ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 45 - USG


__ADS_3

"Topik ketiga adalah total dari 19 perusahaan kita. untuk hendrick yang memimpin Nishi Group, AAA Group, ALX Group. saya memberikan kandidat Akemi, Aina, Aiko sebagai wakil CEO untuk membantu anda menjalani ketiga group besar itu"


" selama ini mereka adalah wakil CEO opa Akihiro yang menyamar sebagai maid untuk menjaga dan membantu kita, dia team elite yakuza di japan yang terlatih selain bisnis juga terlatih bertarung" sambung alex "bila tak mau, carilah kandidat lain untuk dibicarakan dalam meeting besok"


"Pantas saja mereka sangat teliti dan handal membantu kita di jepang, sempat terpikir bagaimana maid bisa sehebat itu" jawab hendrick senang karena langsung mendapatkan anak buah handal "saya mau"


"Gedung ASAN Group ini akan menjadi gedung Harvey Group, Gedung ex bharata akan menjadi gedung HG Group, Gedung Jenkins pas berbelakangan dengan gedung ini akan menjadi gedung HS Group"


"Ini adalah dokumen yang harus kalian pelajari, besok kita akan meeting mengenai kandidat wa CEO kalian. jadi kedepannya kalian akan melapor dan bergerak atas seijin papa dan papi mengenai kinerja kalian sesuai divisi masing masing" tutup alex. semua mengangguk paham


tepuk tangan meriah dari seisi ruangan itu atas penutupan meeting


"Bos mengingat nona lexa sedang mengandung, saya ada kandidat untuk Aspri dan Sekretaris pribadi Lexa" kata Hendrick


"Sebutkan"


"Eugino dan Achileo, Papi tau mereka"


"Nah itu benar kenapa tak terpikirkan kemarin, dua anak itu memiliki nilai potensial tinggi, sejak bayi sudah di cosa. apa study mereka sudah selesai?" tanya abraham


"Sudah pih, cuma 5 minggu lagi baru wisuda S3" abraham mengangguk


"Laki laki?" tanya alex datar "tenang mereka takkan menyukai istrimu" kata hendrick datar.


"Sadari statusmu dan alexa saat ini bos, bahaya tak sedikit untuk anda berdua diluar sana, Eugino dan Achileo bisa bekerja dengan profesional sekaligus melindungi lexa" alex diam karena merasa ucapan hendrick ada benarnya


"susun kandidat yang akan kalian rekomendasi semua besok untuk di diskusikan dalam meeting, agar kita bisa menghadirkan oleh orang yang dipilih oleh hasil meeting"

__ADS_1


"buat jackson , Tuan Jacob dan Tuan Jordhan sudah ada dalam list kandidatmu, kalau kamu ada pikiran lain, bisa cari kandidat lain" ucap ken


"Baiklah kita bubar ya, saya harap kalian aktive dalam renovasi gedung HS dan HG karena akan kalian pergunakan dalam waktu selamanya" kata alexa yang sejak tadi diam . mereka mengangguk


semua keluar ruangan sisa alexa yang tak bangkit. "kamu kenapa sayang?"


"pinggangku kram kelamaan duduk" kata lexa. abraham dan alex memapah lengan kanan kirinya perlahan sampai lexa siap bangkit


"Ah kedepannya kau di rumah saja kalau tak terlalu penting, aku khawatir dengan bayi kita" kata alex. lexa hanya diam


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


empat bulan kemudian


Gedung Harvey sudah berdiri tegak di Ibukota , Begitupula dengan gedung HSG dan HGG. Alex, alexa, dan kedua ayah mereka selalu berangkat bersama tiap senin sampai jumat jam 6:00 pagi dan pulang jam 16:00


Supir akan menurunkan alex dan kenneth di gedung HG Group. Mereka ditemani jackson, jefry dan franky. Lalu supir mengantarkan alexa dan abraham di gedung HS Group dimana mereka ditemani Markus, Sandra, Hendrick


Usia kandungan lexa sudah mencapai 26 minggu, hari ini mama giovani sudah membuat janji temu dengan dokter obgyn jam 17:00 buat alexa. Jadi usai kerja dia segera membersihkan diri di ruangan pribadinya. Rencananya alex dan dua ayahnya akan mengantar lexa ke SIH (Shawn International Hospital) dan menemui ibu mereka disana untuk bersama sama memeriksa kandungan lexa


Begitu turun mobil tampak zerah sedang mendorong stroler harvey yang nampak lagi badmood. ya zerah sudah sembuh dan kembali bekerja.


Saat mereka tiba memang waktunya panggilan nama lexa. sekeluarga besar itu segera masuk ke ruangan.


Dokter melakukan prosedur pemeriksaan kesehatan, dan beberapa tanya jawab. setelahnya lexa di minta berbaring di brankar. sampai dokter meletakkan alat USG di perut lexa lalu meminta keluarga menyimak layar monitor. tampaklah tampilan janin dalam perut lexa


"Wah hidungnya, wajahnya mirip Tuan Shawn. Kata dokternya. Abraham bangga dan melirik ken dengan pongah. Dengar detak jantungnya sangat baik, fisiknya lengkap, kelaminnya...."

__ADS_1


semua menahan nafas tak berkedip, menunggu ucapan dokter . "Selamat janin anda kelaminnya perempuan Tuan Muda.." kata dokter itu


"Puji Tuhan, Terima Kasih Tuhanku" hati alex menghangat melihat takjub ke monitor ada calon anaknya dilayar


"Tapi.. baby ini belum cukup berat badannya, lebih kecil dari seharusnya, apakah nyonya muda ada muntah mual?"


"Tidak dokter, hanya agak kesulitan makan, kalau pingin sesuatu tidak didapat, rasanya badan lemes sekali, tak bisa memasukkan apapun ke mulut" jawab lexa


"Itu namanya ngidam, makanlah apa yang dipikirkan agar kembali bersemangat, kasihan berat badan bayinya terlalu kecil Nyonya Muda"


"Kadang suami dan keluarga sibuk, saya tak tega menyampaikan dan merepotkan"


"Gapapa, mumpung hamil, siksa saja suaminya nyonya muda hahahaha" canda dokter itu. lexa tertawa


"saya akan membuka resep vitamin, obat penguat kandungan. perbanyak buah dan makanan bergizi. jangan lupa susu hamil"


"Jangan sampai kelelahan, stress, apalagi suasana hati buruk karena bahaya bagi janin"


Alex meringis mendengarnya , apalagi empat orangtuanya menatapnya tajam


"Kamu terlalu kaku, tak bisa menbuat istrimu nyaman menyampaikan kemauan calon cucu mamah alex" kata gio kesal sambil memukuli alex "Saat harvey dulu malah berat badannya berlebihan dari seharusnya, seperti saat mama hamil kamu dulu"


"Katakan apa yang kamu mau, aku akan membelikannya" ucap alex pada lexa "aku tak mau kamu kerepotan"


"kita akan bicara saat kita pulang. ini anakku tak akan merepotkan lexa" kata alex "sekarang apa yang ingin kamu makan?"


"aku mau makan ikan pare dan udang bakar di area PIK. tapi kamu memanggangnya disana" kata lexa malu malu "sudah seminggu lebih aku menginginkannya makanya tak bisa makan apapun" alex menatapnya datar "anakmu yang menginginkannya" sambung lexa

__ADS_1


Akhirnya mereka sekarang di PIK menunggu alex memanggang pare bakar dan udang bakar. alex yang sejak dulu jago masak tak keberatan membakar makanan buat bayinya tapi kenapa harus ditempat umum begini. entahlah



__ADS_2