
Sasa dan omanya memasuki mansion, tampak sang opa menatap omanya tajam "darimana kamu, suami pulang bukannya di rumah hah?" tanya abraham pelan tapi berat
"Mmm.. ta-tadi sasa ada beberapa tugas yang harus di selesaikan, jadi a-aku nenemaninya dulu, maaf"
"Aku?" tanya abraham dingin.
"Bawa nona kecil mandi" perintah abraham pada perawat cucunya. sasa segera dibawa masuk
"Maaf" jawab angeline takut . matanya berkaca kaca, hidungnya memerah. ia segera naik kekamar
"Angel aku belum selesai bicara" kata abraham tegas. tapi istrinya sudah naik ke atas. ia menyusul istrinya ke kamar
Sampai kamar angeline masuk ke kamar mandi dan menumpahkan airmatanya disana. sampai agak tenang ia membasuh wajahnya lalu keluar menyiapkan pakaian suaminya dan meletakkannya di sofa.
Setelah mengambil ponsel dan chargernya Angeline segera keluar kamar melihat wajah suaminya sangat tak bersahabat tapi pintu sudah di kunci abraham
"Mau kemana kamu?" tanya abraham dengan suara berat. angeline hanya diam menatap pintu membelakangi abraham
"Aku tanya kamu mau kemana ?" suara abraham meninggi , airmata angel menetes.
"Bukan urusanmu" jawabnya dingin tanpa menoleh . abraham mendadak emosi mendengar jawaban istrinya. ia berdiri dan menarik lengan angel
"Apa maumu" tanyanya dingin tapi ia terkejut melihat istrinya menangis . ia merasa bersalah sudah membuat wanita yang menemaninya lebih dari setengah usianya menangis . angel menepis tangannya
abraham cepat memeluknya. angeline meronta ronta tapi abraham tak melepasnya "Maafin papi" ucapnya sambil memeluk istrinya tapi angeline menolaknya
Wanita cantik ini adalah kesayangan yang palung dimanja keluarganya sedari kecil, tapi ia meninggalkan semuanya, meninggalkan masa muda dan kesenangannya demi mengikuti abraham. Belajar menjadi istri yang baik dan belajar banyak hal demi suami dan anaknya. wanita ini telah banyak berkorban untuknya. dan hari ini ia membuat wanitanya menangis
"Menyingkirlah" ucap angeline dingin
"Tak akan, sampai kapanpun aku tak akan melepasmu, maafkan aku, aku cemburu kamu tak menomorsatukan aku lagi" abraham mempererat pelukannya lalu menyeka airmata istrinya dan mengecup bibir mungil warna pink itu. rasanya sama seperti dulu. tetap sangat manis
Abraham melanjutkan aksinya meskipun angeline menolaknya ia tetap memaksa dan terjadilah pertarungan olahraga mereka.
Alex dan alexa baru tiba di mansion, mereka sudah lebih dulu mandi sebelum memasuki rumah karena tak mau membawa virus buat keluarga
__ADS_1
sasa berlari menghampiri orangtuanya. alex menggendong dan menciuminya. alexa juga mengecup pipu gembulnya
"sasa mau ke supermarket dengan oma opa" lapornya "tapi opa oma lama" alexa menatap perawatnya
"Tadi kami telat pulang dari kantor nona kecil, tuan besar duluan tiba dan marah pada nyonya besar, nyonya menangis dan naik ke kamar. mereka belum turun sampai sekarang, nona muda"
alexa dan alex segera naik ke lantai dua setelah menyerahkan sasa kepada perawatnya . tiba di depan kamar orangtuanya.. malah terdengar suara suara indah.
"Dasar orangtua bukannya menghidupkan peredam suara" omel lexa
"Ayo bawa sasa keluar" ajak alex.
Alex naik kekamar mengganti kaos dan celana selutut, menyelipkan dompet dan ponsel di sakunya lalu menyerahkan ipad kepada istrinya yang sudah berpakaian santai juga. mereka turun menghampiri sasa.
