ALEX Dan ALEXA

ALEX Dan ALEXA
Bab 42 - diskusi perencanaan perusahaan warisan


__ADS_3

jackson kembali dari supermarket membawa dettol dan kapas, hendrick kembali membawa es krim. mereka menghampiri ken dan franky. hendrick menyuapi harvey es krim sementara jackson mengusap luka harvey dengan detol sambil meniupnya.


harvey tak menangis meski tangannya perih karena mulutnya sedang menikmati makanan kesukaannya yang paling dilarang oleh kakek neneknya


Abraham, Giovani, angeline, alex segera bergabung dengan ken. mereka menciumi pipi harvey bergantian. hati mereka berdenyut melihat luka harvey apalagi alex


"Gara gara alex jadinya begini" kata alex sedih memegangi lengan putranya


"Bukan gara gara kamu, tapi gara gara bertrand bodoh itu, terlalu menguntungkan baginya mati begitu saja, harusnya disiksa dulu, beraninya mengincar cucuku" kata angeline sangat pelan meski kesal ia tak mau menakuti harvey


"kakakku takeshi mengakuisisi bharata karena dia curang, harusnya dia sadar dan introspeksi diri huh"


"untung kamu cepat sadar bro" ucap ken , abraham mengangguk


"sekarang apa yang harus kukatakan pada alexa mengenai luka harvey" alex mengusap wajahnya kasar "tak mungkin kukatakan bharata mau menyakiti harvey, ia sedang hamil pasti langsung stress"


"papa akan mengajaknya bicara dewasa di rumah nanti" putus ken , gio mengangguk


Kringgg Kringgg


ponsel angeline, abraham, ken, giovani berdering bersamaan . dari orangtua masing masing


semua menanyakan tayangan di televisi mengenai insiden yang terjadi di restoran tadi , mereka menjelaskan perlahan tak lupa memberitau situasi aman terkendali agar mereka tak risau


Albert mengatakan akan mengirim dua pengasuh profesional pengganti zerah selama zerah di rawat . abraham segera menyetujui karena pilihan ayahnya pasti berkualitas untuk cicitnya


Alexa menelpon alex "Mati aku" kata alex "pasti lexa mendapat notif berita" ia mengangkat ponselnya dan menghidupkan speaker


"Kak Alex kenapa lama sekali beli es krimnya? sebentar lagi papi mami pulang kau akan ketahuan membelikan es krim buat harvey, cepatlah kembali" ucap lexa langsung ke poin. empat orangtua menatap alex datar


"Ya honey aku segera tiba.. ku tutup ponselnya" alex segera berdiri


"tadi alex mendapat pesan sos papi, tapi takut lexa minta ikut jadi alex alasan mau belu es krim" alex menjelaskan dengan jujur. mereka mengangguk


"Ayo pulang" ajak alex "Harvey bersama kami berempat saja, kamu pulanglah" kata ken

__ADS_1


abraham menyerahkan kunci pada jackson lalu bergabung ke mobil kenneth sambil menggendong harvey


jackson, hendrick mengikuti mobil alex. franky mengemudi sendiri mengikuti mobil tuannya


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


"Kenapa tangan harvey terluka ?" tanya lexa. "mana zerah?"


"Ayo ke belakang , papa mau bicara" ajak ken menuju paviliun belakang diikuti yang lain. maid dan pengawal mengajak harvey membersihkan diri


"kejadian kecurangan bharata bangkrut menewaskan Tuan besar bharata karena serangan jantung. tadi putranya mencoba menyerang papi mami. sekarang ia sudah diantar F4 ke neraka. cuma ada peluru nyasar kena lampu kristal. lampu kristal jatuh dan mengenai zerah. zerah di rumah sakit. pecahan sedikit kena harvey tapi luka kulit luar saja , tak ada trauma atau luka serius pada harvey"


"ia bukan mengincar harvey kan? mami papi ada luka?" tanya lexa takut


"Keroco seperti dia belum mampu melukai papi mamimu, dia juga tak tau harvey, nanti lihat saja dimedia, harvey aman" lexa mengangguk lega


"Kamu tak mengidam nak?" tanya giovani mengalihkan topik


"lexa ingin makan seafood tapi makannya di tepi pantai, sudah beberapa hari lexa ingin makanya sering muntah, tapi karena semua sedang sibuk , lexa tak berani bilang" ucapnya jujur.


