babak. ia mengusap wajahnya kasar


"Apa yang harus kukatakan pada alexa nanti saat dia bangun, dia pasti mengamuk" batin alex mengacak rambutnya frustasi "apalagi aku sudah dijodohkan papa, papa pasti kecewa, tak apa aku akan menjelaskan pada papa, biar aku diusir dari keluarga, aku akan tetap bertanggung jawab pada alexa" keputusan alex sudah bulat


alex melirik bungkusan paper bag di meja dekat pintu kamar, alex memeriksa bungkusan itu, setelah paham, alex segera menampung air hangat di bath up dan meneteskan aromatherapy yang dipaperbag. alex kembali duduk disofa menunggu alexa bangun


Jam 10:00

__ADS_1


kamar 1802


Jeni terbangun, charles terlihat masih tertidur pulas, ia segera mengenakan pakaiannya, lalu mengambil handycam di sudut ruangan lalu perlahan keluar kamar. dia menekan bell 1804 dan setelah hendrick membuka pintu. jeni menyerahkan handycam lalu berlalu dari hotel


jam 10:00


Kamar 1803


Hades teebangun, dia melihat dua wanita ular itu terkapar tak berdaya di atas lantai berkarpet. hades mengenakan pakaiannya, mengambil handycam disudut ruangan lalu keluar kamar. dia menekan bell kamar 1805, saat franky membuka pintu dia menyerahkan handycam lalu segera meninggalkan hotel


jam 10:30


alexa menggeliat dan membuka matanya, ia terkejut melihat kamar yang asing, ditambah tubuhnya polos. ia segera duduk. ia juga melihat bercak darah di sprei


"sudah bangun?" tanya alex sendu sambil menghampiri alexa diranjang


alexa menangis sekencang kencangnya sambil memukuli alex , alex memeluknya


"Maafkan aku, Maafkan aku sayang, tapi kita dijebak. aku akan bertanggung jawab , aku mencintaimu, maafkan aku"


Alex terus memeluk alexa sampai alexa agak tenang , ia mulai berpikir apa yang terjadi tadi malam, ia ingat ia-lah yang menyerang alex terlebih dulu. mengingat itu dia malu sekali


"Maafkan aku juga. maafkan aku" kata alexa sambil menangis dipelukan alex "aku sudah kotor, apa yang harus kukatakan pada orangtuaku, aku sudah di jodohkan, orangtuaku pasti kecewa"


"Sttt tenanglah sayang, aku juga sudah di jodohkan, aku akan menemui orangtua kita, aku akan bertanggung jawab, kalaupun kita diusir, aku tak peduli" kata alex "aku akan menikahimu bukan karena masalah ini tapi karena aku mencintaimu" lexa mengangguk


setelah alexa tak menangis lagi dan sudah tenang, alex mengangkat tubuhnya dan meletakkan alexa di bath up dengan perlahan.


"berendamlah dua puluh menit, rasa sakitmu akan mereda, setelah itu aku akan memberimu penghilang rasa sakit" bisik alex, alexa mengangguk


alex mandi di standing shower. seusai mandi ia mengeringkan tubuhnya dan mengenakan jubah mandi . lalu mengangkat alexa dari bath up, setelah mengeringkan tubuh lexa, alez meletakkannya di ranjang, alex mengambil salep dan mengoleskan dibagian sawah bawah alexa


"masih sakit sayang?" tanya alex cemas "sudah tidak lagi" jawab lexa. alex bernafas lega tapi dia kembali terpancing melihat sawah lexa.


ia malah memulai pertarungan dalam keadaan sadar. dua jam baru pertarungan itu selesai dengan sama sama meneriakkan nama masing masing. mozarella alex tertuang seluruhnya didalam sawah lexa


Alex ke kamar mandi menampungvair hangat lagi, setelah meneteskan aroma therapy, ia menggendong lexa ke bath up dan membiarkannya berendam 20 menit , sambilan alex juga mandi di standing shower.


usai mandi alex membuka pintu kamar, memerintah seorang pengawal membeli bubur untuk makanannya dan alexa, tak lupa makanan sahabatnya dan makanan pengawal, lalu menutup kembali pintunya.


alex mengangkat tubuh lexa dari bathup, mengeringkannya, mengoleskan salep di sawah leza dan membantu lexa mengenakan pakaian yang berasal dari paper bag

__ADS_1



__ADS_2