"Kakak dan Grandma ikut dad" ucap sasa "kita jemput" ajak alex , ia menukar kunci mobil di lemari dan mengeluarkan alphard ke halaman, setelah tiga perawat naik kebarisan belakang, lexa naik ke barisan tengah memangku sasa. menyediakan kursi untuk mertuanya
sampai di mansion geraldo, alex segera turun memasuki pintu utama
"Shalom pah mah" sapa alex "Shalom" jawab ketiganya bersamaan. alex mengecup pipi harvey
"Mana abraham?" tanya ken
"Mami ngambek diomelin karena pulang ke sorean, jadi mengurung diri dikamar" kata alex tertawa.
ken juga tertawa lalu segera masuk ke mobil. ken memangku harvey mengingat jarak yang dekat. gio duduk disamping sasa. alex segera melajukan mobil menuju supermarket
"Avi mau beli buah?" tanya ken , harvey mengangguk "Tapi belikan dede ayam dulu, dede mau makan ayam" ucapnya. alex mengangguk
"Siapa yang bayar sa?" goda gio
"Daddy" jawabnya , gio terbahak bahak
"Kenapa dad yang bayar? kenapa bukan kakak? atau opa?" goda lexa sambil tertawa
"Karena itu tanggung jawab daddy membelikan makanan buat momy, kakak dan sasa" jawabnya tegas "Kalau buat grandpa dan grandma , kakak avi yang bayar"
__ADS_1
"Kenapa dad ga membayar untuk grandpa dan grandma?" tanya alex heran
"karena kakak kerja buat opa oma grandpa grandma" jawabnya
"Jadi dad tak boleh membayar untuk grandpa dan grandma?" goda alexa , sasa bingung menjawabnya. ken tertawa
"Uncle markus adalah CEO dari AS supermarket ini" Gio menjelaskan "Jadi supermarket ini punya Uncle markus?" tanyanya
"Bukan, ini punya Momy, nanti kalau kak avi dan sasa sudah punya banyak uang bisa membeli supermarket ini pada momy, jadi sasa harus kerja yang rajin, ga boleh ngambek seperti tadi, jadi pulang kesorean, oma dimarahin opa" gio menjelaskan dengan bahasa sederhana
"Iya sasa akan kerja rajin ga malesan lagi mulai besok supaya oma tak dimarahin opa lagi" jawab sasa tegas. alex tertawa melihat wajah lucu sasa dari spion
setelah sampai di supermarket mereka membeli buah buahan untuk harvey dan sedikit sayuran buat bubur sasa. lalu ke shawn fastfood .
Tiba di shawn , harvey menanyakan apa yang diinginkan keluarganya dan perawatnya, setelah mencatat semua ia meminta kartu pada alex dan membayar kekasir. perawat pun membawakan makanan buat mereka.
usai makan harvey membawa sasa ke permainan anak anak , zerah mengawasi mereka.
"Mah bagaimana mereka punya uang sebanyak itu? saldo harvey ada hampir 7 miliar USD mah, saldo sasa 2 Milliar USD, harvey menunjukkan pada alex dan hendrick" tanya alex . ken terkejut tapi memilih menyimak
"Mama dan mami kalian hanya mencarikan info estimasi harga karya anak anak, setelah mendapat info lengkap kami mencarikan klien, awalnya perusahaan kecil ternyata dari analisa takeshi estimasi harga lumayan tinggi jadi kami menyesuaikan harga sesuai estimasi takeshi, klien mereka bertambah banyak dan puas pada hasil kerja anak anak. baru kami go internasional"
"Tapi mah, mereka bahkan tak nengetahui uang" tanya lexa
"Ya mama hanya bilang ada beberapa gedung dan mobil mewah di tv , kalau mereka menginginkan harus kerja dan menabung tak boleh membelanjakan 5% dari saldo bank mereka, sejauh ini mereka belum pernah menggunakan uang mereka"
"Ingatkan anak anak jangan pernah menunjukkan saldo rekening pada siapapun slain pada kita dan orangtuanya, bisa bisa mereka di manfaatkan orang jahat" ucap ken tegas. alex setuju.
"Harvey ada beberapa bakat, robotic, dan perakitan lainnya, tapi mama dan mami tak memahami bidang itu, jadi kami jalani sesuai kemampuan kami saja" ucap gio.
"Minta saran pada takeshi, dia orang brilian . dia bisa menyediakan sarana pra sarana mengembangkan bakat harvey lebih besar lagi" saran ken . alex dan lexa setuju
"kemarin harvey ingin mendaftar bela diri tingkat nasional, mama tak menyetujuinya, katanya hadiah utama 5 juta dollar acara di Tokyo"
"Lho kenapa tak diijinkan? kalah tak apa apa tapi harvey bisa banyak belajar. kita harus membiarkan anak anak kalah disaat dia harus kalah agar dia bisa belajar dari kekalahan" ucap ken .
__ADS_1
lexa hanya diam. ibu mana yang rela melihat anaknya baku hantam dengan orang asing , tapi ia juga tak berani membantah ucapan mertuanya