"tak jauh dari sini ada restoran seafood tapi pantai buatan, apakah bisa?" tanya hendrick. lexa mengangguk


baru saja mau berangkat, masuklah dua wanita kiriman Tuan Besar Albert Shawn. mereka membawa 5 koper besar. Perawat profesional untuk harvey. wajah mereka sangat polos dan murah senyum. Harvey cepat akrab dengan mereka.


akhirnya mereka segera berangkat bersama menuju restoran yang diinginkan oleh lexa


🧸🧸🧸🧸🧸🧸


Minggu pagi


07:30


Meja makan mansion geraldo


Empat orangtua, alex dan alexa baru selesai makan

__ADS_1


mereka sengaja makan bersama karena ada hal yang mau mereka diskusikan


"Abraham, ada yang mau aku bicarakan mengenai harvey" ken membuka pembicaraan "Mengenai harvey aku tau alex banyak bersalah pada keluargamu selama ini, tapi alex sudah berjanji akan menebus semua kesalahannya"


"Aku tau keluarga kami juga bersalah karena sudah mengambil satu satunya harta yang paling berharga milikmu yaitu putrimu, secara status memang kami mengambil milikmu, tapi lihatlah alex dan harvey sampai hari ini masih tinggal bersamamu dengan alexa, mereka masih milikmu"


"Jadi kuharap engkau mengizinkan harvey menyandang nama keluarga geraldo secara status tertulis. darah di tubuhmya tetap setengahnya darahmu, tak ada yang berubah. ayo turunkan ego kita. aku tak ingin rumah tangga anak kita bermasalah karena kita berdua. sungguh mereka semua masih milikmu termasuk alex"


angeline mengusap lengan suaminya dan tersenyum, lalu menggengam jemari tangan abraham.


"Baiklah ikut nama geraldo tapi mereka tinggal bersamaku" ucap abraham , ken mengangguk


"Kamu yang urus dokumen harvey" ucap abraham "besok aku akan mengurusnya, terima kasih bro" ken berdiri, abraham berdiri. mereka berpelukan. semua keluarga sangat bahagia melihat akhirnya mereka bisa berdamai. setelahnya mereka duduk kembali


"Bagaimana perencanaan kalian berdua mengenai perusahaan milik kalian ?" tanya kenneth


Alexa mengeluarkan sebuah dokumen dan menyerahkan pada alex , alex membacanya, "aku juga sama pikiran denganmu. persis seperti rancanganmu . dan masih kekurangan orang kepercayaan di level keempat"


"kalian butuh berapa orang?" tanya abraham


"ijinkan alex berbicara diluar kontex sebentar pih pah" dua ayah itu segera mengangguk


"Nishi group kemuning dipegang markus bertambah pesat kemajuannya, dimas juga sudah berubah, dia minimal mendapat pelajaran sejak kepemimpinan markus, ijinkan dimas memegang kembali nishi kemuning supaya markus bisa alex tarik ke pusat"


"dikemuning adalah kota kecil yang memiliki batasan perkembangan untuk markus, sementara di pusat ia bisa berkembang lebih besar lagi"


"Papa setuju, tak tau abraham"


"Boleh" jawab abraham


"Baiklah , alex ada permohonan sedikit


- Alex baru berumah tangga, rumah tangga kami belum kokoh, kalau hanya kami berdua, rumah tangga kami pasti gagal karena kami sibuk bekerja


- Alex baru menikah, baru terjun di dunia bisnis, banyak masalah yang kami masih hijau, tiba tiba di lempar tanggung jawab sebesar ini begitu saja kami takut gagal

__ADS_1


- saat ini lexa mengandung, tidak bisa banyak aktifitas, kalau fokus bekerja, alex takut lexa kelelahan


jadi dengan segenap rasa hormat, bantulah kami selama sembilan tahun, dimana rumah tangga kami sudah kokoh, anak kami tak terlantar, pengalaman kami sudah ada di bawah gemblengan papi papa"


__ADS